Belajar Bisnis dari Film Itaewon Class

Belajar Bisnis dari Film Itaewon Class

Belajar Bisnis dari Film Itaewon Class
Sumber Gambar: https://beautynesia.id/

Efek Work From Home

Selamat Hari Minggu. Pagi ini saya menyempatkan menulis kembali setelah sekian lama, mungkin ada 4 bulan lalu ketika saya terakhir menulis. Cukup lama juga.

Dan akhirnya saya menemukan ide untuk menulis kembali. Ya, setelah cukup lama saya berkutat dengan kesibukan dipekerjaan dan rapat online sana-sini dengan tim maupun client.

Akhirnya, saya menemukan ide, untuk menulis. Tulisan yang terinspirasi oleh aktivitas saya dari menonton drama korea (coba, bayangkan saja, disaat sibuk masih sempat-sempatnya nonton drama korea) dari langganan netflix saya.

Efek karena work from home, jadinya begitu butuh hiburan, saya lihat-lihat film dinetflix, apa yang menarik, ya ditonton bukan. Tentunya bukan pilihan pertama saya untuk nonton kdrama. Karena biasanya drama percintaan dengan ide cerita yang standar gitu deh (no hurt feeling bagi pecinta drama korea ya 🙂

Itaewon Class

Film atau korea drama yang diadaptasi dari komik (webtoon) menurut saya sedikit berbeda dengan tipikal cerita drama lainnya. Tentunya, saya juga cukup malas menonton ini, tetapi karena saya lihat review beberapa teman saya disocial media, akhirnya tergoyahkan juga iman untuk menontonnya.

Pemainnya, sudah tidak diragukan, top class. Tetapi yang saya tertarik adalah ceritanya. Dan karena itulah, saya jadi penasaran ingin menulis artikel kali ini, belajar bisnis dari film Itaewon Class.

Apa sih yang bisa kita pelajari bersama? Yuk simak bersama. Tetapi, kalau yang belum nonton filmnya, sebaiknya nonton dulu ya. Supaya ceritanya nyambung dengan artikel kali ini.

Selamat menonton ya!

Ok, selagi teman-teman yang lain menonton, saya coba bahas ya.

Bisnis Harus Mempunyai Tujuan Yang Jelas

Aktor utama dari film ini, saya simpulkan mempunyai tujuan yang sangat sangat jelas. Betul, saya menuliskannya sampai dua kali. Artinya, dia, mempunyai visi dan tujuan yang jelas bagaimana bisnis yang dirintis harus sebesar apa dan cakupannya sampai mana.

Coba bayangkan, kalau saya, dulu waktu merintis bisnis, bisa makan aja uda syukur. Yes, saya sering bersyukur waktu itu. Tetapi kurangnya visi dan tujuan yang jelas, akan membuat bisnis kita itu terombang-ambing nda karuan. Setuju banget nda sama yang pertama ini dulu?

So, tips-nya, harus mempunyai tujuan yang jelas. Misalkan saya ingin menjadi warung indom*e nomor satu se Indonesia sebanyak 200 cabang. Misal ya. Dengan begitu, semua energi, pikiran dan apapun itu akan menuju kesana. Lanjut?

Tim Yang Solid

Saya bilang solid berarti tim kita itu tidak harus yang paling jago pada awal kita mulai, tetapi mereka adalah orang kepercayaan (yes kita harus percaya mereka bisa dan mampu beradaptasi dan berkembang) seiring usaha kita juga membesar.

Diawali oleh hanya 2 orang saja dalam timnya, dan kemudian dibantu lagi oleh 2 orang lagi, tapi yang saya salut adalah bagaimana pemilik kedai Danbam ini sangat percaya akan timnya. Terutama saat adegan chef-nya yang mustinya sudah di (aduh saya spoiler lagi nanti). Yowes, nonton dulu aja ya.

Tim, apapun itu, adalah orang-orang yang percaya akan tujuan kita dan berani bertaruh (istilah saya) kepada mimpi yang dimiliki oleh owner. Kita harus percaya dan terus mentoring mereka untuk berkembang, tidak hanya sebatas kerja saja. Siapa yang setuju lagi?

Aduh, cape juga nih ngetiknya.

Break dulu iklan tulisan saya yang lain disini: Belajar Mengelola Cashflow Usaha disaat Covid

Belajar Bisnis dari Film Itaewon Class

Cukup panjang episodenya, tetapi menarik kok untuk ditonton. Asalkan tidak mengganggu aktivitas Anda dan pekerjaan Anda lho ya.

Mari kita lanjutkan lagi ya.

Networking Membantu Anda

Tepat sekali. Tujuan yang jelas, tim yang hebat, bisnis yang bagus, tidak ada artinya tanpa networking yang bisa membantu Anda dalam perjalanan Anda membesarkan bisnis.

Menjadi nomor 1 dibidang kuliner adalah tujuan dari Itaewon Class didirikan. Bagaimana bisa? Wong pemiliknya aja sekolah SMA aja nda lulus, drop out pula. Belajar cuma otodidak dari buku, itupun yang pemilik bukunya adalah rival besarnya.

Ternyata bisa. 1 kedai yang ramai dan bagus secara sistem, ternyata menarik para peminat bisnis lain untuk membantu membesarkan. Ada itu scenenya, so lihat aja sendiri ya.

Networking membantu Anda dalam mempercepat perkembangan bisnis. Bisa dari sisi pengetahuan yang bisa meleverage bisnis Anda, supply chain atau supplier atau investor. Semuanya bersatu padu, membantu Anda kalau Anda menghargai semuanya itu. Ok, lanjut ya?

Satu lagi ya? Bukan dari mayora lho ya.

Bertahan dan Terus Berinovasi

Meskipun permasalahan terus datang mendera, kita, sebagai pemilik bisnis jangan gentar. I know, it’s really hard out there, I’ve been there too, and always. Semua pasti ada jalan, klo nda ada jalan, ya buat jalan sendiri he3..

Jalan menjadi nomor satu, persaingan yang ketat, intrik politik, bahkan kekerasan (yang menurut saya agak lebay sih) biasa terjadi dibisnis. Siapa yang punya pengalaman yang sama? Ditikung sama kompetitor? Harga yang diancur2in seenaknya? Yes.

Tetapi itu yang menjadikan kita berbeda bukan? Tetap teguh dengan pendirian, prinsip, dan pilihan kita, akan membuat tim, stakeholder bahkan pesaing akan respect sama kita. Nah, film ini mengajarkan banyak tentang values ini.

Tambah penasaran ingin nonton nda? Kok saya jadi jualan banget ya orang utk nonton 🙂

Kesimpulan

Ok, masuk ke kesimpulan ya. Musti tonton film ini. Salah satu yang saya rekomendasikan. Selain itu pemeran wanitanya cantik (klo ini subyektif ya).

Lalu, bisnis itu, musti seperti ini menjalankannya. Always learn, always made our people no 1 daripada profit semata.

Nah, bicara bagaimana kolaborasi disaat era pandemic corona ini, kita, sebagai sesama pemilik bisnis, harus bisa saling share ilmu dan pengalaman nih bagaimana menghadapi kondisi yang serba tidak menentu.

Maka dari itu, saya dan tim berencana membuat sesi-sesi sharing (bukan full training ya) untuk Tableau Business Intelligence agar teman-teman pemilik bisnis dapat mengoptimalkan bisnis dari data yang dimiliki.

Seperti tim saya, mencoba membuat video bagaimana membuat visualisasi dari data yang ada ke Tableau. Mau lihat? Saya embedd disini ya.

Maafkan kalau rekaman dan suara kurang baik karena direkam saat tim saya wfh. Saya tunggu masukan Anda ya. Btw, apabila tertarik untuk diskusi lebih lanjut, bisa chat juga ke nomor whatsapp berikut dengan Mba Sely: 0815 8690 2499 

Sharing is caring, setuju?

Artikel baru lainnya yang bisa Anda baca: The New Normal

Wah, panjang juga ya ceritanya. Baiklah, saatnya kembali memikirkan ide tulisan berikutnya. Btw, kalau ada ide bahasan, silahkan dishare ya. Nanti saya coba tuliskan.

Titip satu artikel lagi, diblog sunartha.co.id (bisnis saya ya) yang Anda perlu mampir: Manajemen Gudang

Salam!

Daru