It’s All About Simple Mindset

It’s All About Simple Mindset. Kenapa topik ini yang saya angkat? Karena td mlm, berarti minggu malam ya. Saya punya kesempatan untuk menghadiri rapat yang dimana sebenarnya bukan posisi saya untuk hadir disitu. Posisi saya adalah sebenarnya hanya pengantar saja, he3.. tapi gapapa, ada istilah, orang sukses itu dimulai dari pengantar tas bos besarnya. Kenapa? Karena secara ga langsung dia ikutan belajar.

Ok, jadi selama rapat, saya hanya diam dan mengamati. Mirip anak-anak magang gitu deh, tentunya tidak pake cupu ya? wkwkw 🙂 Tapi yang pasti, saya yang paling muda disitu (membela diri mode-on).

The point is, sesi rapat dimulai dengan sesi ngobrol-ngobrol dan akhirnya mendengarkan presentasi dari Pak *Censored mengenai pembahasan, apa solusi yang beliau tawarkan untuk investasi yang saat ini dikelola oleh pihak manajemen. Beraat bukan pembahasannya, but anyway, let’s make it as simple as possible.

Amazingly (bener ga ya tulisannya?) Yang mengejutkan saya adalah, beliau mampu memberikan paparan kondisi setepat-tepatnya untuk kondisi yang saat ini berjalan. And then, beliau mampu memberikan suggestion yang menurut saya (padahal saya orang luar ya) tepat.

Dari situ saya lihat. Beliau ini punya  gaya pengamatan seorang praktisi yang aplikatif bukan teoritis. Biasanya konsultan kan UUD ya, Ujung ujungnya Dteori (maksa abis) hahaha..

Nah, beliau bener-bener menyajikan solusi ditiap slide presentasinya penuh dengan visual (gambar) sehingga audiencenya menangkap maksud dan harapan beliau. But the most amazingnya adalah, beliau mampu membuat barang/produk/services yang sama berubah 180 derajat. I think that the most great job from him and the team.

Bisnis yang beliau geluti adalah hospitality (tapi bukan rumah sakit ya). Nah disitu sudah beda point of view nya. Orang/pengunjung harus fun, like and active. So they can memorized and want to come more often. Seru deh pokoke, mungkin bisa lebih dari 1 blog nih.

Ok, intinya adalah ideas yang kita punya, apabila kita ingin tuangkan dan bagikan ke orang, make it simple. As simple as our mindset. Jangan ribet-ribet dan neko-neko orang jawa bilang. If audience know what you aim of, we will win their mind and approval.

Sekarang PR buat saya adalah bagaimana aplikasi nya di Smartcounting. Ok, semoga temen-temen dapat terinspirasi untuk bahasan kali ini. Any suggestion, don’t hesitate to inform us ya.

Regards,

Daru

Return on Investment (ROI) dengan Implementasi ERP

Return on Investment (ROI) dengan Implementasi ERP.  Pembahasan mengenai hal ini merupakan hal yang sangat menarik apabila Anda diminta oleh atasan atau Anda sendiri sebagai owner ingin mengimplementasikan ERP.

Seperti kita tahu, ERP (enterprise resources planning) bukan investasi yang kecil. Baik dengan vendor yang sudah terkenal seperti SAP, Oracle dan Microsoft ataupun dengan in-house IT developer diperusahaan Anda. Kisarannya bervariasi dari puluhan juta bahkan yang jauh diatasnya.

Pertanyaan setiap manajemen perusahaan adalah berapa return yang akan didapat apabila kita berinvestasi di ERP ini? Mari kita coba bagi menjadi beberapa poin yang mungkin bisa membantu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

  1. Return yang terlihat adalah penambahan profit perusahaan

Apakah dengan implementasi sistem ERP mahal-mahal, perusahaan kita tambah untung atau malah buntung? Yups, itu ketakutan dari owner bisnis sebelum mencoba implementasi ERP. Karena takutnya biaya maintenancenya lebih mahal dari penghematan yang didapat.

Seringkali owner dan tim yang didelegasikan untuk proyek ini berbeda ekspektasi. Itu yang dari awal biasanya sudah salah. Pertanyaan tepatnya adalah apa yang diharapkan setelah implementasi ERP.

Biasanya harapannya adalah mempercepat proses kerja. Mengurangi pekerjaan yang berulang/redundant. Dan mengalokasikan resources/ personel ke bagian yang lebih tinggi nilai tambahnya ke perusahaan.

3 Hal yang diidam-idamkan owner bukan? Nah setelah harapan itu jelas, maka kita fokuskan dipemilihan ERP mana yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. Kan tidak mungkin memilih produk/vendor yang tidak sesuai dengan masalahnya, contoh obat. Kita tidak mungkin minum obat batuk klo sakitnya pusing kan?

Hasilkan apa? Pasti perusahaan akan dapat meningkatkan profit karena harapannya sudah tercapai dengan memilih produk ERP yang tepat.

2. Return atas berjalannya workflow yang sesuai dengan prosedur sehingga owner tenang dalam mengawasi operasional.

Ini poin kedua yang penting. Hampir semua ERP yang sudah digunakan oleh perusahaan besar di dunia pasti mempunyai workflow yang sudah baku. Fungsinya apa, agar aktivitas operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik dan tepat.

Akan memusingkan owner apabila prosedur atas alur kerja berubah-ubah terus. Yang membuat pusing bukan dalam pembuatannya, tetapi efek yang ditimbulkan. Contoh inefisiensi.

Dengan berjalannya prosedur secara baku. Semua organisasi akan punya hak dan kewajiban untuk setiap tahapan. Pekerjaan akan lebih terukur dan hasilnya akan lebih baku. Tidak berdasarkan perasaan saja.

Mungkin dua hal tersebut menjadi masukan bagi pemilik perusahaan atau tim yang didelegasikan oleh perusahaan untuk mempertimbangkan implementasi ERP.

Apabila ada informasi yang dibutuhkan lainnya, dapat mengirimkan email ke saya daru@smartcounting.com agar bisa kita bahas lebih dalam lagi.

Regards,

Daru

 

Kita harus menjadi No 1

Kita harus menjadi No 1. Kenapa saya milih istilah begitu? Karena itu yang baru saya dengar dari salah satu narasumber diacara siang ini di senayan city. Yups, temen-temen bisa google acara apa siang ini di senayan city.

Pernyataan itu merupakan jawaban dari pertanyaan seorang peserta sebenarnya. Pertanyaannya adalah kenapa para pelaku bisnis startups menghabiskan dana investornya? Istilah mudahnya adalah “Bakar Duit Investor”. Karena jawabannya adalah kita (bisnis startups) harus menjadi no 1 dibidang atau pasar yang dipilihnya.

Wow, ngeri bukan? Investor yang percaya akan manajemen dengan senang hati mendukung visi, misi bahkan keyakinan manajemen bahwa usaha tersebut akan menghasilkan begitu para pesaing tidak akan lagi.

Sekarang kita tes, ada ga website pencari no 2 selain google? Yups, google merupakan no 1 dibidangnya. Ada tidak social media terbaik no 2 selain facebook? Yups, hanya facebook yang no satu dibidangnya. Dan masih banyak lagi startups lainnya yang rela dan dengan agresif membakar uang investor untuk menjadi “the only One”. Jadi inget film “highlander” aduh ketauan umurnya nih.

So, klo kita mau implementasikan ke kehidupan kita, mau ga kita menjadi no 1. No 1 untuk teman-teman kita. No 1 untuk keluarga kita. No 1 untuk pasangan kita (cieee… baper). Yang terakhir becanda ya.

Menurutku, kita bisa menjadi no 1 asalkan kita mau dan terus berusaha. Sekarang saya dan usaha saya pun merencanakan menjadi no 1. Yups, no 1 partner Acumatica di Indonesia. Kita sudah tahu cara dan tahapannya, tinggal usahanya.

Mari menjadi no 1 dibidang kita masing-masing. God Bless.

Regards,

Daru

KUR 9%

KUR 9%. Banyak sekali iklan dari salah satu bank nasional terbesar di Indonesia yang mengiklankan hal tersebut.

Apa sih KUR itu sebenarnya? Jadi, KUR yang merupakan singkatan dari Kredit Usaha Rakyat merupakan salah satu program pemerintah Indonesia, untuk membantu akses permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Definisi mikro dan kecil disini adalah pelaku usaha yang membutuhkan fasilitasi pinjaman modal kerja tapi dibawah 500juta ya. Dan tentunya usahanya yang sudah berjalan.

Nah, awalnya KUR itu bunganya lebih mahal dari bunga perusahaan besar atau istilah kata corporate. Dimana rentangnya bisa sampai 10% lebih. Maklum, bank juga masih dituntut untung dan prudent, jadi ga bisa sembarangan kasi fasilitas ke pihak yang secara kemungkinan kecil bisa ngebalikin dananya.

By the way, dana KUR yang ditargetkan pemeritah kita itu sampe 100T lho, bisa bayangin keribetannya seperti apa.

Akhirnya, dibuatlah subsidi bunga untuk ke bank penyalur KUR. Jadilah produk 9% itu dengan syarat dan ketentuan berlaku layaknya bank menyalurkan kredit pada umumnya.

Kita lihat saja diakhir tahun 2016 ini, berapa pencapaian penyaluran dan NPL (rasio kredit macet) yang timbul atas program ini. Apabila diatas 80% pencapaian, saya rasa sudah bagus banget.

Tetapi, saya mikir mustinya dengan target penyaluran dana sebesar itu, anggeplah pemerintah mau masuk 1% aja yaitu sekitar 1T utk bidang startups, saya rasa efek nya akan jauh lebih dahsyat?

Itu hanya angan2 saya aja. Mudah-mudahan ada yg tertarik utk diskusi lebih detailnya, bisa kita bahas lebih lanjut ya. Jangan lupa add linkedin saya ya.

regards

daru

 

Determinasi, Daya Tahan dan Tantangan

Determinasi, Daya Tahan dan Tantangan. Itu yang saya simpulkan dari hasil perjalanan bisnis saya dihari jumat lalu kesebuah kota di jawa barat bersama teman Bapak saya. Sepanjang perjalanan yang disertai oleh hujan ringan dan besar tersebut, kami bercerita tentang pengalaman beliau memulai usaha yang digelutinya sampai sekarang.

Saya suka mendengarkan perjalanan hidup seseorang. Terutama dengan latar belakang usaha. Bukan artinya saya tidak menyukai perjalanan hidup seseorang yang bekerja ya, tapi intinya adalah perjalanan hidup orang lain merupakan pembelajaran tersendiri buat kita. Terutama yang sudah lebih dahulu menjalani hidup daripada saya (istilah sopannya lebih tua sih).

Mengutip kata-kata TDW, other people experinced bisa mempercepat pembelajaran kita dibidang yang sama. Setuju atau setuju?

Mungkin kita perjelas tiga kata diatas, determinasi, daya tahan, dan tantangan.

Determinasi. Mungkin kata ini serapan dari bahasa Inggris yaitu “Determination”. Terus terang saya suka dengan kata ini. Menurut saya, setiap orang yang mau berusaha, musti mempunyai kata sifat ini.

Kenapa demikian? Karena determinasi lah yang menjadikan seseorang mampu bertahan dengan perjalanan bisnisnya sehingga lingkungannya sampai mengatakan empunya bisnis sukses.

Determinasi dan daya tahan merupakan satu kesatuan. Tantangan apapun pasti bisa dilewati dengan sifat ini.

Ambil contoh dari teman Bapak saya. Dimulai masuk ke jakarta dengan modal seadanya. Mulai bekerja sebagai buruh bangunan. Kemudian melajutkan kariernya sebagai salesperson. Mulai dari obat, asuransi sampai software. Dan akhirnya mempunyai perusahaan sendiri.

Ya, tanpa determinasi, semuanya sepertinya tidak mungkin terjadi. Apabila dia menyerah, maka hasil akhirnya tidak ada bukan.

Inilah yang menarik juga untuk saya amati. Banyak orang yang mau mencoba usaha tetapi gagal sebelum membuka. Atau berhasil memulai tetapi menyerah ditengah jalan, Artinya, kegigihan dan daya tahan nya belum memadai.

Mari kita mencoba untuk mempunyai determinasi dan daya juang di pekerjaan maupun usaha kita. Nikmati prosesnya dan nanti hasilnya akan muncul sesuai dengan kegigihan kita.

Regards

Daru

Menurutmu, bisnis apa ya yang survive sekarang ini?

Menurutmu, bisnis apa ya yang survive sekarang ini? Betul, itu pertanyaan seseorang kepada saya. Siapa dia? Nanti ya saya jelaskan dibagian yang lainnya 🙂

Bertemu banyak client, prospek, teman dan mengamati kondisi perekonomian di Indonesia tahun ini, 2016, tahun monyet ya menurut penanggalan Tiongkok. Saya ikut berfikir juga, kira-kira bisnis apa yang survive disaat kondisi perekonomian yang galau dan mendung-mendung begini? Bukan karena suasana dan cuaca ikut mendung yang buat saya nulis topik ini ya 🙂

Apakah bisnis retail? bisnis kuliner? bisnis jasa? atau bisnis besar sekalian. Menarik klo bisa kita ambil kesimpulan, bisnis yang survive adalah bisnis yang keluar dari pakem atau kebiasaan pada umumnya bisnis lainnya.

Waduh, bahasanya keberatan ga sih? Sulit untuk dicerna? He3, sabar. Maksud saya sederhananya tuh bisnis yang unik.

Kenapa harus unik?

  1. Bisnis yang biasa-biasa dijaman begini, pasti hasilnya biasa-biasa juga atau malahan menurun. Kenapa begitu? Ya wong pembeli sekarang lagi berhemat aka pelit. Klo barang atau jasa yang ditawarkan ya gitu-gitu aja, orang pasti prioritas sama yang urusan pokok, contoh ya kebutuhan pokok. Atau angsuran rumah mungkin? He3..
  2. Bisnis yang unik membuat orang mau mencoba dan mengeluarkan uang. Betul atau betul? Pasti betul lah. Saya barusan pulang dari bicara dengan pemilik salah satu roti pisang bakar tempat saya biasa nongkrong (bukan nongkrong nunggu penumpang ojek ya 🙂 Beliau, pemiliknya, selalu mencoba ide-ide baru. Klo ga gitu, ga dicoba dan rame Mas katanya. Betul setuju 1Milyar Pak.
  3. Keunikan membuat orang menceritakan ke orang lain. Ga percaya? Coba deh kmu ngegosipin artis. Pasti temen yang dengerin ikut ngegosip ke temen-temennya. Ha3.. tapi yang ini jangan dicontoh ya. Intinya adalah klo bisnismu unik, pasti diomongin, dan apa hasilnya? RAME.
  4. Unik juga bisa berarti memberi solusi kepada orang lain. Yang tadinya ga ada sekarang jadi ada. Semakin banyak membantu orang, bisnis mu pasti survive. Karena ada demand, bener ga?

Oke, mudah-mudahan menjawab ya klo temen-temen mau berbisnis disaat begini. Intinya harus apa? Unik. Betul. Klo belum sempurna, terus disempurnakan. Ga ada orang yang buka bisnis pertama langsung rame dan sempurna, practise makes perfect, sama dengan menjalankan usaha.

Selamat berusaha.

Regards

Daru

Kalau mau diskusi tentang membuka bisnis baru, bisa add linkedin saya atau email ke ask@smartcounting.com.