Pencerahan

Pencerahan.

Pencerahan
Credit pic : The Best You Magazine

Pernahkah Anda merasa menghadiri sesuatu acara, event atau meeting dan setelah acara tersebut berlangsung, Anda mendapatkan sebuah pencerahan?

Yes, saya juga pernah. Bahkan hari ini.

Pencerahan atau bahasa jawanya enlightenment (mudah-mudahan benar ya) itu seperti ada sesuatu yang membuat otak kita merasa plong atau Aha moment orang-orang startup menyebutnya.

Ok, saya sharing ya apa saja yang saya lakukan hari ini.

Saya terinspirasi untuk menulis seperti ini setelah menonton film Star Trek. Anda tahu kan Captain Log nya USS Enterprise, ya kira-kira begitulah, klo saya mungkin catatan kecil keseharian saya.

Kembali ke topik.

Hari ini ada 3 meeting yang saya hadiri.

Meeting pertama : Workshop Tableau disalah satu kantor client

Okay, kantor saya merupakan salah satu partner Tableau di Indonesia. Apa itu Tableau, klik saja ya dihyperlink yang ada. (Penasaran dengan Tableau?)

Hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk membantu eksisting client kami yang sudah membeli Tableau dan kebetulan kedua adalah mereka adalah startups.

Pencerahan pertama adalah pembicaranya, Pak Rudy (masternya Tableau) membawakan materi yang membuat peserta tersepona, eh terpesona ya.

Kenapa? Karena beliau sangat menguasai Tableau dan mampu menunjukkan kemampuan Tableau yang diinginkan oleh tim diclient saya. Yes, misi Tableau adalah membuat Anda mengerti data yang Anda miliki.

Kami membahasa mengenai bagaimana Tableau mampu menyajikan Analisa Sentimen, membuat perhitungan didalam Tableau (yang biasanya kita lakukan diexcel), melakukan analisa trend, rata-rata dan masih banyak lainnya.

Sesi yang padat, 2 jam, mampu membuat tim internal diclient merasa mendapatkan pencerahan, tentunya saya juga.

Meeting kedua : Integrasi Software Klinik dengan Acumatica diclient lainnya

Siapa yang nda ingin software yang dipilih fit-in dengan perusahaannya? Semua ingin bukan? Cuma pertanyaannya apabila tidak memungkinkan mencari software yang bisa semua (tanpa mahal tentunya) pilihannya integrasi.

Nah, Acumatica (kantor kami juga sebagai partner di Indonesia) mempunyai opsi untuk melakukan integrasi dengan software lain.

Case kali ini adalah integrasi data transaksi klinik yang ingin diintegrasikan ke Acumatica sebagai Back-End yang akan handle data keuangan, persediaan, project dan tentunya data warehouse.

Bisa? Pasti.

Pencerahan kedua : dengan fitur import dari database (yang sudah dikonfigurasi sebelumnya tentunya), business user tidak perlu repot lagi yang namanya input satu per satu. Pekerjaanya akan lebih ke analisa dan analisa.

Mudah bukan?

Sebelumnya, jangan lupa baca tulisan saya mengenai Acumatica di tahun 2017 ini, berikut link nya Acumatica ditahun 2017

Meeting ketiga : Venture Capital dan KoinWorks, Startups Session on DailySocial HQ

Okay, meeting ketiga mungkin bisa dibilang workshop dengan topik dan tema mengenai startups.

Topik yang selalu ingin diketahui para pemilik mimpi untuk berusaha dibidang startup. Apalagi soal pendanaan dari Venture Capital atau Peer to Peer Funding.

Pembicara dari Venture Capital Spiral Venture (dulu IMJ kalau nda salah) adalah Mba Karissa (Linkedin) dan yang kedua adalah dari Jonathan (Linkedin) wah dipikir-pikir saya baik banget ya, endorse pembicara 🙂

Topik yang dibagikan sangat menarik dan membuat saya mendapatkan pencerahan ketiga. Bagaimana pola pikir VC terhadap startups. Bagaimana pola pikir Peer to Peer platform terhadap kebutuhan dana dari pemilik bisnis.

Mereka masih sangat muda dan sudah mempunyai pengalaman yang menurut saya luar biasa. Musti sering-sering dateng nih #selasastartupnya DailySocialID.

Oke, ketiga pencerahan kali ini sudah saya bagikan. Bagaimana menurut Anda? Ingin berbagi mengenai pencerahan yang Anda pernah dapatkan?

Hubungi saya ya.

Salam,
Daru

Saat ini saya sebagai managing director di Sunartha kami mempunyai visi untuk membantu medium size business mendapatkan growth optimal dari implementasi tools yang tepat. Kami partner produk Cloud ERP Acumatica dan Tableau Business Intelligence Tools. 

 

Pentingnya Jalan-Jalan

Pentingnya Jalan-Jalan

Pentingnya Jalan-Jalan
Sumber Gambar : http://www.irhamfaridh.com

Ada teman saya yang nyeletuk kepada saya, Ru, kmu tuh kerja mulu yang dipikirin, apa nda pengen jalan-jalan gitu? Mbok ya ambil break dari ngurusin bisnismu, ambil short trip kemana gitu kek! Ujarnya.

Kemudian saya terdiam, memikirkan hal tersebut dan menyimpulkan ada benarnya juga ujar teman saya tersebut.

Keseharian dan aktivitas saya tidak jauh-jauh dari yang namanya meeting dengan client eksisting, meeting dengan prospek membantu memahami masalah mereka dan mencari solusi untuk mereka.

Dan yang terakhir meeting dengan tim internal, membantu mengarahkan mereka dan tidak jarang juga mengajarkan mereka untuk teknik baru dibeberapa software yang kantor saya ber-partner.

Pentingnya jalan-jalan buat saya apa?

Kan saya sudah sering jalan-jalan juga. Lagipula, saya bukan tipe orang yang suka solo trip keluar kota, didalam kota, sambil mengendarai mobil saja sudah happy.

Sebentar ya, sambil saya mengganti lagu dari Little Mix dahulu.

Sambil saya mengganti lagu sambil menulis blog ini, coba cek tulisan saya yang lain terkait dengan Enjoy aja. Klik disini.

Saya lanjutkan ya.

Kalau menurut artikel-artikel yang saya baca, pentingnya jalan-jalan bagi pelaku usaha/entrepreneur istilah kerennya antara lain:

Memberikan Inspirasi

Kalau ini saya setuju. Pergi ke tempat-tempat baru, membuat otak dan pikiran kita seperti mengalami re-boot.

Dengan merefresh pikiran kita, ide dan inspirasi biasanya muncul. Kalau saya begitu ya.

Contohnya kemarin secara random dan iseng, saya ikuti event TechInAsia PDC 2017 di Balai Kartini.

Event yang diadakan untuk engineer dan programmer dan anehnya saya ikut. Just info, saya lulusan Institut Pertanian Bogor dengan major di Manajemen Agribisnis, ok nda nyambung dan nda perlu dibahas ya 🙂

Inspirasi dateng? Pastinya. Saya share disini? Nanti aja ya diblog berikutnya.

Memberikan Pengalaman

Menurut artikel yang saya baca, rata-rata banyak dari kita tidak ingin mengkoleksi yang namanya materi. Pantesan pertumbuhan ekonomi mandeg ya?

Apa yang dikoleksi? Yes, pengalaman. Selain foto-foto pemandangan instagram yang sangat kekinian tentunya. Pengalaman membuat kita menjadi lebih hidup. Serasa iklan ya?

Pengalaman menjelajahi kota dan lingkungan yang baru membuat seseorang menjadi kaya. Kaya akan pengalaman.

Memberikan Relasi

Sering nda ketemu teman-teman baru saat Anda berada disuatu lingkungan dimana Anda tidak punya siapa-siapa?

Yes, saya pernah.

Relasi bagi pebisnis umpama pizza dengan stuffed crust-nya, eh, efek laper, maaf ya saudara-saudara.

Relasi tidak harus berhubungan dengan partner bisnis, mungkin partner hidup, aelah, curcol lagi.

Ditempat baru membuat Anda selalu berani berkenalan. Dengan sebelah kanan dan kiri Anda. Mengajak percakapan-percakapan awal sehingga bisa saling berkenalan dan menambah teman.

Nah, itu sih kalau 3 hal yang saya dapatkan kalau sedang berjalan-jalan. Bagaimana dengan Anda?

Saat ini saya menjabat sebagai Managing Director di PT Sun Artha. Kami membantu perusahaan menengah untuk mencapai goals mereka melalui impelementasi manajemen tools. Tools tersebut antara lain ERP dan Business Intellegence. Let us know if you’re interested to disccus it further.   

Apa Tujuan Bisnismu

Apa Tujuan Bisnismu

Apa Tujuan Bisnismu
Apa Tujuan Bisnismu

Pertanyaan yang bisa dibilang penting atau nda penting nih. Apa sih tujuan Anda berbisnis?

Sambil ganti lagu di Spotify saya dimalam ini dan selalu siap menunggu saya ketika siap untuk menuliskan kata-kata.

Baiklah, kenapa saya tiba-tiba bertanya demikian. Karena saya barusan mengikuti seminar atau workshop yang diadakan oleh Data Science Indonesia, singkatannya DSI.

Acaranya hari ini, Sabtu (saya nda tahu kenapa acaranya selalu sabtu) tanggal 5 Agustus 2017 di Kantor Pusatnya Go-Jek digedung Pasaraya Blok M.

Yes, gedungnya dilantai 6 dan 7 pusat perbelanjaan yang dulunya sangat terkenal akan ke-mehel-annya. Sekarang sudah ganti ke Pacific Place atau Grand Indonesia mungkin ya.

Kembali mengenai acara tersebut ya. Oiya, sebelumnya, jangan lupa mampir ke artikel blog saya yang lain dengan judul “Momentum Waktu“. Siapa tahu belum membacanya.

Kembali ke Laptop.

Acara yang diselenggarakan oleh DSI (singkatan dari data science indonesia) kali ini bertema tentang Pelanggan atau istilah kerennya “Customer”.

Dari salah satu pembicara yang ada, Pak Yongky Susilo dari Nielsen (ternyata beliau itu Executive Director ya, mantab) membagikan tentang 6 hal tentang Indonesia dimasa mendatang.

Singkat cerita, pembicaranya banyak soalnya, dari startup Go-Jek, Pegi-Pegi, OLX, Rumah123.com dan yang seru sesi terakhirnya, Hand-On di Tableau dengan Phyton.

Ok, Pak Yongky, pada salah satu slidenya, mempertanyakan tentang judul yang saya bawa kali ini, Apa Tujuan Bisnismu?

Yang pasti, beliau sambil menunjukkan slide berisi 4 gambar orang-orang yang sukses pada jaman sekarang seperti Steve Jobs, Howard Schultz (pasti kenal dong logo brand kopi hijau dengan wanita tersenyum disetiap cupnya), Jeff Bezos dari Amazon dan satu lagi saya lupa (maaf ya).

Saya ingat, ternyata Mark Z dari Facebook.

Kesimpulannya adalah, mereka bukan mengincar Uang, materi atau Harta teman-teman sekalian. Tetapi mereka mengejar “MIMPI” mereka. Yes, Dreams.

Mimpi yang mereka bayangkan akan jadi kenyataan dan membuat semua manusia (lebay ya) menjadi lebih enak hidupnya.

Contoh Alm Steve Jobs yang membuat saya mendengarkan musik jauh lebih mudah dengan hadirnya IPod.

Mark Z yang membuat semua ibu-ibu bisa reunian dan rendevouz dengan teman-teman yang susah untuk berhubungan kembali, bayangin hebatnya Facebook kan.

Sama dengan Om Howard Schultz yang membuat orang-orang ingin meeting dikedai kopi bisa tersalurkan hobinya (termasuk saya). Yang terakhir kurang tepat ya.

Ok, Jadi pada intinya, bisnis yang kita ingin bangun, haruslah memberi arti bagi pelanggan kita, bagi orang lain apalagi untuk banyak orang.

Sama seperti Go-Jek yang memberikan tempatnya untuk jadi Hub bagi pembelajaran kita-kita selama seharian ini.

Sudah dapat pencerahan hari ini? Mudah-mudahan ya? Semoga bisnis yang Anda rintis sekarang memberi arti bagi banyak orang atau minimum untuk karyawan Anda.

Selamat Beristirahat,

Daru

Bagi yang ingin berdiskusi langsung dengan saya melalui Linkedin, dapat mencarinya dengan melakukan search di Purwandaru Widyastono. Saya sangat tertarik dengan teknologi seperti ERP Cloud (Acumatica) dan Business Intelligence (Tableau). Saat ini saya sebagai Managing Director di PT Sunartha

 

 

 

Workshop Tableau Server 2017 di Indonesia

Workshop Tableau Server 2017 di Indonesia

Workshop Tableau Server Indonesia
Workshop Tableau Server Indonesia

Pada tanggal 31 Juli sampai dengan 1 Agustus 2017, Tableau Software mengadakan Workshop internal kepada Partner Tableau di Indonesia.

Topik bahasan workshop kali ini adalah Foundation Tableau Server. Dimana masih ada beberapa tahapan materi lainnya yang sangat menarik untuk dipelajari kemudian.

Tableau Software merupakan aplikasi yang saat ini sedang naik daun. Trend analisa data  (data analytics) sudah banyak dibutuhkan ditiap organisasi saat ini untuk membantu para pengambil keputusan.

Workshop Tableau Server 2017 di Indonesia merupakan komitmen Tableau untuk bisa mengembangkan knowledge dari Partnernya. Sebelumnya, saya akan infokan beberapa produk Tableau sendiri :

Tableau Desktop

Digunakan para data analis untuk membuat Visualisasi yang menawan. Aplikasinya bersifat desktop based dimana harus diinstall dinotebook atau pc. Dengan UI/UX yang sederhana, dapat membantu analis awam cepat membuat analisa yang mengundang pertanyaan berikutnya.

Tableau Server

Kolaborasi saat ini penting dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin informasi dan data digunakan dalam tiap keputusan. Tableau server yang sangat tepat digunakan. Dapat digunakan oleh user untuk mengedit visualisasi yang dibuat di Tableau Desktop. Bersifat web based aplication, sehingga tidak perlu instalasi ditiap user.

Tableau Mobile

Sekarang ini, bekerja dimana saja sudah menjadi tuntutan. Dengan adanya Tableau Mobile, pengguna smartphone melalui android based maupun IOS sudah bisa melihat analisa yang dibuat dan dipublish dari Tableau Server.

Penasaran dengan profesi kekinian dimasa depan? cek artikel saya lainnya di artikel Profesi Kekinian dimasa depan.

Dengan adanya workshop ini, partner Tableau dapat membantu Anda dalam menganalisa data Anda dengan tahapan yang lebih mudah.

Penasaran bagaimana Tableau dapat mengubah bisnis Anda kedepan? Mari diskusikan dengan kami, Sunartha team untuk jawabannya. Tim kami berpengalaman untuk pengolahan data dibeberapa industri. Contohnya di Industri manufaktur cat, jasa logistik, perdagangan dan masih banyak lagi.

Segera hubungi tim kami dengan Mba Euis dinomor 081586902500 (nomor ini bisa diwhatsapp juga).

Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami produk Tableau.