Memilih Bisnis Model

Memilih Bisnis Model

Memilih Bisnis Model
Pic Source: tuzzit.com

Welcome

Baik, selamat datang lagi diblog rutin saya. Bagi Anda yang baru pertama kali mampir, tidak apa-apa. Silahkan membaca beberapa artikel yang sudah saya tulis tentang bisnis, tools bisnis dan mungkin ide-ide saya.

Baru menulis kembali dikarenakan WFH ini cukup menyita waktu saya untuk mengurus operasional bisnis.

Oiya, bisnis saya full WFH. Bagaimana dengan bisnis Anda? Apakah berencana untuk terus WFH atau sudah masuk kembali or WFO?

Apapun itu, saya harapkan yang terbaik untuk Anda, bisnis Anda dan tentunya tim Anda. Terus patuhi protokol kesehatan yang ditetapkan dan jaga terus kesehatan Anda.

Ingat, kurva Covid masi terus tinggi, jadi tetap jaga kesehatan ya. Mudah-mudahan kondisi ini segera membaik untuk kita semua.

Memilih Bisnis Model – Sebuah Cerita

Hari jumat kemarin, saya sempat berbincang dengan prinsipal saya. Yups, kami merupakan partner resmi untuk implementasi Acumatica di Indonesia.

Nah, disela-sela kami berdiskusi, ada hal atau obrolan yang menarik yang saya dapatkan. Salah satu rekan/partner kami yang ada di negara lain, berencana untuk melepaskan kepemilikan usahanya.

Kenapa, tanya saya? Padahal yang saya tahu, partner tersebut cukup banyak melakukan aktivitas bisnis dan tentunya tidak sedikit customer dan dana yang sudah didapatkan, menurut saya dalam hati.

Ok, ternyata jawabannya cukup mengejutkan saya.

Bisnis model yang dijalankan tidaklah cukup untuk menutup biaya overhead karyawan dan tim yang menjalankan bisnis.

Nah lho, saya jadi tambah bingung. Bagaimana bisa? Tanya saya kemudian.

Ternyata beliau tidak menagihkan jasa yang seharusnya dan sebaiknya dilakukan kepada customer.

Mudahnya seperti ini, apabila Anda mempunyai bisnis jahitan. Apabila customer minta ada perubahan atas desain awal yang disepakati, tentunya Anda akan meminta imbalan atas jasa bongkar tersebut bukan?

Yes, pasti Anda akan jawab tersebut. Tetapi kenyataannya berbeda. Dia tidak melakukan itu.

Ok, saya mungkin tidak mengetahui real case apa yang terjadi tetapi saya jadi teringat dan bertekad untuk menulis tentang topik bisnis model ini.

Apa Insightnya Untuk Kita

Model bisnis. Sesuatu hal yang baru-baru ini cukup terkenal karena banyaknya startup yang bermunculan dengan mengacu model bisnis yang tidak lazim.

Saya biasanya diskusikan dengan istilah konvensional bisnis versus new model bisnis.

Mungkin Anda tahu ya, bisnis konvensional. Fokus pada profit dari awal usaha, jangan ekspansi berlebihan sehingga bisnis akan fokus pada kekuatan internal untuk pengembangan.

Lain halnya dengan new model bisnis dimana tidak ada masalah untuk kerugian, tetapi pada akhirnya biar data yang berbicara dan pada sekian tahun, profit akan didapatkan juga.

Lari sekencang mungkin, kuasai market, ambil pendanaan dan menjadi yang paling besar diindustri yang dijalani.

Lalu apa salahnya? Yes, salahnya adalah, tidak semua bisnis dapat menggunakan model bisnis yang sama.

Contoh bisnis jasa, limitasinya adalah kemampuan tim untuk menghasilkan output. Sama halnya dengan pabrik, pasti limitnya adalah kapasitas produksi.

Pertanyaannya

Lalu pertanyaannya, bagaimana kita dapat memilih model bisnis yang tepat? Betul nda?

Ya, biasanya diawali dengan hipotesa, dari bisnis-bisnis sejenis yang ada duluan. Sebagai catatan kalau sudah ada bisnis sejenis ya.

Dan kalau belum ada, mungkin Anda akan harus memilih yang menurut Anda tepat, meskipun nanti ditengah jalan Anda bisa pivot (berganti strategi).

Seperti tulisan saya ini nih: Memulai Bisnis Lagi bagaimana kita dapat memulai bisnis lagi dan belajar dari pengalaman kita.

Nah, berkaca dari pengalaman itu, jadi pekerjaan rumah saya nih, menentukan bisnis model yang tepat untuk bisnis saya yang lain kedepan.

Apakah bisa menggunakan opsi yang sudah ada, atau total beda agar ada uniqeness. Jadi inget, berbeda mempunyai peluang lebih baik dari sekedar lebih baik saja.

Berbicara itu, akhirnya saya dan tim membangun ini nih di Acumatica: Silahkan baca linknya dibawah ya:

Pengajuan Uang Muka Perjalanan Dinas menggunakan Acumatica Cloud ERP.

Atau, kalau Anda ingin berdiskusi dengan tim saya tentang bagaimana penerapan metode atau tools yang akan membuat bisnis Anda jadi “Lebih Beda” coba kontak Mba Euis dinomor Whatsapp berikut 0815-8690-2500 

Iklan dulu boleh ya

Oiya, jadi inget, hari ini kami sudah melaksanakan Belajar Tableau dari Rumah dan ternyata yang mengikut acara tertarik banget mendapatkan ilmu baru.

Kalau Anda tertarik untuk mencobanya, bisa lho coba dulu Tableau ditautan berikut: Download Tableau Trial

Sukses untuk kita semua, mudah-mudahan tulisan saya bermanfaat ya.

Salam,

Daru

Artikel terbaru saya ya: Pengalaman Memulai Bisnis

Sama berbagi ilmu membuat chart keren di Tableau: Lollipop Chart

3 Replies to “Memilih Bisnis Model”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 16 =