Kerjaan Sampingan

Kerjaan sampingan. Menurut Anda bagaimana?

Kerjaan Sampingan
Pic by Canva

Kerjaan Sampingan: Bagaimana kalau kita bahas dulu alasannya

Sabtu-sabtu begini, enaknya ngapain?

Tentunya selain melakukan hobi, kita juga harus melakukan yang namanya bechmarking atau studi banding istilah kerennya.

Lah, kenapa harus Mas Ndaru?

Kan hidup dan kerjaan saya sudah baik-baik aja. Ngapain juga harus melakukan yang namanya memperbandingkan sesuatu?

Eits, jangan salah dulu, maksud dan tujuannya tidak untuk buat iri dan envy ya, tetapi lebih untuk memacu diri sendiri kita dan potensi diri kita yang mungkin masi terpendam

Mungkin lho ya. Kalau sudah optimal, Good Job Brother and Sis.

Contohnya saya. Kita masuk ya ke sesi sharing-nya.

Sampingan untuk Saya

Sebelum masuk lebih lanjut, iklan dulu ya untuk artikel yang saya dan tim saya tulis diminggu lalu.

Semoga bermanfaat dan berguna untuk teman-teman semua.

Sulitnya cari team member

Mengenal Profesi Business Intelligence dan Tugasnya

Lanjut ya.

Pekerjaan utama dan kerjaan sampingan. Inti dan output dua-duanya adalah bagaimana kita melakukan aktualisasi diri untuk sekitar kita.

Kalau pekerjaan utama saya adalah seorang director ya (contoh ya). Berarti stakeholder kita itu bermacam-macam.

Pertama adalah dari sisi shareholder (pemegang saham). Lalu ada team member atau employee kita.

Tentu tidak lupa adalah end customer kita dan vendor atau principal sebagai bagian dari kita yang tidak terpisahkan.

Tugas dan tanggungjawabnya cukup besar kan? Nah, pekerjaan utama harus mengoptimalkan semua yang ada tersebut, untuk mencapai visi dan misi perusahaan kedepan.

Lalu kalau kerjaan sampingan apa dong?

Sederhananya, kita bisa mengaktualisasikan diri kita dibidang yang berbeda. Contoh saya adalah menulis.

Mungkin bagi sebagian orang, kita juga mencari ekstra pendapatan dari aktivitas sampingan tersebut.

Boleh juga, dan sah-sah saja. Bahkan terbalik hasilnya kalau diseriuskan? Betul tidak?

Intinya kerjaan sampingan yang kita lakukan bisa membuat kita senang dan bisa mengasah hobi dan skills kita.

Dengan menulis, saya jadi bisa mengeluarkan ide-ide pemikiran saya yang belum tentu saya bisa sampaikan kepada orang lain bahkan dalam pekerjaan rutin saya.

Kesimpulan

Tentunya kita perlu menarik kesimpulan dari aktivitas kerjaan sampingan kita.

Bisa memulai dari yang sederhana dan tentunya yang Anda suka.

Menulis, menggambar, menulis code pemrograman (ini kalau Anda hobi, bisa hubungi tim saya ya) atau bahkan mencuci kendaraan sambil nge-vlog?

Apapun itu, meskipun statusnya sampingan, Anda harus punya target yang jelas kalau ingin bisa menghasilkan lebih dari hasil sampingan juga.

Betul, koentji suksesnya adalah komitmen dan berulang.

Enjoy your holiday, relax and selamat mencari kerjaan sampingan.

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Sulitnya Cari Team Member

Sulitnya Cari Team Member

Sulitnya Cari Team Member
Pic provide by Canva

Welcome to the Club

Begitu sapaan saya untuk Anda yang sudah mengalami dan mempunyai masalah ditopik kali ini.

By the way, it’s a nice problem ya. Congratulations!

Andai muka tim HR recruiter saya bisa tersenyum lepas seperti itu disetiap akhir sign agreement dengan para kandidat yang sudah kita rekrut.

Indahnya dunia (dunia mereka dan saya ya he3).

So, back to the topic.

Bisnis yang berkembang dengan baik akan membutuhkan yang namanya rekruitmen karyawan atau team member.

Coba bayangkan, bisnis berkembang bagus, 2 kali lipat sales atau orderan lah mudahnya. Orangnya 4L (Loe-Lagi-Loe-Lagi).

Tidak mungkin Vincenzo.

Lalu Bagaimana Solusinya? Sulitnya Cari Team Member

Good questions and we will get back to you for the answers.

Sebelumnya, pesan sponsor dulu dong.

Silahkan mampir ke artikel saya dan tim saya buat ya. Topiknya kali ini tentang ERP dan Project Management Plan. Link dibawah ya:

Startup dan ERP

Dasar Pembuatan Project Management Plan

Balik ya.

Nice problems harus diatasi dengan nice solution dong ya.

Ok kita mulai ya.

Pengalaman saya, mencari dan membuka lowongan kerja itu mudah.

Yes, nomor 1. Perbanyak yang namanya channel or media untuk pencarian karyawan.

Kalau kami dikantor Sunartha, pakai berbagai media.

Dulu banget pakai yang namanya Kaskus (betewe ini sudah tutup atau masi buka ya?) Intinya basisnya adalah komunitas.

Sekarang kita masuk ke indeed dan juga kita coba melalui Linkedin.

Betul, di Linkedin semua kandidat mencantumkan apakah mereka available for the jobs dan tentunya menulis keahlian dan experience mereka dimasa lalu.

Poin no 2.

Hire team member dibagian recruitment yang cantik dan ganteng.

Hah? yang bener? Becanda ya. Serius amat bacanya.

Ok, poin no 2 adalah tuliskan sejelas mungkin kualifikasi yang temen-temen butuhkan.

Misalkan kalau dikami, butuh developer. Ya ditulis tuh spesifiknya seperti apa.

Jangan irit-irit laah, sebisa mungkin detail dan baik. Supaya teman-teman yang mau join, juga tahu kan. Kecuali yang ndablek ya.

Iya, sudah tahu nda cocok skillset, tetep aja apply.

Poin 3.

Try to get referrals from your existing team member.

Prinsip saya, good people always hangout with other good peoples (vice versa).

Jadi, give them compliments, seperti jalan-jalan ke aussie atau apa (ngelunjak ini mah). Kasi online vouchers atau free nonton gitu setiap yang bisa closing. Anda mau nda?

Poin 4.

Jangan lupa berdoa dan terus mencari.

Lucunya, banyak orang yang butuh pekerjaan. Tetapi mencari yang ideal itu sulit. Sepertinya nyari jodoh aja sih.

Tetapi kalau ketemu, happy-nya seperti foto mba-mba yang diatas.

Penutup

Boleh kalau ada tips lain yang bisa dibagikan, biar saya update diblog saya ini. Ceritain pengalaman teman-teman cari dan mencari Your Dream Team.

Selamat berlibur, sehat selalu. Covid masih ada.

Salam,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Startup dan ERP

Startup dan ERP

Startup dan ERP
Pic provide by Canva

Bacaan yang cukup berat kali ini

Ok, karena topik yang kali ini cukup berbobot, buat Anda yang belum tahu apa idiom mengenai apa itu startup dan ERP, tolong cari-cari tahu dulu diartikel saya sebelumnya ya.

Banyak startup yang bermunculan belakangan ini, dengan menginformasikan banyakan permodalan yang mereka sudah capai.

Berita baiknya adalah banyak solusi-solusi yang bermunculan ditengah kondisi ekonomi yang masih “gonjang-ganjing” akibat Covid.

Tetapi jangan salah, setelah pandemi berubah menjadi endemi (bisa digoogling juga ya untuk lebih jelasnya) kemungkinan ekonomi akan mencari titik keseimbangan baru.

Setuju nda?

Harus setuju dong. Karena sejarah sudah berkata demikian.

Simple things aja, GoTo dengan kedigdayaannya menguasai market share e-commerce dan ride hailing plus super apps nya.

Coba bayangkan kalau tanpa ada mereka disaat pandemi melanda, apa nda kepusingan tuh pemerintah mikir tenaga kerja yang tiba-tiba butuh pekerjaan cepat.

Nah, kali ini kita selain membahas Startup yang udah jawara dibidang-bidangnya, mungkin kita juga perlu menambahkan startup yang sedang berjuang, biar adil lah ya.

Sambil mendengarkan alunan musik from Spotify

Kita lanjutkan ya, apa hubungannya nih Mas nDaru antara startup and ERP?

Sebagai pemerhati keduanya (dan cita-cita mau mendirikan juga) saya tuh berfikir, bagaimana kalau startup ini (yang masi early banget) diberikan tools yang tepat sedari dini.

Untuk apa? Tentunya sebagai dasar mereka bisa bertumbuh lebih pesat lagi (kan itu visi misi dan tujuan utama mereka, karbitan)

Sebelum lanjut bahas yang seru ini, boleh dong mampir ke artikel lain terkait manfaat ERP yang saya dan tim buat, terimakasih ya.

6 Manfaat untuk organisasi yang menggunakan ERP

Value for Money untuk bisnis, apa lagi ini? Yuk mampir.

Kita lanjutkan ya.

Seperti yang saya tahu dari informasi dari website dan yang lain, rata-rata startup yang berencana memilih dan menerapkan ERP adalah yang sudah tervalidasi bisnis modelnya.

Ya, kita tahu kan startup yang masih mencari bentuk tentunya perlu ERP, tapi sebatas modul basic saja, seperti keuangan.

Mungkin, kenapa investor merasa mereka belum harus mengadopsi ERP agar mereka lebih fokus dulu pada bisnisnya.

Karena yang kita tahu, implementasi tidaklah mudah apalagi murah.

Apalagi yang terkait dengan waktu ya. Dan kita tahu, yang namanya startup, cepat sekali berubah.

Lalu kesimpulan Startup dan ERP

Kesimpulan.

Terus terang saya masih penasaran, bagaimana kami bisa membantu para pelaku startup untuk mengadopsi sedari dini.

Kenapa? Karena manfaatnya diawal bisa membantu para nahkoda startup ini paham lebih baik tentang bisnis mereka.

Kesempatannya saja yang belum ada.

Ok, apabila saya sudah punya studi kasus yang bisa saya bagikan, terkait para pelaku startup yang pakai ERP ini, akan saya bagikan lagi ya.

Salam,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Value For Money

Value for money dan bagaimana ya penerapannya dibisnis

Value For Money
Picture from Canva

Sabtu Mendung dan Ngomongin Bisnis

Ok, selamat hari sabtu. Dimana cuaca ditempat saya yang super mellow dan bawaannya pengen rebahan dikasur ya.

Tetapi jangan rebahan terus dong, boleh ya kita tambahin setengah jam, tapi tetap harus semangat.

Mau olahraga, mau jalan-jalan atau menikmati hari ini dengan banyak aktivitas yang tentunya belum bisa kita kerjakan disaat kita bekerja dari senin sampai jumat.

Iya, hobi tetap harus disalurkan bukan?

Jadi nda harus diem aja dikasur, kecuali yang bisnisnya jualan sprei ya (bukan sedang menyindir seseorang kok 🙂 ).

Ok, let’s go bahas topik kali ini, Value for Money.

Value for Money dan bagaimana penerapannya

Singkatnya, saya sering sekali diskusi dengan para pemilik bisnis yang sedang mencari solusi sistem yang terbaik untuk menggantikan sistem lamanya.

Sistem disini seperti sistem akuntansi, sistem POS (Point Of Sales) atau kita bisa sebut mesin kasir dan software pendukungnya.

Nah, terkadang ada yang nyebut, tapi Mas Daru, bisnis kita kan belum butuh sampai segitu ya.

Atau kira-kira, yang value for money, artinya dengan budget dan kebutuhan saat ini, kita butuhnya yang mana ya?

Bagi teman-teman pemilik bisnis, jangan khawatir (seperti iklan apa nda sih?).

Saya pun demikian kok. Dalam merintis bisnis yang sudah 12 tahun saya jalani ini (hufft, ternyata sudah lama juga ya), saya juga nda tiba-tiba punya sistem yang sudah luar biasah, yes pakai h.

We start from zero. Yes, saya mulai dari nol. Artinya apa?

Artinya kita bahkan mulai dari dengan microsoft spreadsheet, contohnya excel dari Microsoft.

Sorry ya, kita bukan generasi old school like our grandparents yang mungkin masi pake kertas nota dan bon.

Break sejenak baru kita lanjut lagi

Ok, saya break dulu tadi.

Oiya, sambil istirahat, boleh dong mampir ke artikel yang saya dan tim saya buat diminggu lalu. Linknya dibawah ya. Please mampir and monggo.

Mungkin bukan rejekimu lho

Atau Ikuti webinar kita tentang bagaimana cara dapatin insight dari data dibisnis kita, tertarik?

Dilanjut ya.

So, what’s is value for money. Apa yang membuat kita mau spend something for our greater good for our business ahead.

Tentunya, menganut filosofi dan teori ekonomi, antara budget and benefit. Setuju ya? Atau ada yang belum tahu tentang itu?

Let me explain.

Pemilik bisnis biasanya rasional. Yes, just like me. If I spend certain amount (let’s say xxx Million of IDR) apa yang akan saya dapatkan per year.

Jadi kalau saya mau spend untuk sistem yang mas Daru proposed, saya akan dapat apa? Nah. Seringkali tuh, semuanya hanya dihitung based on how many workers that i will save to speed up the project.

Belum tentu juga kok. But do you know that there’s something else that you’ll get in return. Let’s say, analytics of your business. Your customer database. You will get the effectiveness for every production process/project.

It means a lot (for me). Tapi kadang pemilik bisnis nda berfikir sampai situ, karena apa? Yes karena mereka masih sibuk in operational things.

Musti buat lanjutannya nih

Baik, kayaknya saya musti buat lanjutannya nih, karna topiknya jadi panjang.

But it’s okay. Inti dari value for money sudah dapat tapinya kan ya?

Yes, just invest or spending what you need for this time and 1-2 years ahead.

Dari situ, kita bisa coba utak-atik lagi kedepannya.

Mau diskusi lebih lanjut tentang bisnis dan solusi bisnis lainnya? Drop me DM ya di Linkedin saya.

Regards,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Mungkin Bukan Rejekimu

Mungkin bukan rejekimu.

Mungkin Bukan Rejekimu
Credit: Canva

Pernah Dengar Ada Yang Bilang Begitu

Selamat malam. Sabtu-sabtu begini, enaknya sambil santai, selonjoran, menikmati waktu santai.

Santai, hari senin masih jauh kok. Jadi, bsok masi libur.

Kali ini mau bahas sesuatu, yang mungkin nda berat-berat amat.

Ya, mau bahas mengenai rejeki.

Pertanyaannya, pernah nda kalau ada yang bilang begitu, “Mas Bro, mungkin bukan rejekimu”, jadi coba lagi ya.

Kalau disaya, pengalamannya adalah ketika saya dan tim lagi semangat-semangatnya, mengejar tender suatu proyek.

Segala daya dan upaya dicurahkan, all out istilahnya anak jaman now ya.

Tetapi, hasilnya ternyata belum sesuai dengan harapan kita.

Tentunya harapan kita menang kan. Tapi entah kenapa, kok ada aja sesuatu yang mengganjal dalam proses menuju kesananya.

Lalu bagaimana dong kalau tidak sesuai?

Yang namanya gagal atau tidak sesuai ekspektasi, pastinya perasaan yang tidak enak dan tidak nyaman.

Misalkan kita mau banget kerja ditempat itu, tapi tidak kunjung datang kabar baik dari HR.

Atau kita mau banget kuliah diluar negeri, tapi kok informasi beasiswa nda kunjung ada.

Apapun itu kejadiannya, bahkan dikami pun, kantor saya, kita sering dighosting calon karyawan. Tidak ada kabar juga.

Jadi bukan hanya HR recruiter yang dighosting ya, tapi calon karyawan juga he3 (jadi curcol)

Tapi sebelum saya lanjut, boleh dong mampir ditulisan saya dan tim saya yang lain ditautan dibawah ini.

Semangat Menulis Kembali

Pentingnya menganalisa data untuk bisnis Anda

Lalu bagaimana dong?

Tentunya, kalau saya, percaya Tuhan punya rencana yang berbeda dengan rencana saya.

Seperti, pengalaman saya mau menang disalah satu pekerjaan implementasi Cloud ERP.

Padahal sudah yakin banget akan menang, ternyata hasil berbicara berbeda.

Ketika saya update projectnya, banyak kendala yang terjadi disaat proses implementasi.

Saya tidak jadi ngeluh deh, karena Tuhan menyelamatkan saya untuk proyek tersebut dan bisa move on dengan proyek lainnya.

Mungkin Bukan Rejekimu – Sebuah Pengalaman

Sejak saat ini, setiap saya mengalami pengalaman-pengalaman seperti ini, saya berusaha menenangkan diri dulu.

Iya, kuncinya tenang dulu. Baru kita menganalisa, kenapa ya kira-kira kita belum mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Apakah karena dari sisi kita. Atau dari sisi “lain” yang mungkin kita belum siap untuk melakukannya.

Contohnya saya, ternyata ada sisi lain yang harus saya pertimbangkan dan belum siap ternyata kalau hal tersebut terjadi.

Nah, bagaimana dengan pengalaman Anda sekalian?

Apa pernah mengalami kejadian serupa? Boleh dishare atau berbagi ke saya.

Regards,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Semangat Menulis Kembali

Semangat menulis kembali

Pic source: canva.com

Alasan Kenapa Belum Menulis Lagi

Tidak terasa, sudah hari sabtu lagi. Pas saya menulis diblog “yang sudah lama saya tinggalkan ini” kalender sudah menunjukkan tanggal 23 Okt 2021.

Yang artinya, tahun 2022 sudah menjelang dan tahun 2021 sudah mau berakhir. Berasa cepat atau lambat nih? Tergantung kali ya.

Bagi Anda yang sedang sibuk-sibuknya, mungkin jalannya hari bagaikan detik saja, tetapi bagi yang sedang menunggu, serasa lama sekali.

Ok, selamat datang kembali, bagi Anda yang menunggu tulisan-tulisan saya. Kayak terkenal aja ya saya? Maafkan lama tidak menulis karena kesibukan banyak hal.

Terutama aktivitas dikantor. Yups, salah satu euforia bisnis sekarang yaitu go-digital. Siap atau nda, para manajemen atau pemilik bisnis lagi getol-getolnya mencari opportunity bisnisnya transform ke digital.

Kenapa Saya Harus Semangat Menulis Kembali

Apa alasannya?

Tetapi sebelum membaca lebih lanjut, boleh dong mampir ke 2 artikel saya dan tim saya sebelumnya buat. Yang satu tentang bagaimana cara venture capital bekerja dan satu lagi topik yang lagi kekinian, integrasi data.

Monggo disimak dibawah ini ya.

Cara Venture Capital Bekerja

Kenapa integrasi data penting bagi Perusahaan, blog by Sunartha

Nah, saya kasi tahu kenapa saya musti semangat nulis lagi.

Tentunya, setiap orang harus punya hobi kan. Dulu saya pernah cerita diblog saya sebelumnya deh, hobi saya adalah bagaimana membuat bisnis bekerja lebih baik, dari hari ke hari.

Ya, saya terobsesi untuk membuat bisnis yang saya jalani sekarang, lebih baik lagi. Saya merasa rugi atau tidak puas kalau tiap tutup periode, kita nda lebih baik dari periode sebelumnya.

Ambisius ya? He3, maafkan, tapi itu sudah dari dulu.

Ujung-ujungnya apa? Yups, berharap ada profit atau efisiensi bisnis atau a new way to doing something that made me Puas.

Secara hobi pertama aja uda”berat”, sekarang hobi kedua, musti lebih berwarna bukan?

Menulis. Betul, menulis adalah hobi saya yang kedua.

Dengan modal hanya keyboard dan workstation saya (betewe saya akhirnya kembali menggunakan PC), saya bisa menulis panjang kali lebar kali tinggi (dan sesuai kaidah SEO yang mantab).

Mengalirkan kata-kata kedalam blog membuat uneg-uneg saya tiba-tiba luruh, kolesterol kali Mas pake acara luruh aja.

Sebuah pembungkus eh penutup

Maka dari itu, kenapa saya harus mulai menulis kembali dengan semangat, tentunya it’s one of my passion to relieve my stress.

Seperti juga saya nonton sesi staycation yutuber “bobo cantik”, nah macem gitu deh. Saya menulis untuk kesenangan saya.

Tetapi juga berharap mulia, karna selain berbagi info, knowledge dan tips yang saya dapatkan dari pengalaman saya sendiri.

Anda pun juga. Mulai aja menulis. Tetapi didunia yang sekarang serba video, menarik juga kalau sesekali kita buat rekaman ya.

Salah satu checklist mimpi yang harus segera dicoba.

Ok, have a nice weekend, staysafe and always healthy.

Regards,

Daru

Cara VC Bekerja

Cara VC Bekerja

Cara VC Bekerja
Pic source: canva.com

Tulisan dihari minggu

Selamat datang. Bagaimana kabar teman-teman?

Hampir tiap hari sekarang saya mendapatkan berita duka dari kerabat, relasi dan beberapa rekan yang menderita karena covid-19 bahkan sampai ada yang meninggal dunia.

Kita harus berduka atas kehilangan rekan-rekan kita dan para tenaga kesehatan yang terus berjuang untuk menolong banyak orang akibat pandemi ini.

Terus jaga kesehatan dan kalau memang bisa dirumah saja untuk mencegah penularan. Tetapi kita juga tahu kalau tidak semua usaha dan bisnis siap dan bisa untuk bekerja dari rumah ya.

Bagi teman-teman yang terkena dampak karena pembatasan karena PPKM Darurat ini, yuk kita coba cari solusi bersama, bagaimana untuk melewati ini semua.

Kali ini mau nulis tentang bagaimana cara venture capital bekerja dan kira-kira usaha macam apa sih yang mereka cari. Terinsipirasi oleh 2 startup besar yang akan hajatan listing dibursa saham nih, yups Bukalapak dan Goto.

Venture Capital dan Usaha yang Mereka Cari

Seperti yang kita tahu bersama, venture capital adalah institusi yang bisnis utamanya adalah menggandakan uang. Mirip-mirip Kanjeng dong ya? He3. Bisa dibilang begitu.

Tetapi dengan cara yang halal dan legal ya tentunya.

Mereka mengumpulkan uang dari para orang-orang kaya, sulthan maupun institusi keuangan yang mempunyai likuiditas luar biasa banyaknya.

Nah, kalau kita nda punya uang kan ada masalah kan. Sama juga dengan orang-orang super kaya yang juga bingung naruh duitnya dimana. Supaya bisa terus berkembang dan menghasilkan.

Sabar, saya belum sampai disana kok, baru pemerhati saja, makanya perlu belajar nih kalau tiba-tiba dapat rejeki lebih. Selain kita harus berbagi juga bagi yang membutuhkan ya.

Nah, sekarang bagaimana dan bisnis apa yang mereka akan invest nih?

Pertanyaan bagus.

Tentunya, yang berprospek dan akan menghasilkan nilai yang lebih selama periode mereka berinvestasi.

Sebuah perpaduan ilmu dari perencanaan dan peramalan gitu deh, karena tidak ada yang tahu dimasa depan apakah bisnis yang mereka pilih akan jadi beneran atau zonk aka tutup.

Tetapi kalau kita lihat dari kriteria-kriteria bisnisnya, yang sekarang lagi rame dan banyak dilirik yang pasti berhubungan dengan fintech nih. Apalagi banyak bank-bank baru yang bermunculan secara digital nih.

Mencoba untuk mengambil ceruk pasar nasabah perbankan dan yang belum jadi nasabah tentunya.

Coba kita cek bersama bisnis kita

Lalu, kalau kita punya bisnis, kira-kira bakal dilirik oleh VC nda sih?

Melalui tulisan cara VC bekerja ini, kita bisa cek bareng-bareng ya, kira-kira bisnis kita (atau saya) bakal dilirik apa nda.

Sebelum lanjut, mampir dulu dong ke artikel yang saya dan tim saya buat. Makasi ya.

Bisa karena terbiasa. Yuk simak bacaannya.

Atau informasi terkait tempat pengisian tabung oksigen bagi yang membutuhkan.

Lanjut ya.

Yang pasti yang mereka incar adalah bisnis yang mampu memberikan market atau pasar yang besar dan siap untuk menjadi sumber pendapatan bisnis kedepannya.

Meskipun saat sekarang masih terus merugi, tetapi secara jangka panjang atau saat proses “penggemukan” sudah berada dijalan yang benar.

Kalau bisnis kita masih lokal aja dan tidak bisa berpikiran secara nasional, sepertinya sulit tuh untuk bisa dilirik. So aim high and big ya.

Kedua, tentunya yang bisa ditingkatkan skalanya tanpa menambah biaya variabel yang seiring dengan peningkatan penjualan. Sulit klo begitu soalnya.

Maka dari itu contoh perusahaan-perusahaan yang diinvest selalu berada dibidang digital dan bukannya yang konvensional.

Ketiga, butuh investasi besar untuk diawal dan proses edukasi pelanggannya. Tetapi pada akhirnya akan kembali dari recurring (berulang) order nya.

Kira-kira sudah tergambar ya untuk jawaban topik kali ini? Mantab.

Kalau mau diskusi-diskusi lebih lanjut, boleh dengan saya via Linkedin ya.

Salam

Daru

Bisa Karena Terbiasa

Bisa karena Terbiasa

Bisa Karena Terbiasa
Pic Source: entrepreneurs.com

Selamat Memasuki Bulan Juli

Tidak terasa ya, kita bersama-sama sudah melewati 6 bulan ditahun 2021.

Dimana kondisi pandemi yang tidak makin membaik, tetapi makin tidak menentu.

Banyak berita-berita yang bermunculan terkait ini, itu dan yang lain – lain, jadi membuat kita bingung sendiri dan tentunya membuat daya tahan tubuh jadi berkurang.

Stop. Jangan mikir yang negatif-negatif dulu ya. Masa baru baca blog kali ini uda negatif bawaannya.

Ok, ambil nafas panjang dan hembuskan. It’s works for me lho.

Ketika pikiran negatif datang, yang kita bisa lakukan adalah menahan diri untuk berpikiran macam-macam dengan mengatur pola nafas kita.

Tetapi kita nda bahas ini nih. Sesi lain kali aja ya.

Yang kita bahas topiknya tentang bisa karena terbiasa.

Bisa Karena Terbiasa

Pernah nda sih, teman-teman berpikir. Bagaimana jika kita semua, lama-lama terbiasa dengan apa yang kita lakukan sekarang.

Ya, hal yang paling sederhana adalah melakukan semuanya dari tempat tinggal kita.

Bekerja, belajar, belanja dan apapun yang lainnya. Mengerikan nda ya membayangkannya saja.

Daripada ngeri-ngeri, mampir dulu lah ke artikel saya dan tim saya di Sunartha dibawah ini. Monggo dibaca ya.

Dikasi waktu istirahat, manfaatkan.

Pandemi? Inovasi dong.. masa diem aja. Mari kita lanjut ya.

Sip, coba kita simak bersama. Apapun yang kita lakukan sekarang adalah produk kebiasaan diri kita yang dulu.

Misalkan saya deh, saya paksain segimana sibuk dan malasnya (seringan malas sih) untuk menulis dan melakukan update blog.

Kadang skip, kadang ingat. Tetapi, lama-lama kalau sudah nulis, ya enak aja perasaannya.

Nah, kok saya jadi berpikir, apakah dunia ini akan berubah ya dengan kondisi pandemi yang sudah memasuki tahun ke 1 setengah. Apalagi negara tetangga, SG, sudah mengeluarkan protokol hidup bersama Corona.

Jadi, yang perlu kita lakukan apa dong Mas dan Mba?

Pertanyaan bagus, kita musti gimana?

Tentunya, list semua kemampuan yang kita miliki untuk bertahan didunia yang serba tidak menentu sekarang ini.

Misalkan saya nih, wah, ada skills saya nyupir (suka banget jalan-jalan pake mobil, liat pemandangan) kayaknya bakal jarang kepake nih.

Ya kita ganti pelajari skill baru, macam skill atau kemampuan yang kira-kira akan dibutuhkan didunia “New Order” ini.

Yang dulu nda suka hustle, mulailah belajar. Kalau malu-malu disocial media, ya mulai aktif lah. Apapun itu, eksplorasi diri dan keinginan deh, pasti ketemu.

Mau diskusi? Boleh. Yuk konek melalui Linkedin saya.

Gimana? Jadi biasakan sampai bisa. Fake it till you make it.

Saya lanjutin dulu ya hobi saya, mau nonton Gundam Hathaway dulu.

#staysafe #stayhealthy

Daru

Dikasi Waktu Istirahat

Dikasi Waktu Istirahat

Dikasi Waktu Istirahat
Pic by Canva

Sabtu dengan Hujan Rintik

Selamat pagi. Siapa yang sedang istirahat dihari sabtu ini.

Sambil melihat rintik hujan turun dari langit.

Meneguk segelas teh hangat sambil merenung-renung mau ngapain.

Slow dan santai aja Mas dan Mba.

Kita musti bersyukur, dikala kondisi yang semakin mencekam karena naik drastisnya Covid-19, teman-teman sekalian masi diberikan kesehatan untuk menjalani hari-hari yang ada.

Setuju ya? Siip.

Kita berdoa untuk teman, saudara, keluarga yang saat ini masi berada dirumah, rumah sakit, wisma atlit atau tempat isolasi karena positif Covid-19.

Juga untuk tenaga kesehatan, sehat-sehat selalu agar bisa terus membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan ya.

Buat teman-teman, klo nda penting-penting amat, stay at home, beraktivitas dan jaga kesehatan selalu ya.

Let’s go back to the topic

Sebelum bahas topik kali ini, monggo yang belum mampir tulisan saya dan tim saya, tolong mampir, dibaca, dishare dan dilike ya.

Eh, nda ada tombol like ya? Nanti dibuat dulu deh 🙂

Supply chain, mandeg? Apa nih?

Penasaran untuk join Tableau Clinic dari Sunartha. Mampir ya.

Saya, sukanya kerja. Tanya pasangan saya.

Apa aja mau dipikirin, dikerjain, dievaluasi, diimprove dan segala hal terkait pekerjaan.

Mungkin tim saya, dalam hati mikir, ini orang apa nda ada pikiran lain selain kerjaan ya? Bener apa bener?

Nah, minggu lalu, saya diberikan waktu istirahat. Yes, saya dikasi waktu istirahat.

Karena badan cukup drop, maka saya bisa istirahat, melepaskan semua beban pikiran dikepala.

Berbagi task yang tadinya ada disaya semua ke tim kantor.

Dikasi Waktu Istirahat

Ternyata, bekerja secara terus menerus dan tanpa henti, mengejar kesempurnaan (bukan kesempurnaan cinta ya, jadi lagu) itu melelahkan.

Dulu, dan sampai sekarang sepertinya, saya berpikir, saya mau kerja keras disaat muda, dan nanti mau menikmati hasilnya.

Kata pasangan saya dong, nah, kamu uda kerja keras, buktinya kalah sama Tokopedia.

Btw bisnis saya lahir ditahun yang sama dengan Tokopedia.

Tentunya saya ngeles dong, wong dia ada investor, saya kan sendirian. Tapi intinya saya tetap kalah, dari sisi size, kecepatan dan yang lain.

Nah, disaat istirahat itulah saya nonton bagaimana Bro William diskusi dengan Bro Dedi C. Gimana tokopedia dari awal sampai sekarang dan bagaimana bisnis-bisnis UKM lainnya berusaha kesana, tapi nda bisa-bisa.

Pada Akhirnya

Ya, pada akhirnya, istirahat itu perlu bro dan sis. Mungkin sekarang kamu lagi bekerja keras nih. Dipekerjaan, dibisnis, rintisan apapun itu, kerja keras penting.

Tapi istirahat juga sama pentingnya. Biar pikiran jernih dan kita bisa melihat sisi-sisi yang terlewat dari rutinitas yang kita lakukan.

Setuju ya?

Harus.

Sip, saya menikmati istirahat saya dulu ya, sambil memandangi hujan rintik disabtu pagi ini.

Have a nice day.

Daru

Akibat Mandegnya Supply Chain

Akibat Mandegnya Supply Chain

Akibat mandegnya supply chain
Credit Pic: forbes.com

Jadwal Tulisan Sabtu Ini

Hai. Salam kenal kembali.

Bagi Anda yang baru baca tulisan saya kali ini. Terimakasih sudah mampir.

Tetapi yang sudah rutin mampir dan baca, selamat datang kembali ya.

Sambil menikmati hari sabtu yang gloomy kali ini, pararel proses upgrade windows dari versi 7 ke versi 10, sambil nyambi nonton pemberkatan pernikahan, kita coba utk nulis dan update blog ya.

Waduh, banyak amat ya kerjaan sambilannya. Nda apa-apa. Hidup emang harus produktif.

Sambil menjalani hobi, yaitu nulis, sambil nonton dan sambil nungguin upgrade selesai.

Topik yang mau saya bahas kali ini, tentang supply chain atau bahasa kerennya rantai distribusi produk.

Kenapa? Karena saya akan bahas dibawah ini, saya punya case menarik didunia nyata dan ternyata penyebabnya ini lho.

Masuk ke topik tentang Akibat Mandegnya Supply Chain

Sebelum lanjut, support saya ya dengan mampir juga dibahasan dibawah ini:

Apakah Digital Transformation

dan saya beserta tim yang sering berbagi tips seperti Tips Membuat Visualisasi Data yang Efektif.

Terimakasih yang sudah mampir ya. Kita lanjutkan.

Tahukah Anda, kalau karena Covid-19 ini, semua permintaan akan barang-barang digital yang membuat kita bisa bekerja dari rumah seperti notebook, pc atau barang-barang sederhana seperti wireless router dan kawan-kawannya, membutuhkan yang namanya chip.

Sedangkan chip elektronik tersebut, kita tahu produsennya bisa dihitung jari. Yes, seriously.

Saya juga penasaran dong, ternyata produsen chip tersebut benar-benar sebagian besar terletak di Asia seperti Taiwan dan Singapore. Wow.

Dengan adanya peningkatan permintaan secara mendadak dan disertai kekacauan transportasi, membuat supply chain yang sudah tersusun dengan baik, hancur berantakan.

Akibatnya? Tepat, seluruh barang-barang yang berbasis elektronik, kosong dipasaran. Mantab nda tuh?

Nah. pengalaman saya terkait dengan terlambatnya pengiriman barang yang saya order dengan adanya informasi, Pak, chipnya terlambat, jadi belum dikirim juga barangnya.

Lalu, kita bisa belajar apa dari kejadian ini?

Lanjut ya.

Insight atau Pelajaran yang bisa diambil

Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini untuk bisnis atau organisasi Anda.

Perlunya skenario dan planning khusus didalam kondisi pandemi yang khusus juga. Kenapa? Semua model yang kita punya selalu berasumsi dengan pola dan pattern yang sudah ada.

Kebetulan saya punya rekomendasi tools yang menarik untuk temen-temen test kalau sudak utak-atik trend masalalu dan insightnya seperti apa.

Lalu yang kedua. Supply chain merupakan topik yang tentunya menarik untuk terus dipelajari didunia yang saat ini belum menemukan equilibrium baru. So pasti dibutuhkan nih expert2 yang bisa membaca pergerakan dan perencanaan.

Karena bisnis sangat membutuhkan orang-orang dengan skills seperti itu.

Ternyata sudah panjang juga ya saya nulisnya. Kita lanjut ke topik berikutnya ya.

Terimakasih yang sudah mampir. Mudah-mudahan artikel saya menarik untuk dibaca dan ditunggu komentarnya.

Regards,

Daru