Selalu Belajar

Selalu Belajar

Selalu Belajar
Sumber Gambar: gempita.co

Sabtu Menulis

Selamat hari sabtu teman-teman semua.

Bagaimana seminggu kemarin bekerja dan beraktivitas? Tentunya kita yang masih bisa bekerja dan beraktivitas selama seminggu lalu, patut bersyukur ya.

Kondisi pandemi masih belum menunjukkan perkembangan baik yang signifikan.

Meskipun sudah mulai adanya vaksinasi untuk lansia dan beberapa non-lansia yang bekerja disektor publik, tetapi masih harap-harap cemas, melihat hasil dan data covid-19 yang terus bermunculan setelah libur lebaran dan isu mengenai varian dari luar negeri.

Tetapi semangat dan saling mengingatkan untuk menjaga diri ya. Patuhi protokol kesehatan yang ada dan stay safe selalu. Amin.

Selalu Belajar

Ok, topik kali ini mau bahas mengenai belajar. Tahu nda sih, waktu kecil saya paling malas yang namanya belajar.

Kayaknya tuh membosankan dan materi pembelajaran yang belum dipelajari aja sudah mikir, ini bakal kepake saat nanti dunia nyata nda sih?

Pertanyaan yang tentunya membuat tambah materi yang akan dipelajar tambah nda menarik untuk disimak. Plus, pengajar yang tentunya berbeda-beda untuk tiap topik.

Misalkan kita tahu dong kalau ada guru yang cara ngajari enak untuk dibuat pengantar tidur dan ada yang enak untuk didengarkan.

Dari situ saya mulai berpikir, kira-kira, kalau gini terus, kapan pinternya ya? Secara orang pintar dilihat dari nilai akademis dan ranking diraport. Aduh ketahuan tua banget nih klo masih bicarain raport ya.

Ok, move on.

Tetapi sekarang sangat berbeda ketika masuk didunia kerja atau profesional.

Apa bedanya Mas? Pertanyaan Menarik.

Belajar dan Dibayar

Tentunya bagi sebagian besar orang, dunia kerja adalah dua aktivitas dimana kita bisa belajar dan dibayar atas waktu dan kontribusi kita ditempat kerja.

Siapa yang setuju? Atau tidak setuju?

Ok, gini deh. Saat kita belajar dibangku sekolah atau kuliah, Anda belajar untuk mendapatkan ilmu atau knowledge dari pengajar, dosen tamu atau siapapun yang ada disaat tersebut untuk memberikan Anda ilmu.

Dikonfirmasikan melalui nilai apakah Anda memahami topik yang Anda pelajari dibandingkan dengan teman dan rekan Anda dong.

Nah, kalau disaat bekerja, terbalik nih. Anda masuk ke suatu organisasi atau kantor Anda, ok, Anda mungkin akan diajari awal-awal, tapi tentunya, tidak semua harus diajari kan ya?

Saya cerita saja dikantor saya ya, Sunartha.

Ok, promosi dulu ya, Values and Culture Sunartha salah satunya adalah pembelajar ya. So, kita selalu terus mau improve apa yang ada didalam kita, tanpa terkecuali saya sendiri.

Contohnya ya

Anggap kita punya si A dan si B.

Si A, masuk dan bergabung dengan kantor saya, awal mulanya juga masih belum apa-apa. Kemudian diajari dan dikenalkan cara dan metode kerjanya, dan menariknya, apa yang si A tidak tahu, dia mau cari tahu bagaimana caranya.

Baru kalau dia mentok, bingung, dia akan coba tanyakan ke seniornya, kira-kira yang benar yang mana ya? Muncul opsi dan diskusi, lalu dipilihlah cara yang terbaik dari diskusi tersebut dan dia mendapatkan knowledge dari case tersebut.

Berbeda dengan si B. Sama-sama masuk, cuma si B ini cara kerjanya agak berbeda. Apabila dia nda tahu dan tidak ada didokumen manual, si B akan diem saja dan hanya menunggu jawaban dari seniornya atas case yang dia miliki.

Tentunya seniornya lama-lama agak gerah juga, kok kurang kreatif nda mau cari dulu opsi-opsinya.

Nah, dari ilustrasi diatas, kira-kira Anda? Atau saya, yang mana ya?

Dan menurut Anda, kira-kira, mana yang akan cepat naik dari sisi karier kedepannya.

Silahkan tulis komentar dibawah ya, kayak youtuber aja 🙂

Nah, Kesimpulannya

Selalu belajar dimanapun kita ada, merupakan hal yang menurut saya itu harus dan wajib dimiliki. Sekill kalau orang jawa bilang.

Dari ilustrasi diatas, si A punya semangat belajar yang tinggi tuh, sampe dia cari-cari tahu dan baru meyakinkan ke seniornya untuk ambil keputusan.

Jadi saya pun sekarang selalu begitu. Selalu belajar untuk topik dan info-info terbaru. Apa sih yang akan kira-kira menarik untuk pelaku bisnis kedepan.

Apa yang dibutuhkan para pemilik bisnis juga saat pandemi ini bahkan bagaimana cara pemilik bisnis apabila pandemi ini berkepanjangan.

Jadi, upgrade selalu diri Anda, selalu terbuka akan hal baru, dan selalu belajar ya kesimpulannya.

Jangan lupa baca topik-topik lain dibawah ini ya.

Bahas Branding Bisnis Yuk

Tips Analisa Bisnis dengan Cepat dan Tepat

Selamat berlibur!

Regards,

Daru

Bahas Branding Bisnis Yuk

Bahas Branding Bisnis Yuk

Bahas Branding Bisnis Yuk
Pic by Purwandaru

Merenung dihari Sabtu

Selamat hari sabtu teman-teman.

Nda terasa kalau beberapa hari lagi kita akan merayakan Lebaran.

Bagaimana ibadah Puasanya? Semoga lancar-lancar semua ya.

Hari sabtu ini, akhirnya saya dapat kesempatan untuk menulis kembali, lebih tepatnya merenung sih.

Karena minggu lalu cukup sibuk dengan urusan kantor dan perjalanan dinas ke kantor client kami, Sunartha.

Nah, disaat merenung dan berpikir santai seperti inilah, biasanya ide-ide baru, atau evaluasi strategi kemarin-kemarin jadi muncul nih.

Salah satunya adalah mau bahas Branding.

Mudah-mudahan bukan topik yang berat ya. Sabtu-sabtu pula. Ok kita mulai ya.

Investasi lho bukan expenses

Branding kalau menurut saya adalah seluruh aktivitas yang kita lakukan untuk memperkenalkan dan membuat persepsi atas brand atau merk yang kita bawa ya.

Bisa saja kita bawa branding nama bisnis kita atau juga nama pribadi kita yang terasosiasi dengan bisnis kita.

Setuju ya?

Atau kalau ada definisi lain yang lebih lengkap, padat dan akurat boleh lho dishare biar kita bahas sama-sama.

Dulu saya berpikir bahwa branding itu adalah expenses atau biaya.

Kenapa tidak? Wong tiap bulan masuk ke kelompok akun biaya dan tidak ada implikasi secara langsung ke pendapatan (pada saat itu ya).

Pokoknya mikir gimana caranya agar mengoptimalkan expenses itu biar ada hasil atau kontribusi ke penjualan.

Maklum mental pemula dan baru mulai bisnis ala-ala UMKM.

Biasanya sama tuh dengan teman-teman yang lain kan yang baru mulai.

Cash is everything, so spend it wisely.

Nah hal ini berubah ketika saya melihat banyak perusahaan atau bisnis atau brand owner yang saya bilang kreatif dan inovatif saat mereka eksekusi plan-nya.

Kenapa nda, efek jangka menengah dan panjang mereka itu kalau ditarik garis itu buat kurva yang eksponensial lho.

Ok, diawal-awal seakan-akan hanya menghambur-hamburkan uang, tetapi akhirnya saat mencapai tipping point (titik tertentu) akan menghasilkan sesuatu didalam penjualan mereka.

Dengan catatan, kita sudah menemukan metode yang tepat dan efektif ya.

Serunya bahas branding bisnis yuk dilanjut

Kalau soal bahas branding, pasti seru.

Apalagi kita mengaca ke kondisi saat ini dimana nih kalau saya dan tim saya, mba Nabila melakukan evaluasi channel disocial media mana yang efektif untuk media komunikasi kita.

Bisa dari Linkedin, Instagram, Mailist dan seterusnya.

Enaknya kita akan bahas series lebih lanjut tentang branding kedepan yuk.

Sambil kita visualisasikan bersama dengan menggunakan Tableau.

By the way, apa itu Tableau? Coba ya dibaca penjelasan dibawah ini.

Mengenal Tableau

Dan juga jangan lupa mampir diartikel saya yang lain dong, support terus ya! And Enjoy.

Strategi Menabung di hari tua

Tutorial Story di Tableau, apa pula ini?

Regards,

Daru