Lebaran, Opor dan Ketupat

Lebaran, Opor dan Ketupat

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakannya. Bagaimana hari ini? Pastinya bahagia dan menyenangkan ya. Bagi yang sudah berada dikampung halaman, momen kali ini memang membuat rasa kangen yang sudah lama menjadi terobati.

Selain bertemu dengan keluarga inti maupun keluarga besar, sajian makanan yang khas pada waktu lebaran pastinya juga hadir. Opor ayam, sambal goreng ati dan ketupat menjadi menu wajib saat berlebaran.

Selain itu juga, foto-foto diinstagram maupun instagram stories menghiasi ucapan selamat dan tidak pula foto-foto opor dan ketupat menghiasi juga. Senang sekali momen seperti ini membuat semuanya menjadi tersenyum baik dari foto-foto disosial media maupun kunjungan ke tetangga-tetangga.

Ok, kali ini saya nda bahas tentang bisnis dulu ya. Inginnya membahas tentang lebaran, opor dan ketupat. Karena dirumah saya ikut merayakan dengan menikmati sajian yang akhirnya (mungkin) membuat saya akan tambah gemuk.

Selamat berlibur dan meluangkan waktu berharga untuk keluarga teman-teman sekalian.

Salam,
Daru

Bisnis jalan terus padahal lagi liburan mudik

Bisnis jalan terus padahal lagi liburan mudik, apa bisa?

Bisnis Jalan Terus
Bisnis Jalan Terus

Sumber Gambar: Liputan6

Selamat datang musim liburan. Tidak terasa sudah memasuki hari-hari terakhir bulan puasa. Perasaan baru berjalan beberapa hari belakangan. Liburan bersama keluarga dikampung halaman setelah sekian lama mencari sesuap nasi dan segegam berlian.

Padahal setahu saya, beberapa bisnis malah mempunyai trend yang baik disaat memasuki masa liburan. Seperti bisnis transportasi, bisnis fashion dan beberapa bisnis lainnya.

Dilematis bukan bagi pemilik usaha, bisnis lagi ok-okenya, eh malahan ditinggal pemilik karena kangen dengan keluarga dan momen yang akan terlewat.

Terus, bagaimana dong solusinya. Jangan takut. Semua pasti ada solusinya.

Ternyata, sekarang ini sudah ada solusi untuk mengontrol bisnis Anda dan pemilik bisnis bisa jalan-jalan bersama keluarga. Caranya bagaimana? Mudah.

Sekarang mengontrol bisnis tidak sulit lagi. Untuk mengontrol operasional kantor, ada CCTV. Untuk mengontrol transaksi keuangan, sudah ada ERP keluaran terbaru yaitu Cloud ERP bernama Acumatica.

Semudah membuka smartphone Anda, seluruh informasi bisnis Anda sudah tersaji. Mulai dari apa yang biasanya kita butuhkan seperti data penjualan per hari, data persediaan/stok yang ada, bahkan data seperti keuangan dan persetujuan juga ada.

Penasaran bagaimana caranya kita bisa membantu? Yuk hubungi tim saya untuk lebih lanjutnya.

Salam,

Daru

Baca juga review saya tentang film Deadpool 2

Atau Liburan Produktif ala Anak Jaman Now

Apa yang memotivasimu

Apa yang memotivasimu

Pertanyaan yang saya dapatkan ketika saya menonton sebuah tayangan youtube langganan saya. Bisa dicek disini ya untuk tayangan mengenai bisnis dan motivasional.

Saya pikir-pikir kembali, pertanyaannya benar juga. Apalagi saya yang memilih profesi sebagai sales atau tenaga penjual dalam perusahaan yang saya rintis.

Terkadang, didalam proses merintis dan menjalani, ada saja tantangan yang muncul. Penat, bosan, cape, lelah, you named it. Pasti ada saja.

Mungkin pertanyaan tersebut menjadi relevan, Apa yang memotivasimu Daru untuk memilih profesi itu. Jalan itu sebagai mata pencaharianmu dan bagi timmu?

Didalam tayangan youtube tersebut, disalah satu bagiannya, mengenai bagaimana meningkatkan performa tim sales/penjual. Ada pertanyaan mengenai ini.

Dan Anda tahu? Ternyata pada awalnya motivasi sebatas uang. Setuju? Ya, pada awalnya saya merintis bisnis ini adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. Survival istilah bahasa jawanya. Inggris maksudnya.

Nah, setelah survive dan bisa mengembangkan, apa lagi? Ternyata hal itu kurang kuat. Kita tahu bahwa diri kita didunia ini memiliki waktu yang terbatas dan hanya Tuhan yang tahu.

Kita harus mengisi hidup kita ini agar bisa menjadi bagian dari hidup orang lain. Dikantor, yang tadinya hanya 1 orang, kemudian berkembang menjadi belasan orang, saya mulai berfikir, kenapa usaha ini harus ada dan terus membesar? Karena kami mempunyai keinginan menjadi bagian dari client kami.

Bagian tersebut adalah membantu mereka menjadikan mereka lebih baik. Tentunya dari sisi yang kami bisa bantu seperti analisa data dan penyajian data.

Nah, setelah dipikir-pikir kembali, motivasi itulah yang membuat kami, sunartha selalu mendapatkan prospek yang memang ingin membuat bisnisnya lebih baik lagi, tidak cuma segini-gini aja.

Pertanyaannya sekarang, apa yang memotivasimu dalam melakukan pekerjaan ataupun usaha Anda?

Salam,

Daru

Bisnis Lifestyle-kah Bisnis Anda?

Bisnis Lifestyle-kah Bisnis Anda?

Nah, penasaran dengan judul diatas? Oke saya cerita dahulu kenapa saya akan sharing tentang ini.

Hari ini saya menemani customer dalam beberapa agenda meeting dengan pihak perbankan. Puji Tuhan meeting berjalan dengan lancar dengan beberapa pekerjaan rumah seperti biasa.

Setelah itu, kami melanjutkan diskusi tidak jauh ditempat makan daerah perkantoran tempat kami mengadakan meeting sebelumnya. Mohon maaf kami tidak berpuasa, jadi lunch meeting kita lanjutkan.

Diskusi berlanjut sambil bersantap lasagna yang saya dan ibu saya suka. Yes, lasagna-nya padat dan benar-benar banyak daging. Secara saya tidak bisa memasak, yang saya bisa lakukan adalah mengomentari makanan.

Saat berdiskusi, saya menyeletuk mengenai, bisnis yang dijalankan sekarang oleh bapak ibu itu bisnis yang berbeda dengan bisnis saya. Mereka penasaran, kenapa berbeda Mas Ndaru? Ok, saya coba jelaskan ya, sambil ngemil lasagna yang sama.

Bisnis saya adalah bisnis lifestyle. Bisnis bapak ibu adalah bisnis yang bisa dikembangkan (istilah kekiniannya adalah scale-able). Saya coba jelaskan lebih detail ya. Bisnis lifestyle rata-rata berdiri untuk memenuhi kebutuhan founder dan karyawan.

Besar tidaknya bisnis lifestyle ditentukan oleh founder. Apabila founder ingin mempunyai ini itu, maka harus bekerja lebih keras, lebih pintar dan seterusnya. Ok, sekarang apa bedanya dengan bisnis yang bisa dikembangkan.

Bisnis yang bisa dikembangkan adalah bisnis yang dengan satu atau dua hal yang disempurnakan, akan bisa meningkat lebih cepat dengan bisnis yang bersifat lifestyle.

Hmm, sambil menyemil lasagna kembali. Bapak ibu tersebut sambil menyimak omongan saya. Kalau begitu, adakah yang lebih baik dari antara kedua pilihan diatas? Kalau menurut saya, keduanya sama baiknya. Keduanya adalah pilihan.

Pilihan menjadi bisnis lifestyle tidak ada ada kekurangannya. Selama tidak tercampur keuangan antar keduanya. Bisnis lifestyle tidak memerlukan handling atau perlakuan yang super ribet karena skalanya masih dapat dikendalikan.

Beda dengan bisnis yang bisa dikembangkan. Skalanya pasti akan selalu membesar. Baik dari sisi operasional, sisi keuangan, sisi marketing dan masih banyak lagi. Nah, tergantung pilihan dari founder mau memilih yang mana.

Selama bisnis yang kita geluti masih profit dan memberikan arti kepada klien-klien kita, tidak ada masalah bukan? Tetapi bagi saya, saya ingin mencoba memiliki bisnis yang bisa discale-up, yang bisa ditingkatkan.

Seperti lasagna yang saya makan, sepertinya hasil peningkatan dari lasagnan yang biasanya saya makan dimana daging dan lapisannya lebih sedikit.

Semoga sharing kali ini dapat berguna bagi kita semua.

Salam,

Daru

 

Juni : Bulan terakhir di Q2 2017

Juni : Bulan terakhir di Q2 2017

Akhir bulan dalam suatu kuartal merupakan suatu hal yang perlu diwaspadai. Waspada untuk siapa? Bagi yang berprofesi sebagai sales atau tenaga penjual.

Ibaratnya pemberian rapot, diakhir bulan pada tiap kuartal (3 bulan) setiap tahunnya, biasanya dilakukan evaluasi kinerja. Kinerja penjualan biasanya dari banyaknya penjualan yang terjadi atau kategori lainnya yang terkait.

Kenapa perlu evaluasi ditiap kuartal? Pertanyaan bagus. Karena evaluasi itu perlu untuk mengetahui apakah antara target tahunan yang sudah kita tentukan ditahun sebelumnya, masih sesuai jalur (inline) atau meleset.

Sebagai contoh, apabila Anda sebagai sales dibidang garmen atau fashion busana muslim, bulan-bulan ini saatnya Anda semestinya mempunyai tingkat penjualan yang luar biasa, karena akan menghadapi Lebaran.

Tetapi apabila Anda sebagai sales dibidang B2B (business to business) akan terjadi hal yang sebaliknya, penjualan akan lumayan surut karena siklus bisnis yang akan fokus ke THR (bukan Taman Hutan Kota nya Dago Bandung ya)

Nah, catatan khusus dibulan Juni. Apabila Anda sudah terbiasa dengan siklus penjualan bisnis Anda. Biasanya kita sudah mempersiapkan untuk menghadapi penjualan yang meningkat atau yang menurun.

Lain halnya apabila siklus tersebut berubah karena ada hal lain seperti kebijakan pemerintah atau ada hal luar biasa yang terjadi.

Ok, kemudian, apa yang harus kita lakukan apabila misalkan hasil evaluasi yang kita terima tidak sesuai dengan harapan kita? Harapan kita secara trend mustinya naik, kok tiba-tiba menjadi turun?

Pertanyaan itulah yang biasanya ditanyakan oleh manajemen atau kalau kita sebagai pemilik bisnis musti tahu jawabannya. Memang, pastinya kita akan kesulitan kalau kita belum tahu harus memulai dari mana.

Cara mulainya, kalau menurut saya adalah dari data yang kita miliki. Ya Data. Data yang biasanya kita acuhkan, atau seringkali kita kesampingkan, biasanya menyimpan banyak informasi, asal kita mau mengulik dan mengolahnya.

Ok, setelah ketemu datanya, langkah berikutnya apa? Kita mulai buat analisa sederhana. Contohnya. Coba sandingkan data trend penjualan kita ditahun ini diversus trend penjualan kita ditahun lalu. Apakah naik, apakah turun, atau stagnan? Setelah tahu jawabannya, mari dicek kembali, karena apakah semuanya itu?

Menarik? Seharusnya. Dan dari setiap kesimpulan dari informasi-informasi tersebut, dapat kita evaluasi lagi dan berikan tantangan.

Contoh sederhana. Kami mempunyai bisnis pembukuan bagi pelaku usaha kecil menengah. Output yang akan diterima oleh end customer berupa laporan keuangan berupa neraca, laba rugi dan analisa sederhana.

Bisnis ini secara siklikal akan menurun saat Q2. Dan ternyata benar, secara berulang tiap tahunnya. Dari situ kami mendapatkan insight dan mempersiapkan untuk kuartal berikutnya dimana akan banyak permintaan dan kami melakukan pengembangan dari sisi sistem, people dan flow kerja.

Ok, mudah-mudahan memberikan pencerahan dari tulisan saya diawal bulan Juni 2017 ini dimana pemerintah sedang memperingati hari lahirnya Pancasila.

Salam,

Daru