Belajar Membuat Startup Digital

Belajar Membuat Startup Digital

Belajar Membuat Startup Digital
Belajar Membuat Startup Digital. Pic Source: cbinsights.com

Belajar Jauh Sampe ke Bandung

Selamat malam. Terimakasih bagi Anda yang sudah rutin mampir ke blog saya, purwandaru.com dimana selalu membahas tentang ide bisnis, eksekusi dan juga startup.

Baru saja saya sampai dirumah, trip pulang dari Bandung. Cuma dan khusus untuk berguru ke seseorang yang sudah pernah “exit” dari startup-nya.

Sambil melepas lelah karna sudah berkendara lebih dari 3,5 jam sebaiknya saya menulis agar tidak lupa dan bisa berbagi ke teman-teman sekalian, yang masih dan pingin memiliki perusahaan rintisan (startup bahasa gaulnya) yang ada teknologi digitalnya.

Sudah siap? Siapkan cemilan seperti opak, rengginang atau segelas teh hangat ya. Maaf kali ini saya nda promosi Kopi Kenangan karna pas saya dibandung, saya ngopi kekinian dibandung yang namanya Kopi Sejiwa.

Musti coba bagi Anda yang coffee lovers, eh, malah promosi bisnis orang lagi.

Satu lagi, mampir ke tulisan saya minggu sebelumnya yang berjudul Bisnis Lagi Rame Pake Tapi. Baca lah dan dukung saya agar rajin menulis terus ya. Terimakasih.

Validasi Ide Startup

Setiap orang pasti punya ide. Saya pingin buat bisnis ini Mas. Itu Mas. Dan segudang ide lainnya. Bagus? Pasti. Yang namanya ide pasti bagus. Cuma permasalahannya, ide harus kita eksekusi kan.

Poin plus bagi Anda yang sudah mengeksekusi ide bisnis Anda. Sulit? Pasti. Sharing tentang bisnis saya ya, sunartha.co.id, dimulai dengan ide sederhana, sepertinya bermanfaat ya kalau saya membantu perusahaan menengah dalam mengimplementasikan tools bisnis.

Ide yang sederhana tetapi pada kenyataannya banyak perjuangan dan tetes air mata (lebay mode-on). Yups, bagi Anda yang sudah pernah berjuang demi ide tersebut, pasti ada cerita dan kenangan tersendiri, seperti saya gitu.

Kenapa harus dieksekusi idenya? Karena setiap ide startup digital itu perlu divalidasi. Yes. Validasi menurut saya perlu dilakukan karna ide sehebat apapun kalau nda ada yang mau beli produk atau jasa Anda, sudah lupakan saja. Menurut saya ya.

Fokus pada ide yang works dan mendatangkan customer/pelanggan sudah membuat ide bisnis Anda menjadi kenyataan. Itulah hal menohok pertama saat saya diskusi disebuah kedai kopi dimall PVJ Bandung.

Yang kedua dan penting juga adalah berapa besar market atau potensi pasar dari ide startup digital mu? Contoh ide saya tadi ya. Karena saya mau fokus ke B2B (bisnis to bisnis) artinya marketnya nda akan banyak-banyak.

Nah kalau nda banyak, mau ditawarin diharga berapa? Pertanyaan bagus saudara-saudara. Got it kan?

Makanya kita tahu kan kalau kopi kenangan, gojek, tokopedia itu sampe sekarang didukung terus oleh investornya, karena kuenya besar saudara-saudara. Mungkin lebih besar dari Gaban (aduh ketahuan umur).

Lalu Selanjutnya Bagaimana

Selanjutnya gimana Mas? Sabar, dicemilin dulu camilannya dan tehnya. Segar.

Iklan dulu ya, jangan lupa baca Manfaat ERP bagi Bisnis Anda. Terimakasih. Lanjut.

Ide sudah dieksekusi. Market sudah divalidasi. Ada yang mau beli. Berapa ukuran pasarnya? Done, sudah tahu. Selanjutnya apa Mas?

Lanjutannya adalah bagaimana kamu atau kita mendapatkan uang dari startup digital yang kita buat. Pertanyaan berikutnya yang harus dijawab tuh.

Saya share dong cara mendapatkan uang dari startup digital yang mau saya buat bersama partner saya. Ok, feedback beliau dengan sederhananya, yakin model bisnis gitu works? Karena belum familiar lho orang-orang Indonesia.

Kena lagi deh. Ok, klo kena berarti tambah pinter kan ya? Pinter, catat ya.

Intinya adalah kita harus peka. Cara mendapatkan uang harus disesuaikan dengan kebiasaan ekosistem yang ada sekarang. Apakah rumusnya dari GMV (Gross Merchandise Value) atau dengan sistem sewa atau SaaS?

Musti jelas tuh dari awal. Karena begitu ditengah jalan mau pivot, atau ganti arah, bisa berabe bapak ibu sekalian.

Belajar Membuat Startup Digital

Hmm. Sambil menghela nafas dan menyeruput segelas teh dingin ditempat tersebut. Pikir saya dalam hati, sulit juga ya untuk membuat bisnis yang bisa besar dan cepat. Ingat, tidak besar dan lama ya, tapi cepat.

Poin terakhir, sambil mencoba berpikir keras. Eh, baca dulu artikel dari Grace, intern saya dikantor ya, judulnya ini 5 Hal Utama untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis. Terimakasih yang sudah mampir.

Informasi penutup dari beliau saat memberikan nasihat. Sekarang ini, VC (venture capital) atau pemodal ventura, fokus ke startup yang bisa running fast dan dengan nilai market size yang milyar dollar Mas Bro.

Wow, besar banget ya? Yups. Mereka kurang tertarik sama ide bisnis yang bagus, profitable, tapi nilainya marketnya kecil. Waduh. Gimana dong? Yes, itu peer para founder startup digital. Saya juga lho.

Karena yang punya uang (dan punya kemampuan membelanjakannya) adalah mereka. Ya mereka fokus aja. Contoh saja Gojek, Grab, Tokopedia, dll. Unicorn intinya yang mereka incer. Siapa sih yang bakal jadi the next unicorn? Apakah Anda? Thob kan ilmunya.

Nda terasa waktu berjalan begitu cepat. Ok, saya belajar banyak hari ini. Sudah saya bagikan ke teman-teman sekalian yang tertarik sama topik ini. Maaf kali ini saya harus jujur, peer saya masih banyak. Banyak berpikir dan merenung.

As a Founder, ilmu saya masih jauh saudara-saudara sekalian. Saya masih harus belajar. Saya akan lebih baik kedepan nih, termasuk untuk sunartha.co.id.

Akhirnya, dengan menulis sebanyak ini, sharing pengalaman saya hari ini sudah harus saya sudahi. Karena camilan saya dan teh saya sudah habis, he3.

Tertarik untuk berdiskusi dengan saya melalui Linkedin. Klik dinama saya dibawah ini ya.

Salam sukses untuk kita semua,

Daru

Ps: saat ini saya sedang mencari partner bisnis/ associate untuk divisi bisnis saya. Japri saja ya if you’re interested.

2 Replies to “Belajar Membuat Startup Digital”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =