Avengers Infinity Wars Antara Realita dan Harapan

Avengers Infinity Wars Antara Realita dan Harapan

Avengers Infinity Wars
Poster Avengers 

Credit pic : Bookmyshow

Avengers Infinity Wars

Siapa yang tidak kenal dengan Avengers.

Pahlawan pembela Bumi. Superheroes dengan kekuatan dan keahlianya masing-masing.

Kemudian disatukan menjadi sebuah film dengan judul Avengers.

Memasuki film ketiga (kalau nda salah ya) ini, Avengers melibatkan lebih banyak lagi superheroes yang ada di MCU.

Anda salah satu fans setia Marvel Cinematic Universe?

Berarti Anda harus dan musti membeli tiket untuk menonton film ini.

Selain film ini juga sudah banyak trailer dan meme ataupun fans yang membicarakannya di social media.

Menurut saya, dahsyat sekali sih tim marketing film Avengers kali ini.

Tetapi saya nda akan bahas tentang isi filmnya pada tulisan kali ini ya.

Sebelum melanjutkan, tolong mampir juga ditulisan saya kali ini yang berjudul : Ngeluh

Teamwork

Yang saya suka dari film Marvel Avengers adalah meskipun dengan semua kekuatan super yang mereka miliki, tetapi dengan tujuan yang sama, mereka mau bekerja sama.

Coba bayangkan dengan organisasi atau bisnis yang Anda jalankan sekarang.

Bagaimana dengan proses kerja yang berjalan sekarang.

Apakah Anda yang pontang-panting sendirian?

Atau sebagian dari tim Anda yang bekerja keras dan yang lain diam-diam menghanyutkan (artinya tidak bekerja)?

Mungkin sudah seperti tim Avengers, yang bisa bekerja masing-masing dengan kelebihan yang dimiliki dan saling melengkapi?

Kalau dikantor kami, Sun Artha, saya pribadi ingin mengarahkan tim supaya bisa seperti tim Avengers.

Maka dari itu, kami mencoba untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari masing-masing individu didalamnya.

Ada yang mempunyai kelebihan seperti Scarlet Witch untuk berkomunikasi lebih baik ke prospek, tahu kan posisinya apa?

Kemudian ada tim saya yang seperti Iron Man dimana suka untuk ngoprek yang berhubungan dengan teknologi baru.

Ada juga yang tipe leader seperti Captain America.

Dan kita mempunyai tujuan yang sama seperti Avengers, meskipun bukan menyelamatkan manusia dari Thanos ya.

Tetapi kami mempunyai tujuan yang sama adalah mengimplementasikan tools yang tepat bagi para pelaku bisnis untuk membuat bisnisnya tambah besar lagi.

Sehubungan dengan hal implementasi nih, saya punya tulisan yang menarik untuk dibaca lebih lanjut: Tahapan implementasi ERP

Wah, sudah dulu ya sharingnya kali ini.

Saya tunggu nih komentarnya bagi yang sudah nonton film diatas.

Salam malam mingguan,

 

Daru

Tertarik untuk mempelajari tools yang bisa membuat visualisasi dari data yang berbentuk seperti excel maupun dalam format database? Yuk coba download trial gratisnya selama 14 hari disini  dan untuk langkah awal yang mudahnya, bisa menonton di Youtube kami. 

Jangan Berhutang

Jangan Berhutang

Jangan Berhutang
Jangan Berhutang

 

Kontroversial

Selamat malam!

Mohon maaf judul saya malam ini agak-agak kontroversial.

Bukan maksudnya untuk apa-apa.

Hanya ingin sharing mengenai hutang dan kapan saatnya boleh berhutang dan kapan saatnya tidak boleh berhutang.

Siap-siap, mudah-mudahan tulisan kali ini cukup mencerahkan ya.

kali ini saya mau menulis sambil ditemani oleh playlist saya yang memutar lagu-lagu korea 🙂

Hutang, antara Baik atau Buruk sih

Ok, siapa yang pernah mengalami kejadian seperti ini.

Ketika kita membuka rekening bank baru, pasti setelahnya kita ditelponin oleh telesales.

Dan yang pasti yang ditawarkan adalah yang namanya nda jauh-jauh dari hutang.

Yes, KTA (Kredit tanpa Agunan) atau Pinjaman Lunak, apapun itu namanya.

Sebelum melanjutkan, tolong mampir ke tulisan saya yang lain mengenai Ngeluh, terimakasih ya. 

Back to laptop ya.

Sebenarnya, kenapa sih kita ditawar-tawari hutang seperti itu?

Dan apakah boleh berhutang untuk kegiatan konsumtif?

Mungkin tulisan kali ini saya bisa berbagi  ya sedikit tentang pemahaman hutang.

Hutang untuk kegiatan produktif

Siapa yang pernah berhutang untuk kegiatan produktif?

Bagi para pelaku bisnis, mungkin sudah biasa ya.

Dan tentunya, pihak perbankan dengan telitinya mengecek banyak hal untuk hutang tipe ini.

Betul nda?

Dulu waktu jaman saya mengurus hutang atau pinjaman modal kerja.

Semakin lunak atau fleksibel pinjamannya, yang pasti karena perusahaannya benar-benar prudent atau dipercaya.

Atau karena pelanggannya benar-benar tepat waktu ketika janji untuk membayar.

Nah, salah satu syaratnya adalah laporan keuangan tuh.

Bagi yang ingin bisnisnya langgeng terus dan tidak bermasalah, mungkin bisa baca artikel bagus ini nih: Kehancuran Bisnis Karena Prosedur Yang Kurang Memadai

Tujuan berhutang jelas. Yaitu untuk mendapatkan perputaran yang lebih cepat dari sisi arus kas dan pada ujungnya meningkatkan laba.

Setuju dong klo ini tujuan berhutang?

Jangan Berhutang untuk kegiatan konsumtif

Nah, kalau berhutang untuk kegiatan konsumtif, gimana?

Boleh atau nda?

Kalau saran saya, mending jangan deh.

Apalagi kalau sudah seperti ini gejalanya: gali hutang dengan hutang lain.

Wah, bahaya tuh.

Sebaiknya segera dilunasi, agar hidup lebih nyaman. Setuju?

Setelah membaca tulisan kali ini, apakah sudah jelas kenapa saya menulis judul tersebut kan?

Jangan lah berhutang kalau memang nda penting-penting amat. Ataupun kalau memang ingin berhutang, tolong dikelola yang baik ya.

Salam,

Daru

Saat ini saya bekerja di Sun Artha dimana jasa kami diantaranya adalah jasa untuk konsultasi manajemen yang terkait dengan pengelolaan uang terutama bisnis. Tertarik bergabung dengan kami? Yuk kirim CV Anda di hrd@sunartha.co.id  

Kami juga saat ini sedang ingin mengedukasi tools yang berguna untuk analisa bisnis Anda berdasarkan data. Tertarik mencoba tools ini secara gratis selama 14 hari? Saya Mau Donk Mas Ndaru. 

 

 

Ngeluh

Ngeluh

Ngeluh
Ngeluh

 

 

 

 

Pernah Ngeluh?

Hidup Anda terasa sulit?

Kerjaan menumpuk dan tidak jelas suasana kerja dikantor?

Atau sudah kerja keras dan puter otak tetapi hasilnya gitu-gitu aja?

Ngeluh?

So pasti lah Mas Ndaru, siapa yang tidak bakal ngeluh kalau lagi ngalami keadaan seperti itu?

Lagipula, salah nda sih kita mengeluh?

Salahkah Kalau Kita Mengeluh?

Kalau menurut saya ya,

Boleh-boleh saja, asalkan, pakai asalkan ya,

Asalkan kita tidak berlarut-larut terus menerus pada kondisi mengeluh tadi.

Wajar kita sebagai manusia merasakan kondisi seperti itu.

Tetapi kalau lama-kelamaan dalam kondisi seperti hal diatas, belum tentu merubah keadaan bukan?

Yang ada malah teman-teman kita, keluarga kita, atau orang-orang terdekat kita jadi tambah pusing lagi.

Lalu Sebaiknya Gimana?

Nah, pertanyaan ini yang lebih baik ditanyakan.

Kemudian seharusnya kita mengambil sikap apa kalau sudah mulai mengeluh ini?

Sebenarnya sederhana.

Mengeluh membuat mood kita jelek.

Iya, jelek sejelek-jeleknya.

Lalu bagaimana agar tidak bad mood?

Kalau saya, langsung mencari lagu-lagu yang membuat mood saya kembali normal.

Yes, lagu membuat kita bersemangat lagi. Asal jangan lagunya tambah mellow ya. Nanti malah tambah parah lagi bad moodnya.

Kedua.

Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kita sukai.

Misalkan melakukan hobi Anda.

Kalau hobinya jalan-jalan, ya cukup pergi ketempat yang membuat Anda merasa lepas.

Kalau saya, salah satu hobinya adalah menulis, sok atuh baca tulisan saya yang lain seperti: Proses Tidak Bisa Bohong

Nah,

Baru-baru ini saya mengeluh tentang kok sudah mencoba semua strategi dibisnis saya, tetapi tidak melesat juga nih.

Mungkin Anda yang mempunyai usaha sendiri ataupun saat ini sedang merintis karier merasakan hal yang sama.

Sambil menyimak pengalaman-pengalaman teman, pelanggan dan rekan-rekan sekitar, saya bisa mengambil suatu kesimpulan.

Meskipun kesimpulannya belum tentu 100% akurat, tapi nda apa-apa saya sharing disini. Siapa tahu Anda setuju dengan saya.

Sebelum melanjutkan membaca, monggo mampir disalah satu tulisan saya yang lain seperti: Membahas tentang ERP Manufaktur

Kesimpulan yang saya dapatkan adalah semua orang akan mempunyai waktunya sendiri-sendiri.

Dan yang kedua adalah ternyata bisnis atau karier yang melesat juga ditentukan oleh diperusahaan apa dan diindustri Anda sekarang saat ini berada.

Saya coba pikir-pikir ada benarnya juga. Apabila Anda berada disaat yang tepat dan momentum yang tepat, pastilah bisnis atau karier Anda meningkat juga.

Lalu, daripada mengeluh terus menerus, mending mencari tempat kerja atau bisnis yang pasti membuat Anda maju bukan?

Setuju?

Salam,

Daru

Tertarik untuk mendiskusikan bisnis dan penerapan tools bisnis yang tepat? Hubungi saya (Linkedin) atau tim saya di nomor WA yang tertera di web Sunartha