Jam Terbang

Jam terbang. Mungkin istilah ini populer dikalangan pilot apabila ada kejadian khusus contoh kecelakaan. Berita selalu mengangkat berapa jam terbang pilot tersebut selama masa kariernya.

Tapi saya ga mau membahas tentang pilot ya. Yang mau saya bahas adalah jam terbang dibidang bisnis. Konsepnya sama saja. Berapa lama kmu, kita semua menekuni bisnis kita. 5 tahun? 10 tahun? bahkan lebih.

Nah, apa korelasinya dengan bisnis nih. Pilot dengan jam terbang yang tinggi, biasanya sudah menghadapi banyak kejadian-kejadian mendebarkan didalam kariernya. Sama dengan pelaku usaha atau pebisnis.

Mulai dari krisis ekonomi, krisis internal didalam perusahaan, ditipu orang dll. Nah, pantes apabila orang bank bilang, kita ga mau kasi pinjaman ke perusahaan yang seumur jagung (eh umur jagung bulanan ya? ups salah) yang umurnya dibawah 2 tahun.

Kenapa begitu? karena bank tidak mau meresikokan dananya (meskipun yang peminjam mempunyai aset). Jam terbang. Itu kuncinya. So, insight kali ini adalah, perbanyak jam terbang, perbanyak kegagalan (tetapi kegagalan yang terukur ya). perbanyak pertemanan dan sharing session.

Kenapa? Karena dengan itulah kita jadi mempunyai jam terbang yang lebih tinggi. Jam terbang yang lebih tinggi membuat kita lebih awas, perhatian, dan tau cara bersikap apabila mendapatkan tantangan dalam mengelola bisnis, setuju?

Nah, mulai dari sekarang, kita mulai mendaftar, kegiatan apa yang membuat jam terbang kita semakin tinggi lagi. Mulai dari sekarang dan kita akan mendapatkan ilmunya.

Selamat belajar,

Regards,

Daru

Apabila ada teman-teman yang ingin berdiskusi lebih lanjut tentang bisnis dan usaha bisa menghubungi saya di ask@smartcounting.com.

How Low Can You Go?

How Low Can You Go? Masih ingat dengan iklan salah satu produk tersebut yang sering sekali tayang di media televisi? Yap, pertanyaan itu yang mau saya tanyakan ke beberapa temen-temen pelaku usaha nih.

Seberapa rendah teman-teman pelaku usaha/bisnis berani menurunkan harga jual ditengah kondisi ekonomi yang kurang menentu disini. Opsi menurunkan harga merupakan pilihan terakhir dari pelaku usaha. Idealnya sih tiap tahun malah menaikkan harga, setuju? Ya setuju donk.

Tapi bagaimana skenarionya adalah, karena ketatnya persaingan dan mengharuskan kita menurunkan harga jual produk atau jasa kita. Data apa yang diambil dan apa analisanya sehingga keputusan yang kita ambil tepat?

Ok, klo saya ditanya seperti itu, ini yang saya lakukan :

  1. Analisa terlebih dahulu, pelanggan kita itu sensitif tidak dengan harga. Percuma donk klo kita turunin harga ternyata calon pelanggan kita tidak sensitif. Contoh di industri yang saya jalankan sekarang. ERP atau software terintegrasi yang biasanya dimiliki perusahaan-perusahaan yang kompleks, merupakan investasi besar dengan tingkat implementasi yang kompleks juga. Prospek malah meragukan apabila harga produk yang ditawarkan murah. Murah disini masih ratusan juta ya. Karena mereka lebih terbiasa dengan harga yang digitnya sudah Milyar. Jadi nangkep ya, jangan membanting harga klo yang dikasi bantingannya pun ga sensitif.
  2. Analisa juga berapa target profit yang ingin dicapai dengan mengorbankan margin dari produk/jasa. Sederhana saja. Berapa harga pokok yang kita miliki sekarang dan berapa target keuntungan yang kita ingin dapatkan dari penjualan yang dihasilkan. Contoh kopi digerai starbucks. Harga pokok produknya mungkin tidak sampai 5000 IDR per gelas. Tetapi kenapa dijual 40-50Ribu IDR? Karena tiap gelas harus menanggung penyusutan mesin, interior dan lain-lainnya.
  3. Disarankan apabila harga ingin disesuaikan, bukan secara serentak semua jenis pelanggan, tetapi ke tipe pelanggan yang kita ingin bidik. Dengan analisa data penjualan, kita tahu bahwa ada tipe customer yang tertarik dengan promo dan ada yang tidak terlalu, Dengan membidik jenis pelanggan tertentu, pasti akan bisa kita analisa dan evaluasi efektifitas promo yang kita jalankan.

Berikut masukan dari saya untuk judul diatas, mau mendiskusikan secara langsung dengan saya terkait dengan penentuan harga jual produk dan jasa, bisa kirimkan email ke ask@smartcounting,com agar kita bisa bantu dengan jasa yang kami miliki.

Regards,

Daru

10 Things I Hate About You

10 Things I Hate About You. Siapa yang belum pernah menonton film komedi romantis ini? Cepet cari dvd lama Anda dan segera nonton apabila belum menontonnya.

Yang menarik dari film ini adalah kekuatan dari ceritanya. Ok, sekarang korelasi dengan bisnis apa ya? Karena blog ini kan kebanyakan bahas tentang bisnis. So, coba kita ambil poin-poin menarik yang terkait dengan bisnisnya ya.

  1. Klo jadi pebisnis, musti keukeuh marekeuh

Seperti cameron naksir sama bianca, kita sebagai pelaku bisnis musti puter otak menghadapi semua masalah. Detail difilmnya ga perlu diceritain disini ya, karena bakal jadi spoiler dan ga enak banget buat yang belum pernah nonton.

Setiap kita punya tantangan dalam berbisnis, coba dicari solusi dan dieksekusi solusi tersebut meskipun kita belum tentu tahu hasilnya seperti apa. Itu artinya keukeuh ya, jadi sebodo teuing sama hasilnya, kita jalanin dulu. Kan pilihannya sukses atau tahu satu cara yang belum bisa kesuksesan.

2. Semua itu bukan semata-mata untuk uang

Karena cameron musti cariin pasangan untuk kakaknya bianca, kat. Cameron ketemu solusi gimana klo coba dicomblangin sama patrick. Nah karena si patrick itu OD (otak dagang) deal lah dengan syarat yang harus cameron penuhi. Sisanya nonton di film ya, he3.. spoiler alert lagi soalnya.

Bagi pelaku bisnis diawal-awal pasti pengen tajir, kaya, jalan-jalan dan segala mimpi pelaku bisnis yang sudah sukses. Ujung-ujungnya duit bukan? Tapi nanti dulu. Klo semua ujung-ujungnya cuma uang, dan kita tidak menikmati hasilnya, pasti rasanya ada yang kurang.

Seperti patrick diakhir film tersebut, semua itu ternyata jadi cinta akan apa yang harusnya dia lakukan. Nah, seperti bisnis juga, kita harus cinta sama apa yang kita lakukan. Nikmati prosesnya, naik turunnya, getirnya dan segala tantangannya, pasti hasilnya akan jadi berlian yang bersinar bagi sesama kita.

3. Kita harus berani tampil didepan umum dan menjadi beda

Bagi yang sudah nonton, ingat gimana gaya nya patrick nyanyi dilapangan bola buat kat? Nah, pelaku bisnis juga harus berani tampil didepan umum dan menjadi beda. Kenapa? Karena kalau kita tidak tampil dan beda dengan yang lain, pasti calon pelanggan tidak akan kekita.

Ambil contoh, temen-temen bisnis warung pecel lele dan ayam. Nah tenda warnanya sama, bumbunya sama, sambelnya sama dan semuanya sama. Trus apa yang bikin orang mampir ketempat temen-temen?

Pilih satu pembeda. Contoh, warung pecel lele saya itu lelenya semua pada fitness, loh kenapa fitness? pasti orang pada nanya kan? Lha wong lele nya pada berenang di arus yang deras. Manteb ora? He3.. Intinya pembeda unik dan market pada penasaran, pasti pada mampir.

Mungkin 3 hal itu dulu yang bisa disharing ya. Nanti kita sambung lagi ditopik berikutnya.

Mengutip quotes dari Star Wars “May the Profit be With You”

Regards

Daru

*Bagi teman-teman yang mau diskusi untuk pengembangan atau mau merintis usaha, bisa ditanyakan via email ke saya melalui linkedin ya.

 

Ketika Cinta Tak Harus Memiliki – Begitu juga ERP

Ditengah siang begini yang suhunya lumayan membuat es kelapa muda begitu menggoda. Mungkin lebih baik menuliskan sesuatu yang berguna buat yang lain. Sambil menengguk es kelapa muda yang lembar kelapanya sangat lembut mirip jelly.

Kenapa saya memilih judul tersebut, “Ketika Cinta Tak Harus Memiliki – Begitu juga ERP”. Ya, ini inspirasi saat ada saudara kami yang berkunjung kerumah dihari minggu yang terik ini. Saat kita berbicara panjang dan lebar mengenai kenangan-kenangan yang silam, terbersitlah ide tersebut.

Apa korelasinya dengan ERP? Oke, coba saya sruput dulu es kelapa sebelum menuliskannya lebih jauh lagi.

Ketika kita menyukai dan terpikat oleh sesuatu hal, kita seringkali ingin memilikinya. Contoh saat kita menyukai pasangan kita. Saat menjadi gebetannya, kita ingin statusnya menjadi lebih lagi yaitu pacarnya. Semakin lama kita selalu ingin melakukan peningkatan status menjadi pasangan hidup.

Tetapi untuk yang satu ini, (ERP maksudnya) kita tidak harus demikian. Pasangan hidup kita merupakan pilihan Yang Maha Kuasa untuk kita menjalani kehidupan bersama. Tetapi ERP (ya saya ngomong tentang Enterprises Resources Planning lho ya) tidak selamanya begitu.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, hasrat ingin memiliki itu jauh lebih baik digantikan dengan hasrat untuk menyewa saja. Contoh : sudah mencoba layanan Uber Taxi oleh Uber? Apakah Anda harus memiliki kendaraan baru dan driver yang baik, baru anda bisa bahagia? Tidak perlu. Yang bahagia adalah anda cukup melakukan 2-3 klik di smartphone anda dan dalam 5-10 menit kemudian datanglah mobil baru (seringkali saya mendapatkan mobil baru) serta driver yang baik hati mengantarkan anda kemanapun tujuan anda, tanpa harus memiliki.

Itu intinya. Demikian juga dengan ERP. Tanpa anda harus memilikinya pun, anda bisa melakukan kontrol atas usaha anda dengan cepat, tepat dan efisien dalam smartphone maupun tablet dimanapun anda berada.

Lalu, apa yang harus anda perlu miliki sekarang? Waktu dan kebebasan untuk melakukan apa yang Anda mau terutama bersama keluarga dan anak-anak tercinta Anda. Siapa yang tidak mau seperti itu?

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai ERP yang tepat untuk bisnis Anda.

Regards,

Daru

Notes :

Share tulisan saya apabila Anda merasa teman dan rekan Anda membutuhkan lebih lanjut dan add saya menjadi teman di Linkedin saudara. Terimakasih.

credit foto : http://infokuliner.com/resep-dan-cara-membuat-es-kelapa-muda-segar-dan-sehat

Roti Pisang Bakar Ghifari

Roti Pisang Bakar Ghifari.  Yups, melihat penuhnya outlet yang dijalan pemuda, rawamangun, jakarta timur tiap sore menjelang malam, mungkin Anda akan penasaran, ini jualan apa sih? Seenak itu kah makanannya?

roti-bakar-ghifari

 

 

 

 

Mohon maaf saudara-saudara, ini bukan blog yg bahas makanan 🙂 so skip tentang rasanya, jadi mending dicobain langsung aja ke TeKaPe.

Yang mau dibahas disini adalah bisnisnya.

  1. RotPisBak Ghifari ini unik banget konsep tempat makannya. Kenapa unik? Soalnya klo definisi saya tentang warkop, ini versi warkop 2.0 (IT banged dah). Artinya, pemilik usaha ini, mungkin namanya mas Ghifari, melihat klo warkop kita upgrade fasilitas nya dan jenis makanannya ditweak dikit, pasti banyak anak2 muda mau spending their money disini. And it works saudara-saudara. Yang diimprove dari warkop 1.0 adalah tempat terang, makanan lebih banyak variasi dan pelayanan sigap.
  2. Selalu mencari best spot. Yang saya sudah survey (cie, kayak mau invest aja nih pake survey2 segala), penempatan tempat outlet selalu di Best Spot, contoh tebet, jatiwaringin, pemuda dan baru sedang mau buka di balai pustaka rawamangun. Harga sewa tempat mungkin lebih mahal, tapi tempat-tempat itulah dimana para abg senang ngumpul. But, yg menarik adalah, tempat yang dibidik bukan kalangan high end seperti kemang, fatmawati (atau gw blm survei aja ya). So, apakah abg jakarta timur sukannya makan mie? lets see he3…
  3. Ekspansif. Ya, ekspansi usahanya ditunjang dengan dana/capital owner yang lumayan besar. Sudah dicoba digoogling belum ditemukan owner atau kantor pusatnya. Mungkin bisa dibilang ini tempat makan bakal jadi Bebek Kaleyo yang kedua. Mulai dari jakarta timur lalu ekspansif kemana-mana. Jadi penasaran pgn interview yang punya nih.

Mungkin itu dulu  yah teman-teman. Mudah-mudahan tambah ngiler pengen nyobain makan disana.

Semua ini adalah review pribadi saya, so klo ada salah-salah analisa harap Private Message saya saja okey.

Regards

Purwandaru

credit pictures http://m.tribunnews.com/travel/2015/10/07/menikmati-roti-bakar-berbalur-selai-nutella-atau-ovomaltine-di-ropisbak-ghifari-rawamangun

Tiket.com vs Tiket Tokopedia

Tiket.com vs Tiket Tokopedia. Kira-kira siapa yang menang ya?

Pertanyaan saya dalam hati. Bisnis dengan barrier to entry yang mudah akan membuat lawan atau kompetitor memantau bisnis anda dengan sangat mudahnya. Apalagi bisnis anda sering sekali diliput oleh media alias media darling.

Hmm, serba salah bukan? Siapa yang tidak suka dengan memiliki bisnis yang growth nya eksponensial alian maju pesat klo orang awam bilang. Dan siapa yang tidak suka klo bisnis yang maju pesat tersebut diliput media pula? Ibarat jadi selebritis dadakan he3..

Nah, tapi jangan salah. Ada efek sampingnya pula ternyata. Kompetitor yang merasa koceknya dalem alias modal yang tidak berseri akan kepingin masuk meramaikan persaingan. Buat aplikasi gampang, sumber tiket/provider tiket cuma satu pihak, customer based uda banyak apalagi budget iklan ga ada habisnya. Ideal banget bukan?

So, kita menantikan nih manuver manajemen tiket.com dengan banyaknya pesaing e-commerce tiket lainnya seperti traveloka yang dibackup oleh asing, trivago yang sudah mulai jor-joran beriklan dimedia tv dan satu lagi pendatang baru tokopedia dengan domain tiket.tokopedia.com. Ngueri…

Mudah-mudahan tidak berdarah-darah persaingannya sehingga tidak ada pemain yang gulung tikar ya. Meskipun yang diuntungkan selalu customer tetapi saya miris dengan pemain startup dalam negri yang selalu tidak diuntungkan apabila ada persaingan dengan nilai kapitalisasi modal yang tidak berimbang.

So, kita lihat saja peta persaingan ini kedepan. Who will be the winner of this ticket services in Indonesia?

Regards,

Purwandaru

 

Solusi Cloud ERP 2016 : Acumatica di Indonesia

Solusi Cloud ERP 2016 dengan adanya Acumatica di Indonesia. Tahun baru, 2016 merupakan babak baru bagi pelaku usaha. Dengan hasil 2015 yang mayoritas pelaku usaha menghadapi tantangan yang tidak mudah, contoh jatuhnya harga komoditi tambang, kurs dollar yang sangat berfluktuasi tapi ada juga beberapa sektor yang bisa maju pesat karena mendapat berkah dollar tinggi seperti perkebunan.

Bagaimana menghadapi tahun 2016 yang disebut tahun monyet api ini? Apakah perekonomian Indonesia masih kontraksi dengan perlambatan ekonomi dunia? Ditambah lagi dengan Masyarakat Ekonomi Asean yang sudah siap menjadikan pasar Indonesia sebagai tujuan negara-negara Asean lainnya?

Yang pasti ditengah ketidakpastian tersebut, yang paling mungkin adalah mengendalikan biaya. Opex (operational expenditure) maupun Capex (capital expenditure) musti diawasi dan dijaga dengan baik.

Bagaimana caranya? Nah saat ini tools untuk mengawasi operasional usaha sudah banyak tersedia dipasaran. Salah satunya adalah produk ERP (Enterprise Resources Planning). Vendornya ada bermacam-macam. Dari Tier I dengan SAP, Oracle dan Microsoft Dynamics sampai dengan Tier berikutnya seperti Infor, Epicor dll.

Tetapi kendala terbesar pelaku usaha saat ini adalah cashflow atau capital. Dimana kondisi ekonomi yang belum pasti begini, optimalisasi cashflow sangatlah penting. Maka dari itu ada opsi lain untuk investasi tools tersebut yang ditawarkan oleh Acumatica.

Acumatica merupakan generasi terbaru Cloud ERP dimana lahir ditahun 2008 dengan teknologi dot net (.Net) dan C# (ya microsoft sekali). Yang mempunyai keunggulan dengan opsi sewa. Mungkin untuk produk sejenis dari luar negri jarang ada yang menawarkan opsi tersebut, tetapi Acumatica membaca peluang tersebut.

Pasalnya, dengan opsi sewa, pelaku usaha dapat mengoptimalkan cashflow dari model investasi didepan menjadi opex tiap tahunnya dengan teknologi dan fitur yang sama. Menguntungkan bukan?

Asumsi investasi sistem ERP diangka 2Milyar IDR atau 200 Ribu USD apabila diinvestasikan ke mesin produksi ataupun working capital, return yang dihasilkan akan jauh lebih tinggi.

Namun masih banyak pelaku usaha yang masih belum mengetahui hal  ini. Pekerjaan kami lah untuk mengedukasi hal tersebut.

Selamat menikmati liburan dan selamat mempersiapkan tahun 2016 dengan lebih baik lagi.

Regards,

Purwandaru

Tutup Buku Laporan Keuangan 2015

Tutup buku laporan keuangan 2015, ya itulah yang saat ini kemungkinan besar dilakukan oleh bagian accounting diperusahaan. Lembur merupakan kegiatan yang biasa dilakukan diawal tahun baru.

Pertanyaannya adalah kenapa sih bagian accounting harus lembur-lembur terus kerjanya tiap akhir tahun? Bagi yang sudah tahu jawabannya mungkin mudah untuk mengerti, tetapi saya coba bantu menjelaskan ya.

Bagian accounting atau pihak nya disebut akuntan, diakhir tahun ini mempersiapkan laporan keuangan perusahaan. Yang ini khusus perusahaan tahun buku dari periode Januari sampai dengan Desember ya.

So, apa yang dikerjakan sampai lembur begitu? Pertanyaan bagus. Yang dikerjakan seperti akuntan pada umumnya dan sebenarnya rutin untuk tiap awal bulan untuk laporan keuangan tiap bulan. Yaitu : melakukan pencatatan transaksi, menjurnal transaksi tersebut dan melakukan rekonsiliasi terhadap data-data yang tercermin dalam laporan keuangan seperti posisi kas dan bank, posisi piutang dan hutang dan masih banyak lagi akun-akun yang harus divalidasi sebelum menjadi laporan keuangan.

Tetapi hal ini jadi masalah besar apabila pekerjaan akuntan tersebut dirapel. Dikebut untuk proses akhir tahun tetapi tidak per bulan. Nah, pe er banget bukan? Makanya harus sampai lembur-lembur. Lalu terkadang data yang mau diinput pun masih terus berubah atau ada data yang tertinggal karena bagian lain belum memberikan data, waduh, tambah pusing lah.

So, tolong dihargai ya temen-temen yang bekerja dibagian ini. Selain musti teliti (klo ga, pasti ga balance) dan pada sabar-sabar ga bisa bersama keluarga diakhir tahun untuk kerjain laporan keuangan kantornya.

Tetap semangat ya yang masih lembur kerja dikantornya dihari libur ini.

Regards,

Daru

Happy New Year 2016

Happy New Year 2016 ya teman-teman. Tidak terasa tahun 2015 sudah dilalui dengan banyak pelajaran yang mudah, sulit bahkan saya pribadi bilang tahun 2015 adalah tahun tantangan untuk kita semua yang mempunyai usaha.

Bagaimana tidak menjadi tantangan, kondisi ekonomi makro negara kita yang secara tidak langsung mempengaruhi usaha. Tapi disitulah menariknya dari hidup bukan? No Pain No Gain. Tidak ada yang tidak mungkin dilalui kalau tidak ada usahanya. Istilah gampangnya, namanya juga usaha 🙂

Sekarang dihari pertama, ditahun 2016 ini, mari kita tambah semangat lagi untuk mengejar cita-cita yang belum kesampaian di tahun 2015.

Baik cita-cita dari sisi kehidupan contoh ada yang mau ambil pendidikan lebih tinggi lagi seperti S2? Ada yang mau lebih baik lagi dari sisi ekonomi seperti naik gaji atau meningkatkan omset di bisnisnya?

Semua cita-cita atau tujuan hidup kita harus dikejar ditahun 2016. Ada 365 hari lagi yang Tuhan berikan (kalau Tuhan mengijinkan ya). So, don’t waste it.

Jalani hidup ini lebih baik lagi daripada tahun-tahun sebelumnya.

Semangat,

Daru