Cara Mengembangkan Bisnis

Cara Mengembangkan Bisnis

Cara Mengembangkan Bisnis
Cara Mengembangkan Bisnis. Pic Source: Anirban chakraborty

Dilema Pemilik Bisnis

Selamat Pagi.

Di minggu yang teduh ini, saya menulis lagi di blog pribadi saya, purwandaru.com

Blog yang berisi tentang apa saja yang menjadi pemikiran saya, sambil lewat, supaya nda lupa dan bisa juga berbagi pengalaman tentang apa yang saya rasakan saat merintis, melalui tantangan dalam mendirikan dan menjalankan bisnis.

Karena saya berniat untuk mengurangi mengkonsumsi kopi, jadi slogannya bukan sambil nyeruput kopi kenangan mantan (sori ya) sekarang saya meneguk air putih saja, lebih sehat dan lebih natural he3.

Ok, back to topic, saya bagi tulisan kali ini pertama adalah dilema untuk pemilik bisnis. Yes, bagi Anda yang saat ini sedang bermimpi untuk merintis bisnis, bacaan ini bisa juga untuk referensi bacaan Anda.

Tapi kalau Anda yang yang sedang menjalankan dan mengelola bisnis, pasti Anda merasakan hal yang sama dengan yang saya rasakan. Betul, dilema bagi para pemilik bisnis adalah bagaimana saya dapat mengembangkan bisnis yang saya miliki.

Maka dari itu banyak sekali seminar dari pembicara-pembicara bisnis yang membahas topik ini. Pasti dong Anda pernah mengikuti seminar atau talkshow yang membahas hal ini? Saya pun juga kok.

Sambil memutar playlist di spotify, cari yang cozy seperti Olivia Wong.

Lanjut?

Mampir dulu dong di tulisan saya yang lain dibawah ini

Analisa Bisnis Film Gundala. Terimakasih yang sudah mampir ya.

Cara Mengembangkan Bisnis

Lalu bagaimana caranya Mas Ndaru?

Pengalaman saya terdahulu dan membaca pengalaman dari pemilik bisnis yang lain. Cara mengembangkan bisnis sebenarnya konsepnya sama.

Sama bagaimana ya? Sama dalam artian, bisnis yang bisa dikembangkan adalah bisnis yang pada setiap tahapannya sesuai dengan persiapan yang pemilik bisnis sudah kerjakan.

Seperti hal nya mengerjakan pekerjaan rumah waktu kita sekolah dulu. Dari tingkat dasar, menengah sampai atas (ketauan umur dong saya ya, karna sekarang sudah beda penyebutannya) pasti tugasnya berbeda-beda.

Bisnis pun sama. Tahap merintis akan punya tantangan sendiri, ekspansi dan tahap maturity (istilah manajemen bukalapak itu grown company).

Pertama, kita harus tahu, kita ada dimana nih fasenya. Kalau dulu saat saya merintis dengan modal pas-pas-an, fokus saya cuma satu. Survival.

Dengan artian, karna background keluarga orang keuangan, rajin tuh yang namanya mantengin laporan keuangan, duit sisa berapa di bank untuk bayar gajian tim. Bukan saya ya, tapi tim.

Mulai Dari Mana

Lalu kalau mengembangkan caranya gimana Mas? Sabar.

Pengembangan itu akan pas dan tepat kalau Anda sudah berhasil membuat bisnis Anda itu setidaknya tidak mengalami yang namanya kalau saya bilang bocor alus, aka bisnis yang Anda jalankan sebenarnya rugi.

Btw, yang kita bahas ini bukan ranah startup yang unicorn, decacorn ya. Ini konvensional bisnis. Klo Anda memang fokus disitu, ya gas pool aja, tapi pake itungan ya.

Pengembangan bisnis bisa dimulai dari horisontal, maksudnya bisnis Anda diekspan ke lini usaha lain (which is menurut saya berat nih, ngomong gampang). Misalkan dari tadinya jual kuliner martabak trus buat butik pakaian.

Kalau yang saya lakukan yaitu vertikal, yaitu fokus ke satu segmen tetapi melengkapi produk atau jasa yang similar atau mirip.

Mungkin karna bisnis saya terkait dengan jasa ya, jadi kualitas harus terus dijaga dengan baik. Ini contoh salah satu lini kami yang terbaru

Pelatihan Tableau di Jakarta

Nah, setiap strategi tadi (ada 2 ya) itupun harus direncanakan dengan baik-baik. Karena kalau pakai dana internal, harus hati-hati, hasil uang jerih payah dan keringat lho.

Jangan lupa mempersiapkan tim yang tepat, ini juga salah satu challenge dan strategi pemasaran dan branding yang tepat. Banyak belajar saya disini.

Gimana, makin kebayang nda? Yuk diskusi lebih lanjut. Bisa add Linkedin saya dibawah ya untuk diskusi lebih lanjut.

Saya udahin dulu ya. Nanti kita lanjutkan lagi. Happy Sunday.

Salam,

Daru

Analisa Bisnis Film Gundala

Analisa Bisnis Film Gundala

Analisa Bisnis Film Gundala
Analisa Bisnis Film Gundala. Sumber Gambar: Liputan6

Film Superheroes Indonesia

Selamat hari sabtu pagi.

Sudah menyelesaikan tugas-tugas rumah dipagi hari ini? Dan sambil menikmati sarapan aka brunch, enaknya sambil baca tulisan ringan saya kali ini.

Tulisan ringan mengenai film Gundala. Yups, film yang baru tayang dengan sutradara Joko Anwar yang sukses dengan film-film bergenre horor sebelumnya.

Disclaimer dulu ya, saya nda akan bahas review tentang filmnya, tapi bahas soal bisnisnya dari film pertama dari Jagad Bumi Langit. Mirip Marvel Cinematic Universe (dugaan saya ya) yang akan berlajut dengan film superheroes berikutnya.

Nda akan ada spoiler dan totally dari pemikiran saya pribadi ya. Kalau mau komentar, monggo, tapi komentar yang mendukung ya Mas dan Mba.

Eh btw, kantor saya, sunartha.co.id kemarin sempat buat Giveaway tiket nonton Gundala untuk 3 pemenang pas kita launch IG sunartha.co.id. Sori telat infoinya.

Next time ok?

Kalau mau bacaan agak berat, sok mampir ditulisan dibawah ini.

Ada Apa Dengan Cinta? Ternyata Ada Apa Dengan Jurnal Pembalik

Tips Memilih Akuntan

Analisa Bisnis Film Gundala

Film Gundala yang saya baca artikel terakhir di Liputan6 sudah menembus 1 juta penonton. Wow, congrats. Btw kita nda akan bahas menembus Hollywood dulu ya, itu sutradara yang lain.

Kalau dianggap rata-rata harga tiket sebesar 50rb maka dikali 1 juta penonton sudah membukukan sales sebesar 50 Milyar sampai tanggal 5 Sept 2019. Jualan macem apa nih yang bisa sampe M dalam waktu kurun seminggu? Ya filem.

Setidaknya, pencapaian kali ini membuat para investor, saya lihat ada Ideosource ikutan disini, legacy pictures dan beberapa nama seperti Om Erick Thohir bisa tersenyum bahagia.

Kenapa tidak? Menurut saya lho ya, momentum film itu penting. Inget DC yang berusaha dengan Superman, Batman dkk. Pusing tuh untuk mengangkat klo momentum yang dibuat nda ada tractionnya, aka sepi peminat.

Saya pun tergelitik untuk memberikan tiket giveaway karena mungkin sisi nasionalis saya muncul kali ya. Superheroes Indonesia kok nda ada unjuk giginya sih, padahal makhluk halus sukses diangkat dilayar lebar he3, just kidding.

What’s Next Mas Joko?

Pertanyaan berikutnya. Selanjutnya apa?

Kalau melihat rancangan besarnya, mungkin akan dilanjutkan dengan the next superheroes. Mungkin ada saja nama-nama yang sudah familiar seperti, Si Buta dari Goa Hantu. Atau yang lain? Who knows?

Kalau saya sih tahu, what’s next untuk temen-temen yang sudah baca, mampir dong ke artikel baru seperti dibawah ini untuk mendukung saya dalam menulis terus tiap sabtu.

Belajar Membuat Startup Digital

Mengelola Proyek Sistem Informasi

Terimakasih yang sudah mampir ya. Really appreciate.

Masih penasaran nanti kalau sudah keluar film kedua, ketiga dan berikutnya. Nanti saya coba bantu buatkan trendnya via Tableau yups, BI Tools kekinian yang Anda bisa coba trial gratis selama 14 hari.

Contoh visualisasi yang sudah saya buat ada juga di Tableau Public.

Dan kalau bagi Anda yang jago jualan, jago komunikasi dan tentunya senang cari duid, bisa bergabung sama tim kami, langsung aja japri ke Mba Euis dinomor whatsapp berikut: 0815 8690 2500 untuk apply langsung.

Bisa juga via website sunartha.co.id dimana Anda bisa drop CV temen-temen, nanti tim saya, Mba Taniya, akan followup. Ok?

Wah, harus sepedaan dulu nih. Thanks uda baca ya.

Salam,

Daru

Yakin Kemampuan Anda Menjual

Yakin Kemampuan Anda Menjual

Yakin Kemampuan Anda Menjual
Yakin Kemampuan Anda Menjual. Pic Source: Liputan6.com

Santai Dulu

Selamat hari Minggu yang indah dan cerah ini.

Sambil bersantai dengan keluarga dan menikmati segelas teh hangat tawar di pagi hari ini, kita bahas satu topik yang membuat saya tergelitik untuk menulis nih.

Yups, soal jualan. Ilmu wajib nih bagi Anda yang saat ini mau mencoba mempunyai usaha sendiri dan cocok juga untuk bacaan ringan bagi Anda yang sudah mempunyai usaha sendiri.

Kenapa ujug-ujug (bahasa jawanya tiba-tiba) saya ingin menulis ini? Karena kemarin, sabtu, saya bertemu dengan mitra bisnis kami yang berbisnis bisnis process outsourcing untuk marketing agency.

Nah, sambil terpikir-pikir, menarik juga nih klo saya sharing tentang topik, disaat seperti ini, kita gimana yakin strategi atau kemampuan menjual kita (sebagai pemilik usaha dan mengelola tim penjualan) udah bener atau nda ya?

Seru kan? Monggo diseruput dulu teh hangatnya. Segar. Jangan lupa saya ngemil camilan kecimpring (stok waktu saya dari Bandung kemarin).

Bagaimana Cara Kita Tahu Jualan Kita Tepat

Pertanyaan mendasar, bagaimana cara tahunya Mas Ndaru? Simpel. Menurut saya ya, kalau Anda punya masukan atau feedback lainnya, monggo diinfokan.

Saya cari playlist Korea dulu di-spotify ya, biar nda bisa nyanyi tapi sambil lancar nulisnya. Sebentar. Btw, sambil menunggu saya ganti playlist, monggo mampir artikel tim saya tentang keuangan dibawah ini ya. Trims sudah mampir.

5 Tips Mengatasi Permasalahan Pembukuan Usaha

Lanjut. Mudah cara menganalisanya. Apakah pelanggan ideal Anda yang beli produk atau jasa Anda berdasarkan data penjualan yang masuk.

Contoh nih. Saya pasang iklan di-IG trus saya kasi iklan untuk mengiklankan Film Gundala. And you know what? Yang tertarik dengan iklan tersebut rentang umurnya, 16-24 tahun, pria dan none of them mampir ke web saya.

Failed? Yes. Totally wrong ideas. Sedangkan segmen kami, sunartha.co.id (mampir ya) adalah male/female, ages 35-40 years, owned multiple business. Yes. artinya apa? Salah Mas Bro. Coba dipikirkan kembali strateginya.

Got the idea? Yups, pastinya dapet. Klo segmennya adalah emak-emak millenials, dengan anak bayi, pasti cara komunikasi, pasang socmed dan gaya bahasa beda dong ya? Tentunya.

Nah, dengan begitu, kita bisa optimal fokus dikegiatan kita untuk mencari, ini pada dimana sih target market kita supaya target penjualan kita masuk per bulan or per tahun.

Ok, minum dulu teh-nya sambil direnungkan dulu.

Yakin Kemampuan Anda Menjual

Sekarang sudah yakin sama kemampuan menjual Anda? Masih ragu juga? Harus buat artikel part 2 dong nih.

Sabar, saya ibadah dulu ya, nanti saya lanjutkan lagi. Tetapi supaya support saya dan tim tolong mampir diartikel berikut dibawah ini ya. Thanks.

Belajar Membuat Startup Digital

Belajar Technical Acumatica

Salam,

Daru

Belajar Membuat Startup Digital

Belajar Membuat Startup Digital

Belajar Membuat Startup Digital
Belajar Membuat Startup Digital. Pic Source: cbinsights.com

Belajar Jauh Sampe ke Bandung

Selamat malam. Terimakasih bagi Anda yang sudah rutin mampir ke blog saya, purwandaru.com dimana selalu membahas tentang ide bisnis, eksekusi dan juga startup.

Baru saja saya sampai dirumah, trip pulang dari Bandung. Cuma dan khusus untuk berguru ke seseorang yang sudah pernah “exit” dari startup-nya.

Sambil melepas lelah karna sudah berkendara lebih dari 3,5 jam sebaiknya saya menulis agar tidak lupa dan bisa berbagi ke teman-teman sekalian, yang masih dan pingin memiliki perusahaan rintisan (startup bahasa gaulnya) yang ada teknologi digitalnya.

Sudah siap? Siapkan cemilan seperti opak, rengginang atau segelas teh hangat ya. Maaf kali ini saya nda promosi Kopi Kenangan karna pas saya dibandung, saya ngopi kekinian dibandung yang namanya Kopi Sejiwa.

Musti coba bagi Anda yang coffee lovers, eh, malah promosi bisnis orang lagi.

Satu lagi, mampir ke tulisan saya minggu sebelumnya yang berjudul Bisnis Lagi Rame Pake Tapi. Baca lah dan dukung saya agar rajin menulis terus ya. Terimakasih.

Validasi Ide Startup

Setiap orang pasti punya ide. Saya pingin buat bisnis ini Mas. Itu Mas. Dan segudang ide lainnya. Bagus? Pasti. Yang namanya ide pasti bagus. Cuma permasalahannya, ide harus kita eksekusi kan.

Poin plus bagi Anda yang sudah mengeksekusi ide bisnis Anda. Sulit? Pasti. Sharing tentang bisnis saya ya, sunartha.co.id, dimulai dengan ide sederhana, sepertinya bermanfaat ya kalau saya membantu perusahaan menengah dalam mengimplementasikan tools bisnis.

Ide yang sederhana tetapi pada kenyataannya banyak perjuangan dan tetes air mata (lebay mode-on). Yups, bagi Anda yang sudah pernah berjuang demi ide tersebut, pasti ada cerita dan kenangan tersendiri, seperti saya gitu.

Kenapa harus dieksekusi idenya? Karena setiap ide startup digital itu perlu divalidasi. Yes. Validasi menurut saya perlu dilakukan karna ide sehebat apapun kalau nda ada yang mau beli produk atau jasa Anda, sudah lupakan saja. Menurut saya ya.

Fokus pada ide yang works dan mendatangkan customer/pelanggan sudah membuat ide bisnis Anda menjadi kenyataan. Itulah hal menohok pertama saat saya diskusi disebuah kedai kopi dimall PVJ Bandung.

Yang kedua dan penting juga adalah berapa besar market atau potensi pasar dari ide startup digital mu? Contoh ide saya tadi ya. Karena saya mau fokus ke B2B (bisnis to bisnis) artinya marketnya nda akan banyak-banyak.

Nah kalau nda banyak, mau ditawarin diharga berapa? Pertanyaan bagus saudara-saudara. Got it kan?

Makanya kita tahu kan kalau kopi kenangan, gojek, tokopedia itu sampe sekarang didukung terus oleh investornya, karena kuenya besar saudara-saudara. Mungkin lebih besar dari Gaban (aduh ketahuan umur).

Lalu Selanjutnya Bagaimana

Selanjutnya gimana Mas? Sabar, dicemilin dulu camilannya dan tehnya. Segar.

Iklan dulu ya, jangan lupa baca Manfaat ERP bagi Bisnis Anda. Terimakasih. Lanjut.

Ide sudah dieksekusi. Market sudah divalidasi. Ada yang mau beli. Berapa ukuran pasarnya? Done, sudah tahu. Selanjutnya apa Mas?

Lanjutannya adalah bagaimana kamu atau kita mendapatkan uang dari startup digital yang kita buat. Pertanyaan berikutnya yang harus dijawab tuh.

Saya share dong cara mendapatkan uang dari startup digital yang mau saya buat bersama partner saya. Ok, feedback beliau dengan sederhananya, yakin model bisnis gitu works? Karena belum familiar lho orang-orang Indonesia.

Kena lagi deh. Ok, klo kena berarti tambah pinter kan ya? Pinter, catat ya.

Intinya adalah kita harus peka. Cara mendapatkan uang harus disesuaikan dengan kebiasaan ekosistem yang ada sekarang. Apakah rumusnya dari GMV (Gross Merchandise Value) atau dengan sistem sewa atau SaaS?

Musti jelas tuh dari awal. Karena begitu ditengah jalan mau pivot, atau ganti arah, bisa berabe bapak ibu sekalian.

Belajar Membuat Startup Digital

Hmm. Sambil menghela nafas dan menyeruput segelas teh dingin ditempat tersebut. Pikir saya dalam hati, sulit juga ya untuk membuat bisnis yang bisa besar dan cepat. Ingat, tidak besar dan lama ya, tapi cepat.

Poin terakhir, sambil mencoba berpikir keras. Eh, baca dulu artikel dari Grace, intern saya dikantor ya, judulnya ini 5 Hal Utama untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis. Terimakasih yang sudah mampir.

Informasi penutup dari beliau saat memberikan nasihat. Sekarang ini, VC (venture capital) atau pemodal ventura, fokus ke startup yang bisa running fast dan dengan nilai market size yang milyar dollar Mas Bro.

Wow, besar banget ya? Yups. Mereka kurang tertarik sama ide bisnis yang bagus, profitable, tapi nilainya marketnya kecil. Waduh. Gimana dong? Yes, itu peer para founder startup digital. Saya juga lho.

Karena yang punya uang (dan punya kemampuan membelanjakannya) adalah mereka. Ya mereka fokus aja. Contoh saja Gojek, Grab, Tokopedia, dll. Unicorn intinya yang mereka incer. Siapa sih yang bakal jadi the next unicorn? Apakah Anda? Thob kan ilmunya.

Nda terasa waktu berjalan begitu cepat. Ok, saya belajar banyak hari ini. Sudah saya bagikan ke teman-teman sekalian yang tertarik sama topik ini. Maaf kali ini saya harus jujur, peer saya masih banyak. Banyak berpikir dan merenung.

As a Founder, ilmu saya masih jauh saudara-saudara sekalian. Saya masih harus belajar. Saya akan lebih baik kedepan nih, termasuk untuk sunartha.co.id.

Akhirnya, dengan menulis sebanyak ini, sharing pengalaman saya hari ini sudah harus saya sudahi. Karena camilan saya dan teh saya sudah habis, he3.

Tertarik untuk berdiskusi dengan saya melalui Linkedin. Klik dinama saya dibawah ini ya.

Salam sukses untuk kita semua,

Daru

Ps: saat ini saya sedang mencari partner bisnis/ associate untuk divisi bisnis saya. Japri saja ya if you’re interested.

Bisnis Lagi Rame Pake Tapi

Bisnis Lagi Rame Pake Tapi

Bisnis Lagi Rame Pake Tapi
Bisnis Lagi Rame Pake Tapi. Pic Source: servicecheck.ee

Siapa Yang Bisnisnya Sedang Rame?

Selamat malam. Jumpa lagi ditulisan saya kali ini. Topik yang menarik bukan bahasannya?

Pertanyaan saya, siapa dari Anda-anda semua yang bisnisnya sedang rame? Hayo tunjuk jari? Selamat saya ucapkan.

Disaat yang lain sedang kesulitan karena ada faktor trade wars (bukan starwars ya) jadi ikut berimbas ekspor ke US sulit. Yups, kita sebagai pemilik bisnis musti putar otak terus jadinya.

Nah, sedang rame bisnis, apakah nda putar otak? Oh tentu tidak, pastinya kalau bisnis Anda sedang rame-ramenya, pasti ada kendala disatu atau dua hal. Nda percaya? Mari kita bahas ya dibawah, salah satu keluhan dari teman saya.

Bisnis Lagi Rame Pake Tapi Performa Tim Kurang Nih

Curhat teman saya, bisnis gw lagi rame bro, tapi kok performa tim dirasa kurang nih. Ada pipeline (potensial buyer) dikantor gw, tapi gimana nih ajak tim supaya bantu-bantu gitu.

Saya belum bisa jawab, hitung-hitung mikir sambil nyeruput segelas kopi kenangan mantan less ice dan less sugar (favourite).

Jawab saya, itu yang namanya nice problems bro. Masalah jualan sudah beres, sekarang tinggal fokus yang namanya delivery (deliver the job sesuai dengan standar dan kemauan customer).

Artinya sudah naik kelas kan dikau? Mari kita bedah bareng ya, kira-kira bro kita satu ini bisa dibantu dari sisi apa dan action plannya seperti apa.

Nda cukup nih segelas kopi kenangan mantan, musti tambah lagi nih. Mikir soalnya.

Mulai Dari Mana Memperbaikinya

First thing first.

Kalau urusan tim, artinya kita harus tahu, tim yang kita miliki itu sudah sesuai dengan job desc atau belum dengan kerjaan yang kita inginkan.

Nda mungkin kan, kerjaan analisa dikasi ke tim yang administrasi, bubar jalan Mas Bro dan Mba Sis.

Nah, urusan tim yang ideal dan cocok dengan pekerjaan yang akan dikerjakan, itu domainnya bagian HR dan operasional. Duet maut kedua bagian itu, outputnya bisa badai (oke maksudnya) dalam menjawab tantangan customer.

Lalu?

Setelah komposisi dan konfigurasi tim sudah cocok, coba dicek, tim Anda itu tipikalnya termotivasi dengan apa? Nah maksudnya gimana Mas Ndaru?

Ada yang to the point suka dan tergiur sama yang namanya dollar (aka money). Tapi jangan salah, ada yang suka yang namanya aktualisasi diri atau pengen disanjung dan dipuji teman-temannya, ada-ada aja bukan?

Kita sebagai leader dan owner bisnis, musti tahu nih, motivasinya dari sisi apa. Mudah? Nda sih, pengalaman saya nda mudah. Tapi bisa dilakukan kan?

Yang terakhir, sebelumnya baca dan mampir artikel-artikel dibawah ini kalau mendukung tulisan saya ya:

Belajar dari film The Intern

Belajar Technical Acumatica

5 Tips Mengatasi Permasalahan Pembukuan Usaha

Terimakasih, yuk kita lanjutkan.

The Last One

Yang terakhir adalah Anda harus sering bergaul dan bersama tim Anda. Mungkin Anda nda tahu kebutuhan mereka apa.

Coba tanya, bro and sis, butuh bantuan gw apa nih untuk bantu kerjaan kalian? Mungkin Anda bisa bantu, mungkin Anda bisa cari orang yang bisa bantu. Always kasi solusi untuk mereka.

Kalau nda mempan juga? Mungkin build another team kali ya? Ha3.. Ekstrem? Yups, tapi kalau Anda sudah nda bisa jalankan strategi yang lain, mungkin tim Anda sudah semaksimal mungkin bantu Anda dan sebaiknya coba cari personel lain yang (mungkin) bisa bantu solve masalah Anda.

Tidak setuju? Boleh share aja pandangan temen-temen semua? Namanya juga sharing dan tukar pikiran bukan?

Kebetulan nih, kita lagi cari tim freelance developer .Net dan C# untuk memperkuat tim kita. Tertarik? Masukin lowkernya saja via link ini: Technical Consultant.

Atau mau join tim nya Mba Euis sebagai sales admin, syaratnya sederhana, cewe, good looking (pake foto ya kirim cv-nya), jago yang namanya administrasi soal penjualan dan ketje banget buat powerpoint (musti ditunjukkin nih saat interview). Bisa japri langsung dinomor ini: 0815 8690 2500

Cape juga nih nulisnya. Yang mau kenalan lebih lanjut, bisa add saya via Linkedin. Ada dilink nama saya dibawah. Cheers.

Daru

Belajar dari film The Intern

Belajar dari film The Intern

Belajar dari Film The Intern
Belajar dari Film The Intern. Pic Source: youthmanual.com

Intern

Selamat hari raya Idul Adha dan selamat hari minggu pembaca yang budiman.

Karena saya sabtu kemarin masih ada kesibukan jadi baru sempat untuk menulis pada hari minggu ini nih. Tidak apa-apa ya?

Minggu ini, cukup melelahkan bagi Anda yang jadi panitia kurban ya? Tetapi lelah yang membahagiakan karena momen ini kita bisa berbagi bagi rekan-rekan yang membutuhkan.

Saya lanjut ceritanya ya, tentang intern kali ini atau magang. Siapa yang pernah menikmati masa magang ketika libur kuliah? Pasti Anda pernah bukan?

Magang kali ini dikantor kami, kita menerima 2 orang. Dari kampus yang sama, dengan jurusan yang berbeda. Satu orang dari program studi akunting dan satu lagi dari program studi komunikasi.

Perpaduan yang menarik, kenapa? Karena tahun lalu kita menerima 2 orang dengan program studi yang sama. Nah kali ini banyak ceritanya dan banyak bantuan yang mereka berikan kepada tim dikantor.

Kalau magang dikantor kami gimana? Penasaran? Nanti saya share ya. Saya nulis dulu tentang topik kali ini nih, sesuai judul dulu ok? Siip.

Belajar dari film The Intern

Sesuai judul, bagi Anda yang belum sempat menyaksikan film dengan judul tersebut, sebaiknya Anda menyempatkan menonton terlebih dahulu ya. Karena saya nda mau dibilang spoiler nanti. Setuju?

Tetapi mungkin saya share tentang apa yang menarik dari film tersebut.

Bisnis yang pesat membutuhkan tim yang tepat

Di film tersebut, kita lihat Jules Ostin (pemeran boss yang dimainkan oleh Anne Hathaway) sangat passionate sama bisnisnya. Aduh disini Anne cantik beut ya, klo punya boss kayak dia kayaknya gagal pulang cepet, eh klo salah fokus ya.

Saking passionate-nya bisnisnya juga berkembang sangat pesat. Tetapi Anda tahu, bisnis yang saking cepetnya itu, terkadang membutuhkan tim yang bisa handle beberapa tugas dan task secara pararel, bukan serial ya.

Tipe boss ini, yaitu single fighter meskipun banyak karyawannya, jadi ada istilah waktu bagian Jules, nyindir banget ya.

Belajar Dari Siapa pun

Yang kedua adalah pada akhirnya Jules banyak belajar dari intern (senior, karena sebenernya Om Ben Whittaker yang dimainkan oleh Robert De Niro).

Disana, intern tidak hanya yang dari masih kuliah ya, kadang mereka mengambil experience dari senior-senior yang sudah pensiun. Kayaknya ini ide bagus buat kantor kita juga nih, dimana senior bisa kasi kontribusi atas pengalaman yang mereka dapatkan saat bekerja dulu.

Nanti coba kubahas sama tim deh, he3.

Intinya dari film tersebut, kita perlu dan harus belajar dari siapa pun itu. Junior, senior, customer, vendor sehingga wawasan kita banyak terbuka. Bahkan kompetitor lho, kita pun juga sering membahas strategi bersama tim, what if (gimana kalau) mereka begini or begitu.

Jadi bagi Anda yang sedang memulai bisnis atau sedang mengembangkan bisnis, nda ada salahnya dan harusnya Anda selalu belajar.

Karena ternyata belajar itu nda harus dibangku sekolah, kuliah or S2 atau S3. Kehidupan itu sendiri adalah pelajaran yang berharga kalau kita bisa mendapatkan insight darinya. Setuju?

Aduh, panjang juga jadi curhatnya, makan malam saya sudah sampai nih, kwetiaw subsidi dari GrabFood. Saya ijin dulu ya.

Pesan Sponsor Dulu

Seperti biasa, kalau artikel ini menarik untuk dibagikan, tolong ya dibagikan. Kalau ada masukan atau ide cerita yang lain, kabari saya via message dibawah atau berkenalan saya melalui Linkedin.

Kebetulan intern saya, Rachel, sedang membantu saya mencari tim untuk membantu saya mengembangkan sunartha kedepan. Tertarik?

Ini Linkedin saya ya: Linkedin Purwandaru

Atau Anda tertarik belajar tentang pengolahan data menggunakan Tableau, Anda bisa kontak tim saya, Mba Euis di nomor berikut ini, whatsapp, so bisa dikontak langsung: 0815 8690 2500 kita biasa bikin training reguler, tapi berbayar ya.

Dan jangan lupa mampir di artikel kami yang lain seperti dibawah ini, ada hasil karya intern kami, Grace disana. Jangan lupa mampir ya.

Bagaimana Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Vendor ERP Indonesia

5 Hal Utama untuk Mendukung Keberhasilan Bisnis

Salam,

Daru

Bagaimana Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Bagaimana Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Bagaimana Meningkatkan Kinerja Perusahaan
Bagaimana Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Pic Source: digiperformgurgaon.com

Hallo, selamat datang kembali diblog saya.

Setiap sabtu saya coba menulis topik-topik yang menarik untuk dibahas. Sambil santai menikmati hari libur bersama keluarga, pacar dan teman-teman, boleh dong sekalian belajar supaya kita tetap up-to-date soal bisnis. Setuju kan? Harus 🙂

Sebelum saya mulai, jangan lupa mampir diblog saya yang membahas tentang Bagaimana Cara Berpikir Investor. Tulisan tersebut isinya tentang pengalaman saya ketika berbincang dengan investor yang kira-kira apa sih yang mereka cari dari bisnis.

Nah, setelah Anda mampir kesana, jangan lupa diakhir tulisan kali ini, saya juga berbagi tulisan yang menurut saya menarik untuk Anda baca. Sudah siap? Mari kita lanjutkan bahasannya ya.

Bagaimana Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh para pemilik bisnis. Baik ketika saya diskusi dengan client dan teman sesama pemilik bisnis.

Dar, kira-kira gimana nih cara ningkatin bisnis gw? Udah segini tahun masi disini-sini aja. Kira-kira itu cuplikan diskusi kami saat ngobrol bersama. Kalau saya, sambil dengerin, nyeruput kopi dulu tentunya.

Daripada saya jawab satu-satu, coba deh saya lakukan riset. Kan gitu ya. Belajar yang benar adalah kita mendapatkan pertanyaan atau challenge dari teman atau client kita, trus kita ingin tahu nih, apa sih kira-kira jawaban yang tepat dan bisa dipraktekkan.

Lalu saya dapat gambar diatas, growth hacking. Saya tertarik dengan istilah tersebut. Karena menurut saya, kinerja itu ekuivalen dengan growth. Kalau bisnis yang kita miliki nda ada pertumbuhan, ya buat apa cape-cape bahas ini toh?

Mungkin lebih cocok jadiin hobi aja, setuju? Yes.

Supaya lebih mengerucut pada bagian meningkatkan kinerja yang bisa diukur, seperti penjualan, kita bahas pada tulisan kali ini bagian penjualan aja ya?

Dimana Posisi Kinerja Anda

Hal yang harus ditanyakan sebelumnya adalah, dimana posisi Anda sekarang ini. Klo bisa dibagi 3, ada underperform, moderate atau sudah bisa outperform (aka kebanjiran order).

Saya harus memberikan selamat bagi Anda dan jajaran tim Anda kalau sudah bisa outperform. Artinya strategi yang Anda jalankan saat ini tepat dan langsung memberikan impact ke bisnis Anda.

Sales meningkat, bagi2 bonus terus dan enjoy ya. Sibuk-sibuk dikit tidak apa-apa, asalkan terus terpantau. Setuju?

Sekarang, bagaimana dengan yang statusnya masih didua kategori yang saya sebut tadi? Jangan khawatir, kita akan bahas ya, mungkin lapisan atasnya saja, karena topik ini dalem banget lho.

Evaluasi Trend Produk dan Jasa Anda

Itu yang biasanya saya dan tim cek terlebih dahulu. Kenapa? Mungkin sudah berubah trend, channel pemasaran atau bisa juga produk dan jasa Anda sudah kurang cocok untuk kondisi sekarang.

Pengalaman kami dibisnis yang kami jalankan, dimana ada salah satu business unit kami yang biasanya prospek menghubungi kami, sekarang ini, tidak ada lagi. Padahal tahun-tahun sebelumnya trend berulang. Salah dimana? Ya, Anda akan tahu ketika Anda melakukan asesmen tersebut.

Semangat, masi Lanjut ini.

Cari Metode Pemasaran Yang Sedang Booming

Salah satu case study yang saya salut dan sering saya bagikan ke prospect atau client saya, tahukah Anda, jasa yang bernama Financial Planner?

Ya, terbayangkah Anda bagaimana channel yang mereka gunakan? Mungkin membuat event bukan? Tapi tahukah Anda kalau salah satu financial planner tim yang sukses membidik angkatan Millenials seperti Jouska sukses dengan Instagram channel mereka?

Yups, segmen yang tepat, channel yang tepat, akan membuat bisnis Anda akan booming. Jadi Pekerjaan Rumah Anda adalah menentukan produk atau jasa Anda ini kebanyakan akan dicari melalui apa? Kalau kami sudah ada beberapa opsi untuk mencoba ke Instagram juga lho.

Nanti akan saya bagikan ya setelah tahu hasilnya.

Produk dan Jasa yang Dibuat Berdasarkan Permintaan Market

Kalau ini sudah pasti bukan? Kalau customer Anda butuhnya makanan yang simpel dan cepat untuk dimakan dengan harga yang terjangkau, tetapi Anda buatnya rumit, mahal dan lama, pasti nda fit bukan?

Butuh kejelian dari tim manajemen, RnD dan analis bisnis Anda untuk menentukan jasa dan produk apa yang kira-kira diminati oleh prospek Anda. Sering-sering berkunjung ke customer eksisting Anda, dari situ Anda akan dapatkan insight untuk membuat pengembangan produk dan jasa berikutnya.

Butuh Diskusi dengan Kami tentang Hal ini?

Gimana? Sudah ada gambarankah?

Tertarik untuk berdiskusi secara langsung untuk topik-topik seperti ini bersama dengan saya dan tim saya? Bisa dan boleh. Dengan janjian tentunya ya.

Anda bisa hubungi Mba Euis dinomor whatsapp berikut: 0815 8690 2500 dan Anda juga bisa bertanya tentang bagaimana kami membantu client kami dalam menerapkan beberapa tools untuk manajemen, untuk mengukur kinerja bisnis dan usaha Anda.

Ada beberapa toolsnya, salah satunya adalah Tableau Business Intelligent yang Anda bisa download trialnya secara gratis disini.

One more message ya, silahkan mampir ditautan dibawah ini yang membahas tentang: Pentingnya Memiliki Pembukuan Dalam Memulai Bisnis Usaha Sederhana

dan salah satu produk dari Sunartha yang fokus diperusahaan berbasis logistik untuk kapal: Cloud ERP untuk Perusahaan Perkapalan.

Enjoy your holiday, salam,

Daru

Ps: bagi Anda yang tertarik bergabung dengan kami untuk membantu client kami meningkatkan bisnis mereka dengan menerapkan tools bisnis, silahkan mampir ya dibagian lowongan kerja ini.

Bagaimana Cara Berpikir Investor

Bagaimana Cara Berpikir Investor

Bagaimana Cara Berpikir Investor
Bagaimana Cara Berpikir Investor

Happy Sunday

Selamat hari minggu. Selamat beristirahat bagi Anda semua. Sama halnya dengan saya, hari sabtu dan minggu saya meluangkan waktu saya, selain memikirkan tentang strategi kedepan untuk bisnis saya dan menikmati kuliner tentunya, saya menjalani hobi menulis saya.

Betul, saya secara rutin (dan berusaha selalu komitmen) untuk menulis apa yang menarik untuk saya bagikan dan pelajari. Kata orang, kalau ingin ilmu Anda tetap diingat terus, jangan lupa dibagikan juga kepada orang lain. Setuju nda? Pasti setuju dong. Klo nda, mungkin Anda nda mampir ke artikel saya kali ini.

Sambil mendengarkan hits dari Spotify playlist saya, yuk kita bahas bersama topik kali ini tentang bagaimana cara berpikir investor. Tentunya sebelum Anda membutuhkan atau bertemu dengan mereka. Anda perlu tahu dulu ya. Supaya ada persiapan.

Karena ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan bacaan saya tentang startup dan investment, saya minta masukan juga ke teman-teman sekalian apabila ada topik yang bisa saya tambahkan ditulisan saya kali ini. Setuju?

Sebelum lanjut, silahkan mampir diartikel saya lainnya seperti yang satu ini: Bagaimana Kalau Anda Ditawari Dana 15 Milyar?

Terimakasih ya yang sudah mampir, mari kita lanjut bahasannya.

Kenapa Butuh Investor?

Kenapa Anda, sebagai seorang pengusaha butuh investor? Pertanyaan itu yang Anda harus jawab sebelumnya lho sebelum memahami cara berpikir mereka.

Apakah Anda butuh investasi mereka saja untuk memulai bisnis Anda? Atau Anda ingin mengembangkan bisnis Anda? Atau alasan lain? Tentu saja alasannya banyak ya. Dengan latar belakang yang banyak pula.

Tetapi seperti yang Anda tahu juga, bisnis kalau ingin bertumbuh dan berkembang dengan cepat, ingat ya, bertumbuh dengan cepat, bukan dengan santai, terkadang butuh “sesuatu” sebagai bahan bakarnya. Betul, butuh capital.

Seperti pelajaran waktu saya kuliah dulu, btw saya kuliah di Institut Pertanian Bogor ya, sekarang jadi Agriculture University. Setiap masa tumbuh tanaman, memerlukan pupuk yang tepat, tidak bisa disamaratakan, karena memang berbeda fungsi pertumbuhannya.

Ok, lanjut ya, sekarang tentang bisnis Anda sendiri. Anda butuh investment atau capital disaat bisnis Anda difase apa ini? Satu hal yang investor kurang tertarik adalah disaat bisnis Anda sedang bermasalah atau baru coba-coba ide.

Yups, No. 1 adalah investor tidak terlalu tertarik (kalau di Indonesia ya) untuk fase dimana Anda masih mencoba-coba ide bisnis Anda atau disaat mereka harus menyelamatkan bisnis Anda saat sesuatu yang bermasalah dari keputusan Anda.

Kalau saya lihat, rata-rata yang saya temui pula, mereka ingin dan berani menempatkan resources yang mereka miliki untuk No. 2 Investor ingin berinvestasi dibisnis yang punya masa depan yang besar nilai bisnisnya.

Kenapa? Karena itu pekerjaan mereka. Itulah cara mereka mendapatkan kekayaan dan KPI mereka. Invest to get something.

Bagaimana Cara Berpikir Investor

Lalu, apa lagi nih Mas? Sabar, saya break bentar ya nulisnya, terlalu bersemangat ya ceritanya.

Kemudian No 3. Investor ingin yang namanya komitmen dari Founder (Kamu, ya kamu sebagai founder) untuk bertanggungjawab atas ide, gagasan, bisnis dan kesempatan yang mereka berikan ke kamu.

Komitmen dalam bentuk jaminan Mas? Kagak. Bentuknya adalah hasil. Nah lho, berat kan? Berat Boss. Saya aja, berjanji menaikkan growth bisnis 100% tiap tahun, pusingnya nda keruan. Tiap pagi otak mikir terus. Ini aja pake duit sendiri, belum pake duit investor lho ya.

Okeh. Sementara bole 3 dulu ya. Nanti saya lanjut lagi. Boleh kan ya?

Bagi Anda yang tertarik untuk tanya-tanya tentang Mas Daru, gimana ya klo bisnis saya ini membesarkannya gimana? Atau gimana cara sederhana buat pitch deck/laporan keuangan supaya calon investor tertarik, Anda bisa berkenalan dengan saya di Linkedin.

Kalau Anda punya kebutuhan lain tentang tools bisnis atau tools apa sih yang lagi kekinian dipake para pelaku bisnis diluar sana, tim saya, teh Euis bisa bantu lho, cukup japri langsung di WA-nya aja disini nomernya ya: 0815 8690 2500.

Atau ingin dapat akses ke pendanaan series B (ingat yang bisnisnya mau prepare ke IPO) bisa kontak kita. Ada teman yang tertarik nih soalnya. Sip..

Satu lagi, kita mau ada launching baru, produk Cloud ERP untuk perusahaan logistik berbasis kapal. Mampir ya diartikel saya yang lain disini: Cloud ERP untuk Perusahaan Perkapalan. Terimakasih ya yang sudah mampir.

Jangan lupa, share artikel ini kalau Anda merasa artikel ini baik untuk dibagikan.

Salam.

Daru

Saya saat ini sebagai Managing Director di Sunartha. Private owned company fokus disolusi bisnis yang membantu perusahaan terus bertumbuh diindustri mereka seperti solusi Cloud ERP, Business Intelligence, Project Management. Tertarik bergabung dengan kami dalam visi dan misi yang sama? Anda bisa lihat di Careers.

Bagaimana Kalau Anda Ditawari Dana 15 Milyar?

Ditawari Dana 15 Milyar

Ditawari Dana 15 Milyar
Ditawari Dana 15 Milyar. Pic Source: Ben Lim

Bacaan di Sabtu Pagi

Selamat pagi. Apakabar? Sedang menikmati hari sabtu Anda? Yups, kita harus menikmatinya, karena senin-jumat kita sudah bekerja keras, saatnya melepaskan kepenatan seminggu yang lalu dihari ini dan besok.

Bagi Anda yang sedang mencari-cari kendaraan baru, bisa mampir juga ke acara GIIAS 2019 yang sedang dilangsungkan di ICE BSD. Belum sempat mau kesana euy, mungkin sedang penuh-penuhnya. Karena biasanya kalau saya beli kendaraan, nda dipameran tapi diperiode dimana distributor sedang sepi order, he3, bisa ditiru ya.

Ok, pertanyaan kali ini saya dapatkan idenya ketika saya bersepedaan (statis). Gimana kalau Anda (atau saya) ditawari dana 15 Milyar Rupiah untuk membuat suatu perusahaan baru.

Pertanyaan jebakan ya? Sama. Saya juga ;langsung memutar otak, bagaimana cara menjawabnya. Harus mulai dari mana. Usaha seperti apa. Dan tentunya, yang menawari minta apa dari dana yang kita puter tersebut?

Menarik bukan topik bahasannya? Harus dong. Selagi siap-siap lanjut baca berikutnya, tolong disruput dulu kopi atau tehnya. Sambil ngemil marie regal juga enak. Aduh, jadi pengen.

Mulai dari Mana

Kalau ditanya mulai dari mana, saya akan jawab, mulai dari ide. Yups, ide gratis kan? Ide bisa Anda dapatkan dari hasil merenung, dari teman-teman. Tapi ide seperti apa yang bisa bernilai 15 Milyar.

Kita ambil contoh ya usaha yang sedang kekinian. Kopi. Yups, semudah ide bisnis kopi, atau orang biasa kenal dengan nama coffee shop, yang menjamur.

Buat coffee shop itu tidaklah mahal. Yang mahal adalah sewa ruangan atau space. Semakin tinggi trafficnya atau calon pembeli, maka semakin mahal. Contoh space dimall atau pusat perbelanjaan. Lalu, apa bedanya antara warung kopi yang biasa dan yang tidak biasa.

Kita lihat case startup kopi dan warung kopi pada umumnya. Yang membedakan (dan tentunya yang diberikan dana 15 Milyar lebih) adalah yang punya target atau visi menjual 3 juta cup per hari. Itulah yang membedakan.

Jadi, ide yang kita miliki, harus valid akan scale dan market-able ya. Bukan sebatas omset, yah laku 15-50 cup per hari uda cukup kok Mas. Mending nda usah. Gimana? Nangkep ya?

Next, setelah dari ide yang seperti itu, lanjutnya apa? Tentunya tim yang bisa handle bisnis dengan size atau skala sebesar itu. Pengalaman pribadi saya ya, banyak client saya yang bisnisnya nda siap karena tim yang mengerjakan terbiasa mengerjakan size bisnis yang mereka tahu.

Jadi begitu mendapatkan tantangan yang lebih tinggi lagi, kelimpungan sendiri untuk mengelolanya. Apakah timnya mudah didapatkan? Tentu saja sulit. Bayangin kalau kita punya pemain bola untuk liga primer tapi tim yang kita miliki liga tarkam, jauh kan?

Ditawari Dana 15 Milyar

Tugas Anda berikutnya, mencari pihak yang mempunyai dana sebesar itu. Sekarang banyak sekali venture capital atau angel investors network yang melakukan promosi untuk membantu Anda (dengan imbalan balik kedepannya).

Tapi kalau saya, sebelum bertemu dengan para pihak keuangan tersebut, pastinya harus membuat proyeksi keuangan, syukur-syukur bisnisnya sudah punya laporan keuangan sebelumnya.

Tertarik untuk diskusi dengan saya dan tim saya? Boleh, ini nomor teh Euis ya yang Anda bisa japri. Klo kita ditawari untuk mengembangkan bisnis Anda kedepan, kita juga tertarik kok. Oiya, nomornya disini ya 0815 8690 2500

Ingin diskusi lain tentang bisnis, pengembangan bisnis, atau coba tools tentang bisnis seperti ERP, project management dan Business Intelligence, bisa kok. Caranya add dulu Linkedin saya dibawah, dibagian nama saya. Dan klik tautan diatas ya klo ingin info lebih lanjut.

Salam,

Daru

Artikel lainnya yang kami sarankan untuk Anda baca dan berguna seperti:

Cloud ERP Indonesia

Bagaimana meningkatkan Value diri

Bagaimana Meningkatkan Value Diri

Bagaimana Meningkatkan Value Diri

Bagaimana meningkatkan Value Diri
Bagaimana meningkatkan Value Diri. Source: thriveworks.com

Value dan Gaji sebanding kah?

Selamat Pagi. Tertarik membahas tentang topik ini. Antara value dan penghasilan (gaji) sebenarnya sebanding nda sih? Topik berat ya. Yuk kita simak bersama.

Saya pernah melihat ada seseorang dengan penghasilan yang lebih besar daripada rekannya yang seumuran dan lulusan yang sama. Lalu perbedaannya ada dimana? Kok yang satu bisa lebih besar dari yang lain?

Kalau saya lihat, ada beberapa variabel yang menentukan. Pertama, skill atau value dari orang tersebut. Betul kalau Anda memiliki skill yang saat ini didunia ini tidak ada yang memiliki, pastinya Anda akan dicari bukannya malah mencari, setuju nda?

Contohnya dokter spesialis (bahkan kalau ada super spesialis). Ada juga saat ini profesi yang kekininian, Data Scientist, dimana gabungan dari skill statistika, programming dan analytics, waduh, dengernya aja uda njelimet bukan?

Variabel kedua, saya lihat adalah momentum. Bisa jadi dulu didunia kerja, profesi atau skill tersebut sedang dibutuhkan banget. Tetapi begitu Anda sudah mempelajarinya, bisa jadi sudah outdated atau ada teknologi yang menggantikannya.

Contohnya adalah petugas penjaga pintu tol. Ya, dulu dibutuhkan, sekarang digantikan oleh mesin yang otomatis mengayun sendiri. Sedih bukan?

Lalu bagaimana meningkatkan Value Diri

Pertanyaannya, bagaimana caranya? Yang pasti selalu dan siap belajar. Kita nda pernah tahu skill apa yang akan dibutuhkan kedepannya. Setuju? Tapi yang kita tahu adalah trend kedepan kira-kira seperti apa.

Contohnya data scientist yang kita bahas tadi diatas. Semakin banyak perusahaan atau startup yang membutuhkan penerjemah data yang dimiliki, profesi itu akan semakin dibutuhkan.

Misalkan trend otomatisasi kedepan semakin tinggi, mungkin programmer dengan kemampuan IOT akan dibutuhkan juga.

Seringlah mendatangi komunitas-komunitas yang seringkali berbagi tentang trend kedepannya. Bisa komunitas teknologi seperti startup, kuliner atau topik-topik yang menyenangkan.

Mulai dari mana?

Mulai sekarang. Ya, mulailah browsing untuk cari-cari skill apa yang menarik untuk dipelajari kedepannya. Bisa dari skill pengolahan data, skill buat powerpoint yang menarik.

Sudah? Belum. Baca dong artikel lainnya dibawah ini untuk mendukung blog saya. Atau kalau mau berkenalan via Linkedin, bisa langsung klik tautan dinama saya dibawah.

Daru

Baca artikel lain yang berguna untuk Anda dan bisnis Anda

Dream Big About Your Business

Belajar Tableau Creator 2019.2