Mulai Aja Dulu

Mulai Aja Dulu

Mulai Aja Dulu
Mulai Aja Dulu

Ide Banyak Eksekusi Minim

Siapa yang seperti ini?

Saya juga kok, santai aja, saya nda nyalahin Anda-Anda semua.

Ide saya banyak banget.

Mau buka usaha ini.

Kayaknya buat divisi itu enak juga.

Usaha client saya yang anu kayaknya untungnya gede.

Nah lho, itu maruk (kemaruk-bahasa jawane rakus) atau ngayal.

Beda tipis sih.

Cuma siapa sih yang nda kayak gitu.

Saya aja kepinginan. Ingin ngejalanin semua.

Banyak ide, tapi ujungnya hanya diujung mulut saja, tanpa adanya eksekusi.

Eksekusi yang serius, eksekusi yang konsisten dan pembelajaran yang menerus.

Mulai Aja Dulu

Daripada kebanyakan ide, mulai sekarang saya selalu mengingatkan diri saya.

Untuk yuk mulai aja dulu.

Mulai dari yang mudah dulu.

Dari yang sederhana dan bisa dilihat hasilnya.

Hasilnya belum sempurna, nda apa-apa.

Daripada manis dibibir (kayak judul lagu jadul ya) dan menguap seperti asap yang entah berantah.

Mending kita mulai pake slogan MVP (Minimum Viable Product). Tahu?

Itu lho, seminimum mungkin produk atau jasa yang bisa kita kasi ke pelanggan.

Contoh sederhana kalau dibisnis saya.

Saya mau jualan kopi nih.

Ya saya jualin aja kopi item (wong bisanya baru buat kopi item) ke sekitar kantor.

Nanti kalau udah ada respon dari pelanggan-pelanggan, baru deh belajar buat latte, cappucino dan menu-menu lainnya.

Slogan Tokopedia

Saya tidak dibayar dan diendorse oleh tokopedia ya.

Gini-gini saya pelanggan tokopedia lho.

Beli dari printer, makanan kucing, sendal kantor sampe barusan duren aja belinya dari toped.

Lalu, kok saya nda mulai jualan via toped. Ide bagus.

Mereka aja bisa, kok saya nda bisa ya? Padahal apa-apa ada.

Maksudnya ada komputer, internet dan barang dagangan.

Mungkin yang kurang niat.

Makanya slogan Nike dengan Just Do It dan Tokopedia yang Mulai Aja Dulu buat saya tahu.

Untuk memulai sesuatu itu mah nda usah dipikir panjang. Mikir harus ya! Tapi jalanin.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Saya sih Mulai Aja Dulu.

Bagi yang suka baca tentang cloud erp, bisa cek tulisan saya lainnya disini: Apa sih Cloud ERP itu?

Kalau Anda lagi bingung untuk menggaji diri sendiri dari bisnis Anda, baca tulisan saya yang ini ya: Pengusaha harus digaji atau tidak ya?

Salam Malam Mingguan,

Daru

Saat ini saya bekerja di Sunartha, partner perusahaan untuk implementasi tools terbaik untuk meningkatkan bisnis mereka. Mulai dari Cloud ERP dan Business Intelligence sampai ke jasa training dan konsultasi.

Kami juga lagi mencari beberapa kandidat tim kami, tertarik? Kirim ke hrd@sunartha.co.id ya. Add saya di Linkedin Anda ya. 

 

Pengusaha harus digaji atau tidak ya

Pengusaha harus digaji atau tidak ya?

Pengusaha harus digaji atau tidak ya
Senangnya mendapat Gajian

Anda ingin memulai usaha

Siapa yang tidak ingin memulai usaha sendiri?

Pasti disemua benak para professional saat ini yang sudah merasa jenuh dengan kondisi pekerjaan mereka.

Atau yang ingin mencari kebebasan dalam waktu dan hobi mereka.

Pasti ingin yang namanya memulai usaha sendiri.

Apalagi dengan iming-iming motivator yang selalu membayangi.

Alangkah indahnya.

Lalu pertanyaan yang sering muncul

Ok. Niat sudah bulat.

Mari kita merintis usaha.

Mulai menabung dan mempelajari bisnis yang akan dikerjakan.

Mulai ikut seminar, workshop dan aktivitas yang akan memperkaya ilmu saat menjalani usaha nanti.

Siap? Ya harus siap. Mental disiapkan, dana disiapkan dan ilmu juga disiapkan.

Pengusaha harus digaji atau tidak ya

Kemudian timbul satu pertanyaan yang mengganjal.

Nah, kalau saya memiliki bisnis ini. Saya digaji nda ya?

Kalau saya dulu sebagai profesional disuatu organisasi atau bisnis, saya mendapat gaji yang stabil tiap bulan.

Bahkan mendapatkan gaji yang ketiga belas, empat belas bahkan lebih kalau mencapai target dari perusahaan.

Sekarang, punya bisnis sendiri, keluar dana sendiri, saya boleh ambil gaji dari usaha saya tidak ya?

Pertanyaan yang sederhana namun sulit menjawabnya.

Lalu apa jawabannya

Ok, kalau menurut saya. Setelah melihat banyak contoh perusahaan yang kami bantu dari sisi pengelolaan keuangannya.

Betul, kami membantu banyak pebisnis mengembangkan bisnis mereka mulai dari menyusun prosedur keuangan, akuntansi, sistem terintegrasi seperti ERP sampai ke analisanya.

Lalu jawaban kami adalah harus digaji.

Nah lho, apa alasannya Mas Ndaru?

Bukannya duitnya bisa dipakai untuk perputaran usaha sehingga lebih besar lagi?

Betul dan tidak salah kalau pemilik bisnis berpikiran seperti itu.

Tapi kalau dari sisi saya.

Pemilik harus digaji.

Meskipun jangan semena-mena mentang-mentang pemilik bisa mengambil gaji lebih besar dari kemampuan bisnisnya

Contoh

Jika bisnis Anda baru dimulai. Sebaiknya Anda mengambil gaji yang menyesuaikan dengan arus kas bisnis Anda.

Misalkan sederhananya, bisnis Anda mempunyai keuntungan per bulan 100 juta.

Mungkin gaji yang bisa Anda ambil 10-20% dari keuntungan bersih tersebut, sisanya kita akan gunakan untuk ekspansi usaha.

Jangan dihabiskan. Lalu kalau keuntungan masih terbatas bagaimana ya?

Usul saya, tetap dicatat terlebih dahulu bahwa bisnis Anda berhutang gaji kepada Anda. Dan akan dibayarkan apabila kondisi arus kas-nya membaik.

Baca juga tulisan saya yang lain seperti: September

Kira-kira sudah terbayang bukan?

Masih bingung juga?

Bagaimana kalau diskusi dengan kami secara langsung dengan menghubungi kantor kami: Sunartha dengan Mba Euis.

Atau berteman secara langsung dengan saya melalui Linkedin saya.

Salam,

Daru

Saat ini kami sedang mencari tim baru yang mempunyai kebanggaan dalam membantu perusahaan menengah pada proses implementasi ERP atau Business Intelligence. Tertarik? Apply di hrd@sunartha.co.id