Aset Fisik Versus Digital

Aset Fisik Versus Digital

Aset Fisik versus Digital
Pic Source: Pinterest

Hi Again

Selamat datang bagi teman-teman yang baru pertama kali membaca blog saya pribadi. Dan selamat datang kembali bagi yang sering membaca ya.

Dihari libur ini, kembali saya mau menuliskan apa yang saya lagi pikirkan ketika saya mempunyai ide ataupun uneg-uneg ya, kalau orang jawa bilang.

Jadi ceritanya begini.

Eh, sebelum cerita, tolong bagi Anda yang belum artikel saya sebelumnya, bisa mampir disini ya:

Mengejar Mimpi

Atau tulisan lain yang membahas tentang Tableau nih:

Tableau dan Geospatial Data

Terima kasih ya yang sudah mampir. Enjoy.

Mari Kita Mulai

Aset.

Seperti yang kita definisikan sebagai aset adalah kategori suatu nilai ekonomi kepemilikan kita yang akan menghasilkan nilai kepada kita dimasa depan.

Nah, jadi kalau teman-teman punya properti yang ditinggali sendiri, kategorinya belum aset ya. Masih liabilities ya. Artinya nilai kepemilikannya belum menghasilkan nilai tapi untuk kita tinggali, kecuali properti yang kita tinggali ini juga kita sewakan ya.

Ok singkat cerita, saya nda mau membahas itu sih, tetapi membahas topik lain. Aset digital versus aset fisik.

Dulu nih atau pada jaman dahulu kala, definisi saya untuk menjadi kaya atau wealth (makmur) adalah orang-orang yang memiliki aset fisik dimana-mana.

YES, pasti sama ya dengan teman-teman. Misalkan dulu saya selalu envy lihat juragan properti kost-kostan yang menghitung satuannya adalah pintu.

Bro, si A ini punya 30 pintu nih tersebar bogor, karawang dll. Wah, keren banget kata saya dalam hati.

Kalau punya 30 pintu artinya tiap hari bisa dapat passive income tuh . Misalkan 500 ribu aja setiap hari. Artinya sebulan sudah dapat 15 Juta. Nda ngapa-ngapain kan. Keren.

Pergantian Aset jadi Digital

Nah, sekarang. Dunia berubah.

Aset digital, apa pula itu Bang?

Tahukah Anda. Selain aset fisik, yang tentunya untuk membangun 30 pintu kamar kost dan kontrakan, biaya yang dikeluarkan per kamar atau unit itu nda murah. Betul kan?

Yups betul. Kecuali Anda pewaris lahan dikerawang 1000 meter persegi jadi Anda tinggal tuker aja tuh dan bangun.

Anak-anak muda jaman sekarang, mulai kebalik nih. Alih-alih membangun aset fisik (yang tentunya mereka akan bangun juga) dahulu, mereka membangun aset digital.

Seperti apa? Misalkan blog personal dengan paid promote atau google ads. Konten Youtube dichannel pribadi atau bisa juga channel Facebook dan Instagram yang aktif. Tidak lupa yang terakhir Tik-Tok ya.

Ok, pelan-pelan Mas.

Kita terangkan pelan-pelan ya.

Karena disaat ini dunia itu butuh hiburan dan salah satu hiburan adalah konten. Seperti saya, saya suka menonton konten otomotif. Ya suka aja. Padahal membeli belum tentu atau daripada saya beli dan cobain, kenapa saya nda nonton para konten kreator dibidang itu.

Dengan traffic konten yang ramai penonton, mereka akan dibayar oleh para penaruh iklan. Dari Youtube atau bisa juga mereka endorse produk mereka juga disana.

Nah, aset digital ini kan bukan berupa kontrakan. Bukan juga berupa rumah atau yang lain. Tetapi penghasilan mereka tidak juga dalam kategori sedikit ya. Ya cukup lah untuk bulanan mereka.

Kesimpulan Aset Fisik Versus Digital

Bagian terakhir, kesimpulan.

Perkembangan sekarang, apapun yang teman-teman pilih strateginya, bisa disesuikan dengan preferensi Anda ya.

Mau dimulai dari yang fisik-fisik dulu boleh. Atau digital dahulu baru ke fisik silahkan.

Tapi boleh nih kalau ada yang mau komentar, jadi penasaran mana yang lebih banyak suka.

Kalau saya sih, digital dahulu baru fisik ya.

So, stay safe and healthy ya. Tetap semangat dan berbagi.

Salam,

Daru

PS: Start April with Semangat!

Bagaimana Memanfaatkan Waktu Untuk Mengejar Mimpi

Bagaimana memanfaatkan waktu untuk mengejar mimpi. Kumpulan tips dari pengalaman saya pribadi.

Bagaimana Memanfaatkan Waktu Untuk Mengejar Mimpi
Pic Credit: @aronvisuals

Time To Write

Selamat hari sabtu. Hari istirahat untuk teman-teman yang sedang beristirahat.

Atau bagi teman-teman yang sedang menjalankan side hustle (kerja sambilan) semangat ya. Berarti Anda salah satu orang yang mau dan mampu untuk membagi waktu untuk menjalankan aktivitas sambilan diluar aktivitas utama.

Great Job.

Sabtu adalah hari dimana saya mencoba untuk berkomitmen menulis. Apapun yang ada dipikiran saya, akan saya bagikan diblog pribadi saya ini.

Jangan lupa untuk mampir dikonten lainnya yang saya tuliskan seperti dibawah ini ya: Terimakasih bagi yang sudah mampir, your support really appreciated lho.

Membangun Jiwa Entrepreneurship

Perbedaan Tableau Public dan Tableau Desktop (Atau Creator sekarang)

Topik kali ini adalah bagaimana memanfaatkan waktu untuk mengejar mimpi.

Pertanyaan saya, siapa sih yang nda punya mimpi?

Sedari kecil, kita ditanya, mimpinya apa saat sudah besar nanti?

Ada yang bermimpi jadi dokter, guru, pengusaha (seperti saya dong) atau menjadi istri direktur?

Apapun itu, sah-sah saja. Toh itu mimpi Anda. Anda pun yang berhak dan wajib untuk mewujudkannya. Setuju? Ok. Lanjut ya.

Bagaimana Memanfaatkan Waktu Untuk Mengejar Mimpi

Nah, bagaimana caranya?

Tentunya, kita semua tahu, yang menjadi kendala untuk mewujudkan mimpi adalah kemauan dan kemampuan kita sendiri. Selain ada faktor X yaitu Yang Mahakuasa ya, tapi kita bisa selalu bawa dalam doa kita toh?

Lalu, kemauan. Hal pertama. Kemauan yang besar akan menjadi salah satu bahan bakar untuk diri kita sendiri mewujudkan mimpi.

Contoh mimpi saya adalah membangun perusahaan dimana perusahaan tersebut akan public listed (menjadi perusahaan terbuka dibursa efek).

Mimpi yang besar bukan? Tentu. Punya kemauan kesitu? Pasti saya punya. Karena kalau nda ada kemauan, tentunya saya akan lebih nyaman bekerja saja jadi profesional, nda usah pusing-pusing mikirin hal-hal mengelola suatu organisasi.

Lanjutnya adalah waktu.

Waktu yang tentunya adalah komoditas yang paling langka dari hidup seseorang. Karena sangat terbatasnya, kita tidak akan dapat mengulangi ataupun membeli komoditas ini. Setuju?

Jangan analogikan dengan film drama korea terbaru ya yang membahas perjalanan waktu sehingga jagoannya bisa merubah jalur nasib. Kok jadi malah bahas kesana ya.

Waktu dan kemampuan akan saling bertautan. Kenapa tidak?

Waktu dan Kemampuan

Pengalaman saya, sampai saat ini, pengelolaan waktu dan goals yang tepat akan membuat skills aka kemampuan Anda akan meningkat secara tepat dan optimal.

Ok2, bahasanya agak riweuh. Contohnya seperti ini.

Misalkan mimpi saya untuk membangun perusahaan yang mau naik kelas dari UKM ke perusahaan terbuka. Pasti ada syaratnya dong? Tentu.

Sales/Revenue per tahun berapa, laporan keuangan dapat menunjukkan seberapa bagus performa bisnis, team yang ada, dan seterusnya. Standar bisnis yang akan masuk perusahaan yang akan masuk deh.

Pengelolaan waktu artinya Anda harus dalam waktu yang ditentukan, misalkan, 5 tahun, harus bisa mengoptimalkan semuanya itu, mencari relasi yang paham bagaimana cara kerja perusahaan menjadi Tbk, bagaimana merekrut tim yang akan bisa membawa kesana, mencari dan menjalankan industri yang tentunya juga akan menarik untuk investor dan seterusnya.

Tidak bisa kita bersantai-santai dan harus “lari” dengan kecepatan yang tepat dan punya hasil yang kita harapkan sama dengan tujuan kita.

Kesimpulan

Lalu bagaimana dengan hal-hal yang lain? Apakah waktu kita boleh kita alokasikan untuk kegiatan yang nda ada nilai tambah?

Tentu boleh, misalkan hobi, time for your family dan yang lain yang membuat Anda siap untuk menjalani mimpi Anda.

Tetapi terukur ya. Karena ingat, mimpi Anda harus terwujud. Saya pun juga, harus mewujudkan mimpi saya sendiri, karena itu tanggung jawab saya.

Ok, selamat mewujudkan mimpi dengan mengoptimalkan waktu Anda ya. Semangat!

I Love Maret.

Regards,
Daru

Ps: Saya sedang mencari tim untuk bantu saya dibagian HR (Generalist). Apabila Anda tertarik dengan topik HR dan mempunyai skills yang Anda bisa share ke saya agar saya dan tim bisa pertimbangkan, let me know. Thanks.

Membangun Jiwa Entrepreneurship

Membangun Jiwa Entrepreneurship

Membangun Jiwa Entrepreneurship
Pic Source: kapanlagi.com

Selamat Pagi dan Selamat Hari Minggu

Bagaimana kabar teman-teman semua hari Minggu ini?

Jumat dan sabtu kemari tanggal 19 dan 20 Februari 2021, cukup banyak teman-teman di Jakarta yang mendapatkan musibah banjir yang cukup mengganggu ya.

Sampai ada yang terjebak berjam-jam dijalan bebas hambatan. Atau yang tempat tinggalnya harus ditinggalkan untuk mengungsi karena debit air hujan yang cukup anomali mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Semoga dihari Minggu ini teman-teman yang mengalami musibah banjir sudah bisa kembali beraktivitas normal ya. Dan tentunya seluruh masyarakat bisa saling membantu satu sama lain untuk mempersiapkan ramalan cuaca dari BMKG ya dengan curah hujan yang akan datang. Amin.

Kenapa saya membahas tentang topik Membangun Jiwa Entrepreneurship

Karena pengalaman pribadi.

Ya, hampir sebagian besar tulisan di Blog pribadi saya ini karena dasarnya adalah pengalaman pribadi. Terkadang pengalaman juga sih dari teman dan client juga.

Jadi daripada disimpan sendiri, mending kita bagikan saja ya. Daripada tidak bermanfaat dan orang lain yang membutuhkan bisa mengambil hikmah dari pengalaman kita untuk pengembangan pribadi teman-teman semua.

Membangun Jiwa Entrepreneurship.

Saya percaya, setiap millenials kalau disurvey (bahkan calon tim saya waktu saya ajak bergabung ke Sunartha) biasanya saya tanya, kalau kamu punya kesempatan, apakah kamu akan membangun usahamu sendiri?

Ya. Rata-rata itu jawaban mereka.

Lalu, proses membangunnya seperti apa? Seperti yang kita tahu. Sekolah maupun university yang membahas entrepreneurship belum tentu menghasilkan jebolan yang mumpuni didunia nyata.

Lalu apa dong yang perlu dipersiapkan? Membangunnya dari mana dan seperti apa?

Pertanyaan yang bagus. Sebelumnya mampir dulu ya diartikel blog saya yang lain, baru nih dibawah ini saya tulis minggu lalu. So, mampir dan berikan like nya. Eh, itu script youtube ya.

Berapa Aset Kekayaan Bersihmu

Gold Partner Acumatica di Indonesia

Pengalaman Pribadi dan Konfirmasi ke beberapa Teman

Jiwa entrepreneurship biasanya terbagun disaat ada kebutuhan atau aktualisasi diri yang terkadang tidak bisa digambarkan.

Gimana ya ceritainnya. Misalkan, kita pengen banget nih jalan-jalan keluar negeri (setelah Covid-19 ya kita jalan-jalan lagi). Dan kalau kita mengandalkan nabung saja dari pekerjaan dan penghasilan kita, kok kayaknya kelamaan, nah, dorongan dari dalam ini nih yang terkadang membuat kita mau maju dan melakukan yang mungkin pikiran dan tubuh kita bilang, eh, ngapain sih.

Jadi nda bisa kita paksain tuh. Mulai dari dalam, start from small steps dan akhirnya bisa menggulung dan berputar lebih cepat. Disclaimer: entrepreneurship saya itu yang bukan ujug-ujug dikasi modal sekian Bio untuk beli perusahaan atau bikin bisnis ya.

Memulai dari yang kecil, menikmati proses belajar, jatuh bangun dan menemukan small wins dari apa yang kita lalui.

Kenapa membangun? Karena tidak bisa dalam 1 hari convert ya. Sama hal-nya dengan karir ya. Kita menapaki dan mempelajari satu persatu.

Kalau mau cepat ya spend waktu yang lebih banyak untuk mempercepat proses belajarnya. Atau gagalnya yang dibanyakin (gagal terukur ya, bukan gagal trus habis semua modalnya).

Pada Akhirnya

Ya, pada akhirnya, Jiwa yang kita bangun itu akan makin kaya akan pengalaman dan wisdom atas entrepreneurship itu sendiri.

Nanti yang membedakan adalah level sukses yang akan kita raih. Dan tentunya momentum atas bisnis yang kita bangun itu seperti apa.

Yang membedakan nantinya adalah setiap waktu dan jaman akan mempunyai entrepreneurship baru yang tangguh, yang dapat bertahan dengan tantangan-tantangan dimasanya. Setuju?

Kenapa Foto atau Gambarnya Sword Art Online?

Ok, saya jelaskan ya. Diserial itu (yang saya nonton lagi via Netflix sekarang) aktor utamanya yang saya suka adalah dia selalu mempunyai goals dan cita-cita yang besar.

Saya rasa itu juga satu hal yang wajib dan dipelajari oleh para entrepreneur jaman sekarang. Mimpi dan tujuanmu harus besar, meskipun start-nya from small.

Ok?

Enjoy your Sunday ya. Kalau mau diskusi boleh lho langsung ke Linkedin saya atau just drop say hi.

Daru

Berapa Aset Kekayaan Bersihmu

Berapa Aset Kekayaan Bersihmu

Berapa Aset Kekayaan Bersihmu
Pic by Canva.

Selamat Datang Kembali

Yes, selamat datang kembali para pembaca yang budiman. Terimakasih yang sudah support blog saya ini, purwandaru.com selama ini.

Dimana sering membahas tentang apa yang saya pikirkan, saya idekan atau uneg-uneg saya pada hari libur saya, sabtu dan minggu.

Kali ini enaknya bahas apa ya? Bagaimana kalau bahas tentang aset dan kekayaan?

Secara barusan kita sudah melewati perayaan Tahun Baru Imlek ya, Selamat bagi teman-teman yang merayakan ya, yang pasti tambah sukses, kaya dan sehat selalu ditahun baru ini, setuju?

Ok siap. Kita bahas tentang aset dan kekayaan ya, dimana istilah kerennya adalah Net Worth.

Ok, tulisan ini terinspirasi oleh Mas Yodhia dengan topik yang sama dan geger lho didunia per-twitter-an, karena shock kali ya banyak orang baca dan kita kok disini aja dan nda kemana-mana.

Berikut link inspirasinya: Berapa Aset sesuai umurmu?

Berapa Aset Kekayaan Bersihmu

Sebelumnya tolong mampir ya ditulisan saya yang lain, contohnya dua tulisan dibawah ini.

Apa Tugas Konsultan ERP

Webinar Tableau Series

Terimakasih ya untuk support dan dukungannya. Maklum masih penulis paruh waktu berusaha untuk aktualisasi diri.

Lanjut ya. Sambil muter lagu dispotify sebagai penambah semangat aka mood booster.

Aset dan kekayaan itu penting untuk dijadikan ukuran. Yes, karena kalau orang terkaya didunia itu, yang dijadikan benchmark adalah nilai dari aset yang mereka miliki, bukan omset atau profit saja ya. Tetapi nilai yang mereka miliki (biasanya saham ya).

Jadi berapa sih nilai aset kekayaan bersihmu sekarang? Nah cara perhitungan sederhananya sudah dijelaskan oleh Mas Yodhia dengan apik dan saya setuju sih.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana kita menyikapi nih standar ini untuk diri kita masing-masing.

Contohnya saya, umur saya di 38 di tahun ini, sudah memasuki umur 40 ya berarti. Menurut benchmark yang dituliskan disana, Networth saya, atau kekayaan bersih saya itu sudah harus diatas 1 Milyar Rupiah.

Ok, ambil nafas dulu biar nda stres. Sesuai digambar ya, ambil nafas dan lihat pemandangan biar nda tambah stres.

Ternyata, kalau dihitung-hitung hampir semua net worth saya dalam bentuk saham perusahaan yang saya terlibat didalamnya. Dan kekayaan pribadi paling ada dalam bentuk properti, bahkan kendaraan aja nda ada, misal roda 4.

Nah, setelah dijumlahkan semua, Jawabannya, rahasia. Maafkan ya, supaya nda dibilang pamer atau gimana gitu ya.

Tapi kalau teman-teman adalah profesional dan bekerja diperusahaan pastinya akan berbeda dengan saya ya. Karena semua aset past atas nama pribadi seperti properti, investasi dalam bentuk properti seperti rumah kedua atau apartment, kendaraan pribadi maupun saham dan bonds ya.

Tipikal seperti itu.

Sikap kita sebaiknya gimana nih

Ok, jangan tambah stres, karna sudah covid, bisnis atau pekerjaan sedang sulit, intinya kita harus berpikir jernih.

Anggep aja ini adalah mistar atau penggaris. Dan hidup kita dan orang lain itu bukan perlombaan, ini kata teman saya ya, Adit.

Kalau Anda sudah melewati mistar itu, selamat. Bagi Anda yang sedang perjalanan kesana, sabar dan terus berusaha dan berfikir, bagaimana kita bisa kesana dengan cara apa.

Bukan berfikir, kita nda bisa kesana ya. Karena start orang beda-beda, dan proses orang beda-beda.

Contohnya saya, dulu saya sempat masuk kategori diatas mistar pada umur tertentu, tapi karna bangkrut, ya turun dulu, mulai dari bawah lagi. So, biasa aja (sekarang ngomongnya, dulu sakitnya tuh disini).

Dan pada akhirnya, kekayaan yang sesungguhnya adalah bagaimana kita menjadi pengingat dan menjadi panutan orang lain tidak melulu dihitung dari nilai finansial yang kita miliki.

Lihat Jeff Bezos ya, akhirnya mundur aja deh, tapi jangan mundur sebelum berjuang ya.

Tipsnya bagi Anda yang saat ini sedang tertarik dengan investasi, yes, investasi sedari dini, belajar sedari dini dan improve diri kita secepat mungkin. Mungkin ditikungan berikutnya, Anda akan bisa melaluinya.

Ok, have a great holiday for you all.

Salam,
Daru

Iklan dikit boleh ya, tim kantor Sunartha lagi mau buat webinar free nih. Join ya untuk tahu apa yang sekarang jadi trend didunia per-data-an dan profesi masa depan. Berikut linknya: Daftar Webinar

Apa Tugas Konsultan ERP

Apa Tugas Konsultan ERP

Apa Tugas Konsultan ERP
Pic Credit : @cottonbro

Welcome, Jobseeker

Hi dan halo bagi Anda yang mampir ke tulisan saya kali ini, karena tertarik sebenarnya apa pekerjaan konsultan ERP itu?

Baik, sebelum kita mulai, saya mau menyambut yang baru pertama kali berkenalan dengan saya, Daru dari Sunartha.

Saya sering berbagi tentang topik mengenai bisnis, ERP dan tools kekinian lainnya yang menurut saya harus dibagikan untuk membantu para pelaku bisnis maupun organisasi lain, tambah baik dan maju kedepannya.

Tulisan kali ini saya ambil dari pengalaman saya sendiri, dan juga mungkin beberapa artikel yang saya baca dan menurut saya menarik untuk diinformasikan kepada pembaca blog kali ini.

Jangan lupa mampir dan baca tulisan saya yang lain ya seperti dibawah ini. Biasanya saya promosi diakhir, tapi kali ini saya mau promosi diatas saja. Ok?

Terimakasih lho yang mau mampir. Klik dan masukan Anda sangat berharga untuk pengembangan blog ini kedepan.

Bekerja Disaat Pandemi.

Webinar Tableau Series: A Measure to Succeed in the Digital Era

Apa Tugas Konsultan ERP

Baik kita mulai ya. Bagi Anda yang belum terbiasa dengan istilah ERP, nanti saya sertakan link ya yang membahas tentang ERP.

Bagi Anda yang sudah tahu, boleh dong dikasi masukannya ke saya, topik ERP apa yang menurut Anda perlu saya bahas lagi kedepannya. Kadang dibantu untuk ide, cukup menyenangkan lho.

Tugas konsultan ERP, utamanya adalah membantu sebuah organisasi yang mempunyai aktivitas implementasi program ERP itu sendiri.

Ya, itu tugas utamanya. Nah, dari tugas utama itu, kita bisa bagi menjadi beberapa task (runutan tugas) yang disaat implementasi sistem, kita akan dalami diartikel kali ini.

Aplikasi ERP menurut saya pribadi, bukanlah aplikasi yang bisa langsung digunakan seketika Anda melakukan instalasi.

Jadi, tahapannya cukup rumit seiring kompleksitas bisnis dari organisasi itu sendiri.

Coba bayangkan, kalau ada implementasi sistem yang bisa menahun durasinya, segitu kompleksnya bisnis yang akan dimasukkan kedalam aplikasi ERP.

Tetapi tahapan tugas bisa dimulai dari ini kok untuk konsultan ERP:

Asesmen atau melakukan pengecekan alur bisnis, data dan dokumen

Setiap organisasi, pasti akan berkaitan dengan data, dokumen, alur kerja bukan? Nah, tugas awalnya konsultan ERP akan melakukan survey, asesmen, interview dan aktivitas pencatatan alur tersebut sehingga mereka paham dengan customer yang ingin diimplementasikan.

Mudah? Tentu tidak. Coba bayangkan Anda melihat organisasi besar seperti Pabrik Kendaraan Bermotor. Seluruh bagian perlu dilakukan evaluasi dan dianalisa.

Kemudian muncullah dokumentasi seperti blueprint atas bisnis itu sendiri. Dan tentunya, karena modul ERP cukup banyak, seringkali dibutuhkan tim yang tidak sedikit juga ya.

Kembali lagi tergantung pada scope pekerjaan dan kompleksitas bisnis itu sendiri.

Konfigurasi dan Testing

Setelah tahu apa yang dikerjakan dan alur bisnisnya, konsultan ERP akan melakukan konfigurasi atas aplikasi yang mereka gunakan untuk menyesuaikan kepada alur kerja yang ada.

Maka dari itu seringkali ada istilah “Best Practise” dimana bisnis yang akan coba mengikuti alur sistem. Tetapi pada kenyataannya seringkali setiap bisnis itu unik.

Ya, unik alurnya, unik people dan manajemen didalamnya. Karena mereka punya keunikan tersebut, pada satu titik, bisnis terkadang menghendaki adanya penyesuaian sistem kepada keinginan mereka.

Kita namakan itu “Gap“. Jadi definisi disini adalah perlunya modifikasi atas sistem untuk menyesuaikan bisnis proses suatu organisasi.

Kalau sudah dikonfigurasi, seperti yang kita tahu, perlu diadakan testing atau ujicoba secara runut dan baik untuk memastikan konfigurasi yang kita miliki sudah tepat.

Nah disini diuji cukup banyak tuh, mulai dari proses entry, proses output data yang dihasilkan, printout form dan report bahkan sampai ke proses jurnal.

Cukup menantang bukan profesi konsultan ERP? Cukup seru kalau menurut saya.

Oh iya, seringkali juga kita harus berdiskusi dengan tim customer yang pengalamannya cukup banyak dan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Maka dari itu diperlukan skills seperti komunikasi dan fokus atas diskusi yang dibawakan.

Saya minum dulu ya, cukup banyak nih tulisan kali ini.

Promosi lagi boleh ya. Mampir diacara Webinar kali ini ya. Seru nih acaranya bahas tentang data.

Daftar webinarnya: disini

UAT dan Training

Setelah proses testing dilakukan, masuklah kita ke proses UAT (user acceptance test) dimana setiap kegiatan testing yang sudah bersifat final, akan dilakukan persetujuan oleh users (pengguna ERP).

Checklist dan seluruh testing scenario akan dicoba disini. Mana aktivitas yang bisa dilalui, mana yang tidak dan segala outputnya akan dicatat dan dijadikan bahan dasar untuk proses training.

Ya, training atau pelatihan pengguna untuk users akan menjadi tahapan sebelum proses berikutnya kita lalui.

Disini setiap pengguna pada aplikasi ERP akan memasukkan data, melihat proses data dan keluaran yang akan tersimpan kedalam sistem ERP.

Kompleks? Sabar, emang begitu pekerjaannya. Tetapi kalau memang Anda tertarik, bisa tuh bergabung dengan kami di Sunartha, bagian carreer, kami masi open untuk beberapa lowongan kerja lho.

Mau sekarang isi data? boleh, sabar, ini linknya ya: Apply and Join with Sunartha

Serunya, sekarang proses training ini bisa dalam bentuk online dan video lho. So, temen-temen Sunartha sudah biasa tuh buat sesi recording.

Go-Live dan Support

Akhirnya, saat yang dinantikan sudah tiba. Go-live artinya sistem sudah digunakan oleh customer dan mereka bisa melakukan seluruh aktivitas di ERP system.

Tetapi, sebelum go-live, biasanya konsultan ERP akan memasukkan seluruh master data kedalam sistem ERP. Apa saja tuh master datanya?

Cocok nih untuk bahan tulisan berikutnya. Nanti baca lagi ya.

Support? Ya, ada tim konsultan yang akan bantu dari sisi penggunaan aplikasi ERP itu sendiri. Namanya juga sistem baru, so, bantu-bantu dan ada kendala disana sini sedikit itu pasti ada.

Penutup: Apa Tugas Konsultan ERP

Bagaimana? Sudah jelaskah tugas dari konsultan ERP?

Seharusnya sudah ya. Bagi Anda yang masih bingung, boleh lho tulis dikomentar dibawah ini atau follow Linkedin saya untuk informasi menarik lainnya.

Salam,
Daru

Bekerja Disaat Pandemi

Bekerja Disaat Pandemi

Bekerja Disaat Pandemi
Picture taken at my home office by PW.

Greetings

Selamat Pagi.

Bagaimana minggu terakhir dibulan Januari 2021 Anda? Memulai tahun baru dan akhirnya kita mulai meninggalkan bulan Januari dan memasuki bulan kedua ditahun 2021 ini.

Semoga pekerjaan, bisnis atau apapun yang Anda lakukan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan Anda. Apabila belum, mungkin Anda bisa perbaiki lagi dibulan Februari sehingga hasilnya dapat memuaskan Anda.

Turut berduka dan berbela rasa untuk rekan-rekan yang tertimpa musibah diawal tahun 2021 ini. Kita diingatkan untuk saling membantu dalam kondisi apapun ya. Apalagi disaat kondisi pandemi Covid-19 yang masih menunjukkan grafik yang belum melandai atau turun dari periode sebelumnya.

Bekerja Disaat Pandemi

Ya, topik tulisan ini yang akan saya bawa pada hari sabtu ini. Sambil bersantai dirumah, melepaskan kepenatan dan kepusingan dihari kerja, mari kita membaca tulisan ini bersama-sama ya.

Bahasannya tidak jauh dari bagaimana sih di Sunartha kalau bekerja disaat kondisi Pandemi Covid-19. Apakah tetap ada shift untuk masuk kantor, atau total bekerja dari rumah.

Dan pertanyaan berikutnya, mungkin bagaimana nih respon dari teman-teman dikantor menyikapi kebijakan yang tentunya turun dari pemerintah daerah juga. Demi meredam penyebaran Covid.

Baik kita mulai ya.

Pertanyaan pertama. Bagi Anda yang belum tahu tentang apa dan siapa Sunartha, ok, saya jelaskan dahulu ya.

Sunartha merupakan konsultan dibidang manajemen dan IT yang fokus pada penerapan teknologi yang dapat membantu mid size company (perusahaan menengah) mengelola bisnis lebih efisien melalui teknologi yang Sunartha bawa bersama prinsipal kami.

Rata-rata prinsipal yang kita ajak dalam membantu client Sunartha berasal dari luar negeri seperti US. Seperti yang kita tahu bersama, pengembangan teknologi maju pesat dari US. Namun kami juga sering memberikan “Local Wisdom” dari sentuhan teknologi yang kita bawa tersebut.

Produknya antara lain Enterprises Resources Planning (ERP) yang berbasiskan cloud, Business Intelligence (BI) dan yang lainnya seperti Project Management Tools.

Nah, setelah kita tahu siapa Sunartha. Kita membahas bagaimana kami bekerja ya.

Cara Kerja Sunartha

Meskipun kami merupakan perusahaan konsultan dan berbasis IT, kami bisa melakukan semua kegiatan operasional melalui online atau via internet.

Berbeda dengan industri lain seperti manufaktur maupun perusahaan distribusi yang harus membutuhkan tim yang standby dikantor, kami sangat berbeda.

Betul, sejak dari Maret 2020 ketika covid diumumkan dan pembatasan aktivitas dimulai, Sunartha menerapkan Work From Home (WFH) kepada seluruh tim yang ada.

Sehingga kami pun melakukan inovasi internal, bagaimana cara yang paling baik untuk mendapatkan produktivitas yang sama meskipun seluruh tim berada dirumah masing-masing.

Seperti yang kita tahu bersama, bekerja dari rumah merupakan sesuatu tantangan tersendiri bagi pekerja, kecuali para freelance ya, yang terbiasa kerja dari rumah.

Tantangan dan Solusinya

Bekerja dari rumah mewajibkan kita bekerja menggunakan internet yang cukup stabil. Dan Puji Tuhannya rata-rata tim mempunyai tempat tinggal yang mendapatkan akses internet yang cukup memadai. Setidaknya fixed line dapat ya.

Lalu tantangan berikutnya adalah mengenai koordinasi dan monitoring progress yang seringkali menjadi kendala bagi perusahaan jasa seperti Sunartha.

Karena kami perusahaan jasa yang terkait dengan timeline dan deliverables yang sangat jelas, kami menggunakan Microsoft Teams untuk koordinasi secara rutin. Ya, Anda bisa menggunakan Asana maupun aplikasi lain yang mempunyai output yang sama.

Kenapa kita menggunakan Microsoft Teams? Karena selain sudah tersedia dilayanan Office 365 kami, sehingga tidak diperlukan sign in lagi untuk aplikasi yang lain dan tentunya mudah untuk digunakan untuk seluruh tim.

Bagaimana dengan Project Monitoringnya

Nah, ini salah satu tantangan tersendiri. Karena Anda tahu, implementasi sistem tidaklah mudah dalam pengelolaan dokumentasi dan timeline. Terlebih resources yang terbatas untuk alokasinya.

Kami menyerahkan ini pada 2 produk yang kita gunakan yaitu Smartsheet dan Monday.com. Ya, kami menggunakan produk yang kami jual dan sarankan ke customer, karena apa? Karena kami ingin mendapatkan experience dan output yang diharapkan dari calon customer kami.

Dengan menggunakan kedua tools tersebut, seluruh jadwal, gantt chart dan timeline yang kritis, kita bisa pantau secara mudah. Dulu kami menggunakan excel yang dimodifikasi, pada akhirnya kami bingung sendiri dan memutuskan untuk menggunakan kedua produk diatas.

Sekalian Backendnya

Betul, operasional sudah, backend dan tim support gimana ya? Menggunakan apa. Kami menggunakan Cloud ERP Acumatica yang dimana sudah menyediakan modul dari sisi CRM, Finance, dan Project Accounting sehingga setiap project yang kita miliki akan ditrack secara jelas setiap expenses yang muncul ya.

Dan karena Acumatica cloud base, kami cukup efisien dalam membuat penawaran, BAST dokumen dan penagihan karena cukup dikerjakan sedikit orang saja dan langsung dapat dicetak maupun diemail melalui tools yang ada. Truly efisien.

Plus nya, tim tidak khawatir untuk harus ngantor terus menerus asalkan ada koneksi internet yang memadai tadi.

Kunci terakhirnya adalah business intelligence yang sudah disiapkan untuk terintegrasi secara data kesemua aplikasi tersebut. Nice kan? Jadi kami bisa mendapatkan data yang terbaru untuk semua aktivitas dan secara keuangan.

Ok, sudah kebanyakan nulisnya nih, daripada bosen, nanti kita share lagi ya untuk metode kerjanya di Sunartha yang lebih detail.

Jangan lupa baca artikel lain yang ada dibawah ini ya. Terimakasih.

Tahun baru dan resolusi.

Smartsheet Partner Indonesia.

Apabila Anda ingin berdiskusi dan ingin lebih tahu bagaimana penerapan metode diatas dibisnis Anda, silahkan untuk menghubungi saya atau hubungi tim saya dinomor whatsapp berikut ini ya: 0815 8690 2500 dengan Mba Euis.

Terimakasih dan salam sehat selalu.

Daru

Tahun Baru dan Resolusi

Tahun Baru dan Resolusi

Tahun Baru dan Resolusi
Pic Source: Purwandaru Blog Created with Canva

Tahun Baru dan Resolusi

Selamat Pagi dan selamat beristirahat bagi Anda dihari minggu yang cerah ini.

Kemarin kita mendapatkan berita duka diawal tahun 2021 dimana ada sebuah pesawat yang hilang kontak sesaat lepas landas.

Saya secara pribadi mengucapkan duka cita dan semoga segera ditemukan dan segera jelas status pesawat beserta penumpang dan kru didalamnya. Bagi keluarga yang masih cemas mendapatkan berita terbaru, semoga dikuatkan dan diberikan kesabaran dari instansi terkait ya. Amin. Gbu.

Kita lanjutkan ya tulisan kali ini membahas tentang resolusi ditahun baru 2021 ini.

Ok, tahun 2020 yang sudah kita lalui cukup dan sangat menantang ya teman-teman.

Tidak sedikit jumlah korban karena Covid-19 yang dimulai dari awal tahun 2020. Dan sampai saat ini juga pemerintah sedang berjuang keras untuk melakukan pembatasan dan juga secara pararel mendistribusikan vaksin.

Kita bantu ya semua pihak yang sedang berjuang keras seperti dokter, nakes dan pihak-pihak terdepan dengan tidak kemana-mana dulu ya atau setidaknya membatasi pergerakan kita sendiri dulu ya.

Sepertinya tahun ini kita masih harus bersabar ya. Setuju?

Lanjut Topik Resolusi

Resolusi tahun baru Anda apa nih untuk 2021 ini? Ok semua sudah punya kan tentunya.

Kalau saya, ada beberapa resolusi 2020 yang belum tercapai nih. Tentunya ada yang tercapai juga ya.

Dari sisi bisnis, resolusi 2020 kami cukup dan saya merasa puas atas pencapaian tim. Dimana kami bisa membalik sebuah parameter keuangan yang cukup berpengaruh atas performan YoY kami.

Jadi ditahun 2021 ini bisa membuat kami lebih fokus untuk menjaga momentum bisnis serta mempertahankannya. Dimana-mana mempertahankan dan mengembangkan lebih sulit kan ya?

Tetapi ada juga nih resolusi pribadi di 2020 yang harus dilanjutkan di 2021.

Salah satunya rutin membuat video tutorial dan sharing video untuk blog ini, purwandaru.com serta untuk blog-nya kantor sunartha.co.id

PR menantang ya secara saya tipenya orang yang tidak pedean untuk berbicara didepan kamera.

Tapi dengan dukungan pasangan yang bilang, kapan lagi kamu coba, serta tim tentunya, membuat saya harus segera memberanikan diri nih, eksis didunia video.

Jadi nanti dinantikan ya, video yang kiranya bermanfaat untuk teman-teman semua dimana akan membahas topik-topik pengembangan bisnis, lalu kira-kira tools apa saja yang bisa bantu teman-teman meningkatkan bisnis kedepannya.

Sesuai hobi saya, mencoba dan menerapkan tools bisnis untuk bisnis saya sendiri lalu ditambahkan berbagi ke teman-teman semua yang bisa belajar banyak dari situ juga.

Penutup

Kebetulan dengan rencana bisnis dan pengembangan bisnis baru sunartha kedepan, kita masih butuh nih talenta untuk pengembangan tim kedepan. Link nya bisa gunakan disini: Available position atau bisa lewat indeed juga.

Lalu bagi teman-teman yang punya pengalaman bagi saya untuk ikut menghasilkan konten yang bermanfaat, boleh dong sharing dibawah atau DM saya via Linkedin (tautannya akan saya berikan dibawah ini ya).

Mari kita tetap produktif ditahun baru ini supaya tercapai cita-cita dan resolusi kita ya. Amin.

Jangan lupa mampir diartikel saya lainnya dibawah ini ya. Mampir dan baca-baca sudah senang kok.

Menghitung Skala Bisnis

Parameter Clearing. Fitur Tableau apa nih?

Salam,

Daru

Ps: Dapatkan penawaran menarik untuk pembelian aplikasi di Sunartha dan mintakan kode promo ya untuk store yang akan kami launch dalam waktu dekat ini ke Mba Euis dinomor whatsapp berikut ya: 0815 8690 2500

Menghitung Skala Bisnis

Menghitung Skala Bisnis

Menghitung Skala Bisnis
Pic Credit: Infomakan.com

Libur Telah Tiba

Tidak terasa ya. Desember sudah memasuki tanggal 24. Besok sudah Hari Natal.

Bagi teman-teman yang merayakan hari Natal, saya mengucapkan Selamat Hari Natal dan sekalian Selamat Memasuki Tahun Baru 2021.

Karena hari ini libur dan saya takutnya lupa menulis dihari sabtu ini, ada baiknya menulis dulu kali ini sebelum saya jalan menemani pasangan dengan bisnisnya.

Nanti saya promosikan dibawah ya, bisnis pasangan saya. Ehm.

Ok, topik kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana menghitung skala bisnis.

Nda susah kan topiknya? Kalau sulit, santai aja bacanya, nda usah buru-buru.

Namanya juga tulisan santai dihari libur. Kita buat sederhana saja Bro and Sis.

Menghitung Skala Bisnis

Sebelum memulai bisnis, menurut saya, ada baiknya menentukan skala atau ukuran bisnis yang mau kita mulai.

Setuju kan? Baik, sama ya sampai sini.

Lalu, bagaimana cara menentukannya? Ok ada beberapa pendekatan yang saya tahu.

Kalau kita bisa tentukan siapa target pelanggan kita diawal, ini akan menentukan skala bisnis yang kita bidik.

Contohnya bisnis saya. Sunartha. Mampir ya kalau berkenan. Bisnis yang saya dirikan ditahun 2009 ini merupakan bisnis jasa.

Seperti yang kita tahu, bisnis jasa mempunyai keterbatasan adalah kemampuan melayani pelanggan dalam satu waktu dimana tergantung dari tim yang kita miliki.

Waktu saya mendirikan bisnis ini awal-awal, saya tentukan diawal, siapa sih pelanggan ideal saya. Ok, ketemu, pemilik bisnis maupun organisasi yang sanggup membelanjakan dana mereka untuk membeli atau menyewa sistem untuk membantu bisnis mereka.

Lalu saya bidik lagi, yang tipe apa dan ada berapa mereka? Ketemu ya nilainya, maaf karena saya nda bisa share angka-angka pastinya.

Kemudian, saya masukkan ke excel saya, Ok, dengan jumlah pelanggan yang saya miliki ini dan durasi pekerjaan yang rata-rata 4 bulanan, maka saya cukup punya sekian pelanggan dan sekian omset (sales) dalam setahun.

Nah ketemulah skala bisnis Sunartha pada awal kita berdiri.

Bagaimana dengan bisnis perdagangan?

Pertanyaan bagus, Mas Ndaru, kan contohnya sederhana, perusahaan jasa, lalu kalau bisnis yang trading bagaimana?

Pendekatannya sama kok.

Anda harus bisa menentukan berapa jumlah pelanggan Anda yang bisa dicari informasi atau bisa juga dilakukan survey sederhana. Mereka willing to spend berapa sih untuk barang yang Anda tawarkan.

Misalkan Sepeda Brompton, karena nilai produknya tinggi, maka tentunya market Anda akan terbatas.

Anggap nilai sepeda 50 juta, berarti wealth atau kekayaannya harus berapa. Betul nda?

Tapi kalau produk Anda sekitar 100ribuan, nah, Anda bisa juga tuh cari target pelanggan yang tepat.

Contohnya jualan mie ayam, seperti digambar ya, kalau satu mangkok 25 ribu, berapa yang Anda butuhkan untuk penjualan yang bisa menutup biaya langsung dan biaya tidak langsung Anda.

Btw, karena gambar mie ayam, jadi pengen makan mie ayam nih, dengan mangkok mie jagonya tentunya.

Penutup

Bagaimana, sudah menjelaskan bukan?

Kalau belum, tidak apa-apa tanya dibawah atau kalau ada ide kita buatkan videonya, siapa tahu ada yang tertarik untuk menontonnya.

Terimakasih sudah membaca dan silahkan dibagi kalau menurut Anda menarik ya

Bacaan lain yang Anda bisa simak dibawah ini ya. Monggo mampir.

Serunya Analisa Bisnis

Tableau 2020.3 : Parameter Action Clearing. Apa ini?

Yuk berkenalan di Linkedin,

Daru

Dan bisnis pasangan saya sprei nih. Kalau mau order, silahkan menghubungi ya. Promosi sedikit boleh kan. Cheers.

Serunya Analisa Bisnis

Serunya Analisa Bisnis

Serunya Analisa Bisnis
Pic: Taken from PW

Sabtu Cerah, Olahraga Dulu

Selamat Pagi.

Sabtu cerah nih. Enaknya ya cari keringat dulu bukan?

Selain cari sarapan pagi macam ketupat sayur (rekomendasi enak nih ketupat sayur dekat pegambiran Rawamangun, Jakarta Timur).

Ok-ok kok malah ngomongin sarapan aja. So, kalian sudah olahraga apa hari ini?

Kalau saya sekarang coba komitmen untuk sepedaan statis dan diselingi treadmil.

Mudah-mudahan jadi makin sehat, sama seperti doa saya untuk pembaca yang budiman. Amin.

Serunya Analisa Bisnis

Nah, Mas, apa hubungannya, olahraga dan analisa bisnis.

Sabar ya. Namanya juga prelude atau pembukaan.

Sewaktu saya berolahraga, saya menggunakan alat bantu berupa jam pintar (smartwatch) yang memberi tahu kondisi training saya seperti apa.

Contoh ya: saya bisa tahu detak jantung saat saya berolahraga, detak saat saya beristirahat, berapa kalori yang terbakar dan seterusnya.

Informasi-informasi ini tentunya menarik ditampilkan dalam visualisasi yang menarik.

Sehingga saya sebagai atlit (eh masi jauh ya) akan langsung mengetahui, oh iya saya sudah mencapai progress sekian km dan sekian kalori.

Menarik bukan? Ok, bagaimana kalau kita menggunakan hal yang serupa tapi versi bisnis.

Tambah seru? Tentunya.

Lalu, Mulai dari Mana nih?

Mulainya dari mana?

Ok, kita mulai dari mana ya? Tentunya, mulai dari data yang kita miliki.

Misalkan, bisnis kita itu sudah punya penjualan, tentunya sudah punya dong rekap penjualannya.

Seperti tanggal penjualan, nilai penjualan dan seterusnya.

Biasanya formatnya menggunakan excel kan? Nda apa-apa.

Nah dari situ, kita bisa tuh dimasukkan ke Tableau, tools bisnis intelligent.

Disitu, kita bisa deh bereksperimen membuat visualisasi yang kita mau dan ingini.

Nah, data apalagi berikutnya?

Banyak, bisa kita lakukan analisa dari sisi biaya, dari sisi trend dan seterusnya.

Kayaknya menarik nih kalau saya buat training sederhana melakukan analisa penjualan melalui Tableau.

Apa ada yang tertarik ya?

Kalau iya, coba daftar disini dong:

Daftar Belajar Tableau

Tetapi tentunya kalau mau tanya-tanya dulu juga boleh ditanyakan ke tim saya nih, Mba Euis di 0815 8690 2500. Ok?

Jangan lupa bacaan lain dibawah ini seperti ya. Terimakasih yang sudah mampir dan berikan komentar positifnya.

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Cara Join Data dengan Multi Connection di Tableau

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya


Salam,

Daru

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Checklist Sebelum Membeli Bisnis
Pic Source: gameofbricks.eu

Bisnis dan 2021, Kira-kira Apa Hubungannya?

Selamat Pagi. Apakabar? Sehat selalu kan ya?

Puji Tuhan kalau teman-teman diberikan kesehatan dan kesempatan yang baik diakhir tahun 2020 ini.

Kali ini, sabtu-sabtu pagi ini, sambil rileks dan menikmati langit yang mendung kelabu, bagaimana kalau kita bahas topik diatas.

Yups, kira-kira, bisnis di 2021 itu bakal seperti apa, dan hubungannya apa ya?

Seperti yang kita tahu bersama, 2020 merupakan tahun pembelajaran bagi teman-teman yang punya bisnis.

Banyak yang nda works, tapi ada aja yang jalan juga kok, meskipun tidak sekencang biasanya. True?

Ok, 2021 outlooknya jadi bagaimana nih? Secara vaksin mulai didistribusikan dan ekonomi diprediksi mulai membaik. Nah, daripada menduga-duga, gimana kalau kita bahas bareng saja.

Jangan lupa kopi dan camilannya diseruput dulu ya.

Better Beli atau Buat Baru ya

2021. Bagi kita yang ingin punya bisnis, sebaiknya beli atau buat baru ya.

Naah, diuntungkan nih bagi yang ingin punya bisnis, dan ingin tahu bisnis apa yang teruji melewati masa pandemi Corona.

Kenapa tidak?

Bisnis-bisnis yang survived melewati tahun 2020 dengan selamat adalah bisnis yang teruji, bisa manajemennya yang baik atau bisa juga memang industrinya secara umum baik dan marketnya teruji.

Jadi inget ada berita, salah satu emiten pengelola properti mall yang basisnya Surabaya, ditahun pandemi begini malah beli Mall sekaligus 2 lho, daerah Solo dan Jogja.

Dan pake kas internal pula. Huebat.

Jadi, ada istilah, kalau Anda dan perusahaan Anda jago disatu bidang, dan bisa membuat competitor Anda ingin bergabung dengan Anda, itu nilai plus.

Kenapa tidak, daripada saingan, mending dibeli saja bukan?

Ok, lalu pertanyaannya, apa yang harus disiapkan nih sebelum membeli bisnis. Jangan lupa baca tulisan kami yang lain ya, tentang Apakah Memulai bisnis disaat Covid begini layak dilakukan?

Mampir disini ya.

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Kita bagikan ya daftarnya.

Pastinya Bisnis yang akan Anda beli, Anda tahu cara membuat lebih baik

Iya dong. Masa dibeli saja tapi nda tahu cara benerinnya.

Karena yang kita tahu, membeli sesuatu bisnis yang dijual, pilihannya emang mahal sekali karena bagus atau dijual murah karena yang jual lagi kepepet dan BU.

Pastikan dana pembeliannya tidak merepotkan anda

Nah, ini salah satu yang perlu Anda cek dan re-check lagi.

Jangan sampe, membeli sesuatu bisnis yang Anda malah tekor nombokin terus pengeluaran tiap bulannya.

Seperti beli mobil bekas aja, Anda harus sudah tahu apa yang akan diperbaiki, apalagi mobil antik kan.

Dana Anda pun juga harus siap, syukur-syukur lembaga keuangan bisa membantu.

Due Dilligence secara menyeluruh

Ini yang pasti musti dan kudu harus. Lakukan due dilligence atau asesmen bisnisnya seperti apa.

Kalau ada lembaga independen lebih baik lagi, tentunya ada biaya yang muncul ya. Tapi daripada beli kucing dalam karung?

Nah, bagaimana, cukup menarik bukan bahasan kali ini?

Oiya, ini sengaja disederhanakan ya prosesnya. Tentunya kenyataan ada case-case menarik yang perlu diperjelas dan ditanyakan ke pihak yang lebih kompeten.

Tetapi tentunya, saya dan tim lebih kompeten untuk menjawab, bisnis setelah dibeli dan mau didandani mau diimplementasikan software apa, nah itu bisa ditanyakan ke tim saya nih, Mba Euis di 0815 8690 2500

Jangan lupa bacaan lain dibawah ini seperti ya. Terimakasih yang sudah mampir dan berikan komentar positifnya.

Btw, kalau ada bisnis IT yang mau coba ditawarkan, boleh ya direct message ke Linkedin pribadi saya.

Menghitung Hari 2020

Cara Join Data dengan Single Connection di Tableau

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya


Salam,

Daru