Karena Proses Tidak Bisa Bohong

Karena Proses Tidak Bisa Bohong

Karena Proses tidak bisa bohong
Karena Proses tidak bisa bohong

Proses vs Hasil

Selamat berlibur bagi Anda yang sedang menikmatinya saat ini.

Apa yang sedang lakukan sekarang?

Menikmati waktu “me time” dengan melakukan hobi?

Berlibur dengan istri dan anak-anak Anda?

Atau keluar kota dengan teman-teman Anda?

Apapun itu, nikmatilah waktu yang kita miliki saat ini.

Oiya, kenapa saya tiba-tiba ingin menulis topik ini.

Pertama-tama, saya tidak ingin menulis terus menerus tentang produk dan jasa kantor saya.

Jadi ingin menulis sesuatu yang beda, yang membuat saya menikmati proses menulisnya.

Jadi saya coba ambil topik ini.

Saya suka dengan istilah bahwa proses tidak bisa bohong.

Namun seringkali banyak orang atau hampir sebagian besar orang inginkan hasil saja.

Yes, outputnya saja yang diinginkan.

Namun, jarang yang mau “menikmati” proses yang harus dilewati.

Tapi sebelum membaca lebih lanjut, boleh dong share tulisan lain saya review acara Roadshow kemarin: Acumatica Roadshow 2018

Mari kita lanjutkan, sebelumnya saya ganti lagu pengiring proses nulis kali ini,

No Promises – Cheat Codes ft Demi Lovato

Karena Proses Tidak Bisa Bohong

Pernahkah Anda bertemu dengan rekan kerja Anda yang sangat menguasai dibidangnya?

Contohnya saya, ada teman saya yang memang sangat ahli dalam hal urusan marketing.

Bahkan spesifik dengan marketing produk-produk yang dibutuhkan oleh UKM.

Semua yang dibicarakan dan ide yang keluar dari mulutnya sangat bisa dieksekusi dan cocok dengan bidang yang digeluti.

Tetapi, apakah Anda tahu? Sebelum sampai kesini apa yang beliau sudah lalui?

Iya, banyak hal. Jatuh bangun, “manggung” dimana-mana, berlatih lebih dahulu dan banyak hal lainnya.

Ada lagi teman saya yang memang fokus dihal investasi. Ok, investasi disini bukan tentang asuransi ya.

Tetapi benar-benar investasi disebuah ide yang menjadi bisnis.

Banyak lika-liku dijalannya. Tetapi sekarang? Terlihat hasilnya.

Jangan lupa baca artikel saya mengenai modul manufaktur diperusahaan, apabila Anda tertarik disini: Modul Manufaktur

Kesimpulannya adalah (apalagi untuk saya juga) saat saya mendidik tim yang membantu dibisnis saya, saya harus memberikan mereka pengalaman dan proses yang tepat sehingga hasilnya sesuai  dan tidak bohong.

Setuju?

Daru

 

Tertarik untuk berdiskusi mengenai bisnis Anda? Hubungi tim saya di 0815 8690 2500 bisa melalui whatsapp. Atau kirim email ke ask@sunartha.co.id

Kami juga masih mencari tim yang tertarik untuk bergabung dengan kami, cukup lihat lowongan kerja yang tersedia diweb kami sunartha

Acumatica 2018 R2 Roadshow Jakarta

Acumatica 2018 R2 Roadshow Jakarta

Acumatica 2018 R2 Roadshow Jakarta
Acumatica 2018 R2 Roadshow Jakarta

Trend Saat Ini

Hari ini, Selasa 27 Maret 2018 di Hotel Pullman, Jakarta. Sudah terselenggara acara Acumatica Roadshow 2018 R2.

Apa yang dibahas?

Ternyata cukup banyak.

Acara yang dimulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 14.00 cukup banyak membawakan materi yang menurut saya cukup berbobot.

Berbeda dengan konsep acara sebelumnya beberapa tahun lalu, kali ini sharing product kepada beberapa prospek dan partner lebih luwes.

Dimulai dengan trend saat ini dimana ternyata diseluruh dunia, trendnya adalah penggunaan Cloud ERP sudah mulai menjadi suatu kebutuhan.

Acumatica yang merupakan nama product dan nama perusahaan penyedia aplikasi berbasis cloud ini, dimulai dari tahun 2008 saat foundersnya berkumpul.

10 tahun perjalanan mereka melayani yang sekarang mencapai 4000 perusahaan diseluruh dunia.

Secara pengguna Acumatica tidak dibatasi oleh jumlah lisensi, maka hampir dipastikan jumlah seat (user basednya jauh lebih banyak lagi).

Ok, selain itu apalagi?

Sebelum melanjutkan membaca sharing saya kali ini, baca juga sharing saya sebelumnya: Efisiensi

Acumatica 2018 R2 Roadshow Jakarta

Selain pembahasan tentang trend terkini dan bagaimana selama ini Acumatica membantu perusahaan menengah diseluruh dunia, kita disajikan oleh role play oleh tim Acumatica Asia.

Dengan mensimulasikan antara Magento – Order Process di Acumatica sampai dengan pengiriman, produksi, pengiriman sampai ke proses keuangan.

Peserta roadshow jadi ikut mengetahui bahwa dengan sistem yang tepat, proses kerja jauh lebih sederhana dan tidak diperlukan duplikasi kerja.

Mudah bukan?

Saat ini, Acumatica sudah mempunyai solusi vertikal untuk masing-masing industri seperti:

  1. Distribusi
  2. E-Commerce dengan bantuan Kensium dan Magento
  3. Manufakturing (Produksi)
  4. Construction (Konstruksi)
  5. Field Service (Jasa berdasarkan tim field yang dilapangan)

Menarik sekali ERP yang dibangun untuk membantu para pelaku usaha dan perusahaan agar tetap efisien dalam mengelola data berupa digital.

Selain itu juga, ditunjukkan bahwa selain operasional kantor tidak hanya bisa diakses maupun menginput data dinotebook saja, melainkan mobile apps di smartphone android atau ios.

Coba bayangkan berapa besar investasi yang harus dikeluarkan untuk membuat mobile apps spesifik untuk bisnis Anda padahal Anda cukup menggunakan alur best practise yang sudah ada.

Lalu kesimpulannya acara Acumatica 2018 R2 Roadshow Jakarta apa?

Jangan lupa membaca artikel lainnya : Visualisasi Data Menggunakan Tableau

Kesimpulannya adalah tidak hanya perusahaan besar yang bisa menikmati kekinian Acumatica dibisnis mereka.

Salam,

Daru

Tertarik untuk mendiskusikan penerapan Acumatica dibisnis atau organisasi Anda?

Anda dapat menghubungi tim saya di 0815 8690 2500 bisa melalui whatsapp. Atau kirim email ke ask@sunartha.co.id

 

 

 

 

Efisiensi oleh Purwandaru tulisan dimalam minggu kali ini

Efisiensi

Efisiensi
Liburan

 

 

 

 

 

Credit pic : hariliburnasional.com 

Liburan

Lihat gambar bis, jadi pengen liburan? Kalau saya iya.

Waktu saya ditingkat sekolah dasar, naik bis malam adalah salah satu kesukaan saya.

Kesukaan karna pastinya saat itu sedang libur sekolah.

Dan tujuan bis yang saya naiki adalah jurusan jawa tengah, tempat dimana mbah dan saudara-saudara saya berada.

Ganti lagu Spotify dulu ah A-A-A-A-A oleh NaFF 

Dulu, keluarga kami belum memiliki kendaraan pribadi, jadi naik kendaraan umum seperti bis malam dan kereta api merupakan pengalaman menarik.

Seingat saya, kami berangkat dari Terminal Pulo Gadung dan sampai di Ungaran, kami selalu menyempatkan ke keluarga Pakde dan Bude saya disana.

Ok, intronya sudah ya, jadi teringat tempo doloe.

Kenapa saya angkat topik ini?

Karena saya dan tim barusan mendapatkan insight menarik dari salah satu prospek yang kami temui.

Efisiensi

Yaitu, perusahaan atau grup konglomerasi saat ini berusaha untuk mengejar yang namanya efisiensi.

*Bukan nama bis ya.

Ada wacana (dan tidak lama lagi) akan terlaksana, kalau suatu bagian didalam organisasi perusahaan tersebut akan disatukan proses bisnisnya.

Apa targetnya? Pastinya penghematan dari penggabungan beberapa unit ditiap organisasi menjadi satu unit atau perusahaan saja.

Kalau saya bilang pribadi, NGERI.

Kenapa tidak?

Coba bayangkan, penghematan yang akan didapatkan akan luar biasa jadinya.

Ok, saya belum bisa bilang bagian apa dan perusahaan apa disini ya. Nanti jadi spoiler lagi.

Kan nda seru.

Saya coba bayangkan, kedepannya, ekonomi seperti apa  yang akan terjadi.

Biasanya pertanyaan-pertanyaan gini nih yang disukai oleh kaum visioner bukan?

Bisnis apa yang akan tambah melejit kedepannya?

Jenis bisnis apa yang akan menurun kedepannya?

Dan sebaiknya kalau shifting atau berubah jenis bisnisnya, sebaiknya kita nda disitu bukan?

Bagaimana menurut teman-teman para pelaku bisnis?

Sempat memikirkan hal yang saya juga pikirkan bukan?

Kalau iya, boleh nih kita diskusi-diskusi lebih lanjut kedepannya.

Tertarik diskusi dengan saya melalui media dibawah ini:

Linkedin saya: Purwandaru

Atau ingin membaca artikel yang sudah saya tulis lainnya seperti: Ide Menjadi Kenyataan 

Salam,

Daru.

Sekilas mengenai saya. Saat ini saya bersama tim Sunartha  banyak membantu perusahaan menengah dalam meningkatkan bisnis mereka melalui implementasi sistem seperti Cloud ERP dan Tableau Business Intelligence. Tujuannya cuma satu, bertumbuh. Tertarik untuk bergabung dengan tim kami? Drop CV Anda ke bagian Lowongan kerja kami. 

 

 

 

 

Ide Menjadi Kenyataan

Ide Menjadi Kenyataan

Ide Menjadi Kenyataan
Gambar: Crafting ideas into reality

Coba sebutkan siapa dari kita yang tidak mempunyai ide?

Iya, ide.

Sebuah pemikiran, cetusan, inisiatif, hal baru, apapun itu.

Ide terlihat sangat wah.

Terdengar sangat merdu.

Dan terkadang membanjiri diri kita.

Ingin ini, ingin itu.

Mirip lagu OST Doraemon (tontonan anak-anak jaman saya kecil dahulu) dimana aktor utamanya Nobita, ingin apapun dan hebatnya, dikabulkan oleh Doraemon.

Sebelum jauh membaca tulisan kali ini, luangkan waktu membaca tulisan saya yang lain seperti: Mulai aja dulu

Tetapi, menurut saya pribadi.

Ide hanyalah sebatas angan-angan tanpa adanya realisasi dan eksekusi untuk menjadi kenyataan.

Kenyataan

Lain halnya dengan ide.

Membuat suatu ide menjadi kenyataan tidaklah semudah apa ya?

Semudah memesan gojek kali ya 🙂

Itupun kalau nda ditolak oleh abang-abang gojeknya.

Ujian akan selalu ada.

Proses harus selalu dilewati.

Tantangan harus dilompati.

Nah, apakah semua yang berani mengeluarkan ide, berani juga merealisasikan idenya?

Tidak semua.

Ide Menjadi Kenyataan

Saya jadi teringat ide saya yang dahulu.

Ide bagaimana membantu pengusaha bisa memantau bisnis yang dijalankan oleh mereka.

Ditengah kesibukannya mengatur operasional, melayani pelanggan, memikirkan meningkatkan penjualan, dan masih segudang masalah lainnya.

Idenya sederhana.

Kenapa harus menunggu laporan keuangan diakhir bulan untuk mendapatkan informasi yang mustinya bisa didapat saat itu juga.

Sibuk google-ing sana sini.

Akhirnya saya menemukan 1 produk accounting software dan memberanikan diri jadi resellernya.

Iya, bisnis pertama saya adalah menjadi reseller produk software akuntansi.

Eksekusi ide menurut saya yang terpenting.

Banyak orang bahkan orang tua pun sendiri mempertanyakan bagaimana caranya saya berjualan software yang orang Indonesia sukanya beli software yang “begitu”.

Emang ada yang beli? Tanya teman ayah saya.

Namanya juga proses.

Kita akan selalu tahu jawabannya ketika kita mencoba. Belum berhasil sampai ada pintu lagi yang harus kita buka.

Pengen tahu software yang saat ini Sunartha tawarkan? Berikut contohnya: Tableau

Jadi, apakah tulisan kali ini mencerahkan teman-teman yang sedang mencoba merealisasikan idenya?

Mustinya iya dong ya.

Salam,

Daru

Saat ini saya bersama tim di Sunartha banyak membantu perusahaan menengah untuk menerapkan tools yang dapat membantu pemilik maupun manajemen dalam pengambilan keputusan. Tertarik untuk bergabung dengan kami? Kirimkan CV Anda ke hrd@sunartha.co.id