Blog : Menikmati dan Dinikmati

No category

Blog : Menikmati dan Dinikmati

Tujuan yang jelas membuat kita mampu mengarahkan semua daya dan usaha ke satu arah tersebut. Saat ini, saya mempunyai tujuan secara rutin menulis blog (pribadi dan kantor) 5 artikel setiap bulannya. Dan teryata, susah juga saudara-saudara he3…

Tetapi menariknya adalah dengan tujuan tersebut, semakin lama kemampuan kita semakin terasah, mirip-mirip pisau gitu lah. Awalnya nulis satu artikel aja susahnya minta ampun. Butuh 30-45 menit untuk mikir, apa ya kira-kira yang menarik untuk ditulis.

Namun semakin kesini, ternyata hal itu tidak perlu dipikirkan lagi. Lho, kenapa begitu? Akhirnya saya lebih suka ke pikiran yang mengalir aja. Saya suka dengan topik apa, trus coba aja ditulis. Makanya gaya bahasa dan penulisan bener-bener tidak sesuai EYD (jaman kapan tuh masi pake EYD, ejaan yang disempurnakan) wkwkw..

Yang kedua, dengan menulis blog, saya jadi bisa menikmati blog orang. Yang tadinya saya baca tulisan orang secara screening aja. Saat ini saya coba memahami konten dan kesulitan beliau-beliau penulis blog untuk mencurahkan kata dan pikirannya kedalam tulisan.

Ada blog yang sering saya baca untuk urusan bisnis dan ngomporin orang, yaitu strategimanajemen.net Beliau ini benar-benar (Mas Yodhia) sangat fokus dan konsisten dalam menuliskan ide-idenya. Banyak tulisannya yang menjadi sangat viral karena kekocakannya dalam mengemukakan pendapat dibungkus dalam bidang-bidang manajemen.

Tidak mudah, itu betul. Namun semua yang mudah kan tidak seru bukan? Seperti itulah yang saya selalu sampaikan ke prospek yang bilang, prosesnya akan sulit atau apakah mungkin?

Semakin ditantang diri kita, maka semakin keluar potensi diri yang terpendam. Namun kita juga harus tahu diri juga, jangan menantang dengan hal yang sangat jauh dengan kemampuan. Contoh sederhana, mau punya blog sendiri, mudah kok, setiap pagi nulis seperti diary. Barang 300 kata lah. Mulai dengan sedikit, lama-lama menjadi kebiasaan toh.

Menulis ini membuat saya juga tersadar kalau semuanya perlu proses. Tidak bisa instan, bahkan mie instan aja perlu dimasak. Barusan baca blog dari Mas Yoel, disitu dituliskan bagaimana memahami proses menunggu.

Mari menjalani hari ini dengan lebih baik ya. Tulisan ini hanyalah “grundelan” (pikiran-bahasa jawa) diri saya sendiri he3…

Regards,

Daru

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − five =