Deadpool 2 Film Cita Rasa Curcol

Deadpool 2 Film Cita Rasa Curcol

Deadpool 2
Deadpool 2. Sumber Gambar: 20th Century Fox

 

 

 

 

MCU

Marvel Cinematic Universe.

Ya, series film keluaran marvel yang ditahun ini sangat sukses mendulang pundi-pundi uang.

Tidak hanya bagi pemeran, produser maupun banyak orang yang terinspirasi dengan superheroes league yang dinantikan penggemarnya.

Dimulai dari awalnya Iron Man kemudian sampai ditahun ini dilanjutkan kesuksesan Black Panther.

Yang terakhir dan mengejutkan adanya Avengers yang memecahkan rekor semua film dalam penanyangan perdananya.

Lalu, apa rahasianya?

Yuk kita sama-sama menyimaknya.

Sebelum melanjutkan bacaan kali ini, mampir juga dong ke artikel yang dibuat oleh tim saya disini: Pentingnya Arus Kas

Rahasia Kesuksesan Marvel

Pernahkah Anda menonton film-film keluaran marvel?

Pastinya Anda nonton dong ya.

Kalau tidak mana tahu ada film berjudul Deadpool ini.

Ok. Dilanjutkan ya.

Rahasianya adalah Marvel mampu mengemas film-film keluaran mereka dengan satu kesatuan yang saling tidak bisa dipisahkan.

Betul atau betul?

Tidak percaya? Ok. Coba simak semua film marvel dari awal.

Mulai dari Iron Man, Captain America, Thor dan seterusnya.

Setiap di ending film yang diputar, selalu ada spoiler film-film mereka selanjutnya.

Dan saya rasa (salah satu dari beberapa bagian lainnya) yang membuat para penonton akan bertanya-tanya dan menantikan film keluaran selanjutnya.

Lalu, sekarang bagaimana dengan Deadpool 2 nih?

Deadpool 2 Film Cita Rasa Curcol

Sebelum masuk ke film Deadpool, Anda sudah nonton film yang pertama belum?

Ok, belum? Nonton dulu dong ya.

Tapi sadar nda? Film ini beda banget.

Ngomong-ngomong soal beda, saya pernah nulis tentang Berani Beda lho. Cek ya.

Sip, lanjut ya.

Sedikit spoiler ya bagi yang belum nonton film yang pertama.

Bisa dibilang, Deadpool itu bukan kategori superheroes. Yes, dia malah mirip villain daripada heroes.

Itu yang pertama.

Yang kedua mengenai film ini nih, perhatiin nda. Kayaknya satu film isinya curcol si Deadpool ini.

Iya sih ini film dia, cuma, kayaknya ini jagoan itu bawel banget untuk ukuran cowo.

So, perasaan kalau nonton film marvel yang ini, berasa beda banget aja.

Makanya, kalau punya bisnis juga sama lho, beraniin diri aja supaya beda. Setuju?

Moral of The Business dari Film Deadpool

Ok, insight yang didapat dari film ini dan ingin diterapkan ke bisnis.

Menurut saya, yang pertama adalah Heroes pun harus punya tim.

Karna Deadpool aja nyari tim dia (X-Force namanya) untuk bantu dia menghadapi saingan dia (yang disebut Cable).

Ok, dulu ada yang bilang pengusaha itu kayak Superman, bisa sendiri, itu mah dulu, sekarang kita harus kayak Deadpool aja ya, ramean.

Kedua.

Ada namanya Linkedin untuk cari tim yang cocok dengan kualifikasi dan objectives kita.

Ngomong-ngomong tentang Linkedin, kenalan dong dan sapa saya di Linkedin saya disini Daru.

Networking dan tim yang ideal itu koentji bisnis kita berkembang. Jadi segera mulai dari sekarang ya bagi teman-teman yang sedang merintis bisnis.

Bagaimana dengan curcol dibisnis?

Sebaiknya dihindari ya. Karna, curcol dan ngeluh itu hukumnya nda baik dibisnis.

Malah yang baik adalah berbagi. Ya, berbagi skills yang Anda punya atau knowledge umum yang bisa Anda bagikan untuk teman dan jejaring Anda.

Seperti kami di sunartha.co.id sering sekali berbagi banyak hal tentang bisnis, tools yang cocok untuk manage bisnis Anda, hal-hal yang kekinian soal bisnis dan tips lain.

Sama halnya dengan aplikasi yang sedang kekinian sekarang ini. Penasaran apa?

Coba deh baca dan download, cobain gratis pula selama 14 hari disini : Mau Dong

Kalau Anda masih bingung ini apaan sih, bisa dong tanya-tanya ke Mba Euis via Whatsapp (langsung aja dijapri) kesini: 0815 8690 2500

Pesan terakhir ya, jangan lupa nonton. Hidup untuk dinikmati.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa ya.

Salam,

Daru

 

 

 

Investasi atau Berbisnis Sendiri Mana Yang Cocok Untuk Saya

Investasi atau Berbisnis Sendiri Mana Yang Cocok Untuk Saya.

Pertanyaan menarik bukan?

Apalagi untuk Anda yang saat ini sebagai profesional ditempat kerja Anda.

Mana yang cocok untuk saya?

Yuk, simak sekarang juga.

Investasi atau Berbisnis Sendiri
Investasi atau Berbisnis Sendiri?

Kebutuhan

Kebutuhan tiap orang berbeda-beda.

Ada yang sudah merasa cukup dengan penghasilan bulanannya saat ini.

Namun ada juga yang berbeda dengan sebagian orang yang merasa berkecukupan.

Mereka ingin bisa mendapatkan sesuatu yang lebih.

Nah, apakah itu buruk? Tidak kok.

Itu yang membuat seseorang tambah maju bukan (dalam artian yang positif ya).

Misalkan dipekerjaannya, seseorang tersebut akan selalu termotivasi dan berharap ingin meningkatkan karier dan berkontribusi untuk kantornya.

Nah, dasar kebutuhan itulah yang terkadang membuat seseorang akhirnya berfikir kalau dana yang mereka miliki sekarang, supaya optimal ditempatkan dimana ya.

Investasi atau Berbisnis Sendiri Mana Yang Cocok Untuk Saya

Cocok.

Ya, kata yang seringkali kita mau cari.

Kalau sekarang saya bekerja penuh waktu dikantor saya, cocokan investasi atau berbisnis sendiri ya.

Yuk mari kita ulas masing-masing opsi tersebut.

Berbisnis Sendiri

Penuh waktu tetapi harus mendirikan bisnis sendiri.

Apakah mungkin?

Kalau Anda lagi yang mengerjakan untuk operasional, saya tidak menyarankan ya.

Sebaiknya Anda mencari bisnis yang setidaknya Anda bisa awasi dan kalau bisa juga sistemnya sudah ada.

Tetapi kalau Anda lagi yang mengerjakan, pasti cape banget dan bisnis dan karier Anda sama-sama mandeg.

Mungkin untuk awal-awal pasti Anda akan repot, tetapi harus diawal-awal aja ya.

Mungkin berikutnya bisa meminta istri dirumah atau keluarga Anda untuk mengawasinya.

Bisnisnya apa? Ya kalau ini sesuai dengan kesukaan ya. Intinya jangan terlalu tergiur karena hitung-hitungan, apalagi sistemnya kemitraan atau franchise.

Btw saya juga sempat menulis tentang Memulai Bisnis  mungkin Anda bisa mampir dan mendapatkan pencerahan.

Investasi

Ada banyak cara dan wahana untuk investasi.

Mulai dari reksadana, bursa saham, ORI bahkan fintech yang sedang trend belakangan ini.

Menurut saya kalau investasi ini merupakan salah satu opsi yang tidak terlalu membutuhkan waktu Anda dari sisi operasional seperti bisnis.

Namun tetap membutuhkan waktu untuk melakukan riset dan evaluasi atas investasi Anda.

Dan juga, jangan pernah investasi dengan modal berhutang ya.

Bicara tentang hutang, saya juga pernah menulis tentang Jangan Berhutang beberapa waktu lalu

Berapa return yang diincar dari investasi?

Tergantung kebutuhan Anda dan preferensi risiko Anda.

Ingat ada istilah high risk dan high return kan? Nah usahakan sesuai antara return dan risknya.

Bagaimana dengan saya?

Kalau saya ada dana yang saya alokasikan untuk beberapa investasi dalam sektor riil dan juga di fintech baru seperti Investree. Coba mampir saja.

Karena konsepnya saya paham yaitu invoice factoring. Yaitu memberikan pinjaman atas invoice yang sudah ditagihkan ke customer, tetapi menunggu termin pembayaran saja.

Selain itu, saya juga mempunyai bisnis sendiri di sunartha.co.id dimana saya dan tim membantu perusahaan menengah menerapkan sistem dan tools untuk meningkatkan bisnis mereka.

Artikel yang menurut saya menarik untuk Anda baca lainnya adalah Panduan untuk Memilih ERP yang Tepat. 

Salah satu tools yang menurut saya perlu banget dipelajari oleh pemilik bisnis adalah Tableau Business Intelligence. Anda dapat mencobanya secara gratis selama 14 hari melalui tautan sebelumnya.

Atau Anda ingin mendiskusikan dengan saya secara langsung bagaimana optimalisasi data, data ataupun bagaimana untuk mencari pendanaan? Let me know ya.

Apabila Anda merasa bahasan dan topik kali ini bermanfaat untuk teman atau rekan bisnis Anda.

Jangan lupa berbagi ya sharing kali ini “Investasi atau Berbisnis Sendiri Mana Yang Cocok Untuk Saya”.

Salam,

Daru

Ingin Memulai Usaha Sendiri

Ingin Memulai Usaha Sendiri. Siapa sih yang tidak ingin memilikinya?

Ingin Memulai Usaha Sendiri

Ingin Memulai Usaha Sendiri

Ada beberapa teman saya yang ingin memiliki usaha sendiri.

Kebetulan saat ini mereka saat ini sebagai profesional ditempat kerja mereka.

Karena kebetulan saya yang lebih duluan memulai merintis usaha, teman saya akhirnya meminta waktu saya untuk diskusi lebih lanjut.

Ok, waktu sudah ditetapkan sambil ngopi didekat rumah saya didaerah Jakarta Timur.

Dimulai dengan cerita masing-masing dipekerjaan kita sebelumnya sambil menyeruput coklat (yes, akhirnya karna saya mencoba mengurangi kopi, saya order coklat pada saat itu).

Maka dimulailah sesi diskusi yang seru tersebut.

Mulai dari Mana

Pertanyaan yang bagus ditanyakan ke saya.

Musti mulai dari mana ya?

Kalau menurut saya dan pengalaman teman-teman saya yang sesama merintis usaha dari awal, kita bisa mulai dari yang kita punya dulu.

Masak sih sesederhana itu?

Yups. Itu jawaban saya.

Lalu bagaimana dengan permodalan? Nah, itu topik yang berbeda, menurut saya lho ya.

Kalau Anda bergerak dibidang jasa, yang terutama itu adalah bagaimana Anda dapat meyakinkan calon pelanggan Anda kalau Anda bisa mengerjakan kita janjikan.

Betul tidak?

Apakah butuh modal? Tentunya, tapi kita bisa bahas nanti dibelakang ya.

Bicara tentang artikel saya yang lain, menurut saya Anda musti baca nih: Indah Pada Waktunya

Kita lanjutkan ya.

Karna teman saya ini sudah punya cukup banyak pengalaman dibidang yang dia saat ini bekerja, menurut saya itu sudah cukup banyak membantu.

Belajar dari pengalaman pribadi saya, ketika itu ingin punya usaha dimakanan ringan/snack.

Karena saya tidak punya pengalaman disitu, ya ujungnya ditipu sana-sini, biaya belajarnya sangat besar.

So, the most important thing is, kita harus tahu dan kenal betul detail bisnis yang akan kita kerjakan.

Berikutnya apa?

Ok, sudah paham ya.

Yang pertama adalah kuasai dulu teknis dan seluk beluk bisnis yang kita akan buat.

Seperti mau kenalan sama calon pasangan, masa kita nda coba cari tahu dari teman-temannya, sosmed, eh jadi stalking ya? Bukan-bukan, jangan dicontoh klo gitu.

Yang kedua adalah permodalan.

Banyak calon pebisnis selalu terganjal dengan yang namanya modal.

Ini musti buat gaji karyawan dari mana?

Beli notebook atau sewa kantor uang dari mana?

Ok. Apakah Anda ciut begitu harus keluarkan dana itu?

Bagus, artinya Anda sayang dengan uang Anda yang akan investasikan bukan?

Jadi, bijaksanalah dalam mengelola uang. Uang sendiri maupun uang dari mitra atau investor yang kemungkinan akan Anda perlukan.

Bicara tentang uang, saya jadi ingat pernah menulis tentang ini nih: Jangan Berhutang

Awalnya kita musti siapkan uang berapa sih?

Menurut saya, kembali ke bahasan tadi diatas. Mulai dari yang kita punya dulu.

Sudah punya notebook, sudah ok. Smartphone? Bagus.

Kantor? Kan sekarang banyak yang ngantor dari coffeeshop atau service officed yang terjangkau.

Intinya, start small and act now but make sales fast!

Setuju nda?

1 Juta Pertama

Ingin memulai usaha sendiri itu adalah cita-cita hampir semua teman yang memang ingin punya pensiunan atau cape bekerja untuk orang lain.

Tetapi kadang kita juga harus siapkan mental, yang tadinya terima gajian sekarang kasi gajian dulu ke tim kita.

Kenapa saya bilang kenapa kita harus cepat-cepat jualan dan menghasilkan uang?

Ya, karena percuma mimpi besar kalau kita nda bisa jualan!

Betul atau betul?

Bohong kalau usaha itu mudah. Yang namanya orang nda suka jualan akan kepaksa bisa jualan demi bisnis dan tim mereka.

Kalau nda mau, ya nda usah mencoba. Nda susah kan? Tapi kalau Anda ingin mencoba profesi ini, ya begitu jalannya.

Seperti saya dan tim saya di sunartha.co.id yang salah satu jasanya adalah mengimplementasikan cloud erp  bagi perusahaan yang sedang berkembang, kami melihat banyak owner bisnis yang memang juga akhirnya turun langsung ke penjualan.

Jadi, meskipun owner, relasi dan networking itu harus terus dibina. Karena dari situlah nanti akan ada trust (kepercayaan) dan pekerjaan.

Kira-kira gimana nih? Sudah terbayangkah? Mulai dari mana?

Semoga artikel kali ini mengenai Ingin Memulai Usaha Sendiri membantu Anda ya yang masih galau tentang topik ini.

Salam,

Daru

Selain cloud erp, kami juga membantu pemilik bisnis memahami data mereka. Dengan tools Tableau yang artikelnya bisa Anda baca disini dan Anda bisa coba gratis lho selama 14 hari, tertarik? Download disini

 

 

Indah Pada Waktunya

Indah pada waktunya

Indah Pada Waktunya
Indah Pada Waktunya

Waktu

Terkadang kita selalu ingin serba cepat.

Serba instan dan semuanya serba tersedia.

Namun tidak jarang ada satu komponen yang membuat kita harus menunggu.

Ya, namanya waktu.

Contoh sederhananya adalah ketika diproses belajar ketika SMA.

Tetap dibutuhkan waktu 3 tahun sampai lulus.

Masa perkuliahan, dibutuhkan waktu 4 tahun bahkan lebih.

itulah waktu.

Diperlukan waktu juga untuk belajar, waktu yang berbeda untuk melakukan aktivitas kita.

Bicara tentang waktu, tahu kan sekarang lagi waktunya viral bagi minuman kekinian ini: Es Milo Kepal 

Tujuan dan Cita-Cita

Lalu sekarang bagi Anda yang sedang bekerja secara profesional maupun sedang mencoba merintis usaha sendiri, semuanya pun ada waktunya.

Terkadang kita tidak sabaran.

Kenapa ya tujuan saya bisa segera naik ke level manajer, tapi kok nda sampai-sampai disana.

Kalau bagi yang punya usaha, ingin segera meningkatkan penjualan supaya bisa hire orang yang bisa menggantikan, tapi kok belum saatnya.

Semuanya butuh waktu.

Bahkan saya pun terkadang tidak sabaran juga.

Saya selalu meminta tim dikantor untuk segera mencoba, segera tahu hasilnya, apakah sesuai harapan atau tidak dan menentukan strategi kedepannya.

Musuhnya cuma satu. Yaitu waktu.

Karena waktu kita terbatas dan waktu juga lah yang meminta kita selalu berkejaran dengan cita-cita dan tujuan hidup kita.

Bicara tentang bisnis, saya punya tulisan lain yang mungkin Anda perlu baca tentang: Jangan Berhutang

Indah Pada Waktunya

Tetapi akhirnya saya harus tetap memegang kata-kata orang tua saya.

Semuanya itu Indah pada Waktunya.

Tuhan sudah menciptakan waktu yang terbaik untuk kita semua.

Waktu untuk lulus kuliah,  untuk berkeluarga dan untuk memiliki anak pertama.

Yang pasti dan jangan dilupakan adalah kita harus mencobanya dan mengusahakannya.

Cuma itu yang harus diingat. Karena tanpa mencoba kita tidak akan tahu hasilnya.

Sama dengan berbisnis. Secara hitungan dan secara pembicaraan orang mungkin sudah yakin.

Tetapi sebelum Anda masuk dan mencobanya sendiri, mungkin akan beda hasilnya.

Seperti saya awal mendaftarkan diri menjadi partner Acumatica Cloud ERP dan Tableau, semua sudah siap secara perhitungan dan analisa bisnis.

Pada akhirnya saya harus belajar dan mencoba strategi apa yang efektif untuk kedua produk diatas.

Tertarik untuk mempelajari Acumatica? Saya punya bacaan menarik untuk Anda terutama yang bisnis Anda miliki adalah manufaktur: ERP untuk Manufaktur

Bagi Anda yang tertarik mengenai visualisasi data dan data analytics, mampir ditulisan saya yang ini ya:  Review Tableau 

Ingin diskusi tentang bisnis dan trend kedepan, mari kita berkenalan via Linkedin.

Salam,

 

Daru

 

Es Kepal Milo

Es Kepal Milo

Siapa yang tidak mengenalnya?

Yuk mari kita bahas bersama.

Trend Kuliner

Es Kepal Milo
Semangkuk

Credit gambar : DetikFood

Trend tidak hanya ada dibisnis pakaian lho. Sekarang ini, trend juga sudah mulai memasuki bisnis kuliner.

Ini salah satu contoh terbarunya. Es Kepal Milo.

Sama dengan Avengers Infinity Wars, viralnya es yang satu ini termasuk salah satu yang harus saya acungi jempol.

Kenapa tidak?

Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, trend minuman milo dengan varian seperti ini langsung memikat para pencinta milo dan minuman coklat.

By the way, saya sudah suka dari dulu yang namanya milo.

Begitu saya lihat es dalam bentuk milo seperti ini, langsung saya mengakui, kalau business development Nestle lagi iseng meramu hal-hal baru nih.

Bicara tentang Avengers Infinity Wars, jangan lupa dong baca tulisan saya yang ini: Avengers

Es Kepal Milo

Sudah mencobanya?

Bagaimana menurut Anda?

Yups, es dengan balutan Milo diatasnya serta topping yang dapat dipilih bukan?

Lalu bagaimana menurut Anda?

Apakah ini trend sesaat atau kira-kira bisa berlangsung lama?

Nah, itulah beberapa pertanyaan yang saya tanyakan kedalam benak saya ketika melihat trend baru ini.

Bisnis development suatu produk yang sudah dewasa (mature) dipasar, akan putar otak bagaimana membuat pertumbuhan bisnisnya.

Sama dengan kita para pelaku bisnis bukan?

Apa ya yang kira-kira bisa membuat bisnis kita tetap berkembang.

Kalau sekarang jualan milo minuman, kenapa nda nypba milo kepal?

Apabila sekarang jualan produk A, kenapa nda juga nyobain produk A dengan turunan tertentu.

Sama dengan kami di Sun Artha, selain membantu para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya dengan menjaga operasional tetap ramping dan efisien dengan produk Acumatica Cloud ERP, kami sekarang juga punya solusi lain.

Kami juga membantu para pelaku usaha sekarang ini membaca data yang mereka miliki sehingga lebih mudah menjalankan bisnis mereka.

Penasaran?

Coba gratis selama 14 hari disini ya, Download Disini.

Bagaimana dengan bisnis Anda?

Apakah sudah mulai mencoba dan memikirkan seperti kasus Milo diatas?

Diskusikan dengan saya ya,

Salam,

Daru