Berani Beda

Berani beda.

Tidak semua orang, yang saya tahu, berani untuk berbeda dari orang kebanyakan. Setuju?

Contoh sederhananya. Apabila kita sendirian masuk kedalam suatu ruangan dimana baju kita beda model dengan yang kebanyakan, bagaimana perasaan Anda? Canggung? Grogi? Keringat dingin? Pasti.

Nah, karena saking takutnya orang untuk berbeda dengan yang lain, jadi terbawa dengan hampir semua pilihan yang kita ambil. Misalnya seperti apa itu Mas bro? Yuk mari kita bahas.

Melamar kerja

Iya, melamar kerja. Coba perhatikan, apabila teman-teman yang memiliki bisnis dan membuka lowongan untuk suatu posisi, coba tanyakan kepada bagian hrd dikantor. Berapa banyak yang mengirim surat lamaran kerja dengan amplop coklat, kertas A4 dan susunan CV yang mirip-mirip semua.

Banyak. Kalau saya lihat malahan hampir semua. Memang, mungkin karena sudah terbiasa dengan seperti itu menjadikan para pelamar kerja yang para mahasiswa menjadi tidak berani tampil beda daripada rekan-rekannya yang lain. Anda berkompetisi dengan pelamar lain lho, bukan lomba mirip-miripan.

Coba deh, amplopnya dibuat unik, berbeda, beda warna, beda ukuran, pokoknya beda. Lihat hasilnya. Coba kertas yang digunakan bukan A4 atau setidaknya kalau minta dikirimkan via email, didesain yang Anda banget. Bagian HR mungkin senyum-senyum sendiri melihatnya. Berani coba?

Bisnis

Siapa yang sekarang ini tidak mau membuka usaha sendiri. Bisnis istilah anak sekarang. Banyak anak muda yang merintis dari awal dan sekarang sudah masuk dalam daftar orang-orang yang sukses dari ukuran bisnis mereka. Membuat semua orang ingin mengikuti jejak mereka.

Selain kegigihan (determinasi) para pelaku bisnis yang sudah sukses. Saya melihat mereka juga mempunyai satu keunggulan yaitu berbeda. Yap, berani tampil beda. Berani ambil keputusan yang beda dari para pelaku dibidang yang sama.

Kenapa begitu? Kalau sama-sama aja, ya kita nda ada bedanya dengan tetangga-tetangga kita donk? Benar tidak. Contoh sederhananya adalah barusan saya membeli durian ucok dari tokopedia. Beda? Pasti! Durian yang saat orang ingin menikmati harus cari tukang durian keliling (biasanya dengan pickup bak) dan menunggu dibukakan durian satu per satu, sampe ketemu rasa yang pas.

Nah, si durian ucok ini sudah menyiapkan dalam kemasan per 1 Kg dan beku. Pas butuh, tinggal pesan via Tokopedia dan diantarkan sampai depan rumah oleh Gosend. Solusi banget bukan? Harga terbilang sama, tetapi nda perlu keluar rumah. Beda? Pasti!

Kesimpulan

Menonton Pandji P  (Standup komedian) berkata dalam salah satu shownya, berbeda itu jauh lebih baik dari lebih baik. Artinya kita harus selalu mencari sesuatu yang beda dari yang lain agar kita bisa dilihat. Agar bisa dicari orang atau pelanggan kita.

Itu yang saya lakukan dikantor kami. Disaat kantor lain cat nya putih, kami malah memasang bata ekspose (bata hias) dengan nuansa coffee shop. Tinggal coffee maker nya saja yang belum dan barista tentunya.

Saya ingin kantor kami mempunyai keunikan. Selalu unik pada cara kami menawarkan produk dan layanan kami. Contoh kami akan mencoba bersinergi dengan para EO untuk menganalisa data pengunjung event mereka, menggunakan Tableau as Business Intelligence Tools tentunya.

Dan masih banyak yang akan kami coba ditahun ini untuk mencapai target kami bersama. So, kesimpulannya adalah jangan takut beda. Jangan pernah khawatir apa kata orang, karena pada akhirnya, yang berani beda akan mencapai apa yang tidak bisa dicapai oleh orang yang sama pada umumnya.

Salam,
Daru

Hubungi tim saya di ask@smartcounting.com untuk sinergi dan informasi tentang penerapan business intelligence ditempat kerja atau usaha Anda.

 

Tableau Partner Indonesia : Workshop Session

Tableau Partner Indonesia : Workshop Session

Tim dari Smartcounting mendapatkan spesial training dari Tim Tableau International.

Spesial training dan meeting kali ini membahas mengenai workshop session atau sesi workshop yang akan dijalankan oleh Smartcounting selaku Tableau partner di Indonesia.

Tableau merupakan aplikasi dan alat bantu untuk manajemen dalam pengambilan keputusan berdasarkan data yang dimiliki. Seringkali data-data yang dimiliki tersebut belum dapat berbicara jika tidak diolah secara optimal dan mudah tanpa tools yang tepat.

Dengan menggunakan Tableau dan knowledge dari tim Smartcounting, Anda dapat mencoba dan langsung mengetahui hasilnya bersama dengan kami.

Proses yang biasanya Anda lakukan secara bertahap, cukup dengan menggunakan Tableau, Anda dapat bermain-main dengan data Anda semudah melakukan klik dan drag and drop. Mudah bukan?

Di sesi workshop bersama dengan Smartcounting (Sun Artha) sebagai Partner Tableau di Indonesia yang berfokus ke keuangan dan manufaktur, Anda dan tim Anda akan mengetahui bagaimana mudahnya mendapatkan insight dari data yang dimiliki, bahkan dari file excel saja.

Penasaran? Silahkan daftar ke sesi workshop Tableau dengan Smartcounting selaku Tableau partner di Indonesia. Kita akan bahas tuntas dan lengkap, cukup meluangkan waktu 1 jam saja ditempat Anda atau ditempat kami, CEO Suite, One Pacific Place Jakarta (dengan sesi workshop minimum kuota 5-10 orang).

Pic : Euis (0815-8690-2500) WA and Call Available.

Artikel ini juga saya bahas mendetail di Linkedin saya https://www.linkedin.com/pulse/tableau-kalau-bisa-mudah-kenapa-harus-sulit-purwandaru-widyastono?trk=pulse_spock-articles