Trotoar dan Pedagang Kaki Lima di Jakarta

Trotoar dan Pedagang Kaki Lima di Jakarta

Trotoar dan Pedagang Kaki Lima
Trotoar dan Pedagang Kaki Lima di Jakarta

Sumber gambar : Dreamstime

Enaknya Ngemil sambil Menunggu di Trotoar

Langsung itu yang terbersit dipikiran saya ketika kita menunggu ditrotoar kota Jakarta. Atau mungkin juga dibeberapa kota besar lainnya di Indonesia.

Menunggu dijemput ojek online, bis atau teman. Enaknya ngemil mulai dari ada pedagang gorengan, siomay, bakwan bahkan pecel ayam atau lele klo sudah agak sore sedikit.

Nah, secara bisnis, pedagang tersebut diuntungkan lho. Ingat kejadian adanya penertiban pedagang dibeberapa wilayah kota Jakarta? Urusan perut, makanya banyak yang tidak suka “lapak”nya diusik oleh pihak lain.

Tanah abang contohnya, tentunya jauh lebih menguntungkan jualan ditrotoar daripada didalam pasar. Pembeli tidak perlu jauh-jauh masuk kedalam pasar kalau diluar sudah ada bukan?

Sama halnya beli gorengan, bubur, siomay atau apapun itu. Tinggal panggil abangnya akan siap mengantarkan yang kita pesan.

Risiko Bisnis Pedagang Kaki Lima

Lain ceritanya kalau kejadiannya seperti ini. Disekitar daerah rumah saya di Rawamangun, sedang giat-giatnya memperbaiki trotoar. Padahal trotoar yang ada saya lihat masih cukup baik.

Namun karena ada hajatan besar Asian Games yang akan dilangsungkan di 18-8-2018, mungkin akan lebih manis kalau semua trotoar diseragamkan saja.

Lalu bagaimana nasib pedagang kaki lima yang biasa berjualan diatasnya?

Pastinya, mereka harus cuti sesaat ketika proses pembangunan berjalan. Selain pedagang kaki lima, bahkan resto, coffee shop yang ada dibelakang trotoar juga kena imbasnya.

Penurunan omset atau sales sudah pasti. Karena pembeli jadi tidak begitu suka dengan kerumitan untuk parkir.

Baca juga Millioner baru ditahun ini yang bisnisnya hampir nda punya karyawan : Kylie Jenner

Trotoar dan Pedagang Kaki Lima di Jakarta

Kalau saya sih harapannya sesuai dengan gambar yang saya sudah tampilkan didepan. Dimana trotoar yang baik dan ada pedagang yang berjualan dengan tertib dan rapih.

Bisa ditiru kan, kalau di Italy, jualana expresso, kalau di Jakarta jualannya cendol sambil melihat kemacetan jalan. Seru tuh sepertinya.

Lalu, caranya gimana? Yah klo ini mah mungkin kasi ide ke pemerintah kota Jakarta ya. Supaya dikabulkan. Lagian kan, pedagang kaki lima juga segitu-gitu aja bisnisnya meskipun diberikan fasilitas.

Belum tentu akan membesar dan menjadi korporasi juga bukan? Nah, kalau tertarik untuk membesarkan bisnis dengan tools yang kekinian dan mudah digunakan, mungkin bisa hubungi tim saya, Mba Euis di nomor Whatsapp berikut 0815 8690 2500 

Selamat menikmati cendol yang segar ya!

Daru

Tertarik untuk bergabung dengan kami di Sun Artha  dimana misi kita membantu perusahaan meningkatkan bisnisnya. Prinsipal kami antara lain Acumatica Cloud ERP dan Tableau Business Intelligence Tools.

Kylie Jenner Dengan Net Worth 900 Mio USD

Kylie Jenner Dengan Net Worth 900 Mio USD

Kylie Jenner
Kylie Jenner

Sumber gambar : Business Insider

Kylie Jenner

Siapa sih Kylie Jenner? Kok bisa-bisanya fotonya dijadikan sampul halaman Forbes? Karna saya kurang update soal per-artis-an, yuk mari kita baca bersama.

Tapi bagi Anda yang suka dengan per-artis-an mancanegara, mungkin nama beliau ini sudah tidak asing bukan?

Saya iseng dong googling nama Kylie ini. Ternyata beliau ini pemilik bisnis kosmetik bernama Kylie Cosmetics.

Ok, apa hebatnya artis yang punya brand sendiri? Syahrini juga punya kan. Btw, brand Syahrini apa ya? Oh, ternyata brand yang minta diendorse, jadi beda contoh ya, mari kita lanjut.

Sebelum melanjutkan, mampir dong ke sharing saya lainnya yang cukup banyak yang membaca juga, judulnya Faktor Kali

Apa Hebatnya?

Kembali ke topik bahasan ya, so apa hebatnya si artis kali ini. Ok, kita kupas satu persatu.

Pertama, Net worth yang dimiliki sekitar 900 Mio USD. Kalau kita kalikan dengan Dollar 14.000,- kira-kira di Rupiahkan akan menjadi 12,6 Trilyun Rupiah. Ok, itu duit teman-teman sekalian. Kalau dibelikan kerupuk bisa banyak sekali.

Kedua, ternyata perusahaan mba yang satu ini, hampir dipastikan tidak mempunyai karyawan atau bahasa Inggrisnya, Virtually No Employee. Maksudnya apa?

Maksudnya adalah hampir semua proses bisnis yang dimiliki perusahaanya di-outsourcing-kan. Coba bayangkan, kalau Anda mempunyai bisnis, tetapi semuanya dioutsourcingkan. Pasti geleng-geleng kepala.

Kok bisa ya?

Ternyata, kekuatannya adalah membangun brand. Coba saya intip dong IG-nya mempunyai berapa follower? “Cukup” 111 Juta saja. Dan Anda tahu berapa pemegang saham dari bisnis yang dia miliki? 100% kepunyaannya.

Mantab!

Kesimpulan

Yang bisa kita ambil kesimpulan dari Mba Kylie Jenner ini apa ya? Bisnis sekarang itu sudah berbeda dengan bisnis jaman dulu.

Menurut pengamatan saya, nda perlu semua A sampai Z dikerjakan oleh pemilik bisnis. Cukup yang dikuasai saja menjadi prioritas. Contohnya apabila Anda suka banget dengan membangun brand, ya mulai sering-sering narsis di IG atau buat konten yang dahsyat.

Dengan diketahui brand Anda oleh prospek atau pelanggan Anda. Mereka akan selalu mencari dan menghubungi Anda untuk kebutuhan mereka.

Berani mencoba?

Salam,
Daru

Saat ini tempat saya sedang mencari tim yang tertarik dengan urusan pengolahan data. Tertarik bergabung? Isi ditautan ini ya Data Analis Intern

Selain itu, saya juga saat ini sedang tertarik mempelajari tools yang bisa membantu para pelaku bisnis untuk memahami data mereka. Namanya Tableau, Anda bisa mencobanya secara gratis selama 14 hari. Link download saya sediakan disini. Download.