Tahun Baru dan Resolusi

Tahun Baru dan Resolusi

Tahun Baru dan Resolusi
Pic Source: Purwandaru Blog Created with Canva

Tahun Baru dan Resolusi

Selamat Pagi dan selamat beristirahat bagi Anda dihari minggu yang cerah ini.

Kemarin kita mendapatkan berita duka diawal tahun 2021 dimana ada sebuah pesawat yang hilang kontak sesaat lepas landas.

Saya secara pribadi mengucapkan duka cita dan semoga segera ditemukan dan segera jelas status pesawat beserta penumpang dan kru didalamnya. Bagi keluarga yang masih cemas mendapatkan berita terbaru, semoga dikuatkan dan diberikan kesabaran dari instansi terkait ya. Amin. Gbu.

Kita lanjutkan ya tulisan kali ini membahas tentang resolusi ditahun baru 2021 ini.

Ok, tahun 2020 yang sudah kita lalui cukup dan sangat menantang ya teman-teman.

Tidak sedikit jumlah korban karena Covid-19 yang dimulai dari awal tahun 2020. Dan sampai saat ini juga pemerintah sedang berjuang keras untuk melakukan pembatasan dan juga secara pararel mendistribusikan vaksin.

Kita bantu ya semua pihak yang sedang berjuang keras seperti dokter, nakes dan pihak-pihak terdepan dengan tidak kemana-mana dulu ya atau setidaknya membatasi pergerakan kita sendiri dulu ya.

Sepertinya tahun ini kita masih harus bersabar ya. Setuju?

Lanjut Topik Resolusi

Resolusi tahun baru Anda apa nih untuk 2021 ini? Ok semua sudah punya kan tentunya.

Kalau saya, ada beberapa resolusi 2020 yang belum tercapai nih. Tentunya ada yang tercapai juga ya.

Dari sisi bisnis, resolusi 2020 kami cukup dan saya merasa puas atas pencapaian tim. Dimana kami bisa membalik sebuah parameter keuangan yang cukup berpengaruh atas performan YoY kami.

Jadi ditahun 2021 ini bisa membuat kami lebih fokus untuk menjaga momentum bisnis serta mempertahankannya. Dimana-mana mempertahankan dan mengembangkan lebih sulit kan ya?

Tetapi ada juga nih resolusi pribadi di 2020 yang harus dilanjutkan di 2021.

Salah satunya rutin membuat video tutorial dan sharing video untuk blog ini, purwandaru.com serta untuk blog-nya kantor sunartha.co.id

PR menantang ya secara saya tipenya orang yang tidak pedean untuk berbicara didepan kamera.

Tapi dengan dukungan pasangan yang bilang, kapan lagi kamu coba, serta tim tentunya, membuat saya harus segera memberanikan diri nih, eksis didunia video.

Jadi nanti dinantikan ya, video yang kiranya bermanfaat untuk teman-teman semua dimana akan membahas topik-topik pengembangan bisnis, lalu kira-kira tools apa saja yang bisa bantu teman-teman meningkatkan bisnis kedepannya.

Sesuai hobi saya, mencoba dan menerapkan tools bisnis untuk bisnis saya sendiri lalu ditambahkan berbagi ke teman-teman semua yang bisa belajar banyak dari situ juga.

Penutup

Kebetulan dengan rencana bisnis dan pengembangan bisnis baru sunartha kedepan, kita masih butuh nih talenta untuk pengembangan tim kedepan. Link nya bisa gunakan disini: Available position atau bisa lewat indeed juga.

Lalu bagi teman-teman yang punya pengalaman bagi saya untuk ikut menghasilkan konten yang bermanfaat, boleh dong sharing dibawah atau DM saya via Linkedin (tautannya akan saya berikan dibawah ini ya).

Mari kita tetap produktif ditahun baru ini supaya tercapai cita-cita dan resolusi kita ya. Amin.

Jangan lupa mampir diartikel saya lainnya dibawah ini ya. Mampir dan baca-baca sudah senang kok.

Menghitung Skala Bisnis

Parameter Clearing. Fitur Tableau apa nih?

Salam,

Daru

Ps: Dapatkan penawaran menarik untuk pembelian aplikasi di Sunartha dan mintakan kode promo ya untuk store yang akan kami launch dalam waktu dekat ini ke Mba Euis dinomor whatsapp berikut ya: 0815 8690 2500

Menghitung Skala Bisnis

Menghitung Skala Bisnis

Menghitung Skala Bisnis
Pic Credit: Infomakan.com

Libur Telah Tiba

Tidak terasa ya. Desember sudah memasuki tanggal 24. Besok sudah Hari Natal.

Bagi teman-teman yang merayakan hari Natal, saya mengucapkan Selamat Hari Natal dan sekalian Selamat Memasuki Tahun Baru 2021.

Karena hari ini libur dan saya takutnya lupa menulis dihari sabtu ini, ada baiknya menulis dulu kali ini sebelum saya jalan menemani pasangan dengan bisnisnya.

Nanti saya promosikan dibawah ya, bisnis pasangan saya. Ehm.

Ok, topik kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana menghitung skala bisnis.

Nda susah kan topiknya? Kalau sulit, santai aja bacanya, nda usah buru-buru.

Namanya juga tulisan santai dihari libur. Kita buat sederhana saja Bro and Sis.

Menghitung Skala Bisnis

Sebelum memulai bisnis, menurut saya, ada baiknya menentukan skala atau ukuran bisnis yang mau kita mulai.

Setuju kan? Baik, sama ya sampai sini.

Lalu, bagaimana cara menentukannya? Ok ada beberapa pendekatan yang saya tahu.

Kalau kita bisa tentukan siapa target pelanggan kita diawal, ini akan menentukan skala bisnis yang kita bidik.

Contohnya bisnis saya. Sunartha. Mampir ya kalau berkenan. Bisnis yang saya dirikan ditahun 2009 ini merupakan bisnis jasa.

Seperti yang kita tahu, bisnis jasa mempunyai keterbatasan adalah kemampuan melayani pelanggan dalam satu waktu dimana tergantung dari tim yang kita miliki.

Waktu saya mendirikan bisnis ini awal-awal, saya tentukan diawal, siapa sih pelanggan ideal saya. Ok, ketemu, pemilik bisnis maupun organisasi yang sanggup membelanjakan dana mereka untuk membeli atau menyewa sistem untuk membantu bisnis mereka.

Lalu saya bidik lagi, yang tipe apa dan ada berapa mereka? Ketemu ya nilainya, maaf karena saya nda bisa share angka-angka pastinya.

Kemudian, saya masukkan ke excel saya, Ok, dengan jumlah pelanggan yang saya miliki ini dan durasi pekerjaan yang rata-rata 4 bulanan, maka saya cukup punya sekian pelanggan dan sekian omset (sales) dalam setahun.

Nah ketemulah skala bisnis Sunartha pada awal kita berdiri.

Bagaimana dengan bisnis perdagangan?

Pertanyaan bagus, Mas Ndaru, kan contohnya sederhana, perusahaan jasa, lalu kalau bisnis yang trading bagaimana?

Pendekatannya sama kok.

Anda harus bisa menentukan berapa jumlah pelanggan Anda yang bisa dicari informasi atau bisa juga dilakukan survey sederhana. Mereka willing to spend berapa sih untuk barang yang Anda tawarkan.

Misalkan Sepeda Brompton, karena nilai produknya tinggi, maka tentunya market Anda akan terbatas.

Anggap nilai sepeda 50 juta, berarti wealth atau kekayaannya harus berapa. Betul nda?

Tapi kalau produk Anda sekitar 100ribuan, nah, Anda bisa juga tuh cari target pelanggan yang tepat.

Contohnya jualan mie ayam, seperti digambar ya, kalau satu mangkok 25 ribu, berapa yang Anda butuhkan untuk penjualan yang bisa menutup biaya langsung dan biaya tidak langsung Anda.

Btw, karena gambar mie ayam, jadi pengen makan mie ayam nih, dengan mangkok mie jagonya tentunya.

Penutup

Bagaimana, sudah menjelaskan bukan?

Kalau belum, tidak apa-apa tanya dibawah atau kalau ada ide kita buatkan videonya, siapa tahu ada yang tertarik untuk menontonnya.

Terimakasih sudah membaca dan silahkan dibagi kalau menurut Anda menarik ya

Bacaan lain yang Anda bisa simak dibawah ini ya. Monggo mampir.

Serunya Analisa Bisnis

Tableau 2020.3 : Parameter Action Clearing. Apa ini?

Yuk berkenalan di Linkedin,

Daru

Dan bisnis pasangan saya sprei nih. Kalau mau order, silahkan menghubungi ya. Promosi sedikit boleh kan. Cheers.

Serunya Analisa Bisnis

Serunya Analisa Bisnis

Serunya Analisa Bisnis
Pic: Taken from PW

Sabtu Cerah, Olahraga Dulu

Selamat Pagi.

Sabtu cerah nih. Enaknya ya cari keringat dulu bukan?

Selain cari sarapan pagi macam ketupat sayur (rekomendasi enak nih ketupat sayur dekat pegambiran Rawamangun, Jakarta Timur).

Ok-ok kok malah ngomongin sarapan aja. So, kalian sudah olahraga apa hari ini?

Kalau saya sekarang coba komitmen untuk sepedaan statis dan diselingi treadmil.

Mudah-mudahan jadi makin sehat, sama seperti doa saya untuk pembaca yang budiman. Amin.

Serunya Analisa Bisnis

Nah, Mas, apa hubungannya, olahraga dan analisa bisnis.

Sabar ya. Namanya juga prelude atau pembukaan.

Sewaktu saya berolahraga, saya menggunakan alat bantu berupa jam pintar (smartwatch) yang memberi tahu kondisi training saya seperti apa.

Contoh ya: saya bisa tahu detak jantung saat saya berolahraga, detak saat saya beristirahat, berapa kalori yang terbakar dan seterusnya.

Informasi-informasi ini tentunya menarik ditampilkan dalam visualisasi yang menarik.

Sehingga saya sebagai atlit (eh masi jauh ya) akan langsung mengetahui, oh iya saya sudah mencapai progress sekian km dan sekian kalori.

Menarik bukan? Ok, bagaimana kalau kita menggunakan hal yang serupa tapi versi bisnis.

Tambah seru? Tentunya.

Lalu, Mulai dari Mana nih?

Mulainya dari mana?

Ok, kita mulai dari mana ya? Tentunya, mulai dari data yang kita miliki.

Misalkan, bisnis kita itu sudah punya penjualan, tentunya sudah punya dong rekap penjualannya.

Seperti tanggal penjualan, nilai penjualan dan seterusnya.

Biasanya formatnya menggunakan excel kan? Nda apa-apa.

Nah dari situ, kita bisa tuh dimasukkan ke Tableau, tools bisnis intelligent.

Disitu, kita bisa deh bereksperimen membuat visualisasi yang kita mau dan ingini.

Nah, data apalagi berikutnya?

Banyak, bisa kita lakukan analisa dari sisi biaya, dari sisi trend dan seterusnya.

Kayaknya menarik nih kalau saya buat training sederhana melakukan analisa penjualan melalui Tableau.

Apa ada yang tertarik ya?

Kalau iya, coba daftar disini dong:

Daftar Belajar Tableau

Tetapi tentunya kalau mau tanya-tanya dulu juga boleh ditanyakan ke tim saya nih, Mba Euis di 0815 8690 2500. Ok?

Jangan lupa bacaan lain dibawah ini seperti ya. Terimakasih yang sudah mampir dan berikan komentar positifnya.

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Cara Join Data dengan Multi Connection di Tableau

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya


Salam,

Daru

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Checklist Sebelum Membeli Bisnis
Pic Source: gameofbricks.eu

Bisnis dan 2021, Kira-kira Apa Hubungannya?

Selamat Pagi. Apakabar? Sehat selalu kan ya?

Puji Tuhan kalau teman-teman diberikan kesehatan dan kesempatan yang baik diakhir tahun 2020 ini.

Kali ini, sabtu-sabtu pagi ini, sambil rileks dan menikmati langit yang mendung kelabu, bagaimana kalau kita bahas topik diatas.

Yups, kira-kira, bisnis di 2021 itu bakal seperti apa, dan hubungannya apa ya?

Seperti yang kita tahu bersama, 2020 merupakan tahun pembelajaran bagi teman-teman yang punya bisnis.

Banyak yang nda works, tapi ada aja yang jalan juga kok, meskipun tidak sekencang biasanya. True?

Ok, 2021 outlooknya jadi bagaimana nih? Secara vaksin mulai didistribusikan dan ekonomi diprediksi mulai membaik. Nah, daripada menduga-duga, gimana kalau kita bahas bareng saja.

Jangan lupa kopi dan camilannya diseruput dulu ya.

Better Beli atau Buat Baru ya

2021. Bagi kita yang ingin punya bisnis, sebaiknya beli atau buat baru ya.

Naah, diuntungkan nih bagi yang ingin punya bisnis, dan ingin tahu bisnis apa yang teruji melewati masa pandemi Corona.

Kenapa tidak?

Bisnis-bisnis yang survived melewati tahun 2020 dengan selamat adalah bisnis yang teruji, bisa manajemennya yang baik atau bisa juga memang industrinya secara umum baik dan marketnya teruji.

Jadi inget ada berita, salah satu emiten pengelola properti mall yang basisnya Surabaya, ditahun pandemi begini malah beli Mall sekaligus 2 lho, daerah Solo dan Jogja.

Dan pake kas internal pula. Huebat.

Jadi, ada istilah, kalau Anda dan perusahaan Anda jago disatu bidang, dan bisa membuat competitor Anda ingin bergabung dengan Anda, itu nilai plus.

Kenapa tidak, daripada saingan, mending dibeli saja bukan?

Ok, lalu pertanyaannya, apa yang harus disiapkan nih sebelum membeli bisnis. Jangan lupa baca tulisan kami yang lain ya, tentang Apakah Memulai bisnis disaat Covid begini layak dilakukan?

Mampir disini ya.

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Kita bagikan ya daftarnya.

Pastinya Bisnis yang akan Anda beli, Anda tahu cara membuat lebih baik

Iya dong. Masa dibeli saja tapi nda tahu cara benerinnya.

Karena yang kita tahu, membeli sesuatu bisnis yang dijual, pilihannya emang mahal sekali karena bagus atau dijual murah karena yang jual lagi kepepet dan BU.

Pastikan dana pembeliannya tidak merepotkan anda

Nah, ini salah satu yang perlu Anda cek dan re-check lagi.

Jangan sampe, membeli sesuatu bisnis yang Anda malah tekor nombokin terus pengeluaran tiap bulannya.

Seperti beli mobil bekas aja, Anda harus sudah tahu apa yang akan diperbaiki, apalagi mobil antik kan.

Dana Anda pun juga harus siap, syukur-syukur lembaga keuangan bisa membantu.

Due Dilligence secara menyeluruh

Ini yang pasti musti dan kudu harus. Lakukan due dilligence atau asesmen bisnisnya seperti apa.

Kalau ada lembaga independen lebih baik lagi, tentunya ada biaya yang muncul ya. Tapi daripada beli kucing dalam karung?

Nah, bagaimana, cukup menarik bukan bahasan kali ini?

Oiya, ini sengaja disederhanakan ya prosesnya. Tentunya kenyataan ada case-case menarik yang perlu diperjelas dan ditanyakan ke pihak yang lebih kompeten.

Tetapi tentunya, saya dan tim lebih kompeten untuk menjawab, bisnis setelah dibeli dan mau didandani mau diimplementasikan software apa, nah itu bisa ditanyakan ke tim saya nih, Mba Euis di 0815 8690 2500

Jangan lupa bacaan lain dibawah ini seperti ya. Terimakasih yang sudah mampir dan berikan komentar positifnya.

Btw, kalau ada bisnis IT yang mau coba ditawarkan, boleh ya direct message ke Linkedin pribadi saya.

Menghitung Hari 2020

Cara Join Data dengan Single Connection di Tableau

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya


Salam,

Daru

Menghitung Hari 2020

Menghitung Hari 2020

Menghitung Hari 2020
Pic Source: otomotif.tempo.co

Tidak Terasa

Hi, apakabar?

Selamat datang dan terimakasih sudah mampir diblog pribadi saya kali ini. Edisi hari minggu. Saatnya kita beristirahat setelah seminggu kemarin kita masih sibuk dan penuh pikiran.

Tetapi dengan ada hari libur, sabtu dan minggu, semoga pikiran dan pekerjaan yang masih kita kerjakan, jadi cukup terangkat bebannya. Setuju?

Bagaimana dengan tahun 2020 ini teman-teman? Tidak terasa atau sangat terasa?

Tentunya tidak terasa kalau bagi Anda yang tahun ini masih diberikan berkat untuk menjalani aktivitas Anda seperti biasa atau bahkan semakin sibuk ya. Puji Tuhan.

Tapi mungkin akan sangat terasa beratnya kalau aktivitas, usaha atau pekerjaan Anda cukup terdampak sama Covid-19. Tolong bersabar dan tetap menjaga kewarasan dan kesehatan ya, karena mudah-mudahan tahun 2021 dengan adanya vaksin, semua ekonomi kembali normal.

Setuju dong ya?

Flashback dan Evaluasi 2020

Karena hari ini saya cukup bingung mau menulis topik apa, akhirnya saya putuskan untuk menulis tentang evaluasi 2020 dari sisi saya pribadi dan mungkin sedikit sharing tentang bisnis yang saya jalankan.

Nda apa-apa kan ya?

Ya, kita mulai ya.

Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup, eh bukan, sangat menantang menurut saya. Sama halnya dengan para pelaku bisnis diseluruh dunia, tahun ini merupakan tahun ketidakpastian.

Saya pernah mengalami tahun 2008 sebagai tahun ketidakpastian saya yang pertama. Dimana seingat saya saat itu ada kejadian subprime mortgage dimana semua lembaga keuangan, institusi keuangan seperti bank kesulitan likuiditas.

Dan saya bekerja diperusahaan yang cukup terdampak. Intinya, punya usaha atau bekerja diperusahaan yang dana tunainya tidak ada itu bikin tidur nda nyenyak dan apapun makanan tidak enak deh pokoknya.

Lanjut ya.

Menghitung Hari 2020

Lalu ditahun 2020 yang sudah mulai menghitung hari ini, evaluasinya bagaimana?

Kalau saya, tentunya pengalaman dari 2008 dan pengalaman 2020 ini membuat saya yakin dan percaya kalau pertolongan Tuhan itu ada.

Mungkin waktu saya diawal 2020 ingin ekspansi usaha, Tuhan berkehendak lain dengan membawa kondisi ini sehingga kami tidak memutuskan investasi besar-besaran sehingga kami bisa reserved dana cukup untuk melewati masa ini.

Ya, tidak semua perusahaan mempunyai dana untuk bertahan selama masa pandemi.

Lalu diakhir tahun 2020 ini, dimana tinggal 1 bulan buku saja, bulan desember, kami sudah mulai merencanakan tahun 2021 dengan perhitungan yang mustinya lebih cermat lagi.

Asumsi-asumsi perekonomian akan kembali normal atau tidak harus dimasukkan lho. jangan kepedean saja. Saatnya orang-orang dengan background keuangan diberikan kesempatan untuk melakukan forecasting kedepan untuk bisnis Anda.

Ok, cukup panjang nih curhatnya. Jangan lupa ada artikel lain yang menarik untuk dibaca ya

Berani Mengambil Resiko

Belajar Membuat Sankey Diagram di Tableau

Tertarik untuk berdiskusi tentang topik-topik seperti pembahasan cashflow, forecasting dan penerapan sistem untuk bisnis boleh lho ke nomor berikut ya 0815 8690 2500 dengan Mba Euis ya.

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya

Salam,

Daru

Suksesikan Bisnis Anda

Suksesikan Bisnis Anda

Suksesikan Bisnis Anda
Pic Source: dramabeans.com

Bacaan dihari Minggu

Hi, selamat datang lagi diblog purwandaru.com yang rajin berbagi mengenai apa yang ada dipemikiran penulisnya. Biasanya tentang bisnis, teknologi bahkan mimpi dan pengalaman sang pemilik blog.

Tanpa terasa, kita sudah mau menjumpai penghujung tahun 2020 ya. Secara minggu depan adalah minggu terakhir dibulan November dan kita akan menjemput bulan Desember.

Tahun ini penuh dengan tantangan, terutama karena adanya pandemi Covid-19. Semuanya serba tidak menentu dan banyak dari kita yang mengalami turbulensi dengan urusan keuangan serta ekonomi yang banyak membuat tambahan pikirian ya.

Ok, semoga kita semua tetap sehat selalu dan selalu bersemangat menghadapi segala tantangan yang ada ya.

Kali ini, sebelum makan siang, saya mau berbagi mengenai ide dan pemikiran saya tentang suksesi bisnis terutama bisnis keluarga ya.

Topik yang saya lagi pikirkan dan renungkan juga untuk bisnis saya sendiri.

Sudah siap ya. Mari kita mulai.

Bisnis Keluarga Serta Suksesikan Bisnis Anda

Saya lupa datanya, mungkin nanti akan saya update setelah menyelesaikan tulisan ini. Tapi yang saya tahu, di Indonesia cukup banyak perusahaan keluarga yang berhasil meneruskan bisnis mereka kepada generasi penerus.

Iya, Anda tahu kan, banyak cerita dan jokes mengenai, generasi pertama adalah pendiri dan kerja kerja, generasi kedua bisnis keluarga adalah yang membesarkan dan generasi terakhir, generasi ketiga adalah yang foya-foya dan menghancurkan bisnis tersebut.

Apakah betul? Nah, bisa kita bahas bersama nih.

Kalau menurut saya, pribadi, suksesi atau memberikan tugas kepada penerus bisnis itu kuncinya adalah persiapan.

Persiapan yang dimaksud adalah proses ini tidak serta merta dapat dilakukan apabila kandidat yang akan kita berikan wewenang tidak mengetahui apa tugas dan tanggungjawabnya.

Pengalaman saya ketika saya diskusi dengan beberapa pemilik bisnis dimana saat rapat pembahasan sistem ERP untuk organisasi tersebut, terkadang putra atau putri mahkota ikut diajak oleh management seniornya, atau founder.

Kita Lanjutkan ya Bahasannya

Nah, menariknya adalah, dari beberapa meeting yang saya dan tim lakukan, ada yang para suksesor (atau generasi kedua) mengerti dan dapat mengikuti alur kerja dan role dia berada, tetapi ada juga yang tidak.

Tidak dapat mengikut dapat berarti, generasi penerus ini belum cukup matang dan masih butuh banyak belajar dari alur bisnis atau seluk beluk detail dari bisnis orang tuanya.

Itu pengalaman kita ya. Tentunya selama persiapan tersebut, organisasi atau bisnis keluarga ini biasanya juga menerapkan change management dimana dibuatkan struktur dan tahapan-tahapan yang lebih baik lagi sehingga para penerus dapat melanjutkan dengan koridor dan ketentuan yang berlaku.

Sekarang Bicara Tools untuk Prosesnya

ERP (Enterprise Resources Planning) merupakan salah satu tools yang bisa kita gunakan untuk tahapan handover ini. Kenapa?

Dengan punya struktur dan alur yang jelas, para Putra dan Putri Mahkota ini dapat melihat langsung kondisi bisnis mereka kedepannya. Pastinya mereka juga harus tahu dan ikut serta saat proses berlangsung ya, sehingga dapat paham juga saat ada muncul masalah.

Bagaimana, tertarik dengan bahasan kali ini? Tentu dong.

Kalau begitu, ada beberapa artikel lain yang masih baru nih bisa Anda baca juga. Tolong mampir juga ya.

Pilih Uang atau Mentor

Tips Melakukan koneksi Tableau dan SAP Hana

Tertarik untuk berdiskusi tentang topik-topik seperti diatas atau penerapan ERP juga boleh ke nomor berikut ya 0815 8690 2500 dengan Mba Euis ya.

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya

Salam,

Daru

Pilih Uang Atau Mentor

Pilih Uang Atau Mentor

Pilih Uang Atau Mentor
Pic Source: Tribun Jogja

Pertanyaan Dihari Minggu

Selamat hari minggu. Hari yang enak untuk beristirahat, melepas lelah atas pekerjaan atau kesuntukan dihari kerja.

Jangan bekerja atau mikir terus, nanti bisa-bisa stress lho.

Ok, daripada kita diam saja tanpa ada kesibukan, mending kita fokus pada aktivitas yang buat kita semua jadi sedikit lebih bersemangat. Setuju nda?

Setuju dong. Dengan apa? Menjalani hobi kita tentu salah satunya.

Nah, karena saya barusan lihat episode 9 drama serial Start Up di Netflix, sepertinya seru nih bahas mengenai perihal mentor atau dana, mana yang Anda pilih kalau Anda diposisi CEO perusahaan rintisan.

Lanjut ya.

Kalau Anda, Pilih Uang Atau Mentor?

Mari kita berandai-andai. Bayangkan Anda sukses membuka bisnis Anda yang pertama.

Bidangnya bisa apa saja. Bisa teknologi, maupun bisnis konvensional dengan ciri khas gaya Anda lah pokoknya. Dengan senyum bangga, Anda menapaki dunia baru, yaitu entrepreneurship.

Sip, seru kan?

Seiring berjalan waktu, bisnis Anda berkembang. Banyak tantangan disana-sini. Ok, Anda masih tetap bersemangat. Lalu Anda mulai berhenti dan memikirkan sesuatu dipersimpangan keputusan Anda.

Pilih uang atau mentor. Dimana ada yang menawarkan bisa memberikan Anda tambahan modal kerja Anda. Dan disisi lain ada yang menawarkan mentorship bisnis Anda supaya tambah maju pesat kedepan.

Anda terdiam. Mencoba menimbang-nimbang mana ya yang lebih utama.

Mari kita bahas bersama ya. Siapa tahu kepusingan Anda sedikit berkurang dengan membaca blog pribadi saya ini.

Uang atau Tambahan Modal Bisnis

Banyak yang menyediakan hal ini apabila bisnis Anda itu bagus banget secara performa dan keuangan. Ah mosok Mas Ndaru? Yups, betul.

Kalau Anda mempunyai bisnis yang bagus, kendala ini sebetulnya nda perlu Anda pusingkan.

Misalkan ya. Tadi saya bilang, Anda merintis bisnis online shop. Orderan masuk terus dari sisi pembeli. Lalu stok Anda berkurang, dan butuh tambahan dana untuk persediaan Anda.

Jangan takut, coba hubungi supplier Anda. Mungkin dengan penjelasan yang baik dan adanya termin pembayaran, Anda sudah mendapatkan tambahan modal secara tidak langsung, betul tidak?

Kecuali, bisnis Anda yang tipenya butuh investasi besar diawal dan track record Anda kurang meyakinkan untuk para pemberi modal percaya kepada Anda. Lain cerita ya.

Jadi, sebaiknya buktikan dulu kalau Anda dan bisnis Anda “Worthed” aka bernilai. Itu PeEr pemilik usaha ya.

Mentor dong Mas Jawabannya

Kalau saya, mungkin inilah jawabannya.

Dan terus terang saja, sesuai film Start Up, dimana salah seorang role yang berperan sangat besar, selain pemilik bisnis adalah mentor.

Dengan mentor yang tepat, bisnis dan Anda akan naik kelas dengan lebih cepat dibandingkan kalau Anda harus menghabiskan waktu secara coba-coba (trial & error).

Ok, mungkin Anda punya waktu tersebut, tetapi dengan mentor (yang tepat ya) kemungkinan itu akan berkurang sehingga Anda akan fokus hanya pada apa yang ingin Anda buktikan.

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat seseorang yang sudah sibuk dengan pekerjaannya mau jadi mentor Anda? Naah, itu pertanyaannya.

Terus terang, menjadi mentor itu berat, maka dari itu saya sangat apresiasi para mentor diluar sana yang mau membagi waktu berharganya untuk mentee (anak didiknya).

Kesimpulan

Bagi saya, bisnis itu menarik karena dengan hal-hal seperti ini. Banyak variabel yang menentukan kemajuan bisnis kita kedepan.

Hubungan simbiosis mutualisme itu diperlukan. Bahkan game Mobile Legend pun memberikan satu fitur untuk main bersama mentor atau sebagai mentor bagi newbie, bisnispun sama.

So, tetap semangat ya dalam menjalani perjalanan bisnis Anda. Sukses dan Sehat selalu bagi Anda semua.

Tertarik untuk membagikan artikel ini? Silahkan ya. Atau mau berkenalan dengan saya via Linkedin? Tentu bisa, drop direct message kalau Anda mengajukan pertemanan.

Salam,

Daru

Berani Mengambil Resiko

Belajar Membuat Donut Chart di Tableau

Berani Mengambil Resiko

Berani Mengambil Resiko

Berani Mengambil Resiko
Pic Source: https://rhapsodystrategies.com/

Selamat Pagi

Pagi!

Bagaimana hari ini? Semoga Anda semua mempunyai hari yang baik untuk dimulai ya.

Tidak terasa, dari bulan Maret, kita menghadapi pandemi Covid-19. Cukup lama, 7 bulanan yang membuat hari-hari kita berbeda dari sebelum pandemi melanda.

Anda merasakan hal yang sama bukan? Yang tadinya kita bisa bepergian tanpa menggunakan masker, sekarang harus.

Bisa bekerja dikantor bersama teman-teman sekantor, sekarang harus dari rumah.

Bersyukur bagi Anda yang masih bertahan selama ini dengan bisnis, pekerjaan dan kesehatan ya, karena masih banyak teman-teman kita yang secara industri dan pekerjaan cukup terdampak karena pandemi. Semangat!

Berani Mengambil Resiko

Kata-kata yang mudah diucapkan, dituliskan tetapi sulit sekali untuk dilakukan. Setuju nda?

Apalagi kondisi pandemi begini. Resiko sudah seperti teman sehari-hari kita bukan?

Lalu pertanyaannya, Anda berani mengambilnya atau duduk diam termenung seribu bahasa dan tidak berani melangkah?

Kalau saya lihat beberapa teman saya, mereka akhirnya “terpaksa” mengambil resiko itu. Kenapa? Nda ada pemasukan kalau bergantung ke hal yang itu-itu aja Bro dan Sis.

Ya, pada akhirnya, kita semua harus mencoba. Mencoba sesuatu yang baru yang kita belum tahu apakah pilihan kita akan membuahkan hasil atau membuahkan kegagalan.

Sekarang, yang jadi prioritas adalah hasil (baik ataupun buruk) harus dicoba agar kita tahu harus bagaimana menghadapinya, betul?

Kesimpulan

Menurut saya, sekarang adalah saat yang tepat untuk kita melakukan yang namanya “Berani Mengambil Resiko”.

Kenapa? Dulu setiap orang tidak berani karena masih mempunyai pilihan. Pilihan untuk melakukan hal lain yang secara resiko nda akan mempengaruhi kenyamanan hidup mereka.

Tapi sekarang, semua orang (terutama yang kepepet) akan melakukan apapun itu agar bisa selamet dulu. Jadi, kapan Anda beraninya?

Aduh, saya jadi keinget juga nih ada beberapa hal yang saya masih berani untuk mengambil resiko karena zona nyaman yang saya ciptakan sendiri.

Yuk mari kita mengambil resiko dan menjalani hal yang kita ingin lakukan.

Salam.

Daru

Bacaan lain yang Anda bisa nikmati ya sebagai bentuk dukungan tulisan ke saya. Atau kalau ingin berkenalan via Linkedin, bisa klik tautan nama saya diatas.

Bisnis Anda Autopilot

ERP Indonesia

Pengalaman Memulai Bisnis

Pengalaman Memulai Bisnis

Pengalaman Memulai Bisnis
Source: Phactory

Saatnya Menulis

Selamat Malam, selamat malam mingguan bagi Anda yang sedang dirumah saja.

Pada saat pandemi seperti ini, sebaiknya kita mengurangi perjalanan keluar rumah agar kondisi penyebaran corona virus bisa dikurangi ya. Setujukah? Pasti setuju ya.

Sambil dirumah saja, sama dengan saya, ada baiknya saya menulis pengalaman saya saat memulai bisnis. Daripada mengerjakan hal-hal yang menyenangkan hati seperti menonton netflix atau bermain mobile legends terus-terusan, akhirnya saya memulai untuk menulis kembali.

Ok, pertama-tama, saya mau mengucapkan semoga Anda yang membaca tulisan saya kali ini diberkahi kesehatan sehingga Anda dapat beraktivitas seperti biasa dan saya berharap Anda yang sedang dalam masa yang kurang baik seperti bisnis yang kurang baik atau kantor yang sedang berjuang selama masa ini, semoga kita semua bisa melalui ini semua ya.

You’re not alone my friends. Kita semua menghadapi ini kok. Bahkan negara-negara lain juga.

Istilah kata, bisa waras saja dalam melewati ini semua kita harus sudah bersyukur. Masih banyak teman-teman kita yang kurang beruntung. Semangat ya!

Makanya saya mulai menulis lagi nih. Selain agar bisa terus berkarya dan berbagi tentang pengalaman saya, mungkin bisa menjadi pencerahan atau manfaat bagi teman-teman semua ya. Amin.

Pengalaman Memulai Bisnis

Ok, mari kita mulai ya. Tulisan kali ini tentang bagaimana pengalaman memulai bisnis.

Tentunya, ada pemilik bisnis yang memulai bisnis mereka dari jenjang karier atau pekerjaan sebelumnya.

Contoh ada client saya, yang memulai usahanya karena sudah bertahun-tahun bekerja pada tempat kerja sebelumnya.

Tentunya tidak hanya menguasai 1 atau 2 bagian, tetapi hampir semua departemen sudah pernah dijalani. Sehingga ilmu atas bisnis yang dijalaninya cukup lengkap.

Apakah Anda tipe yang seperti itu? Belajar terlebih dahulu, menguasai materi dan pengalaman dalam membesarkan tempat kerja Anda sebelumnya baru mendirikan usaha Anda sendiri?

Idealnya seperti itu ya. Kenapa? Karena selain Anda dibayar karena Anda bekerja didalam bisnis idaman Anda, pengalaman didalamnya adalah sesuatu yang menurut saya tidak bisa dibayar oleh apapun. Itu menurut saya ya.

Lalu, apa tipe yang kedua Mas Ndaru?

Sabar. Ada. Tipe yang kedua adalah tipe yang seperti saya.

Dimana saya mendirikan usaha atau bisnis saya karena saya tertarik dengan bidang tersebut dan terus belajar, sambil menjalankan bisnis diawal-awalnya. Startup, Bootstrap dan Bonek (bondo nekat).

Lalu, apakah saya merasa menyesal dengan memilih jalan tersebut?

Sebetulnya ada. He3. Tapi jangan negatif dulu ya. Saya akan coba jelaskan menyesalnya disisi dan bagian mana, sehingga Anda bisa belajar juga dari pengalaman saya.

Saya ganti playlist Spotify saya dahulu ya.

Lalu, Anda Sebaiknya Bagaimana?

Ok done. Mari kita lanjutkan.

Pertanyaannya, dari pengalaman saya, lalu Anda sebaiknya bagaimana nih, yang ternyata masi minim pengalaman dalam memulai bisnis sendiri.

Pengalaman saya, saat merintis bisnis sendiri, adalah punya visi yang kurang besar.

Itu satu hal yang terlewat dari checklist saya. Kok visi harus besar Mas?

Betul, dengan visi dan misi tentunya yang besar, Anda akan mempunyai arah yang jelas untuk bisnis dan karier Anda tentunya.

Jangan sampai tujuan Anda tidak besar dan membuat Anda putus asa ditengah jalan karena hasilnya ya segitu-gitu aja.

Bangunlah visi bisnis Anda agar Anda akan bergetar saat Anda menceritakan ke teman, keluarga bahkan tim Anda yang pertama-tama. Ok, lanjut ya.

Kedua yang penting adalah belajar mencari role model atau mentor yang sudah pernah melalui apa yang Anda inginkan.

Saya pernah baca salah satu quotes di Instagram berkata, jangan bertanya bagaimana cara mengendarai Roll Royce kepada orang yang mengendarai Toyota.

Maaf bukan bermaksud merk salah satu yang diatas ada yang kurang baik ya, tetapi hal ini mengingatkan saya, bahwa kalau saya mau ke suatu tujuan, saya musti bertanya kepada orang yang pernah kesana.

Closing Ya

Penutup. Ternyata saya sudah banyak banget nulisnya.

Pengalaman Anda ataupun orang lain adalah pengalaman yang sangat berharga. Apalagi pengalaman saat pandemi begini dan Anda sedang berjuang mempertahankan bisnis, tim bahkan keluarga Anda pada pundak Anda.

Tetap semangat. Mudah-mudahan tulisan saya mencerahkan ya. Feel free untuk berkenalan saya via Linkedin. Jangan lupa chat pada introductionnya kalau Anda kenal saya dari blog saya ya.

Daru

Bagi Anda yang sedang mencari pekerjaan karena kantor Anda sebelumnya kena efek pandemi ini, bisa mencari pada bagian karir web Sunartha ya.

Atau Anda yang senang mengutak atik data dari excel, database, kantor saya punya toolsnya dimana Anda bisa unduh trialnya secara gratis disini ya: Download Tableau Trial

Nah, tolong dukung saya supaya semangat terus menulis dengan mampir diartikel dibawah ini ya. Gratis kok. Klik, dibaca dan apabila dirasa bermanfaat, bisa Anda bagikan kok.

Memilih Bisnis Model

Cara Membuat Waffle Chart di Tableau

Terimakasih sudah mampir ya. Stay Safe dan sehat selalu.

Masi Mau Bisnis Saat Covid

Masi Mau Bisnis Saat Covid

Masi Mau Bisnis Saat Covid
Pic Source: Freepik.com

Pertanyaan yang buat Galau

Selamat hari Sabtu ya teman-teman semua.

Enaknya sabtu gini itu santai, punya aktivitas bersama keluarga, anak-anak dan menikmati hari liburan.

Kan enaknya gitu ya, tapi gimana kalau kondisinya serba terbalik.

Karena mau ada PSBB kedua, kita malah jadi pusing tujuh keliling.

Kerja serba dari rumah. Kantor gonjang ganjing dengan kondisi ekonomi. Ekonomi lesu.

Plus bonus ketidakpastian gaji karena semua serba harus bertahan dulu.

Ok, sabar, tarik nafas, kita coba rileks dulu ya.

Trus tercetuslah sebuah ide

Gimana kalau kita mulai mencicil untuk membuat bisnis aja sendiri. Good idea bukan?

Sip, ide bagus.

Setidaknya ada solusi daripada mikirin hal yang negatif tentang kasus Covid 19 yang nda jelas juntrungannya.

Tapi, pertanyaan besarnya, Masi Mau Bisnis saat Covid?

Wah, kok jadi malah tambah pusing Mas? Ini blog nda menginspirasi tenan jan.

Santai. Tarik nafas lagi. Rileks.

Saya dukung untuk buka Bisnis

Terus terang, saya setuju untuk memulai buka bisnis disaat kondisi seperti ini.

Memang, tujuannya saja yang perlu direvisi. Ini menurut saya ya.

Misalkan, dulu ingin punya usaha untuk menjadi Kaya Raya. Sekarang, dimulai dengan mendapatkan tambahan penghasilan diluar gaji yang tidak sama lagi dengan kondisi sebelumnya.

Lalu, bisnis tipe dan macam mana yang harus dibuka nih Mas Ndaru?

Cari yang mudah dan sederhana dalam prosesnya.

Jangan ujuk-ujuk buka pabrik 1000 hektar deh. Itu mah namanya bunuh diri.

Semua bisnis bisa dimulai dari Social Media, Whatsapp dan lingkaran pertemanan kita. So simple.

True, simpel saat memulai tapi challenging untuk mempertahankan dan mengembangkannya. But it’s okay. Santai aja Brur.

Kan tujuan bisnis kita beda bukan? Intinya, cari penghasilan yang simpel, ngerjain bisa disambi dan memanfaatkan jaringan pertemanan kita, tapi jangan suka maksa ya.

Ini nih penyakit yang baru buka bisnis, jualannya suka rodo maksa. Slow aja, kasi tips dan trik serta buat mereka tahu, apa yang temen-temen bisa bantu. Yang solutip gitu lho, Pesan Bu Tedjo.

Wah, sampun akeh curhat-e

Sudah banyak nih ternyata tulisan kali ini.

So, daripada yang baca bosen, mending saya sudahi ya.

Jadi ini cuma ide saya dan berdasarkan pengalaman saya ya. Jangan serius-serius amat. Saya juga nda serius kok nulisnya.

Tapi, klo mau kasi feedback dan masukan, monggo lho. Ok?

Stay Healthy, Stay humble and We can make it through this Covid 19. Amin!

Salam,

Daru

Bacaan lainnya bisa mampir dibawah ini ya. Sok atuh mampir.

Kopi, Ide dan Eksekusi

Memilih Bisnis Model

Cara Membuat Waffle Chart di Tableau

Oiya, saya sedang mencari anggota tim Sunartha nih, yang tertarik sama urusan utak-atik SQL, trus belajar buat Viz yang keren-keren sambil ngoceh sana sini tentang kejagoannya dia. Berminat? Buktikan kejagoanmu dengan apply diweb Sunartha ya. Saya tunggu lho!