Belajarlah Sampai Ke Negeri Cina

Belajarlah Sampai Ke Negeri Cina

Pepatah yang sering dikatakan kalau ingin belajar sesuatu hal.

Jauh nda apa-apa asalkan kita serius belajar dan mendapatkan ilmu dari situ.

Ok, kalau artikel saya kali ini, merupakan hasil perenungan setelah seminggu menjelajah beberapa kota dikota Cina.

Sebelum melanjutkan membaca, mampirkan baca artikel saya lainnya seperti:

Pentingnya Jalan-Jalan

Oiya, selain itu, untuk mengenal lebih baik tentang saya dan tim serta apa yang kami bisa bantu untuk Anda atau teman Anda yang membutuhkan, bisa mengunjungi:

Sunartha

Belajarlah sampai ke Negeri Cina
Belajarlah sampai ke Negeri Cina

Belajarlah Sampai Ke Negeri Cina

Apa yang saya pelajari dan dapatkan dari negeri Cina sekarang ini:

Infrastruktur

Semua infrastruktur berupa jalan raya, jalan tol, rel kereta api, kereta bawah tanah, bandara, bahkan taman dibawah semuanya itu semuanya dibangun.

Iri rasanya.

Menurut saya, kalau Jakarta bahkan Indonesia ingin maju, memang harus dan mau tidak mau mulai mengeksekusi pembangunan infrastruktur.

Meskipun setelah dibangun semuanya itu jalanan masih macet, tetapi setidaknya kita tahu, kemacetan akan lebih terurai dengan beberapa kebijakan.

Apa Saja Dijual

Maksud poin saya kali ini positif ya.

Mulai dari tempat wisatanya. Ok, kita tahu Cina terkenal dikota Beijingnya adalah kota lama. Tempat Kaisar berdoa, tempat Kaisar berlibur dan lain-lain.

Tetapi yang membuat saya kagum adalah bagaimana pemerintah berusaha mempertahankan orisinalitas dan kondisi lokasi wisatanya.

Coba bayangkan Indonesia melakukan hal tersebut dengan candi-candi dan danau toba. Wow, saya nda habis pikir jadinya seperti apa.

Kedua,

Selain lokasi wisata, memang pemerintah Cina ini hobinya dagang. Semua wisatawan diminta mampir ke toko-toko yang katanya dibina oleh pemerintah.

You named it, mulai dari obat herbal, giok, teh, baju, oleh-oleh dan apa aja sehingga wisatawan belanja.

Menurut saya sih HEBAT.

Coba kalau ditiap tempat wisata Indonesia dibuat seperti itu, contoh sumatera dengan kopinya, jogja dengan gudegnya, puncak dengan peyeumnya (eh yg terakhir gagal fokus).

Indonesia juga pasti bisa

Ini intinya yang mau saya sampaikan.

Indonesia nda kurang apa-apa kok untuk seperti Cina. Kita pasti bisa juga.

Cuma masalah waktu dan fokus untuk mulai bekerja daripada ribut terus. Ok, nda nyerempet ke politik ya.

Saya bener-bener menunggu mungkin beberapa tahun kedepan Indonesia dan Jakarta bisa ngejar sampai ke sana. Perjalanan masih panjang, namun setelah melihat ke rumput tetangga, mungkin sebaiknya rumput dirumah sendiri mulai diperhatikan agar nda ngiri lagi.

Sukses,

Daru