Bangkit Dari Depresi

Bangkit Dari Depresi

Bangkit Dari Depresi
Bangkit Dari Depresi. Sumber: pulsk.com

Jumat Malam

Siapa yang jumat malam ini, hari ini tepatnya, 27 Desember 2019, disaat hujan dan dingin tidak kepingin yang namanya mie instan?

Makan malam saya kali ini adalah mie instan. Bukan karena apa? Tapi karena enaknya menyantap mie instan disaat suasananya mendukung. Ya seperti ini, dingin dan hujan sedang turun dengan lebatnya.

Selain melepas kelaparan mungkin juga untuk saya melepas depresi. Yups, yang kata orang itu stress yang sudah nda ada baiknya. Kata disalah satu artikel ya.

Pernahkah Anda mengalami depresi yang membuat Anda murung, sedih berkelanjutan, tidak mau makan, perasaan yang tidak mengenakkan itu? Saya pernah.

Perasaan Depresi Saat Berbisnis, Wajarkah?

Lalu pertanyaannya, bagaimana kalau kita, yang sedang sibuk-sibuknya menjalankan bisnis, mengalami depresi seperti ini? Wah apa nih solusinya?

Wajarkah bagi pemilik bisnis merasa depresi dan tertekan oleh permasalahan yang seringkali timbul saat mengelola bisnis?

Menurut saya, hal tersebut wajar. Karena, sebagai pemilik bisnis, atau Anda yang menempati posisi yang dibilang sebagai penentu kebijakan, mungkin Anda akan mengalami hal-hal seperti ini.

Bagaimana tidak? Eh kok saya jadi curcol ya. Hampir semua masalah, tentunya yang penting dan butuh keputusan dari penentunya, akan lari ke Anda. Betul atau betul ni?

Mungkin dilaporkan oleh bagian marketing kalau antara budget dan pencapaian tidak sesuai harapan. Atau ada kendala dibagian distribusi produk Anda. Bisa juga dilaporkan oleh bagian keuangan Anda kalau banyak piutang yang nda tertagih.

Nah lho, banyak juga ya masalahnya. Lalu gimana dong? Stress kemudian tambah depresi dong. Yuk kita lanjut ke bagian berikutnya.

Strategi Moved On aka Bangkit Dari Depresi

Kata orang bijak, semua masalah pasti ada penyelesaian atau solusinya. Weleh, beneran ada nih?

Ada Mas dan Mba. Semua ada solusinya. Cuma mau bayar piro? He3, becanda ya.

Ternyata semua permasalahan tersebut kuncinya adalah kita harus pilah-pilah. Ya macem milah hal-hal yang harus bisa kita putuskan dan yang tidak bisa kita putuskan atau kerjakan.

Gunanya apa? Supaya kita sendiri nda stress, depresi dan ujung-ujungnya sakit. Bahaya bukan? Padahal, kalau bisa Enjoy Aja, kenapa nda bukan?

Sama satu hal lagi. Ternyata masalah atau problems yang kita alami itu mungkin sudah ada solusinya asal kita bisa menanyakan kepada rekan kerja, temen bisnis atau mentor kita. Nda nanya nyasar lho!

Tips yang lain, ternyata klo ada masalah jangan dipegang terus. Kita harus tahu untuk menempatkan masalah itu dan menyerahkan kepada Tuhan. Yups, Gusti Mboten Sare (Tuhan nda tidur lho). Berdoa dan berusaha yang terbaik.

Kira-kira gimana tulisan kali ini? Jadi klo buat mie instan dan jatuh saat menuang mie alih-alih nuang air, ya mending buat mie instan baru bukan? Jangan serius-serius amat bacanya ya. Wong yang nulis juga lagi depresi ini.

Jangan lupa baca artikel saya yang lain dibawah ini ya. Monggo mampir, tulis komentar dan dishare apabila bermanfaat. Cheers.

Memilih Bisnis yang Tepat

Contoh Penerapan ERP pada Perusahaan Manufaktur

Satu lagi, Happy Holiday 2019 and and Have a Great 2020 ahead.

Daru

Memilih Bisnis yang Tepat

Memilih Bisnis yang Tepat

Memilih Bisnis yang Tepat
Source: whatwillmatter.com

Santai Sejenak

Selamat datang bagi Anda yang pertama kali mampir ke blog pribadi saya.

Dan selamat datang kembali bagi Anda yang rutin membaca tulisan-tulisan saya diblog ini.

Salam sejahtera untuk kita semua. Secara ini hari minggu, nda apa-apa ya kita sambil bersantai sejenak, sambil membaca tulisan saya tentang topik diatas.

Betul. Tentang pilihan.

Bagi Anda yang sedang menimbang-nimbang untuk memulai bisnis, pasti sempat terpikir tentang bagaimana sih memilih bisnis yang tepat.

Sama dengan Anda, dahulu saya pun juga mengalami hal yang sama. Kesulitan untuk memilih.

Bukannya apa, kesulitan memilih karna terus terang saya takut apabila saya telah salah memilih, waktu yang saya keluarkan untuk proses belajar, akan terbuang percuma.

Padahal kenyataannya adalah, ya, kita lanjutkan dibagian berikutnya dibawah ini ya.

Sebelumnya, tolong mampir diartikel saya yang lain seperti dibawah ini:

Belajar Tableau dan Cloud ERP Indonesia. Terimakasih ya.

Memilih Bisnis yang Tepat

Kenyataannya ternyata, menurut pengalaman saya, bisnis yang tepat itu adalah bisnis yang Anda selalu sempurnakan sambil jalan.

Artinya tidak ada dari awalnya bisnis yang Anda jalani mungkin bisa jalan terus sesuai dengan perencanaan awal.

Lho kok bisa? Yuk kita coba bahas satu persatu.

Saya sambil puter lagu dahulu ya, agar nulisnya makin lancar. Sip.

Theme song kali ini.

Ide bisnis yang kita jalani dari awal, mungkin biasanya lebih ke idealisme.

Contoh waktu saya awal memulai bisnis, saya ingin membantu pengusaha-pengusaha yang memiliki bisnis, dapat memonitor bisnis mereka semudah saya memainkan game bisnis.

Ide bagus bukan? Tentunya. Enak nda tuh, main eh berbisnis, tetapi bisa lihat dashboard secara keuangan, operasional dan data-data lainnya seperti dipermainan.

Kenyataannya, membuat ide bisnis itu menjadi kenyataan, ternyata kita harus sering-sering melakukan update dan pembaharuan sambil menjalankannya.

Awalnya saya mulai dari jasa pemasangan sistem akuntansi. Kemudian masuk kedalam Cloud ERP. Trus selanjutnya masuk ke Business Intelligence.

Ide awalnya, sederhana, tetapi pada prakteknya. Kita harus bisa fleksibel, mengikuti perkembangan jaman dan permintaan market atau customer.

Setuju nda? Ok, klo nda setuju, yuk diskusi bareng. Jangan lupa komen ya.

Lalu apa selanjutnya?

Betul, what’s next?

Selanjutnya, kalau Anda ingin mempunyai bisnis, idenya sederhana saja. Goalsnya musti bisa membantu banyak orang dengan kepusingan yang mereka miliki.

Lalu kalau sudah menemukan masalah dan kepusingan dari calon pelanggan kita, kitanya sendiri harus bisa fleksibel dong terhadap eksekusi bisnisnya.

Jadi sedari awal, nda perlu dibuat ribet dan njelimet dulu. Mulai aja dulu. Lalu kita sempurnakan sambil berjalan.

Tapi sekarang saya lagi butuh bantuan teman-teman nih. Bagi yang tertarik untuk bergabung dengan Sunartha (bisnis saya) untuk beberapa posisi penting seperti konsultan ERP dan developer aplikasi, bisa mampir ya.

Mampir diwebsite kami bagian career dan drop CV Anda disana. Tim saya akan menghubungi teman-teman semua.

Atau tertarik dengan bagaimana kami bisa membantu bisnis Anda lebih kekinian dalam berkompetisi dimarket yang tambah seru ini, bisa hubungi tim saya, Mba Ulfa dinomor whatsapp berikut ya: 0815 8690 2499.

Bisa tanya-tanya dulu soal software bisnis atau tentang jasa-jasa kita seperti apa. Sip?

Sebelum diakhiri, monggo mampir lagi diartikel kami yang lain dibawah ini. Trims ya sudah support kami.

Jasa Akuntansi

Bingung Membaca Laporan Keuangan

Salam,

Daru

WeWork dan Bisnis Kedepan

WeWork dan Bisnis Kedepan

Wework dan bisnis kedepan
Wework dan bisnis kedepan. Pic Source: straitstimes.com

Coworking Space

Selamat pagi. Bagaimana minggu ini?

Melelahkan? Menyenangkan?

Apapun itu, kita patut bersyukur atas pencapaian yang kita dapatkan dalam minggu ini.

By the way, sudah mau memasuki penghujung tahun lho. Coba, ingat-ingat kembali list dan mimpi-mimpi Anda ditahun 2019 ini?

Ok, back to the topic ya. Siapa yang tidak kenal salah satu bisnis kekinian yang disebut coworking space?

Betul. Bagi Anda yang belum tahu, saya coba jelaskan dahulu ya. Jadi, sekarang ini ada bisnis baru dimana perusahaan menyewa beberapa lantai digedung-gedung bagus tentunya secara alamat dan secara desain interior.

Kemudian menyewakannya kembali kepada para pemilik usaha, baik pemula yang sering kita sebut startup atau perusahaan besar yang tidak mau pusing dengan urusan sewa menyewa dengan pemilik gedung utamanya.

Solusi yang diberikan adalah kemudahan dan kenyamanan budget bagi pemilik usaha serta menyenangkan juga bagi karyawan karena kantor mereka keren.

That’s co-working. Sharing tempat kerja dengan budget yang jauh lebih terukur daripada harus investasi diawal, sayang cash bukan?

Wework dan Bisnis Kedepannya

Dibisnis ini, ada salah satu pemain besar, dunia cakupannya, bernama Wework.

Disokong pendanaan super kuat, Softbank, yang juga investor Uber, Grab, Tokopedia dan masih banyak lainnya. Wework berambisi (dan sudah pasti tentunya) menjadi pemain utama dalam bisnis coworking ini.

Sayangnya, apabila kita semua baca diberita-berita belakangan ini, ada update yang cukup membuat orang-orang terbelalak, dimana bisnis wework ini mempunyai rasio “bakar” uang luar biasa.

Dimana kalau tidak ditalangi dahulu oleh investornya, mungkin akan tutup. Wajarkah?

Menurut saya, mungkin saja. Dalam bisnis, apapun itu kondisinya, bagus atau sedang buruk, kalau kehabisan uang, pasti bisa gulung tikar. Setuju kan?

Apalagi skenario bisnis dengan high growth seperti ini, pasti dan hampir pasti akan mengorbankan yang namanya cadangan kas mereka untuk membiayai operasional.

Beda halnya dengan bisnis konvensional seperti pada umumnya, dimana manajemen mengelola kas secara hati-hati, dengan istilah agar nda tekor cashflow (arus kas).

Bagaimana dengan Bisnis Anda?

Saya jawab ya, so bagaimana nasib Wework kedepannya? Ini jawaban menurut pendapat pribadi ya.

Jadi apabila ada yang setuju, tidak setuju, ingin mengoreksi, monggo saja lho. Kan kita bebas beropini.

Sambil meneguk secangkir kopi hitam panas tentunya lebih nikmat untuk bahas case bisnis beginian.

Nasibnya, kalau menilik kepada kepentingan Softbank untuk membuat bisnis ini lepas landas secara IPO (initial public offering) maka akan disiapkanlah manajemen dan mungkin CEO baru yang lebih mengerti how to run business secara profitability.

Dengan injeksi equity baru dari Softbank, Wework akan dikelola dengan dana segar dan mungkin akan menjalankan tata kelola perusahaan bukan lagi mengincar growth, tapi profit.

Ujung-ujungnya profit boss. Setuju nda?

Nah, menilik case bisnis ini, bagaimana dengan bisnis Anda? Pada tahapan manakah bisnis Anda berada?

Apakah Anda secara manajemen sudah melakukan segala strategi untuk pengelolaan bisnis secara profesional, yaitu profitability? Atau masih hajar bleh untuk growth dan ekspansi? Cerita dong.

Klo saya, sudah mulai pada tahapan yang profitability dong, kan targetnya mau IPO. Betul?

Enjoy your weekend Boss-boss semua.

Jangan lupa baca tulisan saya yang lain dibawah ini ya.

ERP Manufacturing Indonesia

Cara Mengembangkan Bisnis

Salam,

Daru

Outing Sunartha ke Bandung

Outing Sunartha ke Bandung

Opening

Dihari minggu pagi yang cerah ini, sambil saya menunggu flight ke Surabaya, enaknya menulis hasil keseruan outing kantor Sunartha kemarin ke Bandung.

Outing kali ini termasuk cukup tanpa banyak persiapan.

Dimana pekerjaan sedang mau dimulai, kami menyempatkan diri dengan memilih tanggal dihari kerja, agar bisa menikmati destinasi dan perjalanan yang tidak terlalu melelahkan karna macet.

Outing Sunartha ke Bandung
Outing Sunartha ke Bandung.

Keseruan

Seru kenapa, karna sekantor pergi semua untuk jalan-jalan. Maaf ya kepada para customer atau pelanggan, kami masih manusia yang butuh hiburan 🙂

Kenapa kita pilih Bandung?

Karena dengan waktu yang terbatas, kami harus mengoptimalkan waktu yang ada, dan terpilihlah Bandung karena dapat dijangkau dengan bis dan beberapa destinasi yang kita ingin coba.

Dan juga dengan waktu yang singkat, musti optimal bukan?

Manfaat Outing

Mungkin tidak perlu diperjelas lagi ya. Tentunya melepaskan kepenatan pekerjaan.

Pusingnya deadline dari customer, tekanan target dan mungkin ekspektasi customer yang setinggi langit.

Just info, sunartha adalah perusahaan jasa. Kami membantu customer kami dalam melakukan implementasi sistem dan alat bantu yang berfokus hanya satu, meningkatkan bisnis customer kami.

So, tahu kan beratnya beban kami, diberikan tanggung jawab oleh customer kami yang mempercayakan beban tersebut kepada kita-kita semua.

Pastinya wajar, dalam setahun periode pekerjaan kami, inginnya kami menikmati waktu-waktu yang ada untuk jalan-jalan, makan dan foto-foto tentunya.

Sebelum melanjutkan bacaan ringan kali ini, mau tahu tips memulai bisnis? Silahkan dibaca ya.

Outing 2020?

Bagi Anda dan tim Anda yang belum meluangkan waktu untuk outing? Segera luangkan lah.

Selain meningkatkan kekerabatan antar tim Anda, juga bisa melepaskan kepenatan Anda sebagai pemilik bisnis atau manajemen.

Karena diperiode inilah Anda sudah dapat membayangkan, hasil akhir performa bisnis Anda bukan?

Bagi yang belum bisa, mungkin Anda harus baca tulisan saya yang lain disini. Apalagi bisnisnya adalah kegiatan produksi ya. Cocok.

Sistem ERP Manufaktur

Kebetulan juga, kami, sunartha sedang mencari tim karena cukup banyaknya inquiry ke kami. So, bagi Anda yang tertarik untuk bergabung dengan kami, bisa apply langsung ke web kami ya, sunartha.co.id bagian Karir.

Yang tertarik dengan bisnis proses, bisa apply as functional. Tertarik dengan utak atik code diaplikasi yang kami miliki, boleh juga sebagai technical consultant. BI? Join juga dengan kami, banyak case menarik diclient kami.

Ditunggu ya.

Selamat bermalam mingguan all.

Regards,

Daru

Bagaimana Memulai Bisnis

Bagaimana Memulai Bisnis

Bagaimana Memulai Bisnis
Bagaimana Memulai Bisnis. Pic Source: Kompasiana.com

Belum Ada Modal Bro

Selamat pagi Bro dan Sis. Selamat istirahat dan selamat hari minggu.

Gimana liburan kemarin? Habis gajian, duit nambah direkening bank, jangan langsung dibelanjain semua ya.

Ingat judul diatas. Kalau mau mulai usaha dan bilang belum ada modal bro, lah gimana mau ada modal kalau duit gajian/penghasilan rutin bulanan sudah dihabiskan aja beli barang-barang sale? Nah lho.

Ok, saya bukan aliran nda boleh belanja lho ya. Belanja boleh. Saya juga suka belanja. Tapi belanja yang sesuai dengan rencana hidup saya tentunya.

Misalkan, saya ingin banget punya smartphone terbaru (ngincer Pixel 4 nih), saya harus nabung dan nabungnya dari hasil bisnis saya.

Jadi kita lebih tertantang untuk menahan keinginan dan memprioritaskan dengan belanja dari hasil yang kita sudah dapatkan bukan dari penghasilan utama kita, contoh disini gaji ya.

Jadi, kalau ditanya, modal dari mana? Kita harus siap nabung ya untuk memulai bisnis. Btw, bisnis disini bukan untuk beli pabrik atau modal besar ya. Bisnis disini mulai dari hal kecil, lalu bisa membuktikan bisnis kita jalan dan bisa berkembang.

Kita lanjut ke topik utamanya ya.

Terus, Bagaimana memulai bisnis

Topik ini akan saya bahas bagaimana memulai bisnis.

Sederhana. Ya mulai aja.

Ok, tapi bagaimana Mas? Kan saya bingung mulainya. Sabar, sabar.

Sekarang saat ini memulai bisnis itu nda harus yang besar, mewah, megah dan serba ideal.

Ideal dalam artian sudah punya karyawan tetap, punya kantor disudirman, atau punya pabrik berhektar-hektar dikawasan industri.

Memulai bisnis bisa dari membuka account disalah satu online commerce seperti Tokopedia, Shopee atau bahkan membuka akun IG.

Produk? Jasa? Susah menentukan? Waduh. Kreatif dulu Mas dan Mbak.

Banyak sekali produk dan jasa yang minta dipasarkan oleh pemasar seperti Anda. Bahkan produk saya, wah promosi juga nih sekalian.

Jadi, 2 hal sudah terjawab ya. Poin ketiga yang penting menurut saya adalah Anda harus tahu caranya bagaimana. Produk, jasa, bisnis tetapi tidak tahu caranya, itu yang membuat bisnis Anda stuck atau nda kemana-mana.

Seperti sudah cape-cape buat dan desain warung kopi kekinian tapi nda tahu jual kemana atau parahnya, nda tahu cara jualannya. Waduh.

Mengembangkan Bisnis

Poin ketiga ini yang penting adalah Anda tahu cara untuk menyampaikan bisnis ke orang-orang yang berpotensi untuk membeli produk dan jasa Anda.

Simple things. Seperti dikantor saya. Kita coba pake Instagram untuk menawarkan produk dan jasa senilai 1 Milyar. Menurut ngana, ada yang langsung beli? Tentu tidak ferguso.

Iya kalau mereka yang lihat pas anak pemilik bisnis, atau pemilik bisnis mungkin saja. Tetapi kalau orang biasa, bukannya senang diiklankan begitu, malah nda lanjut untuk follow akun instagram kita. Benar?

So, everything must be learnt and tested. Nda semerta-merta langsung pasang web, semua langsung mampir. Anda tetap harus promosi. Anda harus juga beriklan contohnya. Duitnya dari mana? Ya, tadi kan nabung dulu dipoin awal, betul?

Enjoy your proses Mas dan Mba. The moment will come. Setelah menemukan deal-deal kecil, pasti Anda tambah semangat. Seperti saya tentunya. Nda langsung lho nemu deal besar. Pasti mulai dari yang sederhana dahulu.

Keep enjoy karna at end, itu yang kita mau cari kan dari mempunyai bisnis sendiri. Not just for the money ya.

Kesimpulan

So, setelah berbagi sedikit tips diatas. Kira-kira masih takut atau sudah bisa membulatkan tekad untuk memulai bisnis?

Mulai aja Bro and Sis. Bukan menjerumuskan ya, cuma kalau tidak dicoba ya tidak akan tahu pembelajarannya. And the last thing that i’ve to told you, siapkan dana cadangan jika bisnis Anda gagal.

Yes, tidak ada yang menjamin bisnis Anda 100% sukses. Bisa ada aja variabel yang menentukan kesuksesan bisnis Anda. Tetapi pembelajarannya yang terpenting menurut saya.

Bicara tentang belajar, ini ada 2 artikel yang menurut saya menarik untuk dibaca dan dipelajari. Sok atuh mampir. Dukung saya dengan membaca artikel saya yang lain ya.

Selamat berusaha, mencoba dan share disini kalau Anda ingin berbagi pengalaman bisnis dan merintis bisnis Anda.

Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Belajar Sistem ERP

Salam,

Daru

Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Cari Ilmu dulu atau Gaji
Cari Ilmu dulu atau Gaji. Pic Source: notable-quotes.com

Knowledge

Selamat Malam bapak, ibu, mas dan mba sekalian. Apakabar?

Di malam yang sumuk (bahasa jawanya gerah ya) ini, kita enaknya itu nyantai sambil baca-baca tulisan yang menginspirasi. Bener nda?

Ok, sudah makan malam bukan? Berarti sudah siap makan malam dari tulisan kali ini ya.

Ilmu.

Satu kata yang biasanya dicari oleh kita sejak dari SD-SMP-SMA-Perkuliahan. Yang beruntung mungkin bisa melanjutkan sampai Master dan berikutnya.

Tapi, menurut teman-teman sekalian, ilmu versus gaji, saat kita sudah lulus kuliah lah ya, supaya ngerti nih perasaan para freshgrads yang baru lulus baru-baru ini, kira-kira penting mana sih?

Jujur saja, waktu saya kuliah dulu, oiya, saya kuliah di IPB, Institut Pertanian Bogor yang sekarang ini berganti nama menjadi IPB University ya, saya termasuk mahasiswa yang golongan so-so.

Definisi so-so itu yang penting masuk kuliah, nilai secukupnya, asalkan bisa maju ke tahapan berikutnya, ujung-ujungnya adalah skripsi-sidang dan wisuda.

Kenapa saya nda semangat untuk mencari ilmu saat saya kuliah? Ok, mungkin karena motivasi saya berbeda ya.

Dimana teman-teman saya berjuang untuk mendapatkan nilai yang terbaik, supaya mendapatkan tempat kerja yang terbaik saat lulus nanti, sedangkan saya masih asik cari recehan dikampus. Maksudnya cari duid sendiri dari hasil jualan ya.

Dan kita masuk part 2 ya ditulisan saya kali ini.

Part 2: Knowledge Means Money

Receh.

Betul, saya mencari recehan waktu kuliah dulu waktu di bogor. Dari jualan pulsa, jualan kerupuk, jualan rokok (meskipun gw nda merokok ya) dan lain-lain.

Apakah saya punya ilmu? Yups, punya. Tapi nda membanggakan.

Bisa jualan saja tidak cukup.

Dan sekarang ini saya baru tahu, kalau waktu kuliah dulu itu diajarkan lho ilmu-ilmu yang menurut saya terpakai saat saya lulus dan masuk ke dunia profesional.

Kecuali saat saya belajar hortikultura ya, itu belajar apa pula, nilai saya jelek pula, he3, cukup intermezo-nya.

Lalu, pertanyaannya, ilmu yang kita dapatkan, apakah bisa 100% plek cocok waktu kita kerja? Tentu tidak ferguso.

Karena saya, bukan banyakan praktek, tapi banyakan duduk dikelas.

Saya nda ngerti tuh belajar akuntansi. Manajemen Pemasaran. Akuntansi biaya? Apapula semua itu. Saya nda mudeng. Karena saya nda tahu, aplikasinya seperti apa.

Bisa dong kita lanjut ke part 3?

Saya ganti lagu spotify pengiring tulisan saya kali ini ya: Takkan Kemana

Part 3: Cari Ilmu dulu atau Gaji?

Pertanyaannya. Anda pilih mana saat memilih tempat kerja?

Ok, saya butuh gaji. Anda butuh gaji. Siapa yang nda butuh gaji? Tapi yang menurut saya, yang harus dikejar saat Anda awal masuk kedunia kerja adalah pengalaman dan ilmu yang Anda bisa dapatkan.

Setuju? Boleh kok tidak setuju. Bebas.

Kalau saya, setelah saya lulus, saya langsung terjun bebas. Yups, memulai usaha dimana saya nda tahu sama sekali bagaimana menjalankan sesuatu yang namanya bisnis.

Bahkan bisnis itu harus untung gimana caranya saya nda tahu saudara-saudara. Tapi apakah saya menyesal? Sedikit sih.

Menyesal lebih ke kenapa ya saya nda belajar dahulu, menimba ilmu, kalau perlu disedot pake jetpump supaya kita tahu, sebelum terjun bebas lagi.

Sama halnya dengan didunia profesionalitas. Yang dijual adalah jasa Anda. Your knowledge bro and sis. Your attitude, your passion and your determination dalam perusahaan yang merekrut dan memperkerjakan Anda.

Sambil belajar Anda akan mendapatkan ilmu yang menurut saya akan menentukan set of knowledge Anda, serta kearah mana yang Anda inginkan.

Seperti saya, akhirnya bisnis saya saat ini adalah kumpulan set of knowledge yang saya dapatkan dibisnis terdahulu sebagai salah satu pijakan hidup saya.

Berat yak?

Ngemil kerupuk karak sambil teh tawar hangat enak deh. Monggo.

Kesimpulan sudah didapatkan?

Gimana freshgrads? Sudah kebayang kah apakah yang akan Anda ingin kejar lebih dahulu? Tapi kalau memang Anda mampu untuk tempat kerja dengan Gaji yang Baik, saya tetap dukung kok! Rejeki Anda itu.

Tetapi bagi teman-teman yang so-so seperti saya, semangat! Dunia adil kok, kalau kita tahu caranya, pasti ada jalan (slogan gojek ya?).

Jangan lupa mampir diartikel saya yang lain dibawah ini ya. Diklik ya, supaya saya jadi bahagia.

Apa Kegalauan Pengusaha

Pelatihan Tableau di Jakarta

Salam,

Daru

Apa Kegalauan Pengusaha

Apa Kegalauan Pengusaha

Apa Kegalauan Pengusaha
Apa Kegalauan Pengusaha. Sumber: Merdeka.com

Pembukaan

Selamat malam. Berjumpa kembali diblog purwandaru.com.

Blog yang sering membahas segala sesuatu yang ada dibenak saya, terkait bisnis, ide-ide bisnis maupun teknologi kekinian yang menurut saya seru dan patut dicoba dibisnis. Baik punya saya maupun Anda sekalian.

Pertanyaan sederhana saya bagi Anda yang sudah memulai perjalanan entrepreneurship aka wiraswasta, sempat terpikir pertanyaan seperti ini?

Bagaimana ya cara mengembangkan usaha saya?

Lalu, mulai dari mana caranya?

Dan banyak lagi pertanyaan seperti hal-hal diatas. Apalagi berita-berita diluar sana yang lumayan “serem” juga seperti resesi, demo-demo yang berjilid-jilid, dan kondisi perang dagang antara AS dan negara-negara lainnya.

Gimana cara Anda menyikapinya? Jadi tambah galau nda sih?

Apa Kegalauan Pengusaha

Nah, malam mingguan, saatnya tidak memiliki pikiran seperti itu ya? Kita musti tetap semangat menghadapi tantangan seperti itu. Saya juga mengalami seperti itu kok, dan sering bahkan.

Banyak pikiran berkecamuk dibenak saya terkait hal-hal tersebut. Tapii yang pasti, selama kita tetap berdoa dan berusaha dengan baik, sesuai slogan Gojek, #PastiAdaJalan. Setuju?

Harusnya setuju sih. Coba dipikirkan kembali, saat awal-awal bagi Anda yang sedang merintis bisnis. Situasi sulit apa yang Anda hadapi.

Mulai menjajakan barang atau jasa yang Anda miliki. Penuh penolakan bukan? Iya pasti.

Tapi Anda tetap berjalan kan? Harus. Karena itu adalah jalan atau pilihan yang ada sudah pilih.

Seperti gambar diatas yang saya ambil, pedagang bubur kacang hijau dan ketan hitam. My favourite. Sambil tersenyum, melayani pelanggannya. Padahal kita tahu, murah banget bukan makanan ini.

Kesimpulan

Ok, kita tarik kesimpulan ya. Semakin galau Anda dengan pertanyaan dan kekhawatiran dengan kondisi yang berjalan untuk bisnis Anda, saya sarankan Anda berlibur sebentar deh.

Atau seperti saya hari ini, main ke developer dan lakukan tanya-tanya terkait produk/rumah yang ditawarkan.

Harganya mantab dan unitnya bagus, malah jadi membuat tambah semangat untuk menulis kan? Sama halnya dengan Anda. Lakukan yang membuat Anda semangat, alih-alih mengkerut dengan pikiran negatif yang merasuki Anda.

Jadi inget ada lagu Entah Apa Yang Merasukimu gara-gara tulisan itu, he3. Ini saya share link spotify-nya untuk Anda. Dengarkan disini.

So, tetap semangat. Seperti saya jadi tambah semangat mengembangkan bisnis saya bersama tim saya.

Bagi Anda yang mempunyai skills dan keinginan belajar dibidang ERP atau Business Intelligence, bisa mampir di sunartha.co.id bagian carreer, apply ya, nanti tim saya yang akan bantu remind saya untuk interview dan test.

Atau bagi Anda dan bisnis Anda yang membutuhkan konsultasi tentang penerapan ERP atau Tableau, bisa hubungi tim saya, Mba Euis dinomor whatsapp berikut: 0815 8690 2500

Jangan lupa mampir diartikel saya yang lain ya. Trims sudah mampir.

Kenapa Perusahaan Mencari Fresh Graduate

Belajar Tableau di Jakarta

Salam,

Daru

Kenapa Perusahaan Mencari Fresh Graduate

Kenapa Perusahaan Mencari Fresh Graduate

Kenapa Perusahaan Mencari Fresh Graduate
Kenapa Perusahaan Mencari Fresh Graduate. Pic Source: idntimes.com

Selamat Bagi Anda Yang Sudah Lulus Kuliah

Ok, sebelum saya masuk ke topik bahasan sharing blog saya kali ini. Saya mau mengucapkan selamat bagi Anda yang sudah dinyatakan lulus dalam masa perkuliahan.

Jadi inget waktu masih mudah dulu (lah, kesannya sudah tua ya), begitu saya menghubungi salah satu intern yang tahun lalu ditempat kami, sunartha.

Ketika saya menghubungi, saya tanyakan kabarnya dan bagaimana skripsi? Jawabnya, sudah beres dan sudah lulus nih Pak. Wah, selamat ucap saya.

Memang 2 orang mahasiswa yang intern ditempat kami, terbilang pintar dan pandai bergaul, ingat saya ketika mereka saya interview sebelumnya.

Good job guys and girls.

Bagi Anda yang baru join dan baca blog saya, selamat datang. Jangan lupa baca tulisan saya (curhat lebih tepatnya) yang lain ya. Ok? Enjoy your time.

Kenapa Perusahaan Mencari Fresh Graduate

Judul diatas saya ambil, karena saat ini, kami di sunartha cukup mempunyai kendala dalam mencari dan mendidik yang namanya tim (kalau startup dibilang talent ya).

Kenapa tidak, kami bergerak dibidang jasa atau services. Dimana pekerjaan yang berjalan pastinya membutuhkan tim untuk melakukan pekerjaannya.

Spoiler sedikit ya, bisnis yang kami jalani saat ini bergerak dalam kategori konsultasi kepada perusahaan menengah dan besar dalam hal implementasi teknologi yang membuat bisnis customer kami tambah maju.

Contoh dalam adopsi teknologi analisa data menggunakan Tableau dan juga seperti implementasi Cloud ERP seperti Acumatica. Yes, kedua produk tersebut merupakan produk dari luar Indonesia asalnya.

Lalu topik yang saya bawa sekarang, kenapa rata-rata perusahaan seperti kami ini mencari fresh graduate atau teman-teman yang baru lulus kuliah? Idenya sederhana, karena teman-teman yang bergabung pasti akan mendapatkan coaching lagi.

Artinya lulus dari perkuliahan belum tentu akan dapat langsung kerja (kalau ditempat saya ya). Saya baca-baca juga, bahkan di perusahaan startup pun sama juga.

Dilema Saya dan Teman Bisnis Lainnya

Yang menjadi dilema bagi saya dan mungkin bagi teman-teman pemilik bisnis lainnya adalah disaat kita membutuhkan tim baru untuk mengisi posisi tersebut, akan ada yang namanya jeda waktu.

Betul, jeda waktu karna kami harus mencari dahulu talent yang akan kami coaching. Itupun sulit. Tim saya curhat, Pak CV yang masuk ke kita itu banyak banget, tapi kenapa secara background kok sulit ya untuk menentukan, apakah kita panggil atau nda.

Nah, bener-bener dilema kan. Bagi bisnis, untuk hiring itu mudah. Tetapi menemukan metode untuk mencari apakah dia orang yang tepat, itu sulitnya minta ampun. Jadi kayak nyari pacar ya? He3, let’s continue.

Sudah gitu, klo misalkan ok, proses coachingnya pun butuh resources, selain waktu, pendampingan, proses dan masih banyak lagi.

Sulit? Pasti. Buat kita dan buat teman-teman yang baru join.

Solusi atas Permasalahan Kita Bersama

Saya jadi berpikir. Kalau misalkan masalah ini banyak ditemui oleh para pemilik bisnis, manajemen bisnis, masak nda ada solusinya sih?

Secara kami terlatih (atau kepepet lebih tepatnya) mencari solusi atas permasalahan client, saya jadi berpikir, apakah mungkin ya kita mengadakan intern proses (bukan probation ya) saat menerima kandidat yang mungkin kita anggep qualified untuk posisi tersebut.

Jadi gimana nih teknisnya?

Yang pasti, bukan probation konsepnya tetapi lebih mengenalkan pekerjaan yang akan dikerjakan kepada kandidat tersebut dalam skala yang mereka akan pahami dan waktu yang lebih pendek.

Mungkin seperti MDP kali ya. Jadi akan ditandem dengan para senior yang sudah paham proses kerjanya dan mereka akan diberikan role sesuai dengan kemampuan mereka.

Interesting? Harus nih. Curhatnya jadi panjang ya ternyata.

Menurut kalian bagaimana? Karena terus terang saya melihat, kok sayang ya dari sekian banyak CV yang masuk, kok kita nda bisa proses atau at least saya kasi kesempatan.

Tapi kesempatan juga termasuk hal yang buat para pelaku bisnis harus hitung dengan cermat bukan? Ok, mungkin tulisan ini bisa saya lanjutkan dengan topik yang sama ditulisan yang berbeda.

Jangan lupa mampir ditulisan saya yang lain seperti dibawah ini ya. Ok? Thanks.

Cara Mengembangkan Bisnis

Pelatihan Tableau di Jakarta

Regards,
Daru

Cara Mengembangkan Bisnis

Cara Mengembangkan Bisnis

Cara Mengembangkan Bisnis
Cara Mengembangkan Bisnis. Pic Source: Anirban chakraborty

Dilema Pemilik Bisnis

Selamat Pagi.

Di minggu yang teduh ini, saya menulis lagi di blog pribadi saya, purwandaru.com

Blog yang berisi tentang apa saja yang menjadi pemikiran saya, sambil lewat, supaya nda lupa dan bisa juga berbagi pengalaman tentang apa yang saya rasakan saat merintis, melalui tantangan dalam mendirikan dan menjalankan bisnis.

Karena saya berniat untuk mengurangi mengkonsumsi kopi, jadi slogannya bukan sambil nyeruput kopi kenangan mantan (sori ya) sekarang saya meneguk air putih saja, lebih sehat dan lebih natural he3.

Ok, back to topic, saya bagi tulisan kali ini pertama adalah dilema untuk pemilik bisnis. Yes, bagi Anda yang saat ini sedang bermimpi untuk merintis bisnis, bacaan ini bisa juga untuk referensi bacaan Anda.

Tapi kalau Anda yang yang sedang menjalankan dan mengelola bisnis, pasti Anda merasakan hal yang sama dengan yang saya rasakan. Betul, dilema bagi para pemilik bisnis adalah bagaimana saya dapat mengembangkan bisnis yang saya miliki.

Maka dari itu banyak sekali seminar dari pembicara-pembicara bisnis yang membahas topik ini. Pasti dong Anda pernah mengikuti seminar atau talkshow yang membahas hal ini? Saya pun juga kok.

Sambil memutar playlist di spotify, cari yang cozy seperti Olivia Wong.

Lanjut?

Mampir dulu dong di tulisan saya yang lain dibawah ini

Analisa Bisnis Film Gundala. Terimakasih yang sudah mampir ya.

Cara Mengembangkan Bisnis

Lalu bagaimana caranya Mas Ndaru?

Pengalaman saya terdahulu dan membaca pengalaman dari pemilik bisnis yang lain. Cara mengembangkan bisnis sebenarnya konsepnya sama.

Sama bagaimana ya? Sama dalam artian, bisnis yang bisa dikembangkan adalah bisnis yang pada setiap tahapannya sesuai dengan persiapan yang pemilik bisnis sudah kerjakan.

Seperti hal nya mengerjakan pekerjaan rumah waktu kita sekolah dulu. Dari tingkat dasar, menengah sampai atas (ketauan umur dong saya ya, karna sekarang sudah beda penyebutannya) pasti tugasnya berbeda-beda.

Bisnis pun sama. Tahap merintis akan punya tantangan sendiri, ekspansi dan tahap maturity (istilah manajemen bukalapak itu grown company).

Pertama, kita harus tahu, kita ada dimana nih fasenya. Kalau dulu saat saya merintis dengan modal pas-pas-an, fokus saya cuma satu. Survival.

Dengan artian, karna background keluarga orang keuangan, rajin tuh yang namanya mantengin laporan keuangan, duit sisa berapa di bank untuk bayar gajian tim. Bukan saya ya, tapi tim.

Mulai Dari Mana

Lalu kalau mengembangkan caranya gimana Mas? Sabar.

Pengembangan itu akan pas dan tepat kalau Anda sudah berhasil membuat bisnis Anda itu setidaknya tidak mengalami yang namanya kalau saya bilang bocor alus, aka bisnis yang Anda jalankan sebenarnya rugi.

Btw, yang kita bahas ini bukan ranah startup yang unicorn, decacorn ya. Ini konvensional bisnis. Klo Anda memang fokus disitu, ya gas pool aja, tapi pake itungan ya.

Pengembangan bisnis bisa dimulai dari horisontal, maksudnya bisnis Anda diekspan ke lini usaha lain (which is menurut saya berat nih, ngomong gampang). Misalkan dari tadinya jual kuliner martabak trus buat butik pakaian.

Kalau yang saya lakukan yaitu vertikal, yaitu fokus ke satu segmen tetapi melengkapi produk atau jasa yang similar atau mirip.

Mungkin karna bisnis saya terkait dengan jasa ya, jadi kualitas harus terus dijaga dengan baik. Ini contoh salah satu lini kami yang terbaru

Pelatihan Tableau di Jakarta

Nah, setiap strategi tadi (ada 2 ya) itupun harus direncanakan dengan baik-baik. Karena kalau pakai dana internal, harus hati-hati, hasil uang jerih payah dan keringat lho.

Jangan lupa mempersiapkan tim yang tepat, ini juga salah satu challenge dan strategi pemasaran dan branding yang tepat. Banyak belajar saya disini.

Gimana, makin kebayang nda? Yuk diskusi lebih lanjut. Bisa add Linkedin saya dibawah ya untuk diskusi lebih lanjut.

Saya udahin dulu ya. Nanti kita lanjutkan lagi. Happy Sunday.

Salam,

Daru

Analisa Bisnis Film Gundala

Analisa Bisnis Film Gundala

Analisa Bisnis Film Gundala
Analisa Bisnis Film Gundala. Sumber Gambar: Liputan6

Film Superheroes Indonesia

Selamat hari sabtu pagi.

Sudah menyelesaikan tugas-tugas rumah dipagi hari ini? Dan sambil menikmati sarapan aka brunch, enaknya sambil baca tulisan ringan saya kali ini.

Tulisan ringan mengenai film Gundala. Yups, film yang baru tayang dengan sutradara Joko Anwar yang sukses dengan film-film bergenre horor sebelumnya.

Disclaimer dulu ya, saya nda akan bahas review tentang filmnya, tapi bahas soal bisnisnya dari film pertama dari Jagad Bumi Langit. Mirip Marvel Cinematic Universe (dugaan saya ya) yang akan berlajut dengan film superheroes berikutnya.

Nda akan ada spoiler dan totally dari pemikiran saya pribadi ya. Kalau mau komentar, monggo, tapi komentar yang mendukung ya Mas dan Mba.

Eh btw, kantor saya, sunartha.co.id kemarin sempat buat Giveaway tiket nonton Gundala untuk 3 pemenang pas kita launch IG sunartha.co.id. Sori telat infoinya.

Next time ok?

Kalau mau bacaan agak berat, sok mampir ditulisan dibawah ini.

Ada Apa Dengan Cinta? Ternyata Ada Apa Dengan Jurnal Pembalik

Tips Memilih Akuntan

Analisa Bisnis Film Gundala

Film Gundala yang saya baca artikel terakhir di Liputan6 sudah menembus 1 juta penonton. Wow, congrats. Btw kita nda akan bahas menembus Hollywood dulu ya, itu sutradara yang lain.

Kalau dianggap rata-rata harga tiket sebesar 50rb maka dikali 1 juta penonton sudah membukukan sales sebesar 50 Milyar sampai tanggal 5 Sept 2019. Jualan macem apa nih yang bisa sampe M dalam waktu kurun seminggu? Ya filem.

Setidaknya, pencapaian kali ini membuat para investor, saya lihat ada Ideosource ikutan disini, legacy pictures dan beberapa nama seperti Om Erick Thohir bisa tersenyum bahagia.

Kenapa tidak? Menurut saya lho ya, momentum film itu penting. Inget DC yang berusaha dengan Superman, Batman dkk. Pusing tuh untuk mengangkat klo momentum yang dibuat nda ada tractionnya, aka sepi peminat.

Saya pun tergelitik untuk memberikan tiket giveaway karena mungkin sisi nasionalis saya muncul kali ya. Superheroes Indonesia kok nda ada unjuk giginya sih, padahal makhluk halus sukses diangkat dilayar lebar he3, just kidding.

What’s Next Mas Joko?

Pertanyaan berikutnya. Selanjutnya apa?

Kalau melihat rancangan besarnya, mungkin akan dilanjutkan dengan the next superheroes. Mungkin ada saja nama-nama yang sudah familiar seperti, Si Buta dari Goa Hantu. Atau yang lain? Who knows?

Kalau saya sih tahu, what’s next untuk temen-temen yang sudah baca, mampir dong ke artikel baru seperti dibawah ini untuk mendukung saya dalam menulis terus tiap sabtu.

Belajar Membuat Startup Digital

Mengelola Proyek Sistem Informasi

Terimakasih yang sudah mampir ya. Really appreciate.

Masih penasaran nanti kalau sudah keluar film kedua, ketiga dan berikutnya. Nanti saya coba bantu buatkan trendnya via Tableau yups, BI Tools kekinian yang Anda bisa coba trial gratis selama 14 hari.

Contoh visualisasi yang sudah saya buat ada juga di Tableau Public.

Dan kalau bagi Anda yang jago jualan, jago komunikasi dan tentunya senang cari duid, bisa bergabung sama tim kami, langsung aja japri ke Mba Euis dinomor whatsapp berikut: 0815 8690 2500 untuk apply langsung.

Bisa juga via website sunartha.co.id dimana Anda bisa drop CV temen-temen, nanti tim saya, Mba Taniya, akan followup. Ok?

Wah, harus sepedaan dulu nih. Thanks uda baca ya.

Salam,

Daru