Numpang hidup?

Numpang hidup? Itu yang dirasakan sekarang dihidup kita ga sih? Hanya numpang hidup. Klo di youtube orang ada yg bilang : mangan – ngising – turu. Yang artinya makan – ke belakang – tidur dan berulang lagi ke makan.

Klo hidup kita cuma numpang ya bgitu. Padahal Yang Diatas sudah kasih bakat unik ke masing-masing orang didunia. Bakat nyupir (kayak saya he3), bakat nyanyi (standar banget sih mas contohe) dan bakat2 yg lain.

Coba jalanin hidup bukan sekedar numpang. Coba jalanin hidup seakan-akan kita dikasi tugas sama Big Boss yg punya hidup kita. Maksimalkan bakat dan keahlian yang kita miliki untuk lingkungan kita.

Contoh klo dikantor, bakat kita nyenengin orang, ya nyenengin boss jg, siapa tau diinget pas bagi2 bonus wkwkw (ane dikasi jg ga gan?)

Bakat kita ngitung duit, ya ngitung yg bener, masa nol nya beda wkwkw. Apapun bakat kita, coba deh dijalani dengan tanpa paksaan.

Seperti saya ini, sambil nganter adek dan ibu saya, waktu nganggur dibuat nulis blog. Menyalurkan bakat yg dikasi oleh Big Boss supaya jadi berkat bwt sesama, cieeh… sok alim nih ha3..

Hidup kita tidak sekadar numpang kok, klo istilah kerennya, live your life mas bro dan mba sis, oke?

Have a nice day all

Rgrds,

Daru


 

Cloud dan Non Cloud ERP

Cloud dan non cloud ERP. Cukup banyak pertanyaan prospek kami mengenai hal ini. Apa bedanya ya Pak? Bagaimana teknis dan dimanakah data yang kami punya?

Ok, karena kami sebagai implementator dan VAR (Value Added Reseller) salah satu produk Cloud ERP di Indonesia, kami bertanggungjawab untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terutama prospek kami.

Cloud merupakan trend perkembangan infrastruktur dibidang IT yang sangat pesat sekarang ini. Mungkin 10 tahun yang lalu, orang-orang tidak berfikiran bahwa infrastruktur akan terintegrasi melalui jaringan (internet) yang membuat informasi sangat cepat menyebar.

Server, infrastruktur dasar untuk menyimpan, memproses data. Pada awalnya, banyak perusahaan (bahkan sampai sekarang) server mempunyai analogi adalah private, ditaruh dikantor sendiri dengan rak dan ekosistem penunjangnya.

Kenapa begitu? Data sangatlah berharga. Data keuangan, data karyawan, data penjualan dan masih banyak lagi. Kenapa harus diluar dan ditempatkan diserver orang? Betul atau betul?

Trend sekarang adalah perpindahan server dari private ke public (atau biasanya mengenal istilah hybrid *macam mobil saja). Public artinya, server yang kita gunakan milik pihak ketiga yaitu biasanya penyedia server dan penyedia jaringan. Hal ini dimungkinkan karena saat ini internet sudah memadai (meskipun belum cepet-cepet amat).

Bisa dibayangkan efisiensi yang dihasilkan, yang tadinya pesen server kapasitas 100%, eh yang dipakai hanya 20%. Nganggur kan? Nah, dengan begini kapasitas bisa dipesan sesuai dengan kebutuhan. Contoh saja mau ngekos. Mau pilih yg berapa bed? Perlu kamar mandi dalam atau luar? Perlu tambahan listrik atau tidak?

Sebenarnya, pengguna (yang diwakilkan oleh pelaku usaha) sangat diuntungkan karena tidak perlu pusing-pusing investasi 100% dimuka, cukup dibuatkan kontrak kerja saja ke vendor dan akan disediakan sesuai permintaan.

Ok, di Indonesia hal ini masih baru dan belum lazim. Tapi pertanyaannya, klo Go-Jek Apps dan apps mobile lainnya sudah menjamur, teknologi ini akan semakin dikenal dan digunakan.

Sama juga dengan ERP. Yang tadinya ditempatkan diprivate saja, mungkin makin banyak pengguna yang akan mengalihkan ke cloud based saja. Bisa diakses darimana saja (starbucks contohnya sambil nyeruput kopi item) dan diakses dengan perangkat apa saja. Lama-lama kantor sudah akan virtual semua dan efisiensi akan maksimal.

Setuju atau ada pertimbangan lain? Diskusikan dengan saya ya

Regards,

Daru

Bisnis Besar itu Baik, Bisnis kecil itu Indah

Bisnis besar itu baik, bisnis kecil itu indah. Maksudnya apa ya? Kita coba bahas ya. Terkadang pemilik bisnis, berusaha sangat keras untuk memperbesar bisnisnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (dikira pas proklamasi kali ya? he3 ­čÖé

Nah, yang tidak disadari oleh pemilik bisnis itu adalah, sesuatu yang dipaksakan, biasanya tidak kuat, kokoh dan tahan lama. Ga percaya? Coba aja bikin popmie blum 3 menit uda dimakan? Ga enak juga bukan? Padahal uda mie instan lho (ups, nyebut merk pula nih)

Apalagi bisnis? Makanya dibilang bisnis kecil itu indah, bukan jelek lho ya. Asalkan profitabilitasnya terjaga dengan baik. Artinya untung dan kumpulan keuntungannya tersebut (yg dibilang retained earning sama wong londo) itu bisa membiayai ekspansi bisnis kedepan.

Klo kita bilang, wah klo mau gedein usaha selama itu, apa ga keburu saingan masuk ya? Terkadang betul juga tuh, klo kita ga kuasai pasar cepet-cepet, saingan bakal masuk dan ngerebut kue kita, nasib kita gimana? Lah kok yg nulis jadi ikutan galau gini sek…

Bentar dulu, jangan terburu-buru dan nyeruput kopi item dl, pikirkan sejenak (berpikir….) he3…

Ok, jawabannya sederhana, kita bisa pake senjata namanya “Leverage” atau daya ungkit atau hutang sama bank. Kenapa? Karena kalau buku raport kita (Laporan Keuangan) bagus waktu dianalisa sama bank, untuk pengembangan usaha pasti didukung.

Contoh : mau pinjam dana untuk beli ruko agar karyawan bisa ada tempat kerja? Bisa tapi dengan catatan arus kas perusahaan bisa menutup angsuran pokok dan bunga selama periode yang ditentukan atau perkiraan kedepannya.

So, kesimpulannya adalah sesuai judul diatas ya, bisnis besar itu baik, bisnis kecil itu indah. Bagi yang mulai saat berusaha, jangan minder, semua dimulai dari yang kecil kok, sebutin aja perusahaan2 besar sekarang. Klo dari blog Mas yuswohady.com namanya kesabaran yang membuahkan hasil.

Salam untuk berjuang ya

Regards,

Daru

Acumatica dan JAMS 5.20 “Duet Maut Cloud MFG ERP”

Acumatica dan JAMS 5.20 baru saja diluncurkan ditengah bulan ini ke kami VAR (Value Added Reseller) diseluruh dunia. Penantian yang lumayan lama juga setelah mencoba duet maut sebelumnya 5.10.

Berikut bocoran apa saja yang ditambahkan dan disempurnakan di versi 5.20.1452.18 20151007 :

Notable Features:

  • Labor Codes: Indirect/direct labor codes to drive GL accounts and for support of Indirect labor entry.
    • Labor GL Account on Work Center is now replaced with a direct labor code.
  • Shop Floor calendars: Acumatica work calendars are now the source of calendar hours for scheduling. The old JAMS shop floor calendars have been completely removed.
  • MRP Tickler has been renamed MRP Display
  • Planning items from MRP Display: Consolidate/group like items for PO or Production creation
  • Generate Forecasts: Generate forecast records based on sales history. The new page can also be used for mass forecast entry or forecast file import (forecast numbers generated outside of Acumatica).
  • Support for Acumatica Sub-items
    • The Sub-item field will only show when the option is enabled under Acumatica features.
    • Same goes for any other related JAMS field. If it is related to Sub-items being enabled the field/option will only display/function when sub-items are enabled.

Ok, coba saya bantu jelaskan dalam bahasa indonesia ya.

  1. Labor codes : dirilis sebelumnya tiap labor code mengacu ke akun sendiri saat konfigurasi di work center. Di rilis kali ini, sudah digantikan dengan direct labor code. Konfigurasi jadi lebih mudah.
  2. Shop Floor : dirilis sebelumnya JAMS mempunyai work calendars sendiri, sekarang digantikan oleh calendar nya Acumatica.
  3. Penggantian istilah MRP Tickler dengan MRP Display. Nice Job.
  4. Tampilan di MRP Display jauh lebih mudah dimengerti karena barang yg sama akan dikonsolidasi/grouping sehinga memudahkan saat PO atau membuat Order Production
  5. Generate forecast. Fitur baru. JAMS akan memberikan prediksi berdasarkan sales history yang dimiliki. Sangat bagus untuk perusahaan yang ingin memaksimalkan persediaan.
  6. Sub-item: Akhirnya bisa juga dimana sebelumnya fitur ini belum ada. Sangat membantu dalam mengurangi jumlah inventory id yang digantikan dengan sub-item. Harus segera ditest dan dicoba.

Ok, sekian dulu update rilis Acumatica dan JAMS dirilis 5.20. Apabila Anda ingin berdiskusi tentang penerapan Acumatica untuk perusahaan manufaktur, silahkan hubungi kami di daru@smartcounting.com

Regards

Daru

Memulai Usaha Sendiri

Memulai usaha sendiri? Sulitkah?

Klo menurut pengalaman saya, memulai sesuatu itu sulit apabila tidak tahu caranya. Contoh, waktu pertama kali kita mau melakukan perjalanan ke suatu tempat dimana kita belum pernah sama sekali kesana, apakah sulit?

Klo Anda tidak cari tahu dulu melalui google maps, tanya temen yang tinggalnya daerah situ pastilah sulit. Arahnya saja kita tidak tahu, betul atau betul?

Sekarang, apakah memulai usaha sendiri pada jaman ini menjadi sulit? Sebetulnya tidak sesulit pada jaman dahulu. Apa-apa kita semua bisa google. Bisa ikutan seminar dari yang gratis sampai yang mahal. Bisa gabung ke asosiasi dan kumpulan orang usaha yang sejenis. Sulit? Belum tentu.

Nah, klo tidak sulit, apa yang membuat Anda tidak mencobanya? Ga usah pake target tinggi-tinggi dulu, jalanin dulu aja dan seiring berjalannya waktu pasti dipaksa belajar (otodidak).

Dikantor kami (smartcounting.com – bukan promosi ya ­čÖé kita juga lakuin hal ini. Klo kita tidak tahu jawabannya, kita coba cari diinternet, diprinsipal, ditemen-temen yang mungkin lebih tahu. Klo sudah mentok, baru kita ambil kesimpulannya, owh, ternyata klo ada masalah begini solusinya itu toh.

So, jangan takut untuk memulai sesuatu, apalagi usaha. Skala kecil dl aja, seminim mungkin modal tetapi tetap dijalani. Karna kita ga pernah tahu, rintisan usaha yang kita buat itu nanti bakal besar dan akhirnya kita bisa jadi mandiri deh dikemudian hari.

Salam mencoba,

Regards

Daru

Blackberry Phone akan punah?

Blackberry Phone akan punah? Kira-kira itulah judul artikel yang saya baca dengan judul asli : “BlackBerry CEO may kill off BlackBerry phones if they don’t make money next year”

Tapi itulah bisnis. Tidak profit apalagi revenue yang tidak sesuai harapan, mending tidak usah dilanjutkan kembali.  Mending fokus ke bidang yang menghasilkan atau mencari produk atau services baru yang menghasilkan.

Namun seringkali orang lebih suka ke nilai historis suatu usaha. Usaha sudah dirintis dan dibangun secara mati-matian, tetapi akhirnya harus ditutup juga karena pasar sudah tidak merespon dengan baik.

So, menjalankan bisnis saat ini menurut saya harus sudah punya “exit” strateginya. Apakah akan dijual dan dilanjutkan oleh orang lain? Atau opsi lain, pivot ke bisnis lain yang kira-kira mempunyai masa depan lebih baik.

Sekian sharing nya hari ini, semoga bermanfaat ya.

Regards

PW

 

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2015

Selamat Hari Batik Nasional 2 Oktober 2015

Hayo, keluarkan baju batik Anda dilemari dan pakai dihari ini untuk mendukung pengrajin, pedagang dan seluruh pelaku di industri batik.

Mustinya batik jadi trend terus di Indonesia. Minimum dipakai sekali dalam 1 minggu. Jadi orang bangga pakai batik. Dan industri batik makin maju deh.

Klo soal batik, saya suka belanja di Batik Saya Batik Asli (BSBA) yang masih 1 grup dengan Bakso Atom.

Pilihan batiknya memang terbatas tetapi soal harga dan kualitas ga usah ditanya lagi. Yang ditoko lain berapa, di tempat tsb jauh lebih terjangkau. Dan prinsip pemiliknya adalah membeli langsung dari pengrajin, jadi terjamin deh.

So, pakai batik hari ini ya

PW