Bisnis itu Musti Kreatif

Yak, kreatif. Semua orang pengen bisa kreatif bukan? Apalagi klo kita berbisnis. Hukumnya wajib saudara-saudara. Kenapa begitu? Yuk  coba 3 hal yang bikin si empunya bisnis musti kreatif.

1. Ga kreatif = bisnis biasa ajah

Biasa aja Bro bisnis loe. Semua orang jualan produk yang sama. Harganya sama juga. Nah lho, kapan lakunya mas-mas dan mbakyu? Betul atau betul? Ok, mulai sekarang coba deh, lihat apa yang mau dijadikan keunikan bisnis temen-temen. Klo punya warung, dicat beda sendiri? Ngapain? Yah minimal klo mau kasi tau orang-orang kan bisa bilang, itu tuh warung rokok yg cat nya ungu janda? Asoy kan?

2. Kreatif itu bikin bisnis tambah kenceng

Mau punya bisnis selow-selow aja atau tambah kencang perputarannya? (uda mulai kayak motivator nih ngomongnya). Selow is good, asal masuk ke target mimpi kita, setuju? Contoh, pas mau masukin anak sekolah, duitnya pas ada. Pas mau ganti ganti kendaraan, dananya juga ada. Itu mah musti dikejar Mas dan Mba. Kita musti kreatif. Kreatif cari market baru. Kreatif cari cara untuk market yang sudah ada. Kreatif untuk bikin promo dan program2. Apalagi disaat lagi ekonomi “yang katanya” lagi selow. Klo ekonomi pada selow dan temen-temen bisa ngebut, pasti orang-orang ngeliatin deh? Betul atau betul? Intinya cari dan praktekkan apapun yang kita pikir bakal jadi peluang. Gagal? Ya coba maning. Ngerti ora Son?

3. Orang kreatif disayang Tuhan

Betul? Amin, klo jawabnya betul. Kenapa? Karena ide dan pemikiran kreatif itu merupakan pemberian Tuhan. Kalo ga kita pake bakalan mubazir dan nanti pas  Tuhan minta pertanggungjawaban, kok ga dipake? Nah lho. Lagipula, dengan pemikiran-pemikiran baru dan sedikit nyeleneh biasanya disukai orang. Hayo apa contohnya? Jual kue yang tadinya dilayanin sekarang disuruh ambil sendiri, aneh kan? Naik ojek via apps? Tau donk yang lagi happening sekarang. Intinya, dicoba. Banyak orang takut untuk mengeksekusi idenya karena takut diledek orang lain, padahal klo uda kejadian, kejadian dan booming ide bisnisnya, mana berani ngeledek, so keep on moving ajah bro dan sis..

Okeh, sekian dulu ya. Mau cari ide-ide kreatif dulu nih. aka Bobo he3..

Salam,

PW

 

Comfort Zone membunuhmu perlahan-lahan

Hi semuanya,

Kembali lagi menulis blog ini untuk berbagi pikiran dan uneg-uneg tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis dan entrepreneurship.

Pernah dengar kata-kata “Comfort Zone” atau “Zona Nyaman”? Setiap orang dari kita pasti secara naluriah mau tetap dan selalu didalam zona nyaman masing-masing.

Ambil contoh, sehabis liburan panjang, pasti zona nyaman kita adalah bangun siang (hayo yg habis libur panjang lebaran). Trus ada lagi zona nyaman dimana sangat nyaman disuatu kondisi yang menjadi rutinitas hari-hari (meskipun kondisi itu ga nyaman-nyaman juga).

Semua orang pasti punya zona nyaman, (termasuk ane gan.. santai aja 🙂 Nah, trus kenapa bilang zona nyaman atau comfort zone itu membunuh kita perlahan-lahan, bukannya malah bikin enak?

Ok, siapa sih yang tidak mau hidup enak pertanyaannya? Betul  atau Betul? Klo enak kenapa membunuh kita?

Kenyamanan atau terlalu nyaman membuat kita tidak sadar atas semua hal berubah sangat cepat disekitar kita (bangun.. bangun… kemana aja wooy)..

Ambil contoh didunia bisnis. Klo kita hanya bisa jualan 10-30 juta per bulan dan kita sudah nyaman dengan take home pay 5 juta per bulan, kurang apa coba? Bener tidak? Tapi jangan salah, diluar sana banyak pesaing baru masuk dengan cita-cita yang tidak hanya omzet segitu, tapi 100-300 juta per bulan? Ngeri ga sih?

Nah, kita tetap harus selalu waspada, siap siaga dan terus belajar. Kenapa? Dunia kerja sudah kejam bro dan sis, apalagi dunia bisnis. Ga ada yang kasi tau kenapa toko kita sepi, tiba-tiba ga ada lagi yang beli ke offline karena sekarang semua serba online. Taunya dari mana, ya baca dan bergaul donk he3…

Intinya adalah, klo ngerasa bisnis Anda sudah mapan, cukup, dan orang jawa bilang, mau cari apa lagi sih? Nah, sudah pernah mikirin orang tua belum? Sudah pernah mikirin nyenengin saudara belum? Sudah pernah nyenengin karyawan belum?

Nah, biar tambah semangat, makanya kita harus keluar dari zona nyaman kita. Coba jalan baru (sambil ketawa ketiwi nyasar dikit, siapa tau ketemu cewe/cowo cakep), coba tempat makan baru, dan kebiasaan-kebiasaan kecil yang membuat kita deg-degan sehingga adrenalin kita keluar.

Sama dengan bisnis, coba strategi jualan yang baru. Coba bergaul dengan teman-teman yang kita anggap lebih maju dari kita. Coba samperin kompetitor kita, siapa tau karena mereka kita bisa belajar banyak, wah kita masih harus tetap semangat nih… Kompor bisa dipake kalo bisa manasin, klo ga panas jadiin kulkas aja hahaha…

Semangat ya..

PW

Jangan Malas!

Hayoo… siapa yang bawaannya jadi males setelah liburan dari hari Jumat minggu lalu? (atau bahkan dari hari senin cutinya?)

Setelah libur panjang, mengosongkan pikiran dari kepenatan kerjaan, target dan semua yang berbau kerutinan, sudah puas belum? Pasti jawabannya belum saudara-saudara.

Klo badan istilahnya diistirahatkan panjang, pasti susah untuk diajak lari kenceng? Bener atau bener? Wah gaya ngomongnya uda mirip sama Om TDW nih…

Liburan memang mengenakan. Siapa yang bilang liburan itu ga enak. Apalagi ada uang dan cuma having fun tiap harinya. Muanteb uenak tenan rek… minjem istilahnya Om Mimim Strategimanejemen.com

So.. mulai besok, tanggal 22 hari Rabu (bener kan hari rabu?) sebagian dari kita sudah ada yang masuk kerja (Termasuk ane nih) wkwkw… Sudah siap belum menghadapi hari pertama kerja? Pasti siap donk.

Liburan yang cukup akan membuat kita semangat dalam menjalani hari kedepan. Maka-nya ada riset (pernah baca dimana gitu) perusahaan-perusahaan memberikan day off barang 1-2 hari untuk employee nya refreshing dari segala task dan kegiatan dikantor.

Soo… kita ga boleh males nih untuk menjalani hari besok. Istirahat yang cukup hari ini.. membuat list pekerjaan untuk besok dan Go For It.. kejar cita-cita temen-temen sehingga waktu liburan berikutnya nanti, bisa dipamerin deh cita-citanya yang sudah kesampean. Setuju?

PW

Pelajaran Bisnis dari Game

Pertama-tama mau mengucapkan Selamat Hari Lebaran bagi teman-teman yang merayakannya, Maaf Lahir Batin ya apabila ada kesalahan yang dibuat secara sengaja maupun tidak. Semoga kita bisa memulai lembaran baru kedepannya.

Waktu liburan lebaran, saya kembali mencoba game yang sudah dulu merupakan game pc kesukaan saya. Nama game tersebut adalah Capitalism II. Game dengan grafis seadanya (apabila dibandingkan dengan Sims dan game-game keluaran baru). Tetapi yang saya kagum adalah, bagaimana pembuat game tersebut mengisi Artificial Intelegent pengusaha kedalam unsur persaingan antar pengusaha.

Saya sharing sedikit mengenai game tersebut ya. Game Capitalism II merupakan game simulasi bisnis dengan tingkat kesulitan yang dapat disesuaikan. Uniknya adalah game ini melatih kita, sebagai pengusaha untuk memulai usaha dan mengembangkan sampai batas imajinasi kita, contohnya mau seperti Bill Gates ataupun Warren Buffet. Betul, digame ini kekayaan pemain akan dibandingkan dengan Billionaire yang ada didunia nyata.

Nah, penasaran kan sama game nya? Coba aja digoogling dan dicari-cari infonya. Pelajaran bisnis dari game ini adalah :

 

1. Kita harus fokus disaat-saat awal usaha, karena keuangan kita pastilah terbatas. Sama dengan saat kita memulai bisnis, pasti hal itu juga terjadi dengan kita. Klo misalkan kita memulai bisnis dengan keuangan yang serba kecukupan, saya rasa hal ini tidak menjadi masalah bukan? Nah, klo kita musti fokus, cobalah membuat 1 industri/bidang usaha yang tidak dimiliki oleh pesaing sehingga kita dapat memfokuskan dan mencari pendapatan sebanyak-banyaknya. Seringkali kita didunia nyata juga begitu bukan? Berasa sudah jago, dan langsung buka sekian banyak bisnis, malahan tidak ada yang jadi lagi.

2. Optimalkan dana dari pihak ketiga seperti bank. Bisnis kita ga akan bisa berkembang cepat kalau tidak melalui bank. Mental kita adalah lebih baik jangan berhutang. Tetapi kalau berhutang dan hitungannya masuk untuk kegiatan produktif, kenapa tidak bukan? Asal itungannya sudah bener lho ya. Jangan pinjem uang dari bank untuk kegiatan konsumtif ok?

3. Jangan jual saham mu diawal. Jual saham itu saatnya dibelakang saat nilai bisnismu sudah besar. Terkadang diawal karena kita ga punya modal, kita jual saham kita diawal dengan harga murah. Nanti klo bisnismu sudah besar, kmu akan sangat kesulitan untuk buy back sahammu lagi.

4. Terakhir ya. Cashflow is the king. Selalu jaga cashflow dan sediakan kas di perusahaan. Seringkali ada saja kejadian seperti kerugian. Nah, selalu persiapkan hal untuk yang terburuk.

Sip, itu dulu ya. Nanti kita lanjutkan lagi ya diblog kemudian.

Regards,

Daru

Akuisisi dan Konglomerasi

Belakangan  ini nambah ilmu baru untuk dua hal tersebut, akuisisi dan konglomerasi. Gimana sih ceritanya, coba saya share ya.

Perusahaan konglomerasi merupakan perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak perusahaan dibawah 1 perusahaan induk. Biasa disebut holding. Nah, seringkali juga, perusahaan induk tersebut membeli perusahaan-perusahaan lain diluar grup untuk ekspansi usaha atau mengamankan pasokan barang ke perusahaan utama mereka (supply chain).

Akuisisi biasanya sering dilakukan ke perusahaan yang masih terbilang baru dengan keterbatasan modal untuk ekspansi. Dengan begitu, nilai akuisisinya akan lebih murah daripada membeli saat perusahaan yang akan dibeli sudah mature (mapan).

Ok, terus bagaimana cara berhitungnya kira-kira? Ada metode valuasi yang biasanya dijadikan patokan oleh perusahaan yang akan melakukan akuisisi tersebut. Rumit dan detail banget prosesnya. Intinya adalah, berapa nilai yang pantas yang disepakati oleh pihak penjual dan pembeli. Dalam hal ini yang diperjualbelikan adalah saham perusahaan ya.

Setelah ketemu angkanya, barulah terjadi transaksi jual-beli saham tersebut. Biasanya disertai ada beberapa klausal yang mengikat. So, insight-nya segitu dulu ya.. nanti kita lanjut kebagian berikutnya.

Salam Sukses,

PW