Pengusaha harus digaji atau tidak ya

Pengusaha harus digaji atau tidak ya?

Pengusaha harus digaji atau tidak ya
Senangnya mendapat Gajian

Anda ingin memulai usaha

Siapa yang tidak ingin memulai usaha sendiri?

Pasti disemua benak para professional saat ini yang sudah merasa jenuh dengan kondisi pekerjaan mereka.

Atau yang ingin mencari kebebasan dalam waktu dan hobi mereka.

Pasti ingin yang namanya memulai usaha sendiri.

Apalagi dengan iming-iming motivator yang selalu membayangi.

Alangkah indahnya.

Lalu pertanyaan yang sering muncul

Ok. Niat sudah bulat.

Mari kita merintis usaha.

Mulai menabung dan mempelajari bisnis yang akan dikerjakan.

Mulai ikut seminar, workshop dan aktivitas yang akan memperkaya ilmu saat menjalani usaha nanti.

Siap? Ya harus siap. Mental disiapkan, dana disiapkan dan ilmu juga disiapkan.

Pengusaha harus digaji atau tidak ya

Kemudian timbul satu pertanyaan yang mengganjal.

Nah, kalau saya memiliki bisnis ini. Saya digaji nda ya?

Kalau saya dulu sebagai profesional disuatu organisasi atau bisnis, saya mendapat gaji yang stabil tiap bulan.

Bahkan mendapatkan gaji yang ketiga belas, empat belas bahkan lebih kalau mencapai target dari perusahaan.

Sekarang, punya bisnis sendiri, keluar dana sendiri, saya boleh ambil gaji dari usaha saya tidak ya?

Pertanyaan yang sederhana namun sulit menjawabnya.

Lalu apa jawabannya

Ok, kalau menurut saya. Setelah melihat banyak contoh perusahaan yang kami bantu dari sisi pengelolaan keuangannya.

Betul, kami membantu banyak pebisnis mengembangkan bisnis mereka mulai dari menyusun prosedur keuangan, akuntansi, sistem terintegrasi seperti ERP sampai ke analisanya.

Lalu jawaban kami adalah harus digaji.

Nah lho, apa alasannya Mas Ndaru?

Bukannya duitnya bisa dipakai untuk perputaran usaha sehingga lebih besar lagi?

Betul dan tidak salah kalau pemilik bisnis berpikiran seperti itu.

Tapi kalau dari sisi saya.

Pemilik harus digaji.

Meskipun jangan semena-mena mentang-mentang pemilik bisa mengambil gaji lebih besar dari kemampuan bisnisnya

Contoh

Jika bisnis Anda baru dimulai. Sebaiknya Anda mengambil gaji yang menyesuaikan dengan arus kas bisnis Anda.

Misalkan sederhananya, bisnis Anda mempunyai keuntungan per bulan 100 juta.

Mungkin gaji yang bisa Anda ambil 10-20% dari keuntungan bersih tersebut, sisanya kita akan gunakan untuk ekspansi usaha.

Jangan dihabiskan. Lalu kalau keuntungan masih terbatas bagaimana ya?

Usul saya, tetap dicatat terlebih dahulu bahwa bisnis Anda berhutang gaji kepada Anda. Dan akan dibayarkan apabila kondisi arus kas-nya membaik.

Baca juga tulisan saya yang lain seperti: September

Kira-kira sudah terbayang bukan?

Masih bingung juga?

Bagaimana kalau diskusi dengan kami secara langsung dengan menghubungi kantor kami: Sunartha dengan Mba Euis.

Atau berteman secara langsung dengan saya melalui Linkedin saya.

Salam,

Daru

Saat ini kami sedang mencari tim baru yang mempunyai kebanggaan dalam membantu perusahaan menengah pada proses implementasi ERP atau Business Intelligence. Tertarik? Apply di hrd@sunartha.co.id