Fenomena Film : Doraemon “Stand By Me”

Yups,

Akhirnya teater film Blitz Megaplex ramai kembali dengan hadirnya film Doraemon “Stand By Me”. Yang biasanya teater hanya terisi sedikit dengan film-film yang sama dengan 21 Cineplex, akhirnya sekarang membludak dengan rata-rata pengunjung orang tua muda dengan anak kecil mereka.

Doraemon merupakan tokoh fiksi robot kucing dimana sudah hadir di Indonesia sudah sejak lama. Dengan tokoh utama Nobita dan kawan-kawannya menghibur sejak saya SD. Ingat banget sejak saya sebelum SD sampai lulus, Nobita tidak lulus SD juga, he3… kasian bgt penderitaannya… wkwkw

Dari  segi bisnis, hadirnya Doraemon dengan wajah yang lebih bening (teknologi film sekarang beda dengan anime dulu) merupakan “De Javu” nya kenangan penggemar nya dahulu. Tidak perlu adanya edukasi dan semua orang langsung tahu mengenai Doraemon.

Saya yakin banget dan dibuktikan dengan down nya jaringan pemesanan online di Blitzmegaplex membuat profit dari penyedia jasa tontonan ini meningkat signifikan. Coba bayangkan sampai IT drop melayani order pembelian. Tampak diluar ekspektasi bukan?

Next mungkin strategi ini yang akan dijadikan andalan Blitz melawan 21, menghadirkan film-film yang sudah punya penggemar setia, setahu saya Saint Seiya, Evangelion, Kenshin sudah muncul. Mungkin bisa saja Naruto, Bleach dll akan hadir.

Kita nantikan saja strategi berikutnya dari Blitz melawan 21.

Regards

Klo berkenan follow twitter saya ya di  @Purwandaru_W

Learning Story from Tokopedia Funding (Part II)

Hi teman-teman,

Lanjut lagi di part II (Secara Hunger Games aja dibagi 2 filmnya kan? spoiler -red)

Okeh. Dimulai dari tahun 2007 karena bisa menjawab masalah teman-teman nya diforum untuk jual beli (William itu anak warnet, bener-bener kerjaannya jaga warnet pas kuliah). Dia memutuskan pas kerja di content provider untuk bilang ke bos nya untuk buat yg namanya tokopedia (btw siapa nama bos nya ya… pasti skrg duitnya zuper banyak).

Insight inilah yang akhirnya membuat tokopedia lahir, analoginya adalah Taobao nya Indonesia atau ebay nya Indonesia. And gilanya lagi adalah it’s free (registrasi utk servicesnya dan bank admin transaksinya), Gila!!. (Secara gw orang keuangan ga akan pernah bisa terima alasan itu kecuali emang gila).

Inilah yang kita rasa buat traction nya jadi pesat banget dan membuat banyak orang untuk mencoba masuk dan berjualan via tokopedia. Analoginya simpel sebenernya, ITC cempaka mas aja lakuin itu. Maintenance charge free for all tenant asalkan jual barang semurah mungkin jadi smua orang tau ITC Cempaka mas jualan barang paling murah sejagad jakarta.

Everything is make sense. Seller pada masuk, buyer juga pada beli, brand awareness naik and sim salabim next rounding for funding came every year, yes every year. Insane… with that 10% shares…

Learning point from Tokopedia adalah :

1. You have to believe what is your streght : SDM/HRD/Talent itu PENTING di bisnis IT… contoh Google, Apple, Facebook… Yes there are the artist

2. Traction is a must to attract Investor… Siap2 utk tim Webpraktis kita harus terus jaga tractionnya – Iklan dulu ya

3. There’s someone have to be Local Hero to be media darling such as Pak Jokowi Presiden kita dan William di ranah Startup Asia Tenggara..

Well then, sekian ulasannya. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi teman-teman untuk ber-startup-ria dan BELIEVE pada apa yang kita percayain bakal sukses.

Regards,

@Purwandaru_W

 

Learning Story from Tokopedia Funding (Part I)

Hi teman-teman,

Sudah lama saya tidak melakukan kegiatan blogging karena kesibukan diakhir tahun mengejar target perusahaan yang sudah ditetapkan (alasan-red).

Mau sharing mengenai event yang diadakan oleh idEA (Indonesian E-Commerce Assosiation) hari Rabu 10 Des 2014 di Hotel Aryaduta. Dimana bersamaan dengan demo buruh yang ada di Jakarta pula. Agak ironi sebenarnya dimana demo buruh untuk meningkatkan pendapatan sedangkan kami didalam mendengarkan sharing pemilik Tokopedia mendapatkan 100 Juta USD (Yup, Funding terbesar se – Asia Tenggara).

Acara dimulai dengan makan-makan (yg ini harus diceritakan karena kita membayar untuk event ini he3.. oportunis ya?) dan perjuangan beberapa yang hadir karena macet yang disebabkan oleh demo.

Dimulai dengan sesi sharing oleh William founder Tokopedia dan Wilson dari East Ventures. Klo mereka bikin tol jadi tol Wil Wil he3.. kidding.

Yang mengejutkan adalah tokopedia mempunyai visi dan misi yang sama sejak dari 2007 dicetuskan dan didanai 2009 dengan komposisi 90% untuk funder dan 10% untuk founder. (ga salah nih? beneran bener). Bahkan sampai ada yang nanya lagi dari peserta acara kembali.

Tetapi prinsip William adalah mending 1% of Something than 100% of Nothing. Itu yang menjadikan semuanya sampai sekarang, BELIEVE to something that we want to do and achieve (gaya euy bahasa londo nya he3).

Mungkin ini cerita musti dibagi sekian part biar seru kali ya. (Alasan cape ngetik pdhl wkwkw)… Ok let’s separate into 2nd part ya… Mau ngopi dan teh dl.

Regards,

Daru