Kerjaan Sampingan

Kerjaan sampingan. Menurut Anda bagaimana?

Kerjaan Sampingan
Pic by Canva

Kerjaan Sampingan: Bagaimana kalau kita bahas dulu alasannya

Sabtu-sabtu begini, enaknya ngapain?

Tentunya selain melakukan hobi, kita juga harus melakukan yang namanya bechmarking atau studi banding istilah kerennya.

Lah, kenapa harus Mas Ndaru?

Kan hidup dan kerjaan saya sudah baik-baik aja. Ngapain juga harus melakukan yang namanya memperbandingkan sesuatu?

Eits, jangan salah dulu, maksud dan tujuannya tidak untuk buat iri dan envy ya, tetapi lebih untuk memacu diri sendiri kita dan potensi diri kita yang mungkin masi terpendam

Mungkin lho ya. Kalau sudah optimal, Good Job Brother and Sis.

Contohnya saya. Kita masuk ya ke sesi sharing-nya.

Sampingan untuk Saya

Sebelum masuk lebih lanjut, iklan dulu ya untuk artikel yang saya dan tim saya tulis diminggu lalu.

Semoga bermanfaat dan berguna untuk teman-teman semua.

Sulitnya cari team member

Mengenal Profesi Business Intelligence dan Tugasnya

Lanjut ya.

Pekerjaan utama dan kerjaan sampingan. Inti dan output dua-duanya adalah bagaimana kita melakukan aktualisasi diri untuk sekitar kita.

Kalau pekerjaan utama saya adalah seorang director ya (contoh ya). Berarti stakeholder kita itu bermacam-macam.

Pertama adalah dari sisi shareholder (pemegang saham). Lalu ada team member atau employee kita.

Tentu tidak lupa adalah end customer kita dan vendor atau principal sebagai bagian dari kita yang tidak terpisahkan.

Tugas dan tanggungjawabnya cukup besar kan? Nah, pekerjaan utama harus mengoptimalkan semua yang ada tersebut, untuk mencapai visi dan misi perusahaan kedepan.

Lalu kalau kerjaan sampingan apa dong?

Sederhananya, kita bisa mengaktualisasikan diri kita dibidang yang berbeda. Contoh saya adalah menulis.

Mungkin bagi sebagian orang, kita juga mencari ekstra pendapatan dari aktivitas sampingan tersebut.

Boleh juga, dan sah-sah saja. Bahkan terbalik hasilnya kalau diseriuskan? Betul tidak?

Intinya kerjaan sampingan yang kita lakukan bisa membuat kita senang dan bisa mengasah hobi dan skills kita.

Dengan menulis, saya jadi bisa mengeluarkan ide-ide pemikiran saya yang belum tentu saya bisa sampaikan kepada orang lain bahkan dalam pekerjaan rutin saya.

Kesimpulan

Tentunya kita perlu menarik kesimpulan dari aktivitas kerjaan sampingan kita.

Bisa memulai dari yang sederhana dan tentunya yang Anda suka.

Menulis, menggambar, menulis code pemrograman (ini kalau Anda hobi, bisa hubungi tim saya ya) atau bahkan mencuci kendaraan sambil nge-vlog?

Apapun itu, meskipun statusnya sampingan, Anda harus punya target yang jelas kalau ingin bisa menghasilkan lebih dari hasil sampingan juga.

Betul, koentji suksesnya adalah komitmen dan berulang.

Enjoy your holiday, relax and selamat mencari kerjaan sampingan.

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Sulitnya Cari Team Member

Sulitnya Cari Team Member

Sulitnya Cari Team Member
Pic provide by Canva

Welcome to the Club

Begitu sapaan saya untuk Anda yang sudah mengalami dan mempunyai masalah ditopik kali ini.

By the way, it’s a nice problem ya. Congratulations!

Andai muka tim HR recruiter saya bisa tersenyum lepas seperti itu disetiap akhir sign agreement dengan para kandidat yang sudah kita rekrut.

Indahnya dunia (dunia mereka dan saya ya he3).

So, back to the topic.

Bisnis yang berkembang dengan baik akan membutuhkan yang namanya rekruitmen karyawan atau team member.

Coba bayangkan, bisnis berkembang bagus, 2 kali lipat sales atau orderan lah mudahnya. Orangnya 4L (Loe-Lagi-Loe-Lagi).

Tidak mungkin Vincenzo.

Lalu Bagaimana Solusinya? Sulitnya Cari Team Member

Good questions and we will get back to you for the answers.

Sebelumnya, pesan sponsor dulu dong.

Silahkan mampir ke artikel saya dan tim saya buat ya. Topiknya kali ini tentang ERP dan Project Management Plan. Link dibawah ya:

Startup dan ERP

Dasar Pembuatan Project Management Plan

Balik ya.

Nice problems harus diatasi dengan nice solution dong ya.

Ok kita mulai ya.

Pengalaman saya, mencari dan membuka lowongan kerja itu mudah.

Yes, nomor 1. Perbanyak yang namanya channel or media untuk pencarian karyawan.

Kalau kami dikantor Sunartha, pakai berbagai media.

Dulu banget pakai yang namanya Kaskus (betewe ini sudah tutup atau masi buka ya?) Intinya basisnya adalah komunitas.

Sekarang kita masuk ke indeed dan juga kita coba melalui Linkedin.

Betul, di Linkedin semua kandidat mencantumkan apakah mereka available for the jobs dan tentunya menulis keahlian dan experience mereka dimasa lalu.

Poin no 2.

Hire team member dibagian recruitment yang cantik dan ganteng.

Hah? yang bener? Becanda ya. Serius amat bacanya.

Ok, poin no 2 adalah tuliskan sejelas mungkin kualifikasi yang temen-temen butuhkan.

Misalkan kalau dikami, butuh developer. Ya ditulis tuh spesifiknya seperti apa.

Jangan irit-irit laah, sebisa mungkin detail dan baik. Supaya teman-teman yang mau join, juga tahu kan. Kecuali yang ndablek ya.

Iya, sudah tahu nda cocok skillset, tetep aja apply.

Poin 3.

Try to get referrals from your existing team member.

Prinsip saya, good people always hangout with other good peoples (vice versa).

Jadi, give them compliments, seperti jalan-jalan ke aussie atau apa (ngelunjak ini mah). Kasi online vouchers atau free nonton gitu setiap yang bisa closing. Anda mau nda?

Poin 4.

Jangan lupa berdoa dan terus mencari.

Lucunya, banyak orang yang butuh pekerjaan. Tetapi mencari yang ideal itu sulit. Sepertinya nyari jodoh aja sih.

Tetapi kalau ketemu, happy-nya seperti foto mba-mba yang diatas.

Penutup

Boleh kalau ada tips lain yang bisa dibagikan, biar saya update diblog saya ini. Ceritain pengalaman teman-teman cari dan mencari Your Dream Team.

Selamat berlibur, sehat selalu. Covid masih ada.

Salam,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Startup dan ERP

Startup dan ERP

Startup dan ERP
Pic provide by Canva

Bacaan yang cukup berat kali ini

Ok, karena topik yang kali ini cukup berbobot, buat Anda yang belum tahu apa idiom mengenai apa itu startup dan ERP, tolong cari-cari tahu dulu diartikel saya sebelumnya ya.

Banyak startup yang bermunculan belakangan ini, dengan menginformasikan banyakan permodalan yang mereka sudah capai.

Berita baiknya adalah banyak solusi-solusi yang bermunculan ditengah kondisi ekonomi yang masih “gonjang-ganjing” akibat Covid.

Tetapi jangan salah, setelah pandemi berubah menjadi endemi (bisa digoogling juga ya untuk lebih jelasnya) kemungkinan ekonomi akan mencari titik keseimbangan baru.

Setuju nda?

Harus setuju dong. Karena sejarah sudah berkata demikian.

Simple things aja, GoTo dengan kedigdayaannya menguasai market share e-commerce dan ride hailing plus super apps nya.

Coba bayangkan kalau tanpa ada mereka disaat pandemi melanda, apa nda kepusingan tuh pemerintah mikir tenaga kerja yang tiba-tiba butuh pekerjaan cepat.

Nah, kali ini kita selain membahas Startup yang udah jawara dibidang-bidangnya, mungkin kita juga perlu menambahkan startup yang sedang berjuang, biar adil lah ya.

Sambil mendengarkan alunan musik from Spotify

Kita lanjutkan ya, apa hubungannya nih Mas nDaru antara startup and ERP?

Sebagai pemerhati keduanya (dan cita-cita mau mendirikan juga) saya tuh berfikir, bagaimana kalau startup ini (yang masi early banget) diberikan tools yang tepat sedari dini.

Untuk apa? Tentunya sebagai dasar mereka bisa bertumbuh lebih pesat lagi (kan itu visi misi dan tujuan utama mereka, karbitan)

Sebelum lanjut bahas yang seru ini, boleh dong mampir ke artikel lain terkait manfaat ERP yang saya dan tim buat, terimakasih ya.

6 Manfaat untuk organisasi yang menggunakan ERP

Value for Money untuk bisnis, apa lagi ini? Yuk mampir.

Kita lanjutkan ya.

Seperti yang saya tahu dari informasi dari website dan yang lain, rata-rata startup yang berencana memilih dan menerapkan ERP adalah yang sudah tervalidasi bisnis modelnya.

Ya, kita tahu kan startup yang masih mencari bentuk tentunya perlu ERP, tapi sebatas modul basic saja, seperti keuangan.

Mungkin, kenapa investor merasa mereka belum harus mengadopsi ERP agar mereka lebih fokus dulu pada bisnisnya.

Karena yang kita tahu, implementasi tidaklah mudah apalagi murah.

Apalagi yang terkait dengan waktu ya. Dan kita tahu, yang namanya startup, cepat sekali berubah.

Lalu kesimpulan Startup dan ERP

Kesimpulan.

Terus terang saya masih penasaran, bagaimana kami bisa membantu para pelaku startup untuk mengadopsi sedari dini.

Kenapa? Karena manfaatnya diawal bisa membantu para nahkoda startup ini paham lebih baik tentang bisnis mereka.

Kesempatannya saja yang belum ada.

Ok, apabila saya sudah punya studi kasus yang bisa saya bagikan, terkait para pelaku startup yang pakai ERP ini, akan saya bagikan lagi ya.

Salam,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Value For Money

Value for money dan bagaimana ya penerapannya dibisnis

Value For Money
Picture from Canva

Sabtu Mendung dan Ngomongin Bisnis

Ok, selamat hari sabtu. Dimana cuaca ditempat saya yang super mellow dan bawaannya pengen rebahan dikasur ya.

Tetapi jangan rebahan terus dong, boleh ya kita tambahin setengah jam, tapi tetap harus semangat.

Mau olahraga, mau jalan-jalan atau menikmati hari ini dengan banyak aktivitas yang tentunya belum bisa kita kerjakan disaat kita bekerja dari senin sampai jumat.

Iya, hobi tetap harus disalurkan bukan?

Jadi nda harus diem aja dikasur, kecuali yang bisnisnya jualan sprei ya (bukan sedang menyindir seseorang kok 🙂 ).

Ok, let’s go bahas topik kali ini, Value for Money.

Value for Money dan bagaimana penerapannya

Singkatnya, saya sering sekali diskusi dengan para pemilik bisnis yang sedang mencari solusi sistem yang terbaik untuk menggantikan sistem lamanya.

Sistem disini seperti sistem akuntansi, sistem POS (Point Of Sales) atau kita bisa sebut mesin kasir dan software pendukungnya.

Nah, terkadang ada yang nyebut, tapi Mas Daru, bisnis kita kan belum butuh sampai segitu ya.

Atau kira-kira, yang value for money, artinya dengan budget dan kebutuhan saat ini, kita butuhnya yang mana ya?

Bagi teman-teman pemilik bisnis, jangan khawatir (seperti iklan apa nda sih?).

Saya pun demikian kok. Dalam merintis bisnis yang sudah 12 tahun saya jalani ini (hufft, ternyata sudah lama juga ya), saya juga nda tiba-tiba punya sistem yang sudah luar biasah, yes pakai h.

We start from zero. Yes, saya mulai dari nol. Artinya apa?

Artinya kita bahkan mulai dari dengan microsoft spreadsheet, contohnya excel dari Microsoft.

Sorry ya, kita bukan generasi old school like our grandparents yang mungkin masi pake kertas nota dan bon.

Break sejenak baru kita lanjut lagi

Ok, saya break dulu tadi.

Oiya, sambil istirahat, boleh dong mampir ke artikel yang saya dan tim saya buat diminggu lalu. Linknya dibawah ya. Please mampir and monggo.

Mungkin bukan rejekimu lho

Atau Ikuti webinar kita tentang bagaimana cara dapatin insight dari data dibisnis kita, tertarik?

Dilanjut ya.

So, what’s is value for money. Apa yang membuat kita mau spend something for our greater good for our business ahead.

Tentunya, menganut filosofi dan teori ekonomi, antara budget and benefit. Setuju ya? Atau ada yang belum tahu tentang itu?

Let me explain.

Pemilik bisnis biasanya rasional. Yes, just like me. If I spend certain amount (let’s say xxx Million of IDR) apa yang akan saya dapatkan per year.

Jadi kalau saya mau spend untuk sistem yang mas Daru proposed, saya akan dapat apa? Nah. Seringkali tuh, semuanya hanya dihitung based on how many workers that i will save to speed up the project.

Belum tentu juga kok. But do you know that there’s something else that you’ll get in return. Let’s say, analytics of your business. Your customer database. You will get the effectiveness for every production process/project.

It means a lot (for me). Tapi kadang pemilik bisnis nda berfikir sampai situ, karena apa? Yes karena mereka masih sibuk in operational things.

Musti buat lanjutannya nih

Baik, kayaknya saya musti buat lanjutannya nih, karna topiknya jadi panjang.

But it’s okay. Inti dari value for money sudah dapat tapinya kan ya?

Yes, just invest or spending what you need for this time and 1-2 years ahead.

Dari situ, kita bisa coba utak-atik lagi kedepannya.

Mau diskusi lebih lanjut tentang bisnis dan solusi bisnis lainnya? Drop me DM ya di Linkedin saya.

Regards,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here

Mungkin Bukan Rejekimu

Mungkin bukan rejekimu.

Mungkin Bukan Rejekimu
Credit: Canva

Pernah Dengar Ada Yang Bilang Begitu

Selamat malam. Sabtu-sabtu begini, enaknya sambil santai, selonjoran, menikmati waktu santai.

Santai, hari senin masih jauh kok. Jadi, bsok masi libur.

Kali ini mau bahas sesuatu, yang mungkin nda berat-berat amat.

Ya, mau bahas mengenai rejeki.

Pertanyaannya, pernah nda kalau ada yang bilang begitu, “Mas Bro, mungkin bukan rejekimu”, jadi coba lagi ya.

Kalau disaya, pengalamannya adalah ketika saya dan tim lagi semangat-semangatnya, mengejar tender suatu proyek.

Segala daya dan upaya dicurahkan, all out istilahnya anak jaman now ya.

Tetapi, hasilnya ternyata belum sesuai dengan harapan kita.

Tentunya harapan kita menang kan. Tapi entah kenapa, kok ada aja sesuatu yang mengganjal dalam proses menuju kesananya.

Lalu bagaimana dong kalau tidak sesuai?

Yang namanya gagal atau tidak sesuai ekspektasi, pastinya perasaan yang tidak enak dan tidak nyaman.

Misalkan kita mau banget kerja ditempat itu, tapi tidak kunjung datang kabar baik dari HR.

Atau kita mau banget kuliah diluar negeri, tapi kok informasi beasiswa nda kunjung ada.

Apapun itu kejadiannya, bahkan dikami pun, kantor saya, kita sering dighosting calon karyawan. Tidak ada kabar juga.

Jadi bukan hanya HR recruiter yang dighosting ya, tapi calon karyawan juga he3 (jadi curcol)

Tapi sebelum saya lanjut, boleh dong mampir ditulisan saya dan tim saya yang lain ditautan dibawah ini.

Semangat Menulis Kembali

Pentingnya menganalisa data untuk bisnis Anda

Lalu bagaimana dong?

Tentunya, kalau saya, percaya Tuhan punya rencana yang berbeda dengan rencana saya.

Seperti, pengalaman saya mau menang disalah satu pekerjaan implementasi Cloud ERP.

Padahal sudah yakin banget akan menang, ternyata hasil berbicara berbeda.

Ketika saya update projectnya, banyak kendala yang terjadi disaat proses implementasi.

Saya tidak jadi ngeluh deh, karena Tuhan menyelamatkan saya untuk proyek tersebut dan bisa move on dengan proyek lainnya.

Mungkin Bukan Rejekimu – Sebuah Pengalaman

Sejak saat ini, setiap saya mengalami pengalaman-pengalaman seperti ini, saya berusaha menenangkan diri dulu.

Iya, kuncinya tenang dulu. Baru kita menganalisa, kenapa ya kira-kira kita belum mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Apakah karena dari sisi kita. Atau dari sisi “lain” yang mungkin kita belum siap untuk melakukannya.

Contohnya saya, ternyata ada sisi lain yang harus saya pertimbangkan dan belum siap ternyata kalau hal tersebut terjadi.

Nah, bagaimana dengan pengalaman Anda sekalian?

Apa pernah mengalami kejadian serupa? Boleh dishare atau berbagi ke saya.

Regards,

Daru

Tentunya Sunartha, tempat saya bekerja masi terus membuka lowongan, jika tertarik, boleh apply ditautan berikut ya: Drop Your CV Here