Terimakasih Tahun 2022

Terimakasih Tahun 2022

Terimakasih Tahun 2022
Pic by Canva

Terimakasih Tahun 2022

Selamat pagi, apakabarnya? Saya harap teman-teman semua dalam kondisi yang baik dan sehat ya.

Tidak terasa sudah dipenghujung tahun 2022, tanggal 31 Desember 2022.

Dimana besok sudah 1 Januari 2023.

Dan tentunya saya harus menulis pada momen kali ini, tulisan di akhir tahun 2022, sambil menyambut tahun baru 2023.

Flashback Tahun 2022

Tahun 2022 merupakan tahun yang cukup menantang untuk saya, bisnis dan kehidupan.

Tantangan dan permasalahan datang silih berganti.

Bagaimana dengan Anda semua? Tentunya sama bukan?

Ada cerita bahagia, ada cerita yang membuat sedih dan terkadang hampir putus asa.

Tapi tentunya semua harus dijalani, dihadapi dan keputusan-keputusan itulah yang membuat kita semua bisa bertumbuh dan maju kedepan.

Sambil menulis blog ini dan mendengarkan “Pesan Terakhir” -nya Mba Lyodra, nah saya mau kita semua mempersiapkan diri kita, masing-masing untuk menapaki 2023.

Persiapan Menuju 2023

Nikmati hari ini sebagai hari terakhir kita di tahun 2022, bersama keluarga atau rekan kita.

Sambil mempersiapkan waktu dan diri kita kedepan menyambut 2023 nih.

Persiapan nya apa aja?

Kalau saya nih, saya akan mulai dengan bersyukur.

Bersyukur

Kayaknya, lebih tepatnya bukan kayaknya sih, tapi pastinya, tahun 2022 saya jalani dengan penyertaan Tuhan dan support system saya.

Tuhan bekerja melalui keluarga saya, rekan-rekan di Sunartha (kantor saya), client dan prinsipal, dan melalui banyak orang yang hadir mengisi waktu saya di tahun ini.

Semua harus saya terima dan bersyukur untuk pelajaran berharga ini.

Di tahun 2023 saya harus tetap bersyukur meskipun banyak orang bilang tahun 2023 lebih banyak tantangan lagi.

Adaptasi

Iya, tanpa adaptasi dan keinginan berubah di tahun 2023, sepertinya hasil yang kita harapkan akan seperti itu-itu saja. Anda nda pengen juga kan?

Melakukan perubahan itu sulit. Contohnya komitmen untuk olahraga saya di 2022 sangat-sangat buruk. 2023 saya mau merubah itu.

Juga dengan tujuan bisnis, goals pribadi dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Eksekusi dan Evaluasi

Target, strategi dan apapun itu nda akan terjadi tanpa adanya eksekusi dan evaluasi.

Pelajaran yang tetap relevan tentunya. Melakukan monitoring secara rutin untuk kegiatan dan pencapaian kita.

Yang rugi siapa kalau kita nda bisa? Ya kita sendiri bukan? (sambil nunjuk diri sendiri).

Yuk kita bisa jalani bareng ya.

Tentunya saya promosi artikel-artikel lain yang ditulis oleh saya sendiri dan tim nih. Jangan lupa support ya.

Siapa ideal customermu?

Cara login Tableau melalui License Management Tableau

Sukses untuk kita semua ya di tahun 2023. Enjoy your 2022.

Daru

Siapa Ideal Customermu

Siapa Ideal Customermu

Siapa Ideal Customermu
Pic by Canva

Siapa Ideal Customermu

Pertanyaan yang ketika saya mengikuti sesi incubator Ideacloud.

Hai, salam kenal. Saya Daru, bagi Anda yang baru aja mampir atau yang sudah sering mampir ke tulisan-tulisan saya yang lain.

Seringkali saya berbagi mengenai apa yang ada dipikiran, bisnis, ide-ide maupun tips terkait produk dan layanan yang dimana tempat kerja saya, Sunartha miliki.

Nah, get back to topics.

Siapa sih ideal customer kita? Simple questions, tapi nyari jawabannya harus pake riset dulu nih.

Kenapa tidak? Kalau sampai salah jawab, yang ada bisnis kita nda akan kemana-mana malah stay ditempat.

Siapkan camilan dan segelas kopi sambil kita jalani satu persatu ya bahasannya.

Bisnis dan Customer

Ok, congrats bagi teman-teman yang sudah membuka bisnis baru. Bisnis untuk bisa bertahan dan berkembang, harus punya yang namanya customer.

Setuju dong ya?

Sama nih dengan cari yang namanya pasangan, kita tentunya butuh dan senang kalau dapat pasangan or customer ideal kan.

Tinggi, putih, ganteng/cantik, baik dan seterusnya. Kalau itu pasangan ya.

Nah kalau customer bagaimana?

Pastinya kita harus menentukan dulu dong, layanan dan produk kita itu fokusnya kemana?

Contoh Sunartha ya, kita menentukan kalau bisnis kita itu akan melayani para pemilik bisnis atau management suatu bisnis mempermudah mereka mengelola dan melakukan analisa terhadap data-data yang dimiliki.

Masih luas tuh ternyata. Harus lebih spesifik lagi, misalkan yang diharapkan adalah pemilik bisnis yang merupakan generasi penerus dari bisnis-bisnis orangtuanya.

Dan seterusnya. Kita harus punya sampai dengan profiling mereka.

Misalkan, suka cari info via media apa, hangout-nya dimana, sekolahnya dimana dan seterusnya.

Kok jadi mirip stalking gebetan ya? He3, betul. Bisnispun sama kok.

What’s Next Mas?

Ok, coba sambil kerjakan list diatas, berikutnya kita akan mencari dan mencoba menemukan, kalau ditempat saya, pain point (titik kerumitan dan masalah yang mereka hadapi).

Saya setuju dan senang sekali sama brand “Tolak Angin”. Secara kemarin nginep disalah satu hotel group di Semarang.

Kalau bisa ambil merek “Tolak Miskin” kayaknya laku deh motivator atau bisnis opportunities hehehe.

Balik lagi ya. Tolak angin langsung memberikan solusi atas masuk angin, kembung dan gejala nda enak yang kita rasakan kalau lagi berpergian.

Kita juga harus punya tuh solusi atas permasalahan itu ke ideal customer kita.

Begitu cocok, tinggal bagaimana teman-teman ngemas utk segera closing atau terjadi transaksi.

Dan saya juga baru tahu, tidak semua orang itu client kita atau customer ideal kita.

Kesimpulan – Siapa Ideal Customermu

Betul, tidak semua orang atau semua bisnis itu customer ideal-nya Sunartha.

Makanya kita coba spesifikan pada tiap produk yang kita miliki, coba improve terus persona dan target dari calon ideal customer kita.

Sudah dapat insight toh dari sharing kali ini? Sip, mantab.

Silahkan dipraktekkan ya.

Feel free to reach out saya atau tim saya untuk diskusi mengenai improvement process bisnis ditempat Anda.

Daru

Pesan sponsor dulu:

Bagaimana sih cara kita menggunakan Project Management tools pada perusahaan logistik, bisa dibaca disini yuk infonya.

Bisnis manufaktur atau pabrik dan bagaimana cara masalah dan tipsnya? Simak disini ya.

Kesempatan Belajar di Ideacloud

Kesempatan Belajar di Ideacloud

Kesempatan Belajar di Ideacloud
Pic taken by Panitia Ideacloud

Kesempatan Belajar di Ideacloud

Selamat hari sabtu bagi teman-teman yang membaca blog saya kali ini.

Jadi kesibukan saya, diminggu ini, hari Jumat dan Sabtu saya diisi oleh kegiatan Ideacloud di Surabaya.

Wah, kok mainnya jauh Mas sampe ke Surabaya segala?

Iya, karena saya ikut kegiatan Ideacloud yang dimotori oleh Pak Hermanto Tanoko (owner AMDK brand Cleo dan bisnis lainnya adalah Avian plus semua grup usaha Beliau), Coach Roby dan Coach Denny Santoso.

Oiya tidak lupa Bu Belinda juga ikut hadir 🙂

Ok, so, apa sih Ideacloud ini? Kok ikutan dan bukannya malah jalan-jalan di Surabaya?

Jadi begini ceritanya, karena saya ikut menjadi peserta Ideacloud Conference ditahun ini, saya penasaran mengikuti sesi lanjutannya yaitu Ideacloud Incubator.

Jadi disesi inkubator ini, kita seperti mengikut mini MBA session dengan topik-topik yang relate dengan entrepreneurship dan diberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab dengan para mentor dan coachnya.

Kedua sesi tersebut dibagi dengan hari jumat, kami batch 7 Ideacloud diberikan kesempatan untuk visit 2 factory milik Pak Hermanto, yang pertama adalah pabrik Air Minum Cleo dan yang kedua adalah pabrik Cat Avian.

Lumayan seru sih, secara saya sudah lama nda pergi jalan-jalan seperti study tour sejak jaman sekolah dahulu.

Dan tentunya mengunjungi pabrik tetapi bukan karena pekerjaan ya, soalnya kalau saya ke pabrik tertentu, biasanya kerja karena implementasi sistem atau pitching sistem ke calon client.

Apa yang Didapat?

Sebelum saya beritahu apa aja yang saya dapatkan dari sesi di Surabaya ini, mampir dulu ya di artikel saya seperti berikut ya: Siapa takut jadi salesperson?

Oleh-oleh yang didapat dari sesi bersama selama 2 hari di Surabaya:

Mental

Yes, pelajaran mental yang terutama.

Dari sini saya bisa tahu bahwa bagaimana mental pemilik bisnis yang berorientasi pada result, always improve process dan bagaimana terus mencari opsi-opsi untuk memajukan usaha.

Apalagi yang cerita masuk dalam circle top richest man di Indonesia, jarang-jarang banget kan?

Knowledge

Ya, ilmu yang didapat cukup beragam dari berbagai bidang keilmuan dari masing-masing coach.

Tentunya harus bisa dipraktekin dong ya, kalau nda ya nda ada gunanya untuk bisnis kita.

Rumus growth itu sudah harga mati.

Tapi tiap bisnis dan industri tidaklah sama, bagaimana masing-masing owner bisa improve dan refined strategi sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.

Friends and Relation

Coba bayangkan kalau 1 batch sesi ini dihadiri oleh 70an orang yang most of them adalah pemilik bisnis, pasti seru bukan?

Iya dong, kan jarang-jarang tuh ketemuan sesama pemilik bisnis apalagi dengan latar belakang industri yang berbeda.

Yups, glad ikutan acara ini sih, banyak oleh-oleh yang didapat.

Tetapi harus segera praktek dan jalanin nih, kalau nda ya cuma main-main aja dong ya.

Kalau yang mau berkenalan dengan saya dan mau private discussion saya terkait bisnis proses, implementasi sistem seperti ERP, Project management dan BI Tableau, boleh lho DM ke Linkedin saya ya.

Bicara tentang Smartsheet, coba mampir di artikel ini ya: Smartsheet dan cara mengelola Project IT

Daru

note: kantor saya, Sunartha masi nyari lho tim yang semangat belajar dan semangat mencari uang wkwkw, tertarik join? Gabung disini ya: Career with Sunartha.

Atau bagi Anda yang sedang mau tahu informasi tentang Tableau, bisa lho hubungi Tim saya, Mba Euis disini: Hubungi Kami sekalian tanya, promonya apa nih Mba untuk training akhir tahun? Sip.