Manufaktur : JAMS di Acumatica tentang Bill of Material

Selamat Pagi,

wah udah lama banget nih ga berbagi via thread ini. Karna sok kesibukan (wkwkw) sekarang kita lanjut lagi yah.. Ok, sekarang acumatica uda fokus ke versi 5.10. Rilis yang terbaru itu uda di 5.10.0726 yang sudah ane test. Tetapi sebenernya masih ada yg lebih baru lagi. Secara Acumatica itu cepet banget keluarin rilisnya, so bagi agan-aganwati yg kantornya mau pake acumatica, sebaiknya rutin bayar yearly maintenance nya (sorii iklan dikit yak )

Okeh, lanjut sama bagi-bagi ilmunya. Ane sekarang lagi coba acum terbaru sama modul manufaktur buatan JAAS (Bukan tukang jas yak)
So, disini ane bisa sharing bertahap fitur apa aja yang uda ada dimodul manufakturnya.

1. Bill of Material
Nah, klo perusahaan agan dan aganwati gawe itu pabrik, pasti butuh banget yang namanya fitur ini (ane dan temen2 biasanya singkat jadi BOM, tapi klo lagi ditelp jgn bilang2 yak, ntar dikira tero*is wkwkw
Nah tampilannya bagaimana sih.. cek gambar di bawah ini yak..

BOM, JAMS, Acumatica, Manufacturing
BOM, JAMS, Acumatica, Manufacturing

Gunanya apa sih BOM itu? Begini, menurut teori, kebanyakan perusahaan dengan bidang manufaktur/pabrikasi adalah menggabungkan beberapa bahan baku, jasa dan kawan-kawannya menjadi 1 atau lebih bahan jadi. Istilah kerennya Raw Material menjadi Finished Goods (Caelah… baru belajar bahasa inggris nih).

So, dengan fitur ini, agan-aganwati bisa masukin tuh komponen biaya apa aja ke dalam sistem acum nya. Contoh produksi yg gampang deh. Bikin bakwan jagung (jadi ngiler puasa2 begini mikirin makanan)

Ok, kita bedah ya. Bakwan jagung itu terdiri dari bahan baku tepung, minyak dan jagungnya sendiri sesuai komposisinya. So, klo 1 bakwan jagung contoh membutuhkan 1 Gram tepung, 1 Liter minyak dan 10 biji jagung, maka itu adalah bill of material kita. Ngerti kan?

Nah utk aplikasi lebih kompleksnya bisa ditambahkan biaya/upah menggoreng, biaya packing, dan biaya penyusutan dari pabrik itu sendiri. Rumit? So pasti, karena namanya juga modul pabrikasi. Tapi klo mau kita diskusi2 lebih lanjut boleh aja sih (sambil ngiler cari bakwan jagung)… sipp..satu dulu yah.. besok kita bahas tentang Production Order dan MRP.

Selamat hari senin dan sukses

Jurrasic World

Akhirnya muncul jg film ini, Jurrasic World. Film remake dari series Jurrasic film sebelumnya yang nge-hitz banget.

Termasuk film yg animasinya patut diacungi jempol. Ga tanggung-tanggung untuk menampilkan hewan sejarah kembali hidup. Kayaknya CGI nya dipoles pol2an agar bisa serealistis mungkin.

Film seperti ini pasti ga sulit untuk mencari penonton. Banyak yang sudah tahu dengan film seperti ini sebelumnya. Soo, pasti akan tembus Box-Office.

Tim smartcounting bakalan ikut menikmati nih filmnya, kita lihat aja review nya seperti apa. Denger2 akan lebih baik apabila menonton secara Imax dan 3D.

Selamat menonton yaa

Acumatica bagi Perusahaan dibidang Jasa (Services)

Mungkin bagi sebagian akuntan, mencatat transaksi diperusahaan jasa merupakan pekerjaan yang mudah. Tidak mempunyai harga pokok penjualan layaknya perusahaan dagang dan pabrikasi. Namun kalau manajemen menanyakan mengenai pertanyaan ini, bagaimana Anda sebagai akuntan menjawabnya? “Apa sajakah biaya langsung terkait dengan penjualan untuk jasa tersebut?”

Ok, sekarang kita bahas ya, bagaimana Acumatica Cloud ERP dapat menjawab pertanyaan tersebut. Acumatica mempunyai fitur Kode Akun (Chart of Account) dengan sub level dibawahnya yang dinamakan Sub Account.

Contoh sederhananya seperti ini. Kita ambil contoh perusahaan jasa outsourcing (alih daya karyawan). Apabila perusahaan jasa mempunyai matriks untuk pendapatan jasa adalah jasa regular dan jasa non reguler. Bisa dinamakan rutin dan tidak rutin. Kemudian mempunya beberapa customer, ambil contoh saja P&G dan Unilever. Kemudian perusahaan tersebut mempunyai cabang di Jakarta dan Surabaya.

Bagaimana cara Anda sebagai Akuntan memfasilitasi tersebut? Yup benar, dengan ditambahkan digit di akun nya bukan? Apa akibatnya? Akan ada daftar yang sangat panjang untuk kategori jasa, customer dan cabang. Coba bayangkan apabila tiap masing-masing daftar tersebut terdiri dari lebih dari 10.

Ok, sekarang bagaimana dengan di Acumatica Cloud ERP. Pertama-tama kita akan fasilitasi kebutuhan tersebut pada level sub-account. Akan ada subaccount untuk kategori Jasa, kategori Customer dan kategori Cabang.

Masing-masing kategori dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan perusahaan 5-10 tahun kedepan. Contohnya seperti ini nantinya :

Subaccount 1 : Reguler – P&G – Jakarta

Subaccount 2 : Reguler – P&G – Surabaya (Dan seterusnya sampai semua subaccount terfasilitasi).

Dengan begini, akun yang dimiliki akan tetap lean (Ramping) dan akuntan dapat menganalisa biaya lebih tepat berdasarkan masing-masing subaccount yang diwakilkan oleh Profit & Loss by Subaccount.

Demikian sharing kami mengenai fitur subaccount di Acumatica Cloud ERP. Butuh diskusi lebih lanjut untuk penerapan subaccount di perusahaan Anda? Hubungi email kami di ask@smartcounting.com atau twitter kami di @purwandaru_w

Salam

Acumatica untuk Bisnis Logistik dan Transportasi

Selamat pagi semuanya. Memulai hari senin ini dengan semangat pastinya. Kali ini saya mau sharing tentang aplikasi Acumatica Cloud ERP untuk perusahaan dibidang logistik dan transportasi (darat dan laut).

Menurut pengetahuan saya (data tepatnya belum sempat dicari), banyak perusahaan yang bergerak dibidang logistik dan transportasi. Jasa yang mereka sediakan sangat bergantung kepada pertumbuhan ekonomi dan kelayakan infrastruktur.

Perusahaan-perusahaan ini biasanya mempunyai armada sendiri dan kadang bekerjasama antar perusahaan untuk memberikan jasanya. Dengan tingkat persaingan yang ketat, diperlukan pengawasan yang optimal mengenai komponen-komponen biaya yang dimiliki.

Contohnya adalah logistik dan transportasi darat (kebetulan kami pernah melakukan implementasi Acumatica Cloud ERP pada perusahaan sejenis). Dengan banyaknya armada dan customer yang dilayani, perusahaan harus tetap efisien menjaga fixes costnya agar tetap kompetitif. Apalagi dengan biaya bunga bank/leasing untuk pengadaan kendaaraan barunya.

Dengan adanya Acumatica Cloud ERP, kami melakukan monitoring terhadap komponen biaya terkait biaya langsung unit seperti pemeliharaan kendaraan, biaya perjalanan supir  dan biaya bunga bank yang terkait dengan unit yang bersangkutan. Kemudian kami mengaitkannya dengan sisi penerimaan yang kami pilah berdasarkan customer dan proyeknya. Dan hasil akhirnya adalah laporan laba rugi yang dapat dinikmati manajemen per kustomer, per proyek bahkan sampai per unit kendaraaan.

Mau diskusi lebih lanjut mengenai efisiensi yang bisa dihasilkan untuk perusahaan Anda?

Hubungi kami melalui email ke ask@smartcounting.com atau call ke kantor smartcounting.com

Nantikan bahasan berikutnya ya… Salam Sukses

 

 

 

Workshop JAMS Manufacture Module oleh JAAS

JAMS-WebPada hari selasa tanggal 9 Juni 2015, Acumatica Cloud ERP bersama JAAS System (merupakan developer dari JAMS Manufacturing Suite untuk Acumatica) mengadakan Workshop dan Preview JAMS versi 5.10 di Menara Jamsostek, Ruang Training NSI, Jakarta.

Pada workshop tersebut dipimpin oleh Mr John Schlemmer selaku CPO (Chief Product Officer) JAAS System untuk region US dan South East Asia (SEA). Bersamaan dengan event itu pula, John Schlemmer menunjuk Kristian Harianja sebagai Partner Enablement untuk SEA.

Diawali dengan penjelasan mengenai JAAS System dan pengalamannya dalam implementasi dan memberikan solusi yang tepat untuk perusahaan manufaktur diseluruh dunia dan kemudian dilanjutkan dengan Product Roadmap untuk tahun 2015.

Kemudian dilanjutkan oleh sesi product demo dan tanya jawab setelah break makan siang. Produk JAMS 5.10 lebih stabil dan banyak memiliki enhancement daripada produk JAMS 4.20 karena menggunakan platform XrP oleh Acumatica terbaru (yaitu versi 5).

Produk JAMS ini lebih fokus pada proses manufaktur discrete dan proses karena dibangun berdasarkan pengalaman induk perusahaan JAAS System yang fokus pada komponen elektronik.

Nantikan tulisan berikutnya untuk membahas lebih lanjut mengenai JAMS Manufacturing Suite di versi 5.10.
Regards,

Follow Twitter di @purwandaru_w untuk update terbaru

 

Jadi Salesperson, Siapa Takut?

Yups, sering kali saya melihat, banyak orang yang berprofesi sales tetapi sebenernya “terpaksa”. Kenapa begitu? Mungkin karena :

1. Lowongan kerja

Yang ada lowongan kerja banyak di posisi salesperson. Penjualan atau sales merupakan ujung tombak (istilahnya jadul banget ya?) bagi perusahaan. No sales, no money come in, ya semaput tuh perusahaan. Karena posisi sales banyak dicari, makanya banyak orang yang bekerja karena terpaksa tadi, ya jadinya tidak optimal deh.

2. Tidak sesuai dengan “passion”

Mau ngomong aja gemeteran, gmn mau jadi salesperson? Bener ga? Passion saya itu belanjain uang Mas, mending jadi bagian purchasing aja bukan? Lagi-lagi salah posisi kerja.

Sebenernya, kalau kita mau menerima posisi salesperson untuk kemajuan diri kita sendiri, banyak manfaatnya. Yang tadinya malu untuk berbicara dengan orang yang baru kenal, sekarang jadi berani. Yang terbata-bata kalau bicara didepan banyak orang, sekarang jadi lancar.

Semua itu perlu dipelajari. Tidak ada namanya yang langsung bisa. Tetap belajar dan praktek, pasti akan bisa. Gagal dan coba lagi. So, masih takut mencoba menjadi sales