Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Cari Ilmu dulu atau Gaji
Cari Ilmu dulu atau Gaji. Pic Source: notable-quotes.com

Knowledge

Selamat Malam bapak, ibu, mas dan mba sekalian. Apakabar?

Di malam yang sumuk (bahasa jawanya gerah ya) ini, kita enaknya itu nyantai sambil baca-baca tulisan yang menginspirasi. Bener nda?

Ok, sudah makan malam bukan? Berarti sudah siap makan malam dari tulisan kali ini ya.

Ilmu.

Satu kata yang biasanya dicari oleh kita sejak dari SD-SMP-SMA-Perkuliahan. Yang beruntung mungkin bisa melanjutkan sampai Master dan berikutnya.

Tapi, menurut teman-teman sekalian, ilmu versus gaji, saat kita sudah lulus kuliah lah ya, supaya ngerti nih perasaan para freshgrads yang baru lulus baru-baru ini, kira-kira penting mana sih?

Jujur saja, waktu saya kuliah dulu, oiya, saya kuliah di IPB, Institut Pertanian Bogor yang sekarang ini berganti nama menjadi IPB University ya, saya termasuk mahasiswa yang golongan so-so.

Definisi so-so itu yang penting masuk kuliah, nilai secukupnya, asalkan bisa maju ke tahapan berikutnya, ujung-ujungnya adalah skripsi-sidang dan wisuda.

Kenapa saya nda semangat untuk mencari ilmu saat saya kuliah? Ok, mungkin karena motivasi saya berbeda ya.

Dimana teman-teman saya berjuang untuk mendapatkan nilai yang terbaik, supaya mendapatkan tempat kerja yang terbaik saat lulus nanti, sedangkan saya masih asik cari recehan dikampus. Maksudnya cari duid sendiri dari hasil jualan ya.

Dan kita masuk part 2 ya ditulisan saya kali ini.

Part 2: Knowledge Means Money

Receh.

Betul, saya mencari recehan waktu kuliah dulu waktu di bogor. Dari jualan pulsa, jualan kerupuk, jualan rokok (meskipun gw nda merokok ya) dan lain-lain.

Apakah saya punya ilmu? Yups, punya. Tapi nda membanggakan.

Bisa jualan saja tidak cukup.

Dan sekarang ini saya baru tahu, kalau waktu kuliah dulu itu diajarkan lho ilmu-ilmu yang menurut saya terpakai saat saya lulus dan masuk ke dunia profesional.

Kecuali saat saya belajar hortikultura ya, itu belajar apa pula, nilai saya jelek pula, he3, cukup intermezo-nya.

Lalu, pertanyaannya, ilmu yang kita dapatkan, apakah bisa 100% plek cocok waktu kita kerja? Tentu tidak ferguso.

Karena saya, bukan banyakan praktek, tapi banyakan duduk dikelas.

Saya nda ngerti tuh belajar akuntansi. Manajemen Pemasaran. Akuntansi biaya? Apapula semua itu. Saya nda mudeng. Karena saya nda tahu, aplikasinya seperti apa.

Bisa dong kita lanjut ke part 3?

Saya ganti lagu spotify pengiring tulisan saya kali ini ya: Takkan Kemana

Part 3: Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Pertanyaannya. Anda pilih mana saat memilih tempat kerja?

Ok, saya butuh gaji. Anda butuh gaji. Siapa yang nda butuh gaji? Tapi yang menurut saya, yang harus dikejar saat Anda awal masuk kedunia kerja adalah pengalaman dan ilmu yang Anda bisa dapatkan.

Setuju? Boleh kok tidak setuju. Bebas.

Kalau saya, setelah saya lulus, saya langsung terjun bebas. Yups, memulai usaha dimana saya nda tahu sama sekali bagaimana menjalankan sesuatu yang namanya bisnis.

Bahkan bisnis itu harus untung gimana caranya saya nda tahu saudara-saudara. Tapi apakah saya menyesal? Sedikit sih.

Menyesal lebih ke kenapa ya saya nda belajar dahulu, menimba ilmu, kalau perlu disedot pake jetpump supaya kita tahu, sebelum terjun bebas lagi.

Sama halnya dengan didunia profesionalitas. Yang dijual adalah jasa Anda. Your knowledge bro and sis. Your attitude, your passion and your determination dalam perusahaan yang merekrut dan memperkerjakan Anda.

Sambil belajar Anda akan mendapatkan ilmu yang menurut saya akan menentukan set of knowledge Anda, serta kearah mana yang Anda inginkan.

Seperti saya, akhirnya bisnis saya saat ini adalah kumpulan set of knowledge yang saya dapatkan dibisnis terdahulu sebagai salah satu pijakan hidup saya.

Berat yak?

Ngemil kerupuk karak sambil teh tawar hangat enak deh. Monggo.

Kesimpulan sudah didapatkan?

Gimana freshgrads? Sudah kebayang kah apakah yang akan Anda ingin kejar lebih dahulu? Tapi kalau memang Anda mampu untuk tempat kerja dengan Gaji yang Baik, saya tetap dukung kok! Rejeki Anda itu.

Tetapi bagi teman-teman yang so-so seperti saya, semangat! Dunia adil kok, kalau kita tahu caranya, pasti ada jalan (slogan gojek ya?).

Jangan lupa mampir diartikel saya yang lain dibawah ini ya. Diklik ya, supaya saya jadi bahagia.

Apa Kegalauan Pengusaha

Pelatihan Tableau di Jakarta

Salam,

Daru

2 Replies to “Cari Ilmu dulu atau Gaji?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =