Acumatica Indonesia 5.3

Acumatica Indonesia 5.3

Sudah lama tidak membahas mengenai Acumatica Cloud ERP lagi nih. Terlalu banyak ide-ide yang menunggu untuk mengalir dalam bentuk tulisan (jiaah, sok puitis sekali).

Ok, Acumatica 5.3 artinya apa? Bersiap-siap untuk mendapatkan rilis yang paling stabil di versi 5. Yups, itu arti dari cara membaca versi di Acumatica.

Digit pertama adalah major release dan setelah dot (titik) adalah minor release. Acumatica (nama perusahaan sama nama product emang sama mirip2 saudara tua-nya S*P ­čÖé mengumumkan kepada dunia klo dalam 1 tahun akan terbagi menjadi 4 quarter. Nah tiap quarter akan muncul versi 0, 1, 2 dan 3 yang merupakan rilis terakhir di tahun tersebut. Mudah-mudahan ga berubah lagi ya.

Ok, sekarang apa kelebihan 5.3 dibandingkan dengan rilis sebelumnya, 5.2. Berikut bocorannya :

1. 20% lebih cepat dari versi terdahulu (user uda ga bisa bengong lagi nih)
2. 40% lebih cepat nge-load page/screen (optimasi cache nya makin bagus)
3. 100% lebih cepet proses di screen pengiriman barang (delivery). Klo ini emang agak lambat acumatica awalnya, syukurlah sudah diproses lebih cepat. kebayang donk klo barangnya banyak trus bwt DO (delivery order) lambat
4. 200% lebih cepet bwt Sales Order Screen. Wah, maknyus nih. Lebih cepat karena screen SO itu banyak banget field yg dibutuhin, jadi pengen dicoba.
5. Yang paling seru dari semua┬áadalah, MOBILE APPS didandanin abis diversi 5.3 (akhirnya… padahal dulu di versi 5.0-5.2 cuma dikit fiturnya).

Nah, mudah-mudahan spoiler nya bikin tambah ngiler untuk coba ya. Klo butuh installer versi 5.3 kabari aja. nanti akan dikirimkan ke e-mail temen2.

Momentum Waktu

Momentum Waktu. Yups, hal ini yang saya barusan pelajari setelah ngubek-ubek Youtube. Menemukan hal ini memberikan semacam pencerahan atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul sebelumnya.

Apa hubungannya dengan startups? Itulah yang mau saya uraikan melalui tulisan singkat saya kali ini. Sambil nyeruput teh manis hangat. Siap? Ok, mari kita mulai.

Dari kelima hal penting berikut ini mengenai studi keberhasilan startups, akan saya coba bagikan dahulu.

  1. Ide
  2. Tim
  3. Bisnis Model
  4. Timing (momentum waktu)
  5. Pendanaan

Menurut teman-teman, mana yang terpenting? Mustinya kalau sudah baca judulnya, langsung ketebak yang terpenting bukan dana dan bukan ide ternyata, yaitu timing atau momentum waktu.

Bagaimana bisa? Itu juga menjadi pertanyaan saya. Hasil ini ditemukan oleh seorang mentor startups di US, melakukan evaluasi lebih dari 200 startups yang gagal sampai dengan yang sukses.

Dan itulah jawabannya. Timing dan momentum yang menentukan kenapa startups itu sukses atau tidak. Setelah dipikir-pikir dan direnungkan, ternyata benar.

Ketika dulu perusahaan tempat saya pernah di sana, sempat merasakan hal ini. Saat ekonomi baik, saat industri telekomunikasi sedang booming, semuanya seakan mudah dalam mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan uang.

Lain halnya apabila sedang di saat ekonomi lagi lesu dan lambat seperti tahun 2015 sampai dengan sekarang untuk beberapa industri. Berat untuk bertahan hidup bagi usaha yang didesain tidak hemat.

Tetapi lain halnya untuk perusahaan aplikasi transportasi seperti uber, grab dan go-jek. Mereka menikmati pertumbuhan yang signifikan. Tahu kenapa? Karena banyak orang saat ini, disaat ekonomi sedang lesu, mereka membutuhkan tambahan penghasilan. Bahkan kadang menjadi mata pencaharian utama karena tempat usahanya tutup.

Nah, berdasarkan hal tersebut, dapatkah kita mengambil suatu inisiatif atas insight ini? Apabila Anda mempunyai ide dan ingin merealisasikannya, dapat diskusikan dengan kami. Karena kami sangat ingin sekali memanfaatkan momentum saat ini sebelum ekonomi kembali booming.

Regards,

Daru

Pro dan Kontra Aplikasi Transportasi

Pro dan Kontra Aplikasi Transportasi. Belakangan ini ada pemberitaan di media mengenai demo driver taksi legal. Apa keluhannya? Terkaan saya adalah penghasilan harian mereka turun karena pelanggan yaitu penumpang banyak beralih ke aplikasi transportasi yang sedang hangat dibicarakan.

Apakah betul itu alasannya sampai melakukan demo dan berpotensi mengurangi penghasilan mereka? Saya rasa iya. Terlepas ada kepentingan lain dibelakangnya, asumsi saya sekarang ini bahas yang itu dulu saja ya. Nda mau dikirain mumpung pilgub DKI nanti dikira tim panasbung lagi ha3.. ­čÖé

Okeh, sekarang kita analisa bersama pro dan kontra kehadiran aplikasi transportasi ini bagi konsumen dan penyedia jasa.

Pro

Bagi konsumen, sangat diuntungkan. Kenapa? Karena yang tadinya setiap membutuhkan jasa ini, mereka harus mencari dipinggir jalan, melambai-lambaikan tangan (kayak videoklip saja ga sih). Apalagi sambil kehujanan. Sudah dapat, eh drivernya tidak mau kalau dekat pula, Amsyong.

Dengan adanya aplikasi ini, penumpang mendapatkan kejelasan, dapat Bapak siapa, mobil apa dan yang pasti tidak ditolak saat buka pintu, PHP banget tidak sih. Plus tarifnya sesuai dengan trip.

Okeh? Secara teknologi, ada yang salah? Tidak sama sekali. Teknologi itu membantu kita dalam keseharian kita,┬ákalau teknologi yang menyusahkan kita dalam keseharian mending balik ke jaman batu saja hahaha… ­čÖé

Bagi driver. Sangat nyaman. Kenapa? Karena yang tadinya kebanyakan menunggu dipinggir jalan, di warteg mba susi dan di mall, sekarang mereka jalan dikit sudah dapat penumpang. Bahkan sampai ada kelakar, Pak, jaman sekarang itu rejeki tidak usah dicari, tinggal dijemput. Wueleh, keren toh. Pacar saja musti cari, ini tinggal jemput lho he3, nikmatnya dunia.

Terus, supaya ulasannya berimbang, kita musti netral donk, bukan? Mari kita ke Kontra nya.

Kontra

Yang pasti dirugikan adalah yang tidak mau berubah. Ya driver, ya perusahaan dan ya penumpang. Kenapa? Wong ada yang lebih mudah kok cari yang susah? Betul? He3…

Tapi benar. Siapapun yang tidak berubah mengikuti jaman, pasti akan ketinggalan. Ujung-ujungnya ya demo ke pemerintah. Demo salah tidak? Tidak salah. Sah-sah saja sebagai warga negara mau curhat ke pemerintah. Buktinya langsung direspon sama Pak Jonan sebagai menteri.

Tapi apakah dengan melakukan penutupan aplikasi menjadi yang tidak mau berubah itu menjadi menang? Belum tentu. Karena (kalau istilah ekonominya, ekuilibrium) penumpang itu uda tahu standar yang enak dan mudah kok  diminta balik ke susah, ya nda mau. Setuju?

Hal penurunan pendapatan ini saya rasa sudah dirasakan oleh B*ue dan E*press. Makanya mereka cepet-cepet IPO, supaya langsung dapat profit dulu sebelum yang pesaing mereka ini masuk.

Tetapi karena  ini dilematis, saya ingin ngajak semua stakeholder jangan melihat dari koridor mereka sendiri-sendiri. Pemerintah kan wakil rakyat bukan? Nah, sekarang rakyat mana yang mau dibela. Kalau rakyat kayak saya yang menikmati karena ada pilihan lain selain operator lama yang servicesnya seadanya, saya mah mending pilih aplikasi.

Tetapi kalau rakyat yang sudah kaya dan perusahaannya go-public, wah mboten ngertos yo. He3..

Sip deh, mau sarapan dulu. Have a great day all. Feel free to comment.

Regards,

Daru

Rejeki itu sudah ada yang ngatur

Rejeki itu sudah ada yang ngatur. Coba deh ditanyain ke temen-temen yang menggeluti dibidang usaha. Pasti kata-kata itu pernah terucap dari mereka.

Kenapa saya coba angkat topik ini, karena bener Tuhan yang ngatur rejeki masing-masing dari kita. Klo usahanya lebih keras, pasti hasilnya lebih dari yang cuma malas-malasan.

Rumusnya sederhana, tetapi jangan lupa kita harus ikutsertakan Tuhan kita dalam berusaha. Kenapa? Karena sekeras apapun kita berusaha dan ngandelin usaha kita, pasti tingkat keberhasilannya kurang baik dibandingkan dengan yang melibatkan.

Sering lihat orang buka usaha dan langsung laris? Apa sih rahasianya? Coba tanyain deh ke yang punya. Pasti mereka banyakan jawab, yang Diatas sudah ngatur mas.

So, the point is. Kerja kita harus keras, cerdas dan bawa dalam doa untuk semua hal yang kita usahakan ke Tuhan. Minta bimbingan dan “approval” Beliau.

Sukses selalu

Regards,

Daru