Akuntansi : Antara Cinta dan Benci

No category

Akuntansi : Antara Cinta dan Benci.

Itulah yang saya alami waktu saya mengenyam bangku sekolah dahulu. SMA dan Kuliah. Perasaan saya kepada akuntansi, antara cinta dan benci. Lebih tepatnya banyakan bencinya sih he3…

Kenapa benci? Tugasnya itu lho. Buaaaanyak sekali. Dan tahu kenapa saya benci sama yang namanya akuntansi? Ya, masih menggunakan sistem manual. Kertas, tip-ex (aduh ketauan umur nih mainannya tip-ex) dan bolpen. Dan tahu sendiri kan yang namanya ledger (buku besar) dimana kerta folio panjang dan kita musti lakukan jurnal pada setiap transaksi yang ada. Masya Allah wkwkw…

Tapi itu dulu, sekarang? Masih benci juga kok hahaha… nope. Sekarang agak menyukai sediki-sedikit. Kenapa? Karena bidang saya itu. I’m made my living from that thing, accounting things. Maaf apabila ada typho dan salah grammar dari tulisan saya, biasanya salah seorang pembaca setia blog saya akan mengomentari atas hal ini. Monggo he3..

For your information, saya ini lulusan IPB (Jokes-nya yang dibenci oleh alumni IPB sendiri adalah Institut Plexibel Banget). Yeah i know, in real life, we have to be more flexible. Not rigid as steel but flexible as rubber (ngaco…). Tapi ada benarnya dan ada salahnya. Benarnya adalah saya merupakan produk ke-flexibel-an IPB. Salahnya adalah saya merupakan lulusan fakultas pertanian. And baru tahunya saya adalah pertanian is huge. just like teknik, is HUGE.

So, balik lagi ke kebencian dan kecintaan saya terhadap akuntansi. Benci karena sedari awal saya diajari dengan hal yang menjemukkan dan menyebalkan tentang akuntansi. Yaitu jurnal. And you know what, in real life, most of all softwares do that “jurnal” things for you. So, why don’t you teach some Undergraduates with that kind of easiness. Ha3… tapi setelah itu, saya tahu bahwa yang diajarkan adalah logic accounting, bukan teknik menjurnal dsb.

Ok, kemudian apa? Accounting is a good to know if you’re doing business and investing. It’s all about numbers. Umpanya dokter lihat hasil rotgen, investor atau business owner langsung tahu apa yang salah diusahanya. So, accounting is a must. Tapi ga perlu tau sampe sedetail-detailnya, (klo mau tahu sih gpp jg keleus) cukup informasi apa yang dibutuhkan untuk decision maker.

Contoh, sales report vs cost report ada lho di Profit and Loss. Posisi hutang dan piutang, ada di neraca. and the last thing is cashflow. Semudah membaca dan as a business owner kita harus bisa membetulkan yang “kurang” tepat dengan strategi kita.

So, klo saya ditanya sekarang, benci atau cinta dengan accounting? mungkin jawabannya adalah benci2 cinta hahaha…

Mudah-mudahan memberikan pencerahan bukannya pengkusutan pikiran.

Regards,
Daru

yang mau berkenalan dan diskusi lebih lanjut, bisa add linkedin saya ya.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + nine =