Bagaimana Memulai Bisnis

Bagaimana Memulai Bisnis

Bagaimana Memulai Bisnis
Bagaimana Memulai Bisnis. Pic Source: Kompasiana.com

Belum Ada Modal Bro

Selamat pagi Bro dan Sis. Selamat istirahat dan selamat hari minggu.

Gimana liburan kemarin? Habis gajian, duit nambah direkening bank, jangan langsung dibelanjain semua ya.

Ingat judul diatas. Kalau mau mulai usaha dan bilang belum ada modal bro, lah gimana mau ada modal kalau duit gajian/penghasilan rutin bulanan sudah dihabiskan aja beli barang-barang sale? Nah lho.

Ok, saya bukan aliran nda boleh belanja lho ya. Belanja boleh. Saya juga suka belanja. Tapi belanja yang sesuai dengan rencana hidup saya tentunya.

Misalkan, saya ingin banget punya smartphone terbaru (ngincer Pixel 4 nih), saya harus nabung dan nabungnya dari hasil bisnis saya.

Jadi kita lebih tertantang untuk menahan keinginan dan memprioritaskan dengan belanja dari hasil yang kita sudah dapatkan bukan dari penghasilan utama kita, contoh disini gaji ya.

Jadi, kalau ditanya, modal dari mana? Kita harus siap nabung ya untuk memulai bisnis. Btw, bisnis disini bukan untuk beli pabrik atau modal besar ya. Bisnis disini mulai dari hal kecil, lalu bisa membuktikan bisnis kita jalan dan bisa berkembang.

Kita lanjut ke topik utamanya ya.

Terus, Bagaimana memulai bisnis

Topik ini akan saya bahas bagaimana memulai bisnis.

Sederhana. Ya mulai aja.

Ok, tapi bagaimana Mas? Kan saya bingung mulainya. Sabar, sabar.

Sekarang saat ini memulai bisnis itu nda harus yang besar, mewah, megah dan serba ideal.

Ideal dalam artian sudah punya karyawan tetap, punya kantor disudirman, atau punya pabrik berhektar-hektar dikawasan industri.

Memulai bisnis bisa dari membuka account disalah satu online commerce seperti Tokopedia, Shopee atau bahkan membuka akun IG.

Produk? Jasa? Susah menentukan? Waduh. Kreatif dulu Mas dan Mbak.

Banyak sekali produk dan jasa yang minta dipasarkan oleh pemasar seperti Anda. Bahkan produk saya, wah promosi juga nih sekalian.

Jadi, 2 hal sudah terjawab ya. Poin ketiga yang penting menurut saya adalah Anda harus tahu caranya bagaimana. Produk, jasa, bisnis tetapi tidak tahu caranya, itu yang membuat bisnis Anda stuck atau nda kemana-mana.

Seperti sudah cape-cape buat dan desain warung kopi kekinian tapi nda tahu jual kemana atau parahnya, nda tahu cara jualannya. Waduh.

Mengembangkan Bisnis

Poin ketiga ini yang penting adalah Anda tahu cara untuk menyampaikan bisnis ke orang-orang yang berpotensi untuk membeli produk dan jasa Anda.

Simple things. Seperti dikantor saya. Kita coba pake Instagram untuk menawarkan produk dan jasa senilai 1 Milyar. Menurut ngana, ada yang langsung beli? Tentu tidak ferguso.

Iya kalau mereka yang lihat pas anak pemilik bisnis, atau pemilik bisnis mungkin saja. Tetapi kalau orang biasa, bukannya senang diiklankan begitu, malah nda lanjut untuk follow akun instagram kita. Benar?

So, everything must be learnt and tested. Nda semerta-merta langsung pasang web, semua langsung mampir. Anda tetap harus promosi. Anda harus juga beriklan contohnya. Duitnya dari mana? Ya, tadi kan nabung dulu dipoin awal, betul?

Enjoy your proses Mas dan Mba. The moment will come. Setelah menemukan deal-deal kecil, pasti Anda tambah semangat. Seperti saya tentunya. Nda langsung lho nemu deal besar. Pasti mulai dari yang sederhana dahulu.

Keep enjoy karna at end, itu yang kita mau cari kan dari mempunyai bisnis sendiri. Not just for the money ya.

Kesimpulan

So, setelah berbagi sedikit tips diatas. Kira-kira masih takut atau sudah bisa membulatkan tekad untuk memulai bisnis?

Mulai aja Bro and Sis. Bukan menjerumuskan ya, cuma kalau tidak dicoba ya tidak akan tahu pembelajarannya. And the last thing that i’ve to told you, siapkan dana cadangan jika bisnis Anda gagal.

Yes, tidak ada yang menjamin bisnis Anda 100% sukses. Bisa ada aja variabel yang menentukan kesuksesan bisnis Anda. Tetapi pembelajarannya yang terpenting menurut saya.

Bicara tentang belajar, ini ada 2 artikel yang menurut saya menarik untuk dibaca dan dipelajari. Sok atuh mampir. Dukung saya dengan membaca artikel saya yang lain ya.

Selamat berusaha, mencoba dan share disini kalau Anda ingin berbagi pengalaman bisnis dan merintis bisnis Anda.

Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Belajar Sistem ERP

Salam,

Daru

Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Cari Ilmu dulu atau Gaji
Cari Ilmu dulu atau Gaji. Pic Source: notable-quotes.com

Knowledge

Selamat Malam bapak, ibu, mas dan mba sekalian. Apakabar?

Di malam yang sumuk (bahasa jawanya gerah ya) ini, kita enaknya itu nyantai sambil baca-baca tulisan yang menginspirasi. Bener nda?

Ok, sudah makan malam bukan? Berarti sudah siap makan malam dari tulisan kali ini ya.

Ilmu.

Satu kata yang biasanya dicari oleh kita sejak dari SD-SMP-SMA-Perkuliahan. Yang beruntung mungkin bisa melanjutkan sampai Master dan berikutnya.

Tapi, menurut teman-teman sekalian, ilmu versus gaji, saat kita sudah lulus kuliah lah ya, supaya ngerti nih perasaan para freshgrads yang baru lulus baru-baru ini, kira-kira penting mana sih?

Jujur saja, waktu saya kuliah dulu, oiya, saya kuliah di IPB, Institut Pertanian Bogor yang sekarang ini berganti nama menjadi IPB University ya, saya termasuk mahasiswa yang golongan so-so.

Definisi so-so itu yang penting masuk kuliah, nilai secukupnya, asalkan bisa maju ke tahapan berikutnya, ujung-ujungnya adalah skripsi-sidang dan wisuda.

Kenapa saya nda semangat untuk mencari ilmu saat saya kuliah? Ok, mungkin karena motivasi saya berbeda ya.

Dimana teman-teman saya berjuang untuk mendapatkan nilai yang terbaik, supaya mendapatkan tempat kerja yang terbaik saat lulus nanti, sedangkan saya masih asik cari recehan dikampus. Maksudnya cari duid sendiri dari hasil jualan ya.

Dan kita masuk part 2 ya ditulisan saya kali ini.

Part 2: Knowledge Means Money

Receh.

Betul, saya mencari recehan waktu kuliah dulu waktu di bogor. Dari jualan pulsa, jualan kerupuk, jualan rokok (meskipun gw nda merokok ya) dan lain-lain.

Apakah saya punya ilmu? Yups, punya. Tapi nda membanggakan.

Bisa jualan saja tidak cukup.

Dan sekarang ini saya baru tahu, kalau waktu kuliah dulu itu diajarkan lho ilmu-ilmu yang menurut saya terpakai saat saya lulus dan masuk ke dunia profesional.

Kecuali saat saya belajar hortikultura ya, itu belajar apa pula, nilai saya jelek pula, he3, cukup intermezo-nya.

Lalu, pertanyaannya, ilmu yang kita dapatkan, apakah bisa 100% plek cocok waktu kita kerja? Tentu tidak ferguso.

Karena saya, bukan banyakan praktek, tapi banyakan duduk dikelas.

Saya nda ngerti tuh belajar akuntansi. Manajemen Pemasaran. Akuntansi biaya? Apapula semua itu. Saya nda mudeng. Karena saya nda tahu, aplikasinya seperti apa.

Bisa dong kita lanjut ke part 3?

Saya ganti lagu spotify pengiring tulisan saya kali ini ya: Takkan Kemana

Part 3: Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Pertanyaannya. Anda pilih mana saat memilih tempat kerja?

Ok, saya butuh gaji. Anda butuh gaji. Siapa yang nda butuh gaji? Tapi yang menurut saya, yang harus dikejar saat Anda awal masuk kedunia kerja adalah pengalaman dan ilmu yang Anda bisa dapatkan.

Setuju? Boleh kok tidak setuju. Bebas.

Kalau saya, setelah saya lulus, saya langsung terjun bebas. Yups, memulai usaha dimana saya nda tahu sama sekali bagaimana menjalankan sesuatu yang namanya bisnis.

Bahkan bisnis itu harus untung gimana caranya saya nda tahu saudara-saudara. Tapi apakah saya menyesal? Sedikit sih.

Menyesal lebih ke kenapa ya saya nda belajar dahulu, menimba ilmu, kalau perlu disedot pake jetpump supaya kita tahu, sebelum terjun bebas lagi.

Sama halnya dengan didunia profesionalitas. Yang dijual adalah jasa Anda. Your knowledge bro and sis. Your attitude, your passion and your determination dalam perusahaan yang merekrut dan memperkerjakan Anda.

Sambil belajar Anda akan mendapatkan ilmu yang menurut saya akan menentukan set of knowledge Anda, serta kearah mana yang Anda inginkan.

Seperti saya, akhirnya bisnis saya saat ini adalah kumpulan set of knowledge yang saya dapatkan dibisnis terdahulu sebagai salah satu pijakan hidup saya.

Berat yak?

Ngemil kerupuk karak sambil teh tawar hangat enak deh. Monggo.

Kesimpulan sudah didapatkan?

Gimana freshgrads? Sudah kebayang kah apakah yang akan Anda ingin kejar lebih dahulu? Tapi kalau memang Anda mampu untuk tempat kerja dengan Gaji yang Baik, saya tetap dukung kok! Rejeki Anda itu.

Tetapi bagi teman-teman yang so-so seperti saya, semangat! Dunia adil kok, kalau kita tahu caranya, pasti ada jalan (slogan gojek ya?).

Jangan lupa mampir diartikel saya yang lain dibawah ini ya. Diklik ya, supaya saya jadi bahagia.

Apa Kegalauan Pengusaha

Pelatihan Tableau di Jakarta

Salam,

Daru

Apa Kegalauan Pengusaha

Apa Kegalauan Pengusaha

Apa Kegalauan Pengusaha
Apa Kegalauan Pengusaha. Sumber: Merdeka.com

Pembukaan

Selamat malam. Berjumpa kembali diblog purwandaru.com.

Blog yang sering membahas segala sesuatu yang ada dibenak saya, terkait bisnis, ide-ide bisnis maupun teknologi kekinian yang menurut saya seru dan patut dicoba dibisnis. Baik punya saya maupun Anda sekalian.

Pertanyaan sederhana saya bagi Anda yang sudah memulai perjalanan entrepreneurship aka wiraswasta, sempat terpikir pertanyaan seperti ini?

Bagaimana ya cara mengembangkan usaha saya?

Lalu, mulai dari mana caranya?

Dan banyak lagi pertanyaan seperti hal-hal diatas. Apalagi berita-berita diluar sana yang lumayan “serem” juga seperti resesi, demo-demo yang berjilid-jilid, dan kondisi perang dagang antara AS dan negara-negara lainnya.

Gimana cara Anda menyikapinya? Jadi tambah galau nda sih?

Apa Kegalauan Pengusaha

Nah, malam mingguan, saatnya tidak memiliki pikiran seperti itu ya? Kita musti tetap semangat menghadapi tantangan seperti itu. Saya juga mengalami seperti itu kok, dan sering bahkan.

Banyak pikiran berkecamuk dibenak saya terkait hal-hal tersebut. Tapii yang pasti, selama kita tetap berdoa dan berusaha dengan baik, sesuai slogan Gojek, #PastiAdaJalan. Setuju?

Harusnya setuju sih. Coba dipikirkan kembali, saat awal-awal bagi Anda yang sedang merintis bisnis. Situasi sulit apa yang Anda hadapi.

Mulai menjajakan barang atau jasa yang Anda miliki. Penuh penolakan bukan? Iya pasti.

Tapi Anda tetap berjalan kan? Harus. Karena itu adalah jalan atau pilihan yang ada sudah pilih.

Seperti gambar diatas yang saya ambil, pedagang bubur kacang hijau dan ketan hitam. My favourite. Sambil tersenyum, melayani pelanggannya. Padahal kita tahu, murah banget bukan makanan ini.

Kesimpulan

Ok, kita tarik kesimpulan ya. Semakin galau Anda dengan pertanyaan dan kekhawatiran dengan kondisi yang berjalan untuk bisnis Anda, saya sarankan Anda berlibur sebentar deh.

Atau seperti saya hari ini, main ke developer dan lakukan tanya-tanya terkait produk/rumah yang ditawarkan.

Harganya mantab dan unitnya bagus, malah jadi membuat tambah semangat untuk menulis kan? Sama halnya dengan Anda. Lakukan yang membuat Anda semangat, alih-alih mengkerut dengan pikiran negatif yang merasuki Anda.

Jadi inget ada lagu Entah Apa Yang Merasukimu gara-gara tulisan itu, he3. Ini saya share link spotify-nya untuk Anda. Dengarkan disini.

So, tetap semangat. Seperti saya jadi tambah semangat mengembangkan bisnis saya bersama tim saya.

Bagi Anda yang mempunyai skills dan keinginan belajar dibidang ERP atau Business Intelligence, bisa mampir di sunartha.co.id bagian carreer, apply ya, nanti tim saya yang akan bantu remind saya untuk interview dan test.

Atau bagi Anda dan bisnis Anda yang membutuhkan konsultasi tentang penerapan ERP atau Tableau, bisa hubungi tim saya, Mba Euis dinomor whatsapp berikut: 0815 8690 2500

Jangan lupa mampir diartikel saya yang lain ya. Trims sudah mampir.

Kenapa Perusahaan Mencari Fresh Graduate

Belajar Tableau di Jakarta

Salam,

Daru