Siapkah Perusahaan Anda Menggunakan Cloud ERP? Indonesia

Siapkah Perusahaan Anda Menggunakan Cloud ERP? Studi kasus di Indonesia.

Cloud ERP merupakan salah satu terobosan terbaru dari teknologi ERP yang sudah sedari dahulu membantu manajemen suatu perusahaan dalam memberikan informasi berupa data. Data yang tepat dapat membantu manajemen mengambil keputusan.

Keputusan manajemen yang baik akan berimbas kepada percepatan dalam mencapai tujuan yang ditentukan diawal. Dapat berupa meningkatkan laba perusahaan, pertumbuhan aset dan masi banyak lagi tujuan-tujuan lainnya.

ERP merupakan “solusi yang terbilang mahal” bagi beberapa perusahaan menengah. Kenapa mahal? Karena pada jamannya, proyek yang terkait implementasi ERP, merupakan proyek yang sangat menguras sumberdaya. Yang pasti sumberdaya capital (keuangan), energi dan peluang-peluang usaha yang mungkin jadi dinomorduakan karena terkait bisnis proses yang berubah.

Lalu pertanyaannya, kenapa banyak sekali perusahaan yang ingin menerapkan ERP diorganisasinya?

Karena menurut saya pribadi, setelah menerapkan ERP dalam organisasi, akan tercipta alur kerja dan proses bisnis yang optimal. Jadi penambahan sumberdaya akan sesuai dengan proporsi kerjanya.

Kembali kepada judul sharing saya kali ini. Siapkah Perusahaan Anda Menggunakan Cloud ERP? Studi kasus di Indonesia.

Kesiapan perusahaan atau organisasi Anda dapat dievaluasi melalui beberapa pertanyaan dibawah ini.

1. Bisnis proses yang sudah mapan

Seringkali saya menemukan contoh kasus dimana perusahaan ataupun organisasi yang ingin menerapkan Cloud ERP belum mempunyai bisnis proses yang sudah mapan. Mapan dalam artian proses dan alur dokumentasi data sudah tidak berubah-ubah layaknya startup yang masi sering berubah-ubah.

Menentukan bisnis proses tidaklah mudah. Apalagi kalau suatu perusahaan seringkali menganulir alur yang sudah disepakati bersama untuk suatu alasan pengecualian. Semestinya tidak seperti itu. Memang terkesan kaku, namun kalau semua alur bisa dianulir, akan terjadi ketidaksinkronan dalam hasil.

Sistem merupakan suatu alat bantu untuk mendapatkan informasi yang sudah jelas alurnya. Apabila alurnya berubah, mungkin saja informasinya juga tidak valid lagi.

2. Tim dan infrastuktur

The man behind the gun. Siapapun yang akan mengoperasikan Cloud ERP sebaiknya mempunyai standar kualifikasi yang baik. Yang sesuai dengan kebutuhan. Bukan tim yang dipaksakan. Begitu pula infrastrukturnya. Apalagi Cloud ERP yang akan dideploy pada datacenter.

Semakin canggih teknologi yang akan diterapkan, sebaiknya juga disertai oleh tim dan infrastruktur yang baik pula. Analoginya adalah kendaraan dengan harga diatas 1 M, pastilah pengemudinya juga yang baik, bukan yang terbiasa mengemudikan kendaraan yang dibawah itu.

3. Dukungan Manajemen

Manajemen suatu perusahaan atau organisasi menentukan juga keberhasilan penerapan Cloud ERP. Manajemen tidak perlu mengetahui teknis proses yang akan dijalani, tetapi dalam hal pengambilan keputusan, manajemen lah yang menentukan.

Manajemen yang mendukung secara total (direksi) akan membuat kepercayaan diri manajer dan tim akan meningkat. Pekerjaan yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. Melainkan untuk kebaikan perusahaan dan jangka panjang.

3 hal tersebut dapat memberi gambaran bahwa sudah siapkan perusahaan Anda menerapkan Cloud ERP. Di Indonesia, cloud erp merupakan teknologi baru dimana sangat sedikit yang masih menerapkan dalam proses bisnis. Namun Cloud ERP tidaklah hal yang sulit untuk dijalani.

Cloud ERP di US contohnya, sudah lazim dan sangat diperlukan untuk menjamin keberlangsungan suatu usaha. Ditambah dengan manajemen, tim yang baik serta industri yang baik membuat semuanya mendukung pertumbuhan suatu usaha.

Sekarang pertanyaan saya kepada Anda, Siapkah Perusahaan Anda Menggunakan Cloud ERP?

Selamat Datang April

Persona Prospect

Selamat datang April

Bulan April, yang juga disebut permulaan kuartal 2 (Q2) menjadi lebih berkesan daripada bulan sebelumnya di kuartal 1. Kenapa begitu?

Dengan mulainya bulan baru di kuartal yang baru, saya dan tim bisa melakukan evaluasi atas proses yang sudah kita jalankan dibulan sebelumnya. Proses yang paling saya suka untuk analisa adalah proses mencari prospek (prospecting) dan menutup penjualan (closing).

Seperti yang kita tahu bersama, pekerjaan terbesar mempunyai bisnis adalah menghasilkan penjualan, memberikan jasa atau produk yang kita miliki dan mengulang proses tersebut dipelanggan kita atau pelanggan baru.

Dalam menghasilkan penjualan pun, tidak semudah membuka kantor dan menunggu ada pelanggan masuk atau panggilan telpon yang masuk kekantor untuk menanyakan produk maupun jasa yang kita miliki.

Tim marketing harus bekerja dalam menginformasikan kegunaan atau manfaat dari produk atau jasa yang kita miliki kepada sebanyak mungkin orang yang tentunya sudah kita klasifikasikan terlebih dahulu.

Pentingnya klasifikasi calon pelanggan untuk suatu bisnis akan memudahkan tim marketing untuk mencari dan mengirimkan pesan tersebut ke pihak yang sudah dibidik.

Contoh mudahnya seperti ini.

Diperusahaan kami, sudah menentukan persona dari calon pelanggan. Calon pelanggan kami adalah pemilik bisnis, generasi pertama atau generasi kedua, dimana rentang umur dibawah 40 tahun dengan pengalaman kuliah diluar negeri dan tertarik dengan penerapan teknologi diperusahaan yang mereka pimpin.

Dengan menetapkan persona tersebut, tim marketing kami akan memilah terlebih dahulu dan mempunyai fokus pada beberapa prospek yang dimiliki daripada menyebarkan informasi seluas-luasnya tanpa tahu peluang penjualan yang jelas.

Karena produk kami mempunyai manfaat kepada pemilik bisnis, maka kami tidak akan menawarkan kepada calon pelanggan yang tidak mempunyai bisnis atau orang yang belum mempunyai bisnis. Karena tentunya akan percuma dan manfaatnya tidak akan dinikmati.

Bagaimana menentukan persona yang tepat untuk prospek tersebut? Caranya melalui proses penilaian melalui hasil diskusi dengan calon pelanggan yang kita sudah lakukan perkenalan dan validasi dengan pelanggan yang sudah ada.

Contoh kembali, kalau kita perhatikan, rerata pelanggan kita itu pastilah mempunyai pola yang serupa. Apabila usaha kita adalah warung roti pisang bakar dan indomie, maka persona kita apa? Iya betul, personanya adalah anak muda dibawah umur 30 tahun, suka nongkrong dan pengeluaran maksimal dinilai 25ribu Rupiah.

Jadi metode yang harusnya dilakukan adalah memperkuat kehadiran warung dikampus atau dengan sosial media seperti instagram dimana saat ini sedang digandrungi oleh mereka.

Jadi sudahkah Anda tahu persona calon pelanggan dibisnis Anda? Mari dibahas dengan tim Anda dan coba divalidasi.

Salam,

Daru

sunartha.co.id merupakan website perusahaan kami dimana kami membantu perusahaan menengah dalam meningkatkan bisnis melalui implementasi alat bantu manajemen seperti ERP dan Business Intelligence Tools. Kami saat ini juga rutin berbagi setiap jumat pukul 15.30 – 16.00 dengan topik Business Intelligence Tableau. 

credit picture : www.thesempost.com