Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Memulai Bisnis Setelah Pensiun
Sumber Gambar: krjogja.com

Hai

Okay, selamat datang kembali diblog saya kali ini, yang secara rutin membahas tentang ide-ide, kepikiran saya, disaat waktu-waktu merenung sendiri.

Kira-kira ide menulis ini tercetus, ketika saya berdiskusi dengan orang tua saya, yang tentunya sedang memasuki masa pensiun.

Dan saya pikir-pikir juga, ternyata sudah lama beliau menjalankan masa pensiunnya, sejak secara resmi mundur dari karier profesionalnya.

Kesibukannya? Tentu melakukan aktivitas yang beliau sukai, seperti bercocok tanam ala hidroponik, melihat bursa saham dan aktivitas-aktivitas pensiunan lainnya. Minus jalan-jalan karena lagi dijaman Covid sekarang ini.

Masa Kerja, Pensiun Bingung Mau Apa

Seringkali, saat kita mempunyai kesibukan pada saat bekerja, kita melupakan mempersiapkan masa pensiun kita.

Mas Ndaru, lagi covid gini, malah mikirin masa pensiun. Lagi sibuk cari kerjaan nih Mas, pengeluaran rutin sudah mulai menggerogoti tabungan Mas. Lagipula, sulit nih nyari peluang tempat kerja lain, wong orang pada susah.

Setuju. Saya setuju 100% sama Anda. Kondisi seperti ini, covid yang membuat kita mulai berpikir, wah, sekarang aja sulit, apalagi nanti masa menjelang pensiun, atau pensiun kita nanti ngapain ya.

Semangat bagi Anda yang sedang mencari pekerjaan baru apabila tempat kerja Anda sebelumnya cukup terdampak dengan pandemik ini. Saya mendukung Anda dalam berusaha dan terus berjuang.

Bagi Anda yang masih mempunyai pekerjaan, do your best pada karier dan pekerjaan Anda, kita belum tahu ujung pandemi ini kapan berakhir, tetapi yang pasti kita harus selalu mengasah diri, sehingga kita tetap dapat berkarya dan tentunya menghasilkan untuk keluarga kita.

Lalu

Tapi begini deh, daripada temen-temen yang lagi nyari pekerjaan baru, kebingungan mencari tempat kerja baru, gimana kalau sambil belajar, teman-teman ngerintis usaha.

Yah itung-itungan, daripada nanti kalau perekonomian sudah membaik, dan mendapatkan pekerjaan seperti semula, kita masih punya bisnis kecil-kecilan yang bisa kita lanjutkan setelah masa pensiun.

Tapi inget, jangan main All Out ya semua dana dicemplungin. Ingat, seperti pepatah pemain saham, yang harus dikendalikan itu emosi, jangan rakus ya.

Menurut Kamu Gimana? Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Dan, kira-kira menurut Anda gimana? Ok nda tuh, nyicil membangun dan memulai bisnis kecil-kecilan disaat pandemi ini?

Kalau untuk belajar, saya setuju. Tapi kalau langsung berharap bisnis Anda yang piyik langsung Anda minta dividen, aduh, jangan deh, kasian.

Tentunya, kalau mulai bisnis, jangan setelah menjelang pensiun ya. Keburu cape, keburu takut, sama keburu sering khilaf nya, napsu sama apa aja dikerjain dan ujung-ujungnya, rumput tetangga selalu lebih hijau.

Wong rumput sintetis. 🙂

Ok, sudah malam, saya mau lanjut kerja dulu nih. Oiya, mau titip lowker nih. Tim saya lagi cari beberapa orang yang mau bergabung dengan kami, Sunartha, dengan membantu bisnis-bisnis yang termasuk survive melewati covid dengan optimalisasi sistemnya.

Posisi yang lagi open: C# Developer (Penempatan Bali dan Jakarta), Account Executive (Jakarta or Surabaya). Silahkan kirim CV Anda ke hrd@sunartha.co.id dengan Subject: [Posisi Kerja] Tahu dari Blog Pak Purwandaru.

Jangan lupa bacaan dari artikel saya yang lain ya dibawah ini. Ok? Siap. Makasi ya.

Bagaimana Mempersiapkan Masa Pensiun

Salam,

Daru

Bacaan lainnya: Smartsheet Partner Indonesia

Analisa dan Action

Analisa dan Action

Analisa dan Action
Adam Hadwin at the Dye Preserve Golf Club in Jupiter, FL on Tuesday, November 11, 2017. Pic Source: golfdigest.com

Relax dan Enjoy the Reading

Yes, santai saja. Sabtu-sabtu begini, sebaiknya kita mengistirahatkan pikiran kita.

Sambil bersantai bersama keluarga, ada baiknya kita membaca tulisan dan sharing yang menarik, sehingga saat kembali ke waktu bekerja, Anda sudah terisi full konsentrasinya.

Apakabar? Sehat?

Ya, saya berharap pembaca setia blog pribadi saya, sehat dan tetap sehat juga bisnis yang dijalaninya. Badai cukup besar, namun kita tidak boleh menyerahkan diri pada keadaan bukan? Setuju?

Disaat bersantai ini, saya mau berbagi tentang analisa dan action. Dua hal yang menurut saya penting untuk saya lakukan dan penting juga bagi teman-teman sekalian turut melakukannya. Kenapa?

Mari kita simak bersama ya.

Analisa dan Action

Dimulai dari kata analisa. Betul, pertanyaan saya kepada teman-teman sekalian, siapa yang sering melakukan analisa terhadap kondisi bisnis yang dijalankan.

Betul, analisa bulanan juga termasuk kok. Biasanya mencakup sisi penjualan, pengeluaran, keuangan, bahkan efektifitas bagian pemasaran. Begitu? Yes.

Bagi Anda yang sudah melakukannya, saya harus akui, bagus. Bagi yang belum, hayo, kenapa belum melakukan analisa? Apakah belum tahu mulai dari mana, atau hal yang lain?

Saya lanjut dulu ya. Action. Atau aksi. Siapa yang melakukan kegiatan yang disepakati setelah melakukan analisa?

Sebagian sudah dan sebagian belum. Baik, tidak apa-apa. Yang belum, saya coba bantu ya.

Perulangan dan Hasil

Tahukah Anda. Kedua hal diatas, apabila dilakukan secara rutin dilakukan, efek dan hasil yang didapat akan jauh lebih baik daripada tidak dilakukan? Setuju ya? Harus dong.

Contohnya kantor saya saja ya. Kami tiap minggu melakukan rapat evaluasi. Umumnya terbagi menjadi 3 bagian, operasional, keuangan dan sales marketing. Standar ya.

Ditiap rapat evaluasi, kita harus menyampaikan data-data terkait hasil yang kita dapat selama implementasi strategi yang kita jalankan. Contoh bagian saya ya. Marketing.

Saya menjelaskan, bagaimana efeknya apabila kata-kata kunci dan segmen market yang kita bidik dan spend budget ads, terhadap ketertarikan prospek untuk menghubungi.

Dan itu kita lakukan secara rutin evaluasinya. Entah sampai berapa lama kita sempurnakan akhirnya kita dapatkan beberapa formula dan rumusan yang tepat dibandingkan awal-awal strategi yang kita jalankan.

Betul, prinsip kami adalah trial and error sebanyak dan serutin mungkin sehingga hasil yang kita dapat akan terus bertambah secara nilai dan volume. Sepakat ya?

Bagaimana dengan Anda? Mau mencoba?

Sekarang Anda, bagaimana nih? Mau mengikuti jejak kami?

Untuk mencoba dan melakukan analisa serta action lebih lanjut dari strategi yang sudah dilakukan? Harus ya.

Apalagi disaat kondisi ekonomi diera pandemik Covid begini. Semua ilmu yang kita miliki, harus kita uji coba sehingga akan didapatkan hasil yang optimal dibandingkan strategi lainnya.

Sekedar tips, kami menggunakan Tableau Business Intelligence sebagai salah satu tools yang kita pakai untuk melakukan testing dan analisa tersebut.

Sumber datanya? Banyak. Dari ERP Acumatica (kami pakai ini juga) kombinasi dengan google ads dan kadang excel juga. Kalau saran saya untuk Anda, gunakan data-data yang Anda miliki.

Dan juga, kami secara rutin membuat event training online lho tentang Tableau. Tertarik? Setiap sabtu, setengah hari selama 2 hari, Anda bakal dapat ilmunya.

Saya bagi e-flyer dan kontak tim saya ya, Mba Euis disini: 0815-8690-2500

Mau coba dulu secara gratis software Tableau? Boleh, klik tautan disini ya untuk dapatkan free trialnya. Monggo: Download Link Tableau Trial Disini

Ingin berdiskusi dengan saya terkait topik-topik bisnis atau ada ide tulisan yang kira-kira bisa membantu bisnis Anda, silahkan connect dengan Linkedin saya dibawah ini ya.

Salam,

Daru

Jam Terbang

Belajar Tableau