Uber – Solusi untuk Pengendara dan Penumpang

Uber, solusi untuk pengendara dan penumpang. Bener banget. Sudah beberapa kali saya naik uber. Apalagi minggu-minggu belakangan ini.

Karena ada kebutuhan transportasi diberbagai tempat, Uber jadi salah satu solusinya. Biasanya naik Go-Jek, tetapi karena sekarang sudah musim hujan, jadi naik  Uber aja. Secara tarifnya ga beda jauh sekarang.

Tetapi yang menarik adalah kemarin ketika berkendara dengan salah satu pengemudi Uber, saya lupa namanya. Jadi minta dijemput di Starbucks Skyline Thamrin. Karena saat itu adalah jam pulang kerja, maka hampir dipastikan jalanan macet sekali.

Ok, singkat cerita, karena macet disana-sini, menjemputpun juga lama dan akhirnya bisa berkendara dengan driver Uber tersebut. Seperti biasa, saya bertanya beberapa pertanyaan biasa ke para pengemudi Uber.

Seperti sudah berapa lama di Uber, sebelumnya apa pekerjaannya dan lain-lain. Yang menarik saat membahas betapa murahnya tarif Uber dibandingkan jasa taksi. Beliau bercerita, bahwa dia pernah mengantarkan penumpang sebanyak 7 orang dengan tarif hanya 12ribu Rupiah. Ya, per orang tidak sampe 2ribu Rupiah.

Karena memang software Uber tidak menginfokan arah penumpang sampe penumpang menaiki mobil. Service merupakan andalan mereka selain harga. Tetapi apes nya untuk pengemudi apabila mereka tidak pintar-pintar cari rute untuk mempersingkat waktu pengantaran. Rugi waktu sebut beliau.

Menurut saya, taksi selaku kompetitor Uber harus berbenah. Service, tarif dan keahlian pengemudi mengambil jalan akan jadi prioritas penumpang.

Intinya kalo kita passionate disitu, pasti ada jalan kok. Rejeki ga kemana. Begitu ucap sang driver saat saya mengucapkan terimakasih ketika sampai dirumah, cukup 41.500 Rupiah saja.

Regards,

Daru

Kenapa kita harus maju?

Kenapa kita harus maju? Biasa-biasa kayak gini aja juga uda enak, ya ga sih? Sering kepikiran bgitu?

Klo iya, itu namanya kita sudah masuk ke friendzone, lhoo… salah salah he3, maksudnya comfort zone alias zona nyaman.

Tiap bulan dapet gajian gede, barang2 yg diincer sudah bisa kebeli, temen2 juga uda asik, mau cari apalagi? Nah, klo gitu kita jalan ditempat donk, mau seumur hidup bgitu?

Kadang ada yg suka bgt jalan ditempat untuk hidupnya, kadang ada orang yang suka tantangan baru. Gw pun orangnya suka yg opsi 1, ngapain repot2 sih, belajar lagi, kejeblos lagi, bangkit lagi, belajar lagi terus aja. Cape ga sih?

Cape banget. Ya, tapi hidup kita itu penuh dengan kompetisi lho. Klo kita jalan ditempat, yang lain jalan, lari bahkan ngangkot, nah lho, ntar kita gimana? Ketinggalan donk.

Jadi inget film “Yes Man” yang main Jim Carrey klo ga salah. Quote nya yang membekas bwt gw itu : Jalani semua peluang hidup yang ada dihadapanmu, semuanya itu akan membuka pintu ke jalan kesuksesan kita yang lain”.

Klo contoh difilm tsb, karier dia naik, nemu cewe gokil dipom bensin dan kok dipikir2 mirip film ftv ya? Wkwk

Udah lah ngelanturnya, lagian belum tentu semua uda pada bangun dan baca blog ngawur ini. Mari menjalani hari and stay alive ya..

Daru

Ilmu Ekonomi : Krisis Ekonomi

Ilmu ekonomi tentang krisis ekonomi 2015. Pertanyaannya, apakah Indonesia tahun ini krisis ekonomi ga sih? Kok orang-orang ngeributin, dollar tinggi, indeks harga saham gabungan turun, harga barang-barang naik, bener ga sih ekonomi Indonesia krisis?

Itu pertanyaan temen ke saya, Ru, bisa bantu gw mahamin tentang krisis dengan versi sederhana ga sih? Wah, dalam hati saya, yang bener nanya hal yg sulit diterangin sama orang lulusan sarjana pertanian, mana pas kuliah bolos pula nyambi jualan kerupuk ha3…

Okeh, coba bahas ya. Jadi, masi inget kejadian dimana rupiah lagi berjaya sama yang namanya dollar ga? Kira-kira saat itu 1 usd sekitar 8rb-9rb an deh. Nah, klo ga inget, bagus lah.. klo ga salah jamannya bapake SBY jadi presiden. Hidup gmn? Enak?

Ya pasti enak, jadi analoginya, klo beli barang dari luar negeri kan pake dollar ya, misalkan, beli hape. Pasti lagi murah karena dollar lagi murah. Istilah ekonominya, rupiah menguat terhadap dollar. Coba bayangin klo barang apa2 murah, yg seneng siapa? ya pasti konsumen toh. Gajian 5juta bisa beli gadget2 bagus, makan tempe (eh tempe improt juga kan ya kedelainya?) trus aneka barang bagus lainnya.

Tau ga sih dibalik pelemahan dollar itu karena apa? Itu karena amrik abis kena masalah ekonomi yg namanya Subprime mortgage. Jadi, istilah gampangnya kridit kpr bagi orang2 yang sebenernya ga mampu untuk kridit karena ada beberapa pihak yang bingung mainan apa lagi disana. Cari mainan kok ngerepotin dunia yak ha3..

Ok, karena ada masalah begituan, ekonomi ngadat donk disana (US-red). Nah, caranya gmn biar mancing ekonomi jalan lagi? Pemerintah US dengan kebijakannya mengeluarkan uang yang beredar, sehingga yg tadinya banyak usaha yang mandeg, jadi jalan kembali.

Singkat cerita, karna kebijakan itulah, US Dollar jadi melemah sehingga perusahaan2 based on US bisa jualan ke dunia dengan harga yang kompetitif, cth hp, software, dan barang2 us lainnya.

Nah, begitu pemerintah US tahu ekonomi sudah membaik, dikeluarinlah kebijakan untuk narik kembali dollar yang tadinya digunakan untuk pancingan (klo ga salah namanya quantitative easining, mudah2an ga salah he3).

Efeknya apa untuk negara-negara lain? Yang tadinya uda seneng-seneng bisa belanja murah pake dollar, nah jumlah dollar yang beredar kan berkurang tuh, jadi naiklah si dollar vs mata uang negara lainnya.

Jadilah yang namanya orang bilang itu krisis ditahun 2015. Padahal klo mau dibilang krisis sih ga juga, tapi masalahnya, karena saking ketergantungannya kita sama belanja luar negri, contoh kedelai untuk tempe tadi ya. Makanya kita lumayan kena akibatnya.

Ok, panjang juga ya ceritanya. Besok kita sambung lagi okeh..

Regards,

Daru