Acumatica ERP Software

Acumatica ERP Software, sekilas penjelasan mengenai ERP Software.

Video taken Acumatica

Acumatica ERP Software

Hai salam kenal untuk teman-teman yang sedang mencari tahu mengenai apa sih Acumatica?

Roaming nih, merk kurang terkenal dibandingkan dengan vendor ERP terutama Cloud ERP lain di dunia.

Eits, jangan salah ya, makanya saya buat konten ini, istilahnya, biar berbagi pengalaman dan apa sih sebenarnya Acumatica itu.

Ok, salam kenal bagi yang pertama kali membaca tulisan artikel saya.

Nama saya Daru, saya dan tim saya Sunartha adalah partner dari Acumatica di Indonesia.

Kita sudah lebih dari 12 tahun membantu perusahaan yang menerapkan ERP terutama cloud erp di Indonesia.

Nah, jadi kita intinya ingin berbagi saja, baik pengalaman kami dalam menggunakan (yes, kami menggunakan produk yang kami jual dan ageni ya).

Dan kami tentunya berbagi juga tentang pengalaman dalam meng-implementasikannya.

Riset tentang Acumatica ERP Software

Kenapa brand atau merk Acumatica tidak terlalu dikenal di Indonesia?

Kalau menurut saya, fokus pengembangannya memang di market US, meskipun cikal bakalnya malahan dari Asia lho.

Kok bisa? Ya, nanti saya ceritakan diartikel berikutnya ya.

Lalu, kalau kita bicara tentang produk IT, kita selalu berkaca dari hasil riset dong ya. Salah satunya Nucleus research dibawah ini.

Posisi Acumatica dimana? Tentunya di kuadran Leader ya bersama You Know Who lah ya 🙂

Acumatica ERP Software
Pic by Nucleus Research

Bagaimana Pengalaman kami sebagai Pengguna

Nah, ini yang perlu kami berbagi.

Coba tanyakan deh ke partner-partner lain, apa mereka pakai sendiri sebagai ERP dikantornya? Kalau kami sih pakai.

Pengalaman menggunakannya, tentu saja menyenangkan.

Saya dulu menggunakan Accurate accounting software untuk alasan kemudahan dalam setup dan penggunaan tim Sunartha saat awal-awal berdiri.

Tetapi karena sekarang kondisi membuat kami harus mobile karna Covid, jadi, tim sangat enjoy banget bisa kerja dari mana saja, termasuk rumah mereka WFH.

Kalau mau apply kerja ditempat kami, boleh lho (yah promosi).

Lalu soal implementasinya bagaimana?

Nah, sebelum saya jawab pertanyaan diatas, boleh ya mampir di artikel yang saya dan tim saya buat, berikan komentar kalau Anda merasa ingin dan nimbrung ya.

Gold Partner Acumatica Indonesia

Belajar Hal Baru

Yuk lanjut.

Implementasi Acumatica itu sebenarnya tidak terlalu rumit. Yang rumit itu bisnis proses eksisting customer yang terlanjur sudah jadi.

Pekerjaannya tim functional consultant kita yang akan membuat analisa, mana yang sudah fit dan mana yang masih ada gap didalam proses tersebut.

Rekor tercepat kita implementasi bisa dalam 2 minggu saja dan rekor terlama bisa 1 tahun (tetapi masih kelar kok, tidak sama dengan slogan tetangga yang nda kelar-kelar).

Kuncinya adalah bagaimana kemampuan owner/project leader bisa meyakinkan follow best practise dari alur ERP yang sudah ada.

Sebenarnya masih banyak sih yang saya mau ceritakan, tapi kita buat 2nd part aja ya.

Semoga bermanfaat.

Daru

Belajar Hal Baru

Belajar hal baru, pada saat sibuk-sibuknya pekerjaan, apa bisa?

Belajar Hal Baru
Pic by Canva

Belajar Hal Baru – Sebuah Ide

Selamat hari minggu semuanya.

Yang lagi santai-santai dirumah sambil mengerjakan hobi atau sekadar sambil berolahraga santai, enjoy your time ya.

Kali ini saya mau nulis mengenai topik mengenai belajar hal baru.

Sesuatu yang mungkin menjadi sebuah momok atau hal yang sulit dilakukan, apalagi kita lagi sibuk-sibuknya sama aktivitas pada pekerjaan kita.

Mas Ndaru, kerjaan udah banyak, pulang kerja banyak urusan rumah lah, urusan ini lah, itu lah, aduh, nda kebayang gimana cara kita belajarnya?

Betul, saya juga gitu kok.

Malesnya minta ampun. Ha3, pemalas banget nda sih?

Tapi, good news nya, nda sesulit itu kok ternyata. Ah masak sih? Mari kita simak bareng ya

Mulai dari mana?

Betul, yang harus kita tahu adalah, kita musti mulai dari mana?

Kalau saya nih, hampir yang saya belum tahu itu harus saya pelajari.

Tapi jangan ditiru ya.

Proses belajar saya itu lebih ke trial and error (cocok banget nda sih jadi peneliti atau pengusaha he3).

Tapi pertanyaannya, apakah proses belajar itu efektif? Nah, yang bisa jawab kan teman-teman sendiri ya.

Kalau saya (dan menurut saya) proses belajar ini lebih efektif, meski terkadang butuh waktu yang lebih banyak dari teman-teman lain yang sekali baca dan tahu ya.

Lalu apa tahap berikutnya

Sebelum masuk ke tahap berikutnya, mampir dulu dong ke tulisan yang saya dan tim saya tulis ya. Sekedar untuk meningkatkan traffic nih, he3. Thank you ya.

Skills Untuk Beradaptasi

Aplikasi Project Management, Pentingnya bagi Tim IT yang Kerja Remote

Tahapan berikutnya apa Mas kalau sudah tahu metode belajarnya.

Next stepnya mudah, ambil waktu dimana teman-teman paling nyaman untuk mempelajarinya dan tidak terganggu oleh aktivitas rutin.

Kalau otak lagi stuck dan nda bisa mikir, ya jangan dipaksain.

Tapi kalau sudah agak longgar pikiran sehabis nonton Kdrama, boleh lah mulai 15-30 menit belajar hal yang baru tersebut.

Kenapa harus belajar hal baru sih Mas?

Ini good question banget dah.

Kenapa? Karena ilmu atau kemampuan kita atas penguasaan sesuatu keahlian itu akan obsolete dengan perubahan jaman.

Nda percaya?

Misalkan, kamu jago dalam hal apa ya? Contoh jago desain dengan paint (ih jadul banget) sekarang, semua uda bisa desain bagus dan mudah pakai canva.

Nah lho? Iya, dan itu kejadian kok. So, jangan takut untuk belajar terus ya. Always update, jangan hape mulu yang update OS nya ya.

So, gimana? Sudah semangat untuk belajar? Yuk dilanjut

Bagi teman-teman yang suka belajar hal baru dan mau cobain skills yang baru dalam bidang software engineer, Sunartha lagi buka lowongan nih.

Jangan lupa mampir ya.

Salam sehat dan always learning.

Daru

Skills Untuk Beradaptasi

Skills Untuk Beradaptasi dikondisi apapun dan dimanapun. Setuju nda?

Skills Untuk Beradaptasi
Pic by Canva

Hujan-hujan begini, baiknya bahas topik Skills Untuk Beradaptasi

Hai, selamat hari sabtu yang gloomy.

Kenapa gloomy? Ya karena hari ini hari sabtu dan hujan pula, enaknya ngapain?

Tentunya enaknya ya tetap berada dibalik selimut dan melanjutkan mimpi indah bukan? He3.

Tapi, tentunya bagi temen-temen yang pengen tetap upgrade skills dan ilmu, topik kali ini harus dan wajib banget nih dipelajari.

Saya pun, ketika saya menengok ke pengalaman saya terdahulu, ternyata selama ini, saya selalu mengasah skills ini.

Ok, kita mulai ya topik pembahasannya.

Skills yang penting untuk bertahan dan menjalani hidup

Menurut Anda, kalau saya tanyakan pertanyaan ini, apa jawaban teman-teman semua?

Ada yang bilang soft skills mas, ada yang bilang skills yang menghasilkan banyak uang he3…

Betul, semua jawaban temen-temen betul kok. Intinya harus punya skills dimana kita menjadi pilihan rekan kerja kita, atasan kita maupun komunitas kita.

Dan, topik kali ini, dimana saya mau membahas salah satu skills yang menurut saya, harus bisa dilatih segera (karena menurut saya bisa dilatih lho, bukan bawaan lahir).

Seperti yang kita tahu, teori evolusi kan ya, survival of the fittest, siapa yang mampu beradaptasi, yang kemungkinan besar bertahan hidup.

Coba perhatikan waktu kita baru masuk sekolah dengan teman-teman baru dan lingkungan baru.

Apa yang coba Anda lakukan pertama? Beradaptasi bukan?

Itu dimulai dari hal kecil, yang kita pernah alami.

Nah sekarang, bagaimana dengan hidup, pekerjaan dan bisnis kita sendiri?

Bagian Pembahasan

Tapi sebelum kita lanjut ke bagian pembahasan, mampir dulu ya ditulisan saya dibawah ini, ok? Thank you.

Kesempatan untuk Berpikir Kedepan

Project Management untuk Memperkuat Kolaborasi Team Work

Lanjut ya.

Part pembahasan kali ini, bagaimana kita bisa beradaptasi untuk hidup, pekerjaan maupun bisnis kita? Kita bedah satu-satu dan based on pengalaman pribadi juga.

Adaptasi pada hidup kita

Ok, seperti yang teman-teman tahu, hidup kita adalah kumpulan dari keputusan yang kita ambil.

Terkadang benar, terkadang *(belum tentu) benar. But anyway, semua itu akan memberikan experience kita untuk menghadapi permasalahan yang akan kita hadapi didepan.

Adaptasi pada hidup dengan segala kondisinya, contohnya: kita harus memilih antara menjadi profesional ataupun mempunyai bisnis sendiri.

Atau terkadang bergabung dengan teman-teman yang kita harapkan bisa saling support untuk kedepannya.

Apapun itu, adaptasi yang kita lakukan haruslah perlu dievaluasi dan dilakukan bukan? Tidak hanya diam dan memilih satu pilihan itu aja secara terus menerus, meskipun kita tahu hasilnya akan itu-itu saja.

Adaptasi pada bidang pekerjaan

Bagi teman-teman yang memilih untuk profesional, tentunya sering diharapkan sama kondisi tempat kerja baru, atasan baru bahkan teman-teman kerja baru.

Menurut pengalaman saya, dikantor saya tentunya, tim baru saya yang mampu beradaptasi, merupakan orang-orang yang akan maju kedepannya.

Kenapa tidak? Dengan kemampuan ini, teman-teman kerja lain yang ada, akan cepat merasa nyaman dan segera bisa bekerjasama dengan baik mencapai goals bersama.

Bagaimana dengan teman-teman? Ada tips yang mau dibagikan kalau kerja ditempat kerja baru nda?

Adaptasi pada bisnis baru

Kalau ini agak seru dan panjang tentunya nih pembahasannya.

Kenapa nda? Karena seringkali, zona nyaman menyertai dalam keputusan berpikir kita.

Misalkan, ah saya sudah nyaman jualan produk A dan jasa B, ngapain sih Mas Ndaru cape-cape belajar lagi?

Duit sudah masuk dan ngalir dengan sendirinya? Ngapain repot-repot belajar?

Intinya, apapun itu, apa yang Anda dapatkan sekarang, kesuksesan Anda dan temen-temen sekarang itu belum tentu efektif diskenario atau kondisi berbeda.

Misalkan sekarang ada ancaman resesi, dollar tinggi, bisnis lesu, nah apapun itu, sebagai owner, yang punya insting adaptasi dan menerapkan ke bisnisnya.

Mirip dengan Spider sense nya Spiderman sih.

Kesimpulan: Skills untuk Beradaptasi

Ok, mungkin bacaan kali ini agak berat, tapi menurut saya penting untuk saya bahas nih.

Sekalian pengingat saya juga, bahwa Sunartha, bisnis saya, itu penuh dengan hasil adaptasi dari kondisi sekitar.

Full of trial and error but at the end, kita (saya dan tim) mampu menghadapinya.

Sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses untuk kita semua ya.

Daru

Kesempatan Berpikir Kedepan

Kesempatan berpikir kedepan, iya, jarang sekali kita dapat kesempatan itu bukan?

Kesempatan Berpikir Kedepan
Pic by Canva

Sit Back, Relax and Enjoy Your Reading: Kesempatan Berpikir Kedepan

Apakabar?

Semoga keadaan teman-teman sekalian dalam keadaan sehat, baik dan bahagia, tidak kurang apapun itu. Amin ya.

Ternyata sudah cukup lama saya nda menulis pada blog pribadi saya ini. Tulisan yang seringkali menggambarkan kegundahan hati, cie..

Maklum, sebagai orang introvert, lebih sering saya menuliskan daripada bercerita. Eh, nulis blog tapi klo ada pembaca rutin, jadi ketahuan publik juga ya?

Tentu tidak, kan hanya beberapa topik yang memang saya mau bagikan dan siapa tahu topik tersebut sedang atau pernah Anda alami juga.

Jadi tanpa berusaha untuk menggurui siapapun, ya saya tuliskan saja. Anda dapat mengambil manfaat atau insight dengan pengalaman atau unek-unek yang saya hadapi.

Muncul disaat saya Sakit

Iya, terkadang kalau kita sedang ingin berpikir mengenai masa depan kita, pastilah jarang saat kita sedang sibuk-sibuknya.

Kali ini saya diberikan Tuhan untuk beristirahat sejenak setelah seminggu sebelumnya saya dan keluarga berkunjung ke beberapa kota di Jawa Tengah.

Seminggu jalan dan seminggu kemudian diberikan waktu istirahat Tuhan dalam bentuk sakit.

Dimana semua pekerjaan sedang lagi kecepatan yang tinggi-tingginya.

Wah, Perfecto (meminjam istilah kopi buatan Bang Jody ya).

Dalam hati saya berpikir, “Maksud Tuhan apa nih? Kok saya dan sekeluarga dikasi penyakit yang lagi happening ini, padahal sudah ini, sudah itu, masih saja kena!”

Biasa, mental block manusia yang selalu mengandalkan dirinya sendiri.

Tapi akhirnya saya mendapatkan pencerahan, Tuhan mau saya berpikir lebih jauh sedikit, bukan dari jarak dekat terus.

Ok, pesan sponsor dulu, jangan lupa mampir pada tulisan saya sebelumnya, salah duanya ada dibawah ini ya. Thank you.

Persimpangan Dilema

Aplikasi Project Management: Pengertian dan Manfaatnya

Maksud Tuhan untuk Kesempatan Berpikir Kedepan

Lanjut ya, sambil ditemenin lagu teh Oca (Rossa) via Spotify, mari kita lanjutkan syurhatan kali ini.

Menilik perjalanan saya dalam hidup kebelakang, ternyata hampir 90% hidup saya itu selalu berkutat pada yang namanya bisnis dan bisnis.

Ok, it’s good by the way, but when you’re realized your not young anymore Daru, you have to think about your future, not your business alone.

Itu yang ternyata jadi pikiran saya selama saya sakit.

By the way, sakit saya ini, yang bisa membuat Aplikasi PeduliLindungi teman-teman jadi ada “Dark Theme” nya, adalah varian terbaru (secara anak IT gitu, maunya latest release) yang menyerang kepala dengan tingkat sakit kepala yang luar biasa.

So, be aware ya teman-teman.

Saya lanjutkan ya.

Menjelang umur saya yang akan ganti angka digit dibagian depannya, cita-cita saya adalah saya bisa membangun bisnis yang ready to scale and fly without me on it.

Nice dreams isn’t?

But the problems adalah bisnis saya (atau mostly bisnis lain juga) yang rely on people skills and owner skills tidak akan bisa semudah itu Vincenzo.

Start from 2009, with no plan, no money, no network, everything just based on trial and error.

Dan bisa survive sampai sekarang, akhirnya saya berkaca, not bad lah Ru. Bisa gaji beberapa karyawan, pernah masuk top partner dan contributors untuk SEA and Indonesia region.

And suddenly you’ve got this “Sick” and even you nda bisa tandatangan. Kacau.

Musti puter otak lagi.

Kesimpulan dari Kesempatan Berpikir Kedepan

Bagian part kesimpulannya:

Sebagus apapun bisnis Anda, always prepare good and dependables team on your back

True dan saya bersyukur banget sama Tuhan dan tim saya.

Mereka mau backup saya dengan daily task dan meeting – a lot of meetings yang sometimes kita memang harus, apa ya istilahnya, kasi panggung untuk mereka tampil, jikalau tiba-tiba, you’re not there anymore.

Simplyfied your process and train your team to mastered it

Bisnis saya sulit, rumit dan kompleks. Andaikan saya bisa membuatnya semudah dan sesimpel mungkin, I WILL DO IT RIGHT AWAY.

Konsultan Boss, beda sama mungkin punya pabrik kerupuk? hehehe, we never knows.

Apa maksudnya, It’s okay you want to learn anything in the world and make you satisfied sama dahaga ilmu, but, it’s not the path to be wealthy.

Contohnya saya, you named it, I know a lot about business process for several business, but the question is? Can you monetize that knowledge?

And so do your team, train them with your simple process and make them good at it. Repetitive makes perfect, kata mbah google bilang.

Last but not least, Try to Be the best at you Good at it.

Ini yang saya nda yakin nda pede.

I want to master everything. But not that the point. Terus terang saja, stress saya terus-terusan tinggi dengan adanya deadline and more deadline coming.

Apalagi tim saya, keluarga saya dan yang mungkin ngeliatin muka saya ikutan stress hehehe.

And I want to change it. I want to be the best or perfect that I’m good at it. Sisanya?

Berikan ke orang lain.

I think I’ve talk to much 🙂

Terimakasih untuk waktunya mendengarkan keluh kesah saya.

Karena pada point terakhir, I want to share my dreams and task to bring my business and maybe yours, please DM gw klo bisa bantu dibidang apa dan how we can collaborate.

Setuju?

Salam sehat selalu!

Daru