Training Tableau

Training Tableau

Training Tableau
Training Tableau

BelajarTableau kali ini kita akan membahas tentang menggabungkan 2 jenis sumber data yang kita miliki.

Karena saya memiliki Tableau Desktop Profesional versi 10.3, maka printscreen-nya nanti akan kita lihat bersama-sama ya.

Oiya, sebelum melanjutkan mengenai pokok bahasan kali ini, saya mau membedakan apa sih Tableau Desktop Pro dan Tableau Desktop Personal.

Linknya bisa dilihat disini ya:

Tableau Desktop Profesional versus Personal

Ok, sudah tahu kan bedanya sekarang.

Kalau butuh menganalisa data-data selain dari file excel, kita gunakan yang versi profesional ya.

Tapi jangan takut belajar kali ini, bisa pake versi trialnya.

Kalau mau download, cek ke link ini ya: Saya mau download Tableau

Setelah didownload, diinstall saja dan ditunggu sambil menyeduh kopi ya.

Mari kita mulai

Training Tableau

Tableau menurut saya cukup membantu apabila saya ingin melakukan analisa dari beberapa jenis data.

Seperti saya sampaikan tadi, biasanya kita mempunyai data berupa excel file.

Yang biasanya juga merupakan tarikan data dari sistem ERP kita atau aplikasi in-house yang kita punya.

Selanjutnya, kalau saya ingin membandingkan data penjualan, misalkan disini kasusnya adalah QT (quotation) dengan data klik diwebsite saya.

Penasaran bukan? Apakah ada pengaruhnya atau tidak sama sekali.

Yuk kita simak bersama.

Pertama buat dahulu file Tableaunya dengan klik File – New

Setelah itu, kita ambil file pertama dari excel

Pilih file yang Anda mau dan klik Open

Setelah itu, Tableau akan mengenali file yang Anda miliki dan kita cukup memilih sheet mana yang akan kita pilih

Lanjut ya..

Kemudian kita sudah bisa memulai membuat Viz dari data excel tersebut

Ini salah satu contohnya

Nah, pekerjaan berikutnya adalah, ulangi langkah mengambil sumber data, cuma kali ini kita ambil dari contoh Google Analytics-nya ya

Muncul screen credentials yang harus temen2 isi dulu tentunya

Kemudian, setelah tersambung, biasanya nanti akan diminta untuk menarik datanya dalam bentuk extract. Tampilan setelah extract akan seperti ini.

Ok, sekarang sudah ada 2 sumber data yang tergabung kedalam Tableau kita.

Mulai deh kita lakukan analisanya. Kalau didata saya, field data yang sama adalah date.

Kira-kira jadinya begini setelah membuat dashboard

Contoh dashboard Tableau
Contoh dashboard Tableau

karena datanya confidential, saya kosongkan ya nama customernya.

Sip, sudah bisa dan mudah kan?

Nanti kita coba lagi dengan data lain dan buat perhitungan dari data berikutnya.

Sebelumnya, bisa baca artikel saya lainnya dengan judul ERP System di Indonesia

Salam,

Daru

Saat ini saya bekerja sebagai Managing Director Sunartha dengan tujuan membantu perusahaan menengah semakin berkembang dengan mengimplementasikan solusi yang paling tepat untuk sistem informasinya seperti Acumatica Cloud ERP dan Tableau Business Intelligence. 

Workshop Tableau Server 2017 di Indonesia

Workshop Tableau Server 2017 di Indonesia

Workshop Tableau Server Indonesia
Workshop Tableau Server Indonesia

Pada tanggal 31 Juli sampai dengan 1 Agustus 2017, Tableau Software mengadakan Workshop internal kepada Partner Tableau di Indonesia.

Topik bahasan workshop kali ini adalah Foundation Tableau Server. Dimana masih ada beberapa tahapan materi lainnya yang sangat menarik untuk dipelajari kemudian.

Tableau Software merupakan aplikasi yang saat ini sedang naik daun. Trend analisa data  (data analytics) sudah banyak dibutuhkan ditiap organisasi saat ini untuk membantu para pengambil keputusan.

Workshop Tableau Server 2017 di Indonesia merupakan komitmen Tableau untuk bisa mengembangkan knowledge dari Partnernya. Sebelumnya, saya akan infokan beberapa produk Tableau sendiri :

Tableau Desktop

Digunakan para data analis untuk membuat Visualisasi yang menawan. Aplikasinya bersifat desktop based dimana harus diinstall dinotebook atau pc. Dengan UI/UX yang sederhana, dapat membantu analis awam cepat membuat analisa yang mengundang pertanyaan berikutnya.

Tableau Server

Kolaborasi saat ini penting dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin informasi dan data digunakan dalam tiap keputusan. Tableau server yang sangat tepat digunakan. Dapat digunakan oleh user untuk mengedit visualisasi yang dibuat di Tableau Desktop. Bersifat web based aplication, sehingga tidak perlu instalasi ditiap user.

Tableau Mobile

Sekarang ini, bekerja dimana saja sudah menjadi tuntutan. Dengan adanya Tableau Mobile, pengguna smartphone melalui android based maupun IOS sudah bisa melihat analisa yang dibuat dan dipublish dari Tableau Server.

Penasaran dengan profesi kekinian dimasa depan? cek artikel saya lainnya di artikel Profesi Kekinian dimasa depan.

Dengan adanya workshop ini, partner Tableau dapat membantu Anda dalam menganalisa data Anda dengan tahapan yang lebih mudah.

Penasaran bagaimana Tableau dapat mengubah bisnis Anda kedepan? Mari diskusikan dengan kami, Sunartha team untuk jawabannya. Tim kami berpengalaman untuk pengolahan data dibeberapa industri. Contohnya di Industri manufaktur cat, jasa logistik, perdagangan dan masih banyak lagi.

Segera hubungi tim kami dengan Mba Euis dinomor 081586902500 (nomor ini bisa diwhatsapp juga).

Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami produk Tableau.

Belajar Tableau

Belajar Tableau

Tableau adalah software yang membantu manajemen dalam mempercepat pengambilan keputusan berdasarkan visualisasi data.

Bisnis saat ini memerlukan proses yang serba cepat. Cepat bukan berarti tidak akurat. Cepat bukan juga berarti tidak berdasarkan data.

Menariknya, menjalankan bisnis sekarang tidak semudah menjalankan bisnis 10 – 20 tahun sebelumnya. Mungkin kalau Anda mencobanya sekarang, dengan gaya 10 – 20 tahun lalu, pilihannya adalah maju sekencang-kencangnya dan masuk ke jurang, ups.

Tidak mengkerdilkan pilihan action now lho ya. Artinya sekarang, menjalankan bisnis haruslah Anda seumpama berkendara dengan cepat tetapi selalu siaga terhadap semua kondisi yang ada.

Nah, apa hubungannya dengan belajar Tableau?

Tableau bisa membantu kita, pemilik bisnis, untuk mempercepat pengambilan keputusan berdasarkan data yang kita miliki.

Contoh sederhananya. Menentukan efektifitas kampanye marketing.

Kemarin saat saya berdiskusi dengan teman saya yang berbisnis distribusi yang berhubungan dengan kendaraan seperti shampo mobil, oli dan lainnya. Saya bertanya, apakah sempat menganalisa berpengaruh tidak antara kampanye via beberapa media dengan penjualan?

Jawabnya, belum. Ok, lanjut saya, kenapa? Karena belum tahu bagaimana cara melakukan evaluasinya. Ok. Menarik saya bilang. Bagaimana kalau Anda siapkan datanya dan saya siapkan tools untuk analisanya. Kita tunggu episod kedua ya..

Contoh menarik tersebut, membuat saya berfikir. Apakah masih banyak perusahaan dan pemilik bisnis yang saat ini sedang berjuang sekuat tenaga untuk meningkatkan penjualan tapi tidak tahu caranya. Bagaimana berjuang melakukan efisiensi untuk meningkatkan profitabilitas tetapi tidak tahu caranya.

Ya, sebenarnya jawabannya sudah ada melalui data yang mereka miliki. Tetapi bagaimana mempermudah dalam pengambilan keputusan lah yang ternyata sulit. Istilahnya dibadminton, umpan lambung tinggal dismash saja.

Ok, coba saya berikan ilustrasi salah satu hasil dari Tableau dashboard.

 

belajar tableau
belajar tableau

Kalau gambarnya terlalu kecil, tolong diklik saja ya supaya membesar.

Seharusnya memutuskan sesuatu berdasarkan informasi semudah itu. Cabang mana yang profit? Profit dan Loss dari produk apa? Dan masih banyak lagi pertanyaan kalau dilanjutkan.

Jadi, usul saya. Apabila Anda tertarik untuk belajar Tableau untuk kemudahan pengambilan keputusan bisnis Anda, segera hubungi kami untuk kami aturkan workshopnya.

Tertarik untuk membaca artikel lainnya tentang Tableau, coba lihat: Workshop Tableau Server yang ini.

Hubungi kami via email di ask@sunartha.co.id atau telp ke kantor kami dengan Euis.

Salam,

Daru

Profesi Kekinian Yang Akan Dibutuhkan Dimasa Depan

Profesi Kekinian Yang Akan Dibutuhkan Dimasa Depan.

Saya bukan peramal atau profesi sejenis yang bisa melihat masa depan. Tetapi saya ingat sekali pembicaraan ketika saya berdiskusi dengan teman lama yang sudah cukup lama tidak bertemu.

Daru, inget nda teman-teman kita yang memutuskan untuk mengambil kuliah dibidang perminyakan?  Kata dia. Ya, saya ingat sekali. Hampir semua teman saya yang mengambil kuliah tersebut, langsung melejit saldo rekening bank-nya he3, saya tidak bercanda.

Booming harga minya dunia membuat hampir semua orang yang bekerja disektor tersebut menikmatinya. Apakah saya iri dengan mereka? Tentu tidak, karena menurut saya rejeki sudah ada yang mengaturnya. Setuju?

Mari kita lanjutkan. Lalu, setelah minyak dunia harganya mengalami kontraksi seperti sekarang ini, apa donk profesi yang akan menjadi primadona berikutnya? Pertanyaan yang bagus.

Tanggal 20 Mei 2017 kemarin, hari sabtu, saya menghadiri sebuah acara meetup yang diadakan oleh DataScience Indonesia. Komunitas yang mewadahi para data scientist (peneliti data mungkin istilah Indonesianya) dan pihak-pihak yang tertarik mengenai bidang ini.

Pembicara pertama, Pak Satrio Prabandaru (yang namanya mirip sama saya, ada daru-nya) memberikan insight yang sangat menarik dan harus saya bagikan ke teman-teman sekalian mengenai profesi ini.

Profesi ini muncul karena ada kebutuhan bisnis user atau pelaku bisnis dimana saat ini data dikumpulkan dalam skala yang terbilang sangat banyak dan cepat. Tahu dari mana? Ok, sekarang nda usah jauh-jauh saja. Euforia startups dan Big Data lah salah satu pencetusnya. Dimulai dari Google dan kawan-kawannya seperti Facebook.

Mereka (perusahaan tersebut) memperkerjakan banyak orang untuk melakukan analisa terhadap data yang dimiliki. Untuk apa? Tujuannya adalah untuk memahami dan memberikan insight kepada bisnis user apa yang harus dikerjakan kedepannya sehingga ide tersebut bisa dieksekusi dan meningkatkan value atau nilai kedepannya.

Sebagai contoh sederhana saat Pak Satrio bercerita. Dianalogikan sedotan sebagai data. Sedotan yang kita tahu fungsi dan nilainya digunakan untuk kita menyedot suatu minuman? Setuju?

Nah, apakah Anda tahu bahwa sedotan dapat dibuat udang-udangan untuk umpan pancing dengan ditambahkan kail dan pemberat? Menarik?

Sama dengan data. Data yang hanya 1 sisi, akan berbeda apabila digabungkan dengan data lainnya, sehingga didapatkan nilai dan memberikan masukan terhadap bisnis.

Disinilah data scientist ikut andil dalam proses tersebut. Jadi, pertanyaannya apakah orang biasa-biasa saja seperti saya bisa menjadi data scientist? Jawabannya, kenapa tidak? Tetapi seperti Pak Satrio bagikan, ternyata ada skill set yang para peminat profesi ini harus kuasai. Pasti donk!

Nah, skill set-nya apa saja? Karena banyak, saya bagikan yang menurut saya penting ya.

Menurut saya, salah satu skill yang terpenting dipelajari bagi yang tertarik adalah bagaimana menjadi storyteller hasil analisa data.

Iya. Kenapa begitu? Karena setahu saya, sehebat apapun analis data tersebut bisa membuat suatu insight yang menarik bagi audiens-nya, tetapi saat bercerita kurang meyakinkan, pasti gimana rasanya.

Bercerita mengenai data pekerjaan yang tidak mudah. Menceritakan runutan dan logika bagaimana data tersebut dianalisa sampai pada kesimpulannya dan menyakinkan tidaklah semudah membuat slide. Kita harus bisa menarik perhatian dan bercerita seperti mendongeng menurut saya (tapi bukan mendongeng dan membuat ngantuk ya).

Ilmu kedua yang perlu adalah bagaimana mendapatkan data tersebut, membersihkan dan mengolahnya. Ilustrasi yang tepat disini adalah data scientist itu mirip chef. Chef yang hebat adalah chef yang bisa membuat masakan sesuai dengan kebutuhan penikmat makanan dan mengerti mengolah bahan-bahan yang ada. Dan bahan tersebut standar-standar saja.

Jadi, pekerjaan yang kekinian ini, apakah mudah atau susah Mas Ndaru? Menurut saya gampang-gampang susah. Gampang dipelajari, namun sulit untuk dikuasai. Seperti Chef, diperlukan jam terbang yang cukup untuk suatu menu yang biasa namun bisa menjadi luar biasa ditangan yang tepat.

Mungkin saya akan berbagi lagi dipart kedua ya supaya tidak terlalu panjang. Oiya, berkenalan dengan saya di Linkedin apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut atau email ke saya di daru@sunartha.co.id.

Salam,

Daru

 

 

 

Tableau Partner Indonesia : Workshop Session

Tableau Partner Indonesia : Workshop Session

Tim dari Smartcounting mendapatkan spesial training dari Tim Tableau International.

Spesial training dan meeting kali ini membahas mengenai workshop session atau sesi workshop yang akan dijalankan oleh Smartcounting selaku Tableau partner di Indonesia.

Tableau merupakan aplikasi dan alat bantu untuk manajemen dalam pengambilan keputusan berdasarkan data yang dimiliki. Seringkali data-data yang dimiliki tersebut belum dapat berbicara jika tidak diolah secara optimal dan mudah tanpa tools yang tepat.

Dengan menggunakan Tableau dan knowledge dari tim Smartcounting, Anda dapat mencoba dan langsung mengetahui hasilnya bersama dengan kami.

Proses yang biasanya Anda lakukan secara bertahap, cukup dengan menggunakan Tableau, Anda dapat bermain-main dengan data Anda semudah melakukan klik dan drag and drop. Mudah bukan?

Di sesi workshop bersama dengan Smartcounting (Sun Artha) sebagai Partner Tableau di Indonesia yang berfokus ke keuangan dan manufaktur, Anda dan tim Anda akan mengetahui bagaimana mudahnya mendapatkan insight dari data yang dimiliki, bahkan dari file excel saja.

Penasaran? Silahkan daftar ke sesi workshop Tableau dengan Smartcounting selaku Tableau partner di Indonesia. Kita akan bahas tuntas dan lengkap, cukup meluangkan waktu 1 jam saja ditempat Anda atau ditempat kami, CEO Suite, One Pacific Place Jakarta (dengan sesi workshop minimum kuota 5-10 orang).

Pic : Euis (0815-8690-2500) WA and Call Available.

Artikel ini juga saya bahas mendetail di Linkedin saya https://www.linkedin.com/pulse/tableau-kalau-bisa-mudah-kenapa-harus-sulit-purwandaru-widyastono?trk=pulse_spock-articles