Tableau 10 Beta

Tableau 10 Beta.

Seperti yang kita tahu bersama, Tableau mau meluncurkan versi terbaru produknya dalam waktu dekat ini. Saat ini versi Tableau yang ada di versi 9.3

Dengan adanya versi 10, di mana waktu Tableau On Tour di Singapore sudah diberikan beberapa bocorannya. Akan mempunyai fitur-fitur andalan yang makin memudahkan user dalam melakukan analisa data yang dimiliki.

Kedepannya saya akan coba oprek (pelajari istilah kerennya) fitur-fitur baru yang ada di Tableau 10 beta ini. Namanya juga beta, mungkin ada beberapa bugs yang muncul, but tidak apa-apa asalkan nanti difixed di versi resminya.

Nantikan blogs series tentang Tableau 10 Beta berikutnya ya.

Regards,

Daru

 

Tambahan Fitur Acumatica untuk Approval

Tambahan Fitur Acumatica untuk Approval.

Pagi ini saya diemail oleh tim Acumatica US dimana akan ada tambahan fitur (atau extended lebih tepatnya) approval sampai dengan screen antara lain :

  1. Sales Order

Banyak prospek dan customer kami meminta approval di level Sales Order screen. Just info saja, Sales Order screen di Acumatica merupakan kumpulan dari beberapa activity seperti Quotation (QT), Sales Order (SO), Sales Order with Allocation (SA), Sales Return (SR) dan masih banyak lagi.

Dengan adanya fitur approval disini, customer yang menggunakan Acumatica akan dapat menambahkan workflow sederhana seperti approval apabila ada discount khusus untuk tipe pelanggan tertentu atau ada campaign tertentu. Atau approvals based on gross profit yang sudah dilewati oleh salesperson-nya.

2. AR Invoices

Fitur approval disini jauh lebih membantu untuk customer yang ingin memanfaatkan fitur approval apabila ada kejadian khusus seperti contract billing untuk project billing tertentu. Contract and project billing di Acumatica cukup menarik untuk dipelajari, jadi apabila ada yang ingin mendiskusikan secara mendetail dengan kami, bisa menghubungi saya.

Atau aktivitas refund atas pembayaran. Pasti butuh approval dari atasan atas kejadian ini. Seringkali di Indonesia juga terjadi case seperti ini atas kejadian return.

3. AP Bills

Konsepnya sama dengan poin no 2. Bedanya adalah aktivitas pembelian dan terkait dengan vendor. Apabila sudah ada approval dilevel AP Bills, terutama atas perbedaan harga produk/jasa dari PO, maka fitur ini sangat berguna.

4. AP Checks

Modul ini adalah modul pembayaran AP di Acumatica. Di beberapa client kami, proses pembayaran dilakukan dalam batch. Tiap batch pembayaran didasarkan atas saldo kas/bank yang dimiliki (prioritas pembayaran). Apabila saldo tidak mencukupi, approval limit akan membantu aktivitas bagian finance.

Berikut kutipan email dari Acumatica Development team.

Extend approval module to work in Financial and Distribution screens has changed status to: Planned

  • Sales Orders (will help approve quotes, orders with special discounts or pricing, approvals based on gross profit, etc)
  • AR Invoices (will help approving invoices generated from contract and project billing; approving refunds, etc)
  • AP Bills (uses different workflow now, would be good if it used the same mechanism as rest of the app)
  • AP Checks and Payments (we can already approve a bill for payment, however the person managing the cash flow also want to decide whether this payment should go out now)

 

Kartini Saat Ini

Kartini Saat Ini.

Memperingati hari Kartini pada tanggal 21 April 2016, saya coba membahas tentang Kartini saat ini. Kenapa saat ini? Karena sudah banyak dan sudah saya temui banyak wanita yang mempunyai peranan sangat berarti dibidangnya untuk masyarakat.

Saat ini kesetaraan gender saya rasa sudah cukup merata dibidang pekerjaan dimasyarakat. Mungkin berbeda saat Kartini dilahirkan pada jamannya. Tetapi saat ini, sudah cukup baik.

Saya pernah melihat pengemudi TransJakarta yang wanita. Saya juga sering melihat di Linkedin (jejaring sosial yang berfokus pada karier) yang menampilkan CEO atau Managing Director dari suatu perusahaan yang dipimpin oleh wanita.

Memang saya akui kalau leadership sesuatu organisasi dipimpin oleh wanita, ada kalanya atau banyak dilihat masyarakat “kira-kira bisa tidak ya?” seperti itu. Tetapi yang saya tahu, banyak orang akan lebih tertantang dan membuktikan kalau dirinya bisa apabila dihadapkan seperti itu.

Nah, jalan sudah ada. Kartini sudah membuktikan dan banyak dari wanita-wanita Indonesia sudah juga membuktikan. Saatnya teman-teman yang belum tergugah (cie bahasanya tuir banget) segera mengambil peranan dibidangnya agar bisa kontribusi ke masyarakat.

Cerita lucu yang pernah saya dapatkan saat dulu masih rajin olahraga di lapangan golf. Sedikit wanita yang ikutan turnamen golf, meskipun tidak jago-jago banget. Tahu tidak? Ternyata yang daftar cuma 3 orang sedangkan cukup 3 orang untuk jadi pemenang, meskipun nilainya standar he3…

Nah, peluang sudah ada, tinggal kita mengeksekusinya. Hidup wanita Indonesia.

Regards,

Daru

Bekerja Sampai Kita Tidak Perlu Memperkenalkan Diri Kita


Bekerja Sampai Kita Tidak Perlu Memperkenalkan Diri Kita.

Saya pernah membaca kutipan (quotes) tersebut ditimeline facebook teman saya. Menarik dan saya rasa ada benarnya juga.

Khotbah kemarin saat saya beribadah pun juga demikian. Kita didunia ini niscaya atau hakekatnya adalah untuk bekerja. Menghasilkan sesuatu. Bukan hanya mencari uang semata. Namun bekerja.

Apa imbalan dari bekerja? Kepuasan atas hasil dari pekerjan itu sendiri. Bonusnya adalah uang.  Tetapi yang mengejutkan saya adalah apabila pekerjaan kita baik, orang akan memberikan penghargaan kepada kita berupa referensi kepada teman atau rekan yang lain.

Hidup kita musti diisi bukan hanya dengan kegiatan yang membuat kita bahagia, tetapi dengan hasil karya dari pekerjaan kita.

Banyak contohnya, Steve Jobs dengan Apple-nya. Mark Z dengan Facebooknya dan masi banyak lagi.

Maukah kita bekerja tidak semata-mata untuk penghasilan kita saja? Namun untuk menjadi arti bagi sesama kita? Pelanggan, atasan, teman bahkan keluarga kita?

Salah satu renungan untuk saya sendiri juga dipagi hari ini. Selamat Bekerja.

Regards,

Daru

 

Jangan Lihat Bisnis dari Sampulnya

Jangan Lihat Bisnis dari Sampulnya.

Selamat pagi, selamat menjalani hari yang baru untuk teman-teman yang sudah mempunyai bisnis sendiri, berencana memulai bisnis dan yang sedang melirik-lirik masuk ke suatu bidang tertentu.

Ada pepatah mengatakan “Jangan menilai buku dari covernya” kali ini saya juga mau share tentang bisnis dilihat dari sampulnya.

Kenapa saya coba angkat topik ini, agar yang kita cari dalam berusaha, bukan hanya cari sampul bisnis yang bagus saja, tapi konten atau isi dibisnis kita sendiri.

Mari kita mulai. Pengalaman saya bertemu banyak pengusaha atau pemilik bisnis, memberikan insight menarik tentang hal ini.

Sampul dibisnis saya coba artikan antara lain kantor yang bagus, kendaraan dengan tipe terbaik dan tahun terbaru dan seluruh fancy things yang membuat orang percaya bahwa bisnis yang dijalankan adalah yang terbaik.

Tetapi klo saya melihatnya dari sisi yang terbalik. Saya lebih suka melihat yang tidak terlihat didepan. Contohnya prosedur kerja, tim yang solid dan termotivasi dan last but not least, sisi keuangan perusahaan tersebut.

Kalau dibuat kurva normal, saya pernah bertemu dengan pengusaha yang ekstrim bergaya hidup mewah dengan posisi keuangan yang buruk dan ada yang pengusaha yang sangatlah sederhana dengan posisi keuangan yang sangatlah mengejutkan.

Rerata analis melihat yang tidak terlihat. Namun orang awam melihat yang terlihat. Pertanyaannya, jadi boleh tidak pengusaha menikmati keberadaannya? Saya bilang boleh saja asalkan tidak membuat dirinya stress sendiri dengan beban yang berat kedepannya.

Sampul yang baik tidak harus mahal dan mewah. Malahan banyak pengusaha yang baik berinvestasi dengan yang tidak terlihat didepan, tetapi apa yang mereka yakini diinternal mereka bahkan diri mereka sendiri.

So. Kesimpulannya adalah buat bisnis Anda cantik dan berguna bukan dari sampul semata, tetapi kuat dari sisi yang tidak terlihat seperti buku kuat dengan konten dan film dengan alur ceritanya.

Semoga tulisan kali ini bisa menginspirasi teman-teman semua.

Regards,

Daru

Berhubungankah Tim Sales dengan Bang Thoyib? #CRM #Acumatica

Berhubungankah Tim Sales dengan Bang Thoyib? #CRM #Acumatica

Mungkin pertanyaannya agak membingungkan teman-teman sekalian. Tapi saya coba menjelaskan agar “terlihat” nyambung.

Ok, saya pemilik bisnis dan berlatang belakang sales. Ada beberapa tim dibawah saya yang membantu saya juga. Kami suka sekali bertemu dengan prospek, kenalan dan bercerita tentang apa yang kami lakukan dan bagaimana hal tersebut dapat membantu prospek dan pelanggan kami.

Tapi tahu kan apa yang kami tidak suka lakukan? Yes, kami tidak suka dengan yang namanya melakukan kerjaan administrasi seperti menulis laporan. Rasanya benar-benar membuang waktu yang seharusnya lebih optimal apabila digunakan untuk kongkow dan ngopi-ngopi dengan prospek (btw saya suka dengan kopi, mungkin lain kali kita bisa ngopi bareng di Pacific Place).

Lalu, ketika saya menjadi kepala tim sales. Apa yang harus saya lakukan dengan permasalahan itu? Wong saya aja males buat laporan, apalagi tim saya he3 (disini terbukti kemalasan itu menular).

Lalu saya coba cari alat bantu, apa yang kira-kira bisa membantu saya dan tim saya. Dalam segi administrasi tetapi tidak menambah headcount (istilah kerennya ga nambah budget gajian lagi untuk admin sales).

Saya riset, ternyata ada alat bantu bernama CRM. Yups, CRM yang kepanjangan dari Customer Relationship Management.

Setelah saya coba dan pelajari, ini bagus sekali apabila diterapkan ke tim. Maka saya coba lah. Voila, data yang saya inginkan bisa saya dapatkan tanpa meminta tim saya membuat laporan terlebih dahulu.

Dan kenapa tim saya mau input? Karena semudah melakukan update status disocial media. Seperti update status telpon prospek, update status email proposal, bahkan ajak ngopi pun ditulis (plus upload foto prospek pula).

Awalnya memang sulit untuk dibiasakan menulis, tetapi lama kelamaan mereka suka karena mereka tidak perlu lagi membuka laptop untuk update status, cukup dengan smartphone or tablet yang mereka bawa, langsung diupdate dari coffee shop tempat mereka meeting.

So, sudah tahu jawaban judul diatas bukan? Yups, saya minta mereka jalan-jalan seperti bang Thoyib (tapi pake pulang ke rumahnya, klo bang Thoyib kan ninggalin keluarga) dan tetap memberikan laporan kesaya. Seru bukan?

Sekian sharing kali ini, mudah-mudahan bermaanfaat bagi teman-teman semua.

Regards,

Daru

 

Tableau Conference On Tour Singapore 2016

Tableau Conference On Tour Singapore 2016.

Yups, saya baru saja mengikuti conference Tableau di Singapore 2016. Acaranya bagaimana? Pastinya seru. Yuk coba lihat foto-foto yang coba saya kumpulkan sewaktu disana.

Tableau Conference Singapore 2016
Tableau Conference Singapore 2016

Acara conference Tableau kali ini ada di Marina Bay Sands, Singapore. Merupakan acara rutin yang dihelat oleh Tableau dibeberapa kota besar lainnya, salah satunya yang terdekat adalah Sydney.

 

 

 

Tableau sendiri merupakan nama perusahaan IT dari Seattle, US dimana fokusnya adalah software dengan produk bernama Tableau juga. Software ini tergolong sebagai aplikasi business intelligent. Dimana sudah banyak pengguna software ini merasa terbantu dengan kemudahan user interface dalam penggunaannya.

Tableau Office Singapore
Tableau Office Singapore

 

 

 

 

 

 

 

 

Bisa dibayangkan apabila user adalah analis diperusahaan yang mempunyai banyak data. Akan sangat merepotkan apabila tidak mempunyai alat bantu untuk melakukan analisa data tersebut. Dengan adanya tableau, user akan dengan mudahnya membuat visualisasi data yang menjadi lebih mudah dalam memahami dan menginformasikan kepada para pengambil keputusan.

Contoh hasil analisa tableau dapat dilihat digambar dibawah ini :

Tableau Public Simpsons
Tableau Public Simpsons

 

 

 

 

 

 

 

 

Regards,

Daru