Benchmarking Bisnis, Perlu Tidak Sih?

No category

Benchmarking Bisnis, Perlu Tidak Sih?

Selamat pagi. Selamat hari minggu. Hari yang cerah untuk menulis dan menuangkan ide atas seminggu kemarin aktivitas yang sudah dijalani. Sambil dengerin lagu Fifth Harmony – Work From Home, mari kita mulai ya 🙂

Benchmarking bisnis kita dengan bisnis orang lain, perlu nda sih? Kalau menurut saya, perlu. Pasti ada yang menjawab ketus dalam hati, artinya kita iri sama bisnis orang donk Mas? Ada betulnya, tapi klo dari sisi saya, bukan itu tujuannya. Bukan iri dan bukan dengki, caelah he3.. opo seh (medok orang suroboyone keluar)

Tujuan saya nulis ini hanyalah untuk kepentingan evaluasi bisnis kita semata dibandingkan dengan bisnis temen-temen kita. Kenapa evaluasi itu penting? Buat saya penting karena saya mau bisnis saya maju. Hayo siapa yang sukanya jalan ditempat dan ga maju2? (ini kayak HTS aja Hubungan Tanpa Status) he3…

Contoh simpelnya begini ya. Saya jualan baju distro dan teman saya let’s say namanya Udin jualan bakso. Kita mulai sama-sama, baik dalam tahun buka dan modal yang secukupnya. Nah, tiap tahun saya pastinya akan berkunjung ke kedai bakso Udin ini, selain baksonya enak bonus ngobrol pula.

Sambil becanda tentang masa lalu dan kelucuan2 saat muda dulu, pasti kita saling tanya donk. Gimana bisnis? Sekarang sudah berapa outlet? Omset sudah berapa? Nah, dari situ saya bisa tahu, gimana bisnis saya dan bisnis Udin ini.

Bukan saya ngiri ke Udin dan akhirnya pengen buka usaha bakso, tapi yang saya mau tahu adalah bagaimana “Caranya” Udin mengembangkan bisnisnya. Misal omset saya cuma 100 juta per bulan sedangkan Udin udah 300 juta per bulan. Pasti saya tanya donk, gimana Broh (pake h kesannya akrab ga sih? he3) caranya? Ajarin donk? Gitu kan?

Nah, dengan begitu, kita bisa saling sharing ide dan eksekusi dari bisnis masing-masing. Macam belajar kelompok aja. Cuma beda komoditi aja (produk/jasa). Siapa tau ide nya Udin bisa dipake di bisnis saya yang baju distro (atau sebaliknya).

Setuju nda dengan idenya? Amin klo setuju mah he3. Di dunia nyata, saya selalu mencoba meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman2 saya yang nyemplung didunia usaha. Bahkan client saya juga. Kenapa? Karena saya butuh benchmarking. Saya butuh tantangan dan saya butuh pembelajaran.

Dulu waktu kuliah, dosen dibayar oleh kita untuk ngajari kita. Sekarang waktu usaha, kita musti rajin-rajin cari “kampus kehidupan” agar tambah pinter. Betul atau betul? Nah, yang saya tahu dan pahami, pengalaman orang lah yang bisa jadi sumber inspirasi dan pengetahuan kita.

So, pertanyaannya kembali, Benchmarking Bisnis, Perlu Tidak Sih? Bisa menjawab langsung kan?

Regards,
Daru

Kalau butuh diskusi untuk bisnis rintisan (startups) bisa hubungi saya via email atau linkedin saya ya.

 

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 8 =