Valuasi oh valuasi

Valuasi Startup. Yups, itu yang ada dibenak saya jumat malam kemarin. Bagaimana sih cara menghitung valuasi suatu usaha. Usaha kita, usaha orang, usaha tetangga, usaha mantan (ups yg terakhir sepertinya salah fokus).

Ok, back to the topic. Kata-kata valuasi jadi happening banget didunia persilatan startup. Tiba-tiba si A dikasi nilai 1 T (Toren air bisa toh), atau si B dikasi nilai 500 M (eMber) he3.. ojo ngiler sek to, ijin pake gaya bahasanya mas Yodhia Antariksa dengan blog fenomenalnya strategimanajemen¬†yang uapik tenan.. (Mas, ojo lali paringono komisi ngopi ning yuk sbuks he3…)

Gagal fokus kembali nih, maaf-maaf. Jadi, saking saya penasaran banget nih, digugel lah kata-kata sakti valuasi ini. Penasaran donk, ditonton satu persatu (diselingi lagu-lagu korea yg sampe sekarang masi ga mudeng juga).

Ketemulah satu video yang simpel abis. Aha momen datang saat jam 22 malam (yak mosok subuh). Beliau menjelaskan dengan mudahnya dengan istilah orang awamnya “Bagaimana menghitung valuasi usaha Anda for pemula”.

Simpelnya begini. Contoh Pak Kumis punya warung bakso. Nilai investasi warung baksonya itu termasuk perangkat, geber (tenda maksud-e rek) dan seluruh asesorisnya itu 1Juta IDR (biar kerenan dikit toh).

Nah, klo Pak Kumis itu baru jualan 3 hari trus ada investor nawarin ke Pak Kumis, Lek, tak gantino warung mu. Tak bayari 1.5juta IDR, gelem ora? Translate-an nya adalah : Pak, kugantiin deh warungmu 1.5 Juta, mau ga? Anda sebagai Pak Kumis gmn? Wah, sueneng toh?

Baru jualan 3 hari kok uda ada yg gantiin warung untung 500ribu lagi.. berarti valuasinya diatas harga modal kan? wong baru jualan 3 hari uda ada yg naksir. berarti uda return 500ribu kan dari investasi awal? Okeh lanjut? Paham kan ya?

Tetapi, klo misalkan Pak Kumis itu uda jualan bakso dengan Cap “Pak Kumis” dan menghasilkan keuntungan bersih 1 Mamang (milyar dalam bahas sunda pisan teh geulis) per tahun. Mau ga digantiin 1,5juta aja? Ya nda mau toh Mas, aku makan opo nanti?

Betul ga? Nah, sekarang berapa valuasi usaha Pak Kumis Penjual Bakso diatas? Sambil buka excel, kita coba hitung bersama.

  1. Keuntungan bersih 1 M per tahun.
  2. Berapa valuasi usaha bakso Pak Kumis?
  3. Deposito anggeplah 10% per tahun

Gampangnya adalah kita bandingkan dengan suku bunga deposito (bebas risiko, tidur aja wes dapet duit) he3… okeh, so piro nilai-ne Mas?

Gampangnya gini aja, berapa Nilai Deposito yang menghasilkan 1 tahunnya 1 M. Tadaaa, nilainya adalah : 10M. Yups, itu nilainya. Coba dikalikan dengan bunga 10% per tahun dan nilai yang setara adalah 1 M.

That’s the simple way to explain ke kita-kita bagaimana melakukan valuasi usaha kita. Jadi, klo ada yg mau nawar2in duit kekita minta sekian persen saham, dihitung sek bener2 sek Le, ojo napsu he3..

Sip.. Mudah-mudahan sharing sabtu ini menjelaskan ya. Saya lampirkan juga link youtubenya ya yang mau lihat asline.

PW

Source picture from : http://www.careerencore.com/

Go-Mart dan Go-Food versi 2.0

Itulah pemberitahuan oleh go-jek melalui e-mail yang saya terima kemarin sore. Akhirnya mereka mendandani fitur-fitur yang menurut saya (dulu kepikiran bgt bikin beginian) lebih seru dan menguntungkan dari go-jek.

Yang namanya tahapan ya begini. Ga semuanya langsung dikerjain didepan dan berbarengan. Fokus jalanin satu-satu sampai saat yang ditunggu tiba.

Entah kenapa lahirnya go-mart dan go-food versi terbaru ini berselang lumayan lama dengan go-jek dan dokumen/kurir yang duluan. Apakah mereka menunggu traffic nya besar terlebih dahulu baru bisa nego dengan pemilik toko dan resto? Siapa tau?

Sekedar info saja. Pasar kuliner di Jakarta sangatlah besar. Orang-orang suka banget yang namanya mencicipi makanan baru dan klo uda pada ngidam, bakal dijabanin sejauh apapun. Tapi itu dulu, klo macetnya gila-gilaan seperti sekarang, go-food dan go-mart akan jadi solusi banget kan?

Pesen barang dan makanan, ga keluarin duit duluan, eh sampe plus ongkir dimana tiki dan jne ga ngelirik ini ceruk pasar. S

So, kita tunggu aja gebrakan tim Go-Jek berikutnya. Klo go-box, agak2 ga yakin bakal booming yah, kita lihat aja deh.

Salam Sukses

PW

Retail – A whole new world for Me (Belajar)

Wah, sudah lama juga ya ternyata ga lanjut nulis Blog ini. 2 Bulan penuh dengan kesibukan kerjaan (alasan-red).

Ok, sekilas mengenai judul diatas, Retail – A whole new world for me. Kenapa kupilih judul diatas? Tidak lain dan tidak bukan karena pekerjaan selama 2 bulan ini berkutat dengan Retail Industry.

Retail identik dengan receh, ribet dan pusing sama stok yang super duper gedenya. Nah lho, kenapa juga orang pada mau usaha bisnis retail ya? Jawabannya adalah cashnya dibandingkan dengan bisnis lain ya. Ok, back to topic

Pengalaman saya dan temen-temen implementasi sistem lebih ke pabrikasi dan jasa, selama beberapa tahun sebelumnya. Tetapi kali ini Tuhan memberikan pengalaman baru, yups implementasi dibidang retail.

Ilmu baru, kenalan baru, kerumitan baru. Tetapi yang baru-baru membuat kita lebih maju daripada orang pada umumnya bukan? Ok, case yang menarik dibisnis Retail adalah (dari sisi implementator sistem dan manajemen ya) :

  1. Bisnis Retail itu butuh analisa persediaan yang ADVANCE

Kenapa advance dan canggih? Bayangkan dengan jumlah barang sekitar puluhan ribu SKU (Satuan Jenis Barang), manajemen musti tau tuh, yang mana yang perlu dibeli di season-season berikutnya. Gile.. Uda mirip-mirip cenayang sih. Klo salah beli, amsyong (Rugi bandar).

2. Bisnis Retail itu butuh data yang AKURAT

Analisa uda bener, datanya yang ga bener. Nah, seringkali kejadian tuh. Misalkan setelah diolah dan dioprek tu data, keluar rekomendasi beli sepatu cowo, tipe x, ukuran y, dan warna z. Nah, datanya salah waktu dientry sama tim di toko, hadeuh… udah deh jadi deadstock (barang mati) istilahnya retailers. Diskon? Mau ga mau deh daripada ulangtahun he3… becanda..

3. Bisnis Retail itu marginnya tipis

Jadi biasanya tim itu limited/terbatas. Si A musti bisa lakuin kerjain si B dan sebaliknya. So,dengan margin yang terbatas, musti bisa jalanin overhead (biaya tetap) dengan optimal (bukan pelit yak). Nah, seru kan? Kompensasinya adalah cash turnovernya lebih baik dari industri contoh project based.

Ok, mungkin sharingnya 3 dulu ya kali ini, nanti kita coba lanjut bahas dari sisi sistemnya. Kebetulan client pake acumatica, dan optimal banget deh tuh function yang ada.

So, tunggu tulisan berikutnya ya

Have a nice weekend

PW