Suksesikan Bisnis Anda

Suksesikan Bisnis Anda

Suksesikan Bisnis Anda
Pic Source: dramabeans.com

Bacaan dihari Minggu

Hi, selamat datang lagi diblog purwandaru.com yang rajin berbagi mengenai apa yang ada dipemikiran penulisnya. Biasanya tentang bisnis, teknologi bahkan mimpi dan pengalaman sang pemilik blog.

Tanpa terasa, kita sudah mau menjumpai penghujung tahun 2020 ya. Secara minggu depan adalah minggu terakhir dibulan November dan kita akan menjemput bulan Desember.

Tahun ini penuh dengan tantangan, terutama karena adanya pandemi Covid-19. Semuanya serba tidak menentu dan banyak dari kita yang mengalami turbulensi dengan urusan keuangan serta ekonomi yang banyak membuat tambahan pikirian ya.

Ok, semoga kita semua tetap sehat selalu dan selalu bersemangat menghadapi segala tantangan yang ada ya.

Kali ini, sebelum makan siang, saya mau berbagi mengenai ide dan pemikiran saya tentang suksesi bisnis terutama bisnis keluarga ya.

Topik yang saya lagi pikirkan dan renungkan juga untuk bisnis saya sendiri.

Sudah siap ya. Mari kita mulai.

Bisnis Keluarga Serta Suksesikan Bisnis Anda

Saya lupa datanya, mungkin nanti akan saya update setelah menyelesaikan tulisan ini. Tapi yang saya tahu, di Indonesia cukup banyak perusahaan keluarga yang berhasil meneruskan bisnis mereka kepada generasi penerus.

Iya, Anda tahu kan, banyak cerita dan jokes mengenai, generasi pertama adalah pendiri dan kerja kerja, generasi kedua bisnis keluarga adalah yang membesarkan dan generasi terakhir, generasi ketiga adalah yang foya-foya dan menghancurkan bisnis tersebut.

Apakah betul? Nah, bisa kita bahas bersama nih.

Kalau menurut saya, pribadi, suksesi atau memberikan tugas kepada penerus bisnis itu kuncinya adalah persiapan.

Persiapan yang dimaksud adalah proses ini tidak serta merta dapat dilakukan apabila kandidat yang akan kita berikan wewenang tidak mengetahui apa tugas dan tanggungjawabnya.

Pengalaman saya ketika saya diskusi dengan beberapa pemilik bisnis dimana saat rapat pembahasan sistem ERP untuk organisasi tersebut, terkadang putra atau putri mahkota ikut diajak oleh management seniornya, atau founder.

Kita Lanjutkan ya Bahasannya

Nah, menariknya adalah, dari beberapa meeting yang saya dan tim lakukan, ada yang para suksesor (atau generasi kedua) mengerti dan dapat mengikuti alur kerja dan role dia berada, tetapi ada juga yang tidak.

Tidak dapat mengikut dapat berarti, generasi penerus ini belum cukup matang dan masih butuh banyak belajar dari alur bisnis atau seluk beluk detail dari bisnis orang tuanya.

Itu pengalaman kita ya. Tentunya selama persiapan tersebut, organisasi atau bisnis keluarga ini biasanya juga menerapkan change management dimana dibuatkan struktur dan tahapan-tahapan yang lebih baik lagi sehingga para penerus dapat melanjutkan dengan koridor dan ketentuan yang berlaku.

Sekarang Bicara Tools untuk Prosesnya

ERP (Enterprise Resources Planning) merupakan salah satu tools yang bisa kita gunakan untuk tahapan handover ini. Kenapa?

Dengan punya struktur dan alur yang jelas, para Putra dan Putri Mahkota ini dapat melihat langsung kondisi bisnis mereka kedepannya. Pastinya mereka juga harus tahu dan ikut serta saat proses berlangsung ya, sehingga dapat paham juga saat ada muncul masalah.

Bagaimana, tertarik dengan bahasan kali ini? Tentu dong.

Kalau begitu, ada beberapa artikel lain yang masih baru nih bisa Anda baca juga. Tolong mampir juga ya.

Pilih Uang atau Mentor

Tips Melakukan koneksi Tableau dan SAP Hana

Tertarik untuk berdiskusi tentang topik-topik seperti diatas atau penerapan ERP juga boleh ke nomor berikut ya 0815 8690 2500 dengan Mba Euis ya.

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya

Salam,

Daru

Pilih Uang Atau Mentor

Pilih Uang Atau Mentor

Pilih Uang Atau Mentor
Pic Source: Tribun Jogja

Pertanyaan Dihari Minggu

Selamat hari minggu. Hari yang enak untuk beristirahat, melepas lelah atas pekerjaan atau kesuntukan dihari kerja.

Jangan bekerja atau mikir terus, nanti bisa-bisa stress lho.

Ok, daripada kita diam saja tanpa ada kesibukan, mending kita fokus pada aktivitas yang buat kita semua jadi sedikit lebih bersemangat. Setuju nda?

Setuju dong. Dengan apa? Menjalani hobi kita tentu salah satunya.

Nah, karena saya barusan lihat episode 9 drama serial Start Up di Netflix, sepertinya seru nih bahas mengenai perihal mentor atau dana, mana yang Anda pilih kalau Anda diposisi CEO perusahaan rintisan.

Lanjut ya.

Kalau Anda, Pilih Uang Atau Mentor?

Mari kita berandai-andai. Bayangkan Anda sukses membuka bisnis Anda yang pertama.

Bidangnya bisa apa saja. Bisa teknologi, maupun bisnis konvensional dengan ciri khas gaya Anda lah pokoknya. Dengan senyum bangga, Anda menapaki dunia baru, yaitu entrepreneurship.

Sip, seru kan?

Seiring berjalan waktu, bisnis Anda berkembang. Banyak tantangan disana-sini. Ok, Anda masih tetap bersemangat. Lalu Anda mulai berhenti dan memikirkan sesuatu dipersimpangan keputusan Anda.

Pilih uang atau mentor. Dimana ada yang menawarkan bisa memberikan Anda tambahan modal kerja Anda. Dan disisi lain ada yang menawarkan mentorship bisnis Anda supaya tambah maju pesat kedepan.

Anda terdiam. Mencoba menimbang-nimbang mana ya yang lebih utama.

Mari kita bahas bersama ya. Siapa tahu kepusingan Anda sedikit berkurang dengan membaca blog pribadi saya ini.

Uang atau Tambahan Modal Bisnis

Banyak yang menyediakan hal ini apabila bisnis Anda itu bagus banget secara performa dan keuangan. Ah mosok Mas Ndaru? Yups, betul.

Kalau Anda mempunyai bisnis yang bagus, kendala ini sebetulnya nda perlu Anda pusingkan.

Misalkan ya. Tadi saya bilang, Anda merintis bisnis online shop. Orderan masuk terus dari sisi pembeli. Lalu stok Anda berkurang, dan butuh tambahan dana untuk persediaan Anda.

Jangan takut, coba hubungi supplier Anda. Mungkin dengan penjelasan yang baik dan adanya termin pembayaran, Anda sudah mendapatkan tambahan modal secara tidak langsung, betul tidak?

Kecuali, bisnis Anda yang tipenya butuh investasi besar diawal dan track record Anda kurang meyakinkan untuk para pemberi modal percaya kepada Anda. Lain cerita ya.

Jadi, sebaiknya buktikan dulu kalau Anda dan bisnis Anda “Worthed” aka bernilai. Itu PeEr pemilik usaha ya.

Mentor dong Mas Jawabannya

Kalau saya, mungkin inilah jawabannya.

Dan terus terang saja, sesuai film Start Up, dimana salah seorang role yang berperan sangat besar, selain pemilik bisnis adalah mentor.

Dengan mentor yang tepat, bisnis dan Anda akan naik kelas dengan lebih cepat dibandingkan kalau Anda harus menghabiskan waktu secara coba-coba (trial & error).

Ok, mungkin Anda punya waktu tersebut, tetapi dengan mentor (yang tepat ya) kemungkinan itu akan berkurang sehingga Anda akan fokus hanya pada apa yang ingin Anda buktikan.

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat seseorang yang sudah sibuk dengan pekerjaannya mau jadi mentor Anda? Naah, itu pertanyaannya.

Terus terang, menjadi mentor itu berat, maka dari itu saya sangat apresiasi para mentor diluar sana yang mau membagi waktu berharganya untuk mentee (anak didiknya).

Kesimpulan

Bagi saya, bisnis itu menarik karena dengan hal-hal seperti ini. Banyak variabel yang menentukan kemajuan bisnis kita kedepan.

Hubungan simbiosis mutualisme itu diperlukan. Bahkan game Mobile Legend pun memberikan satu fitur untuk main bersama mentor atau sebagai mentor bagi newbie, bisnispun sama.

So, tetap semangat ya dalam menjalani perjalanan bisnis Anda. Sukses dan Sehat selalu bagi Anda semua.

Tertarik untuk membagikan artikel ini? Silahkan ya. Atau mau berkenalan dengan saya via Linkedin? Tentu bisa, drop direct message kalau Anda mengajukan pertemanan.

Salam,

Daru

Berani Mengambil Resiko

Belajar Membuat Donut Chart di Tableau