Strategi Memanfaatkan Momentum untuk Bisnis

Strategi Memanfaatkan Momentum untuk Bisnis. Bagaimana strateginya? Dan juga apa juga bahasan momentum dari bisnis itu sendiri? Yuk simak bahasannya bersama.

Strategi Memanfaatkan Momentum untuk Bisnis
Strategi Memanfaatkan Momentum untuk Bisnis

Pic Source : gtw541.com

Rapat Ditepi Kolam Renang

Siang itu, saya dan tim sedang berdiskusi dengan prospek kami, terkait bisnis yang dijalankan dan obrolan-obrolan santai mengenai kopi.

Ya, tentang kopi. Komoditas yang belakangan ini menjadi fenomenal karena ada beberapa gerak kopi “kekinian” yang membuatnya menjadi primadona.

Oiya, saya sempat menulis tentang hal itu juga disini: Kopi dan Investor. Jangan lupa dibaca ya.

Btw, kami nda berenang ya, cuma rapat aja kok ditepi kolam renang. Sambil mencium bau aroma kopi yang sedang diseduh, wanginya! Jadi ada yang tiba-tiba mau nyeduh kopi nda ya setelah baca tulisan saya ini?

Monggo, diseduh dulu kopinya. Diseruput, baru lanjut baca lagi ya.

The Law of Momentum

Topik siang ini ketika saya sedang berkendara. Momentum.

Entah kenapa saya tiba-tiba nyeletuk bahas soal momentum. Tapi ya itulah bahasannya.

Hukum momentum mengatakan, ketika kita ingin mendorong sesuatu benda, dimana keadaan benda itu diam, akan membutuhkan energi yang besar untuk menggerakannya pertama.

Tetapi apabila sudah mendapatkan momentumnya, meningkatkan kecepatannya jauh lebih mudah.

Pernah kan mendorong kendaraan mogok? Ya kira-kira begitu ya analoginya. Lalu, apa hubungannya dengan bisnis, kopi dan momentum Mas? Ok, sebentar, kita bahas sebentar lagi.

Nyeruput kopinya dulu dong, biar sabar.


Strategi Memanfaatkan Momentum untuk Bisnis

Ternyata ada lho momentum juga untuk bisnis. Iya, bisnis saya dan yang anda jalankan sekarang ini.

Bagaimana menggerakkan bisnis Anda, tidak perlu saya share ya. Pastinya banyak kesan dan pesan menarik dari proses itu. Tetapi strategi momentum itulah yang perlu kita bahas bersama.

Kenapa saya kaitkan dengan bahasan mengenai kopi kekinian tadi, karena saat inilah momentum dibisnis tersebut. Itulah yang jadi pokok bahasan saya dengan prospek saya tersebut. Apakah Anda merasakan juga? Kalau iya, kita berarti sama. Sama-sama suka ngopi.

Strategi yang paling jelas dalam memanfaatkan momentum ketika bisnis kita sedang ON adalah mempercepat proses pengembangannya.

Sulit? Pasti. Bayangkan apabila Anda sudah kewalahan dengan 2-5 outlet, disuruh mikir untuk 10-25 outlet lagi. Pusing? Harus. Tapi harus bisa. Kenapa? kalau tidak, pesaing Anda yang akan mengambil ceruk pasar Anda.

Stay focused. Iya, momentum membuat Anda seperti orang yang menyentuh apapun menjadi emas. Tapi jangan salah, disitulah godaan terbesarnya. Semakin besar bisnis Anda, tantangannya adalah diinternal organisasi Anda.

Anda harus siapkan sistem yang mumpuni untuk menangani lonjakan permintaan bisnis Anda saat momentum itu tiba. By the way, kalau Anda sedang mencari sistem tersebut, hubungi tim saya Mba Euis ya untuk tahu bocorannya. Bisa whatsapp disini langsung : 0815 8690 2500

Strategi Yang Lain

Momentum adalah kejadian yang tidak bisa kita buat. Yang bisa kita lakukan adalah masuk kedalam momentum itu. Contoh saat ini seperti fenomena belanja online. Ya kita harus siap-siap.

Strategi ketiga. Ready and always be ready to shift to another momentum. Bisnis kita mungkin bisa old school produk, tapi momentum jangan dilewatkan ya.

Kira-kira gimana strategi-strateginya? Sudah oke kah? Kalau belum ok juga, saya kasi bocoran satu tools lagi nih biar Anda-anda semua yang punya bisnis bisa mantau bisnis dengan dashboard yang keren.

Download gratis disini dan pakai gratis lagi selama 14 hari. Masih bingung cara pakenya, tanya Mba Euis kapan jadwal training terdekatnya ya.

Wah, kopi saya sudah mau dingin nih, saya lanjutkan nyeruputnya dulu ya. Cheers.

Daru

Artikel saya yang lain : How to Raise Fund with Alpha JWC Ventures

Alpha Leader Series Fundraising for Startups

Alpha Leader Series Fundraising for Startups

Alpha Leader Series Fundraising for Startups
Alpha Leader Series Fundraising for Startups. Source Pic : sunartha.co.id

Fundraising

Selamat malam.

Bagaimana hari ini? Sudah cukup lelah dengan kesibukan harian Anda? Pastinya!

Saya, berkesempatan untuk mendengarkan sharing session dari beberapa startup plus dari Tokopedia dimana startup yang hadir diacara tersebut merupakan bagian dari keluarga besar Alpha JWC Ventures.

Kenapa saya hadir diacara berjudul Alpha Leader Series Fundraising for Startups tersebut?

Karena penasaran. Iya, saya penasaran bagaimana bisa sebuah usaha warung kopi yang baru saja berdiri, bisa mendapatkan pendanaan, sesuai diberita, 8 juta dollar saja. Yes! Penasaran kan?

Ternyata ada ceritanya. Yuk kita bahas bersama.

Cerita dan Sharing Session

Sebelumnya, perkenalkan nama saya Daru. Bagi yang belum kenal, salam kenal ya. Kalau mau berkenalan via Linkedin, silahkan diadd ya. Berikut Link nya : Kenalan dengan Daru

Kesibukan saya saat ini menjalankan bisnis saya dibidang Konsultan IT dengan produk seperti Acumatica Cloud ERP dan Tableau Business Intelligence. Jangan lupa mampir ya dilink yang saya share diatas.

Tertarik tentang berita terbaru mengenai bisnis dan pendanaannya, salah satunya ini nih, kopi kenangan. Baca ya artikel lainnya : Kenapa Startup Kopi Dilirik Investor

Lanjut ya, numpang iklan dahulu ya.

Acara sharing session kali ini full. Ya full pengunjung. Mungkin topiknya menarik, tentang fundraising. Dan kopinya juga menarik, kopi kenangan. Padahal saya berkata dalam hati, ini dikasi kopi kenangan gratis nda ya?

Ternyata dikasi lho he3… lumayan. Lah, kenapa saya jadi ngiklanin kopi kenangan ya. Ah sudahlah.

Fundraising merupakan momok atau hal yang menakutkan bagi pemilik bisnis terutama startup. Dimana terkenal dengan ke-horor-an untuk pitching didepan investor dan apabila ditolak.

Ternyata begitu juga testimoninya. Namun ternyata, antara pemilik startup dan para funder (VC) juga saling membutuhkan kok. Nah, saling membutuhkannya seperti apa?

VC itu juga bisnis untuk muterin duitnya investor. Dan Startup adalah salah satu vehicle untuk meningkatkan capital atau dana investor. Saling menguntungkan bukan? Lalu bagaimana cara saling memperkenalkan dirinya?

Tentunya dengan harus mengikuti komunitas-komunitas seperti ini. Terus terang saya agak kaget juga segitu banyak yang hadir diacara kali ini. More than 100 orang sepertinya. Selain saya mau survei WeWork di Menara Astra tentunya.

But overall, acaranya seru. Kopinya enak dan sharingnya meskipun tidak terlalu dalam, tetapi menarik banyak peminat kok. Well Done!

Ideas dan Kesimpulan

Lalu kesimpulannya apa? Buat saya, bagi teman-teman yang sedang menjalankan proses fundraising, tetap semangat! Jangan mudah putus asa. Selain itu juga, bisnisnya juga harus dipikirin, jangan terlalu semangat nguber investor, eh bisnisnya malah nda berkembang.

Ada istilah bagus yang pernah saya baca dulu disalah satu buku. Jangan fokus mengejar lebah, mending fokus saja mempercantik taman yang kita miliki, nanti lebah-lebah akan berdatangan dengan sendirinya.

Sukses untuk bisnis kita semua. Nyeruput kopi lagi nda ya? Besok pagi saja deh.

Salam,

Daru

Kenapa Startup Kopi Dilirik Investor

Kenapa Startup Kopi Dilirik Investor

Kenapa Startup Kopi Dilirik Investor
Kenapa Startup Kopi Dilirik Investor. Pic Source : youngster.id

Siapa yang tidak suka ngopi?

Okay. Siapa yang tidak kenal gambar warung kopi kekinian diatas?

Anda? Yakin? Ok nda apa-apa. Silahkan coba bagi yang belum pernah.

Tahukah Anda? Coffee Shop chain tersebut sudah mendapatkan komitmen pendanaan 120-an Milyar Rupiah dari salah satu investor yang sering menggelontorkan uang di startup technologi.

Ah masa? Nda percaya kan? Saya juga. Lalu kita bahas bareng yuk, kenapa startup kopi dilirik investor seperti bahasan kali ini.

Eits sebelum lanjut, soal millennials dan rumah, pasti ada yang menarik tentang bahasan kedua hal tersebut. Yuk baca sharing saya tentang hal itu : Rumah dan Millennials

Lalu kenapa Investor Tech tertarik?

Investor. Anda tahu kan, institusi atau perorangan yang tertarik untuk menanamkan uangnya atau dananya kedalam perusahaan yang diyakininya akan berkembang dan mengembang-biakkan dana mereka.

Apakah Anda investor juga? Nah, simak bersama-sama ya.

Misi dan tujuan utama investor adalah ingin mendapatkan return dari investasinya.

Kalau Anda begini juga, berarti Anda investor juga. Selamat.

Lalu pertanyaannya, kenapa tertarik ya? Emang bisnis kopi bisa scale? Istilah keren dari bisnis yang bisa membesar dengan sangat cepat dan akan menghasilkan return pada periode waktu tertentu?

Soalnya, kalau tech startup, investasi akan digunakan untuk hiring tech teams, customer acquisition dsb dsb. Kalau coffee startup, dananya digunakan untuk apa ya?

So pasti untuk pengembangan bisnis mereka melalui pembukaan cabang baru. Investasi alat seperti coffee machine, hiring teams dan selanjutnya. Mungkin berikutnya hiring tim data analytics, jangan lupa Sun Artha ya.

Jadi, kesimpulannya. Artinya ada investor yang percaya sama bisnis model begini nih. Denger-denger diluar sana ada lho kopi kekinian yg dengan sentuhan tech punya valuasi Trilyun. Mengerikan.

Kalau saya sih gampang aja. Kalau per hari kopi kenangan bisa jual 100ribu cup dengan margin gross 7rb aja, berarti sudah punya dana segar 700 juta per day. Coba kalikan per bulan dan pertahun, betul?

Investor mana yang nda kepincut.

Pelajaran untuk bisnis kita sendiri

Apa pelajarannya bagi Anda dan bisnis yang Anda jalankan?

Pastinya berkaca dan berguru dari kopi kenangan (meskipun saya blm pernah punya warung kopi kekinian ini) adalah:

Bisnis yang bagus itu adalah bisnis yang sederhana. Sesederhana menyeduh kopi dan menuang kopi dengan takaran yang pas dan tidak butuh tim yang pendidikan tinggi.

Apalagi bisa digenjot bukaan cabangnya. Coba lihat Starbucks. Bisa bayangkan kalau kopi kenangan mempunyai cabang setengah dari cabang starbucks di Indonesia. Mungkin akan seru ya.

Apakah bisnis Anda mempunyai 2 hal itu? Niscaya kalau punya, investor yang akan menghubungi Anda. Dan menanyakan pertanyaan sakti ini, “Butuh dana berapa Bro?”

Sedap,

Nyeruput Kopi Kenangan Mantan Terindah dulu ahh.

Daru