Apa Tugas Konsultan ERP

Apa Tugas Konsultan ERP

Apa Tugas Konsultan ERP
Pic Credit : @cottonbro

Welcome, Jobseeker

Hi dan halo bagi Anda yang mampir ke tulisan saya kali ini, karena tertarik sebenarnya apa pekerjaan konsultan ERP itu?

Baik, sebelum kita mulai, saya mau menyambut yang baru pertama kali berkenalan dengan saya, Daru dari Sunartha.

Saya sering berbagi tentang topik mengenai bisnis, ERP dan tools kekinian lainnya yang menurut saya harus dibagikan untuk membantu para pelaku bisnis maupun organisasi lain, tambah baik dan maju kedepannya.

Tulisan kali ini saya ambil dari pengalaman saya sendiri, dan juga mungkin beberapa artikel yang saya baca dan menurut saya menarik untuk diinformasikan kepada pembaca blog kali ini.

Jangan lupa mampir dan baca tulisan saya yang lain ya seperti dibawah ini. Biasanya saya promosi diakhir, tapi kali ini saya mau promosi diatas saja. Ok?

Terimakasih lho yang mau mampir. Klik dan masukan Anda sangat berharga untuk pengembangan blog ini kedepan.

Bekerja Disaat Pandemi.

Webinar Tableau Series: A Measure to Succeed in the Digital Era

Apa Tugas Konsultan ERP

Baik kita mulai ya. Bagi Anda yang belum terbiasa dengan istilah ERP, nanti saya sertakan link ya yang membahas tentang ERP.

Bagi Anda yang sudah tahu, boleh dong dikasi masukannya ke saya, topik ERP apa yang menurut Anda perlu saya bahas lagi kedepannya. Kadang dibantu untuk ide, cukup menyenangkan lho.

Tugas konsultan ERP, utamanya adalah membantu sebuah organisasi yang mempunyai aktivitas implementasi program ERP itu sendiri.

Ya, itu tugas utamanya. Nah, dari tugas utama itu, kita bisa bagi menjadi beberapa task (runutan tugas) yang disaat implementasi sistem, kita akan dalami diartikel kali ini.

Aplikasi ERP menurut saya pribadi, bukanlah aplikasi yang bisa langsung digunakan seketika Anda melakukan instalasi.

Jadi, tahapannya cukup rumit seiring kompleksitas bisnis dari organisasi itu sendiri.

Coba bayangkan, kalau ada implementasi sistem yang bisa menahun durasinya, segitu kompleksnya bisnis yang akan dimasukkan kedalam aplikasi ERP.

Tetapi tahapan tugas bisa dimulai dari ini kok untuk konsultan ERP:

Asesmen atau melakukan pengecekan alur bisnis, data dan dokumen

Setiap organisasi, pasti akan berkaitan dengan data, dokumen, alur kerja bukan? Nah, tugas awalnya konsultan ERP akan melakukan survey, asesmen, interview dan aktivitas pencatatan alur tersebut sehingga mereka paham dengan customer yang ingin diimplementasikan.

Mudah? Tentu tidak. Coba bayangkan Anda melihat organisasi besar seperti Pabrik Kendaraan Bermotor. Seluruh bagian perlu dilakukan evaluasi dan dianalisa.

Kemudian muncullah dokumentasi seperti blueprint atas bisnis itu sendiri. Dan tentunya, karena modul ERP cukup banyak, seringkali dibutuhkan tim yang tidak sedikit juga ya.

Kembali lagi tergantung pada scope pekerjaan dan kompleksitas bisnis itu sendiri.

Konfigurasi dan Testing

Setelah tahu apa yang dikerjakan dan alur bisnisnya, konsultan ERP akan melakukan konfigurasi atas aplikasi yang mereka gunakan untuk menyesuaikan kepada alur kerja yang ada.

Maka dari itu seringkali ada istilah “Best Practise” dimana bisnis yang akan coba mengikuti alur sistem. Tetapi pada kenyataannya seringkali setiap bisnis itu unik.

Ya, unik alurnya, unik people dan manajemen didalamnya. Karena mereka punya keunikan tersebut, pada satu titik, bisnis terkadang menghendaki adanya penyesuaian sistem kepada keinginan mereka.

Kita namakan itu “Gap“. Jadi definisi disini adalah perlunya modifikasi atas sistem untuk menyesuaikan bisnis proses suatu organisasi.

Kalau sudah dikonfigurasi, seperti yang kita tahu, perlu diadakan testing atau ujicoba secara runut dan baik untuk memastikan konfigurasi yang kita miliki sudah tepat.

Nah disini diuji cukup banyak tuh, mulai dari proses entry, proses output data yang dihasilkan, printout form dan report bahkan sampai ke proses jurnal.

Cukup menantang bukan profesi konsultan ERP? Cukup seru kalau menurut saya.

Oh iya, seringkali juga kita harus berdiskusi dengan tim customer yang pengalamannya cukup banyak dan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Maka dari itu diperlukan skills seperti komunikasi dan fokus atas diskusi yang dibawakan.

Saya minum dulu ya, cukup banyak nih tulisan kali ini.

Promosi lagi boleh ya. Mampir diacara Webinar kali ini ya. Seru nih acaranya bahas tentang data.

Daftar webinarnya: disini

UAT dan Training

Setelah proses testing dilakukan, masuklah kita ke proses UAT (user acceptance test) dimana setiap kegiatan testing yang sudah bersifat final, akan dilakukan persetujuan oleh users (pengguna ERP).

Checklist dan seluruh testing scenario akan dicoba disini. Mana aktivitas yang bisa dilalui, mana yang tidak dan segala outputnya akan dicatat dan dijadikan bahan dasar untuk proses training.

Ya, training atau pelatihan pengguna untuk users akan menjadi tahapan sebelum proses berikutnya kita lalui.

Disini setiap pengguna pada aplikasi ERP akan memasukkan data, melihat proses data dan keluaran yang akan tersimpan kedalam sistem ERP.

Kompleks? Sabar, emang begitu pekerjaannya. Tetapi kalau memang Anda tertarik, bisa tuh bergabung dengan kami di Sunartha, bagian carreer, kami masi open untuk beberapa lowongan kerja lho.

Mau sekarang isi data? boleh, sabar, ini linknya ya: Apply and Join with Sunartha

Serunya, sekarang proses training ini bisa dalam bentuk online dan video lho. So, temen-temen Sunartha sudah biasa tuh buat sesi recording.

Go-Live dan Support

Akhirnya, saat yang dinantikan sudah tiba. Go-live artinya sistem sudah digunakan oleh customer dan mereka bisa melakukan seluruh aktivitas di ERP system.

Tetapi, sebelum go-live, biasanya konsultan ERP akan memasukkan seluruh master data kedalam sistem ERP. Apa saja tuh master datanya?

Cocok nih untuk bahan tulisan berikutnya. Nanti baca lagi ya.

Support? Ya, ada tim konsultan yang akan bantu dari sisi penggunaan aplikasi ERP itu sendiri. Namanya juga sistem baru, so, bantu-bantu dan ada kendala disana sini sedikit itu pasti ada.

Penutup: Apa Tugas Konsultan ERP

Bagaimana? Sudah jelaskah tugas dari konsultan ERP?

Seharusnya sudah ya. Bagi Anda yang masih bingung, boleh lho tulis dikomentar dibawah ini atau follow Linkedin saya untuk informasi menarik lainnya.

Salam,
Daru

Bekerja Disaat Pandemi

Bekerja Disaat Pandemi

Bekerja Disaat Pandemi
Picture taken at my home office by PW.

Greetings

Selamat Pagi.

Bagaimana minggu terakhir dibulan Januari 2021 Anda? Memulai tahun baru dan akhirnya kita mulai meninggalkan bulan Januari dan memasuki bulan kedua ditahun 2021 ini.

Semoga pekerjaan, bisnis atau apapun yang Anda lakukan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan Anda. Apabila belum, mungkin Anda bisa perbaiki lagi dibulan Februari sehingga hasilnya dapat memuaskan Anda.

Turut berduka dan berbela rasa untuk rekan-rekan yang tertimpa musibah diawal tahun 2021 ini. Kita diingatkan untuk saling membantu dalam kondisi apapun ya. Apalagi disaat kondisi pandemi Covid-19 yang masih menunjukkan grafik yang belum melandai atau turun dari periode sebelumnya.

Bekerja Disaat Pandemi

Ya, topik tulisan ini yang akan saya bawa pada hari sabtu ini. Sambil bersantai dirumah, melepaskan kepenatan dan kepusingan dihari kerja, mari kita membaca tulisan ini bersama-sama ya.

Bahasannya tidak jauh dari bagaimana sih di Sunartha kalau bekerja disaat kondisi Pandemi Covid-19. Apakah tetap ada shift untuk masuk kantor, atau total bekerja dari rumah.

Dan pertanyaan berikutnya, mungkin bagaimana nih respon dari teman-teman dikantor menyikapi kebijakan yang tentunya turun dari pemerintah daerah juga. Demi meredam penyebaran Covid.

Baik kita mulai ya.

Pertanyaan pertama. Bagi Anda yang belum tahu tentang apa dan siapa Sunartha, ok, saya jelaskan dahulu ya.

Sunartha merupakan konsultan dibidang manajemen dan IT yang fokus pada penerapan teknologi yang dapat membantu mid size company (perusahaan menengah) mengelola bisnis lebih efisien melalui teknologi yang Sunartha bawa bersama prinsipal kami.

Rata-rata prinsipal yang kita ajak dalam membantu client Sunartha berasal dari luar negeri seperti US. Seperti yang kita tahu bersama, pengembangan teknologi maju pesat dari US. Namun kami juga sering memberikan “Local Wisdom” dari sentuhan teknologi yang kita bawa tersebut.

Produknya antara lain Enterprises Resources Planning (ERP) yang berbasiskan cloud, Business Intelligence (BI) dan yang lainnya seperti Project Management Tools.

Nah, setelah kita tahu siapa Sunartha. Kita membahas bagaimana kami bekerja ya.

Cara Kerja Sunartha

Meskipun kami merupakan perusahaan konsultan dan berbasis IT, kami bisa melakukan semua kegiatan operasional melalui online atau via internet.

Berbeda dengan industri lain seperti manufaktur maupun perusahaan distribusi yang harus membutuhkan tim yang standby dikantor, kami sangat berbeda.

Betul, sejak dari Maret 2020 ketika covid diumumkan dan pembatasan aktivitas dimulai, Sunartha menerapkan Work From Home (WFH) kepada seluruh tim yang ada.

Sehingga kami pun melakukan inovasi internal, bagaimana cara yang paling baik untuk mendapatkan produktivitas yang sama meskipun seluruh tim berada dirumah masing-masing.

Seperti yang kita tahu bersama, bekerja dari rumah merupakan sesuatu tantangan tersendiri bagi pekerja, kecuali para freelance ya, yang terbiasa kerja dari rumah.

Tantangan dan Solusinya

Bekerja dari rumah mewajibkan kita bekerja menggunakan internet yang cukup stabil. Dan Puji Tuhannya rata-rata tim mempunyai tempat tinggal yang mendapatkan akses internet yang cukup memadai. Setidaknya fixed line dapat ya.

Lalu tantangan berikutnya adalah mengenai koordinasi dan monitoring progress yang seringkali menjadi kendala bagi perusahaan jasa seperti Sunartha.

Karena kami perusahaan jasa yang terkait dengan timeline dan deliverables yang sangat jelas, kami menggunakan Microsoft Teams untuk koordinasi secara rutin. Ya, Anda bisa menggunakan Asana maupun aplikasi lain yang mempunyai output yang sama.

Kenapa kita menggunakan Microsoft Teams? Karena selain sudah tersedia dilayanan Office 365 kami, sehingga tidak diperlukan sign in lagi untuk aplikasi yang lain dan tentunya mudah untuk digunakan untuk seluruh tim.

Bagaimana dengan Project Monitoringnya

Nah, ini salah satu tantangan tersendiri. Karena Anda tahu, implementasi sistem tidaklah mudah dalam pengelolaan dokumentasi dan timeline. Terlebih resources yang terbatas untuk alokasinya.

Kami menyerahkan ini pada 2 produk yang kita gunakan yaitu Smartsheet dan Monday.com. Ya, kami menggunakan produk yang kami jual dan sarankan ke customer, karena apa? Karena kami ingin mendapatkan experience dan output yang diharapkan dari calon customer kami.

Dengan menggunakan kedua tools tersebut, seluruh jadwal, gantt chart dan timeline yang kritis, kita bisa pantau secara mudah. Dulu kami menggunakan excel yang dimodifikasi, pada akhirnya kami bingung sendiri dan memutuskan untuk menggunakan kedua produk diatas.

Sekalian Backendnya

Betul, operasional sudah, backend dan tim support gimana ya? Menggunakan apa. Kami menggunakan Cloud ERP Acumatica yang dimana sudah menyediakan modul dari sisi CRM, Finance, dan Project Accounting sehingga setiap project yang kita miliki akan ditrack secara jelas setiap expenses yang muncul ya.

Dan karena Acumatica cloud base, kami cukup efisien dalam membuat penawaran, BAST dokumen dan penagihan karena cukup dikerjakan sedikit orang saja dan langsung dapat dicetak maupun diemail melalui tools yang ada. Truly efisien.

Plus nya, tim tidak khawatir untuk harus ngantor terus menerus asalkan ada koneksi internet yang memadai tadi.

Kunci terakhirnya adalah business intelligence yang sudah disiapkan untuk terintegrasi secara data kesemua aplikasi tersebut. Nice kan? Jadi kami bisa mendapatkan data yang terbaru untuk semua aktivitas dan secara keuangan.

Ok, sudah kebanyakan nulisnya nih, daripada bosen, nanti kita share lagi ya untuk metode kerjanya di Sunartha yang lebih detail.

Jangan lupa baca artikel lain yang ada dibawah ini ya. Terimakasih.

Tahun baru dan resolusi.

Smartsheet Partner Indonesia.

Apabila Anda ingin berdiskusi dan ingin lebih tahu bagaimana penerapan metode diatas dibisnis Anda, silahkan untuk menghubungi saya atau hubungi tim saya dinomor whatsapp berikut ini ya: 0815 8690 2500 dengan Mba Euis.

Terimakasih dan salam sehat selalu.

Daru

Tahun Baru dan Resolusi

Tahun Baru dan Resolusi

Tahun Baru dan Resolusi
Pic Source: Purwandaru Blog Created with Canva

Tahun Baru dan Resolusi

Selamat Pagi dan selamat beristirahat bagi Anda dihari minggu yang cerah ini.

Kemarin kita mendapatkan berita duka diawal tahun 2021 dimana ada sebuah pesawat yang hilang kontak sesaat lepas landas.

Saya secara pribadi mengucapkan duka cita dan semoga segera ditemukan dan segera jelas status pesawat beserta penumpang dan kru didalamnya. Bagi keluarga yang masih cemas mendapatkan berita terbaru, semoga dikuatkan dan diberikan kesabaran dari instansi terkait ya. Amin. Gbu.

Kita lanjutkan ya tulisan kali ini membahas tentang resolusi ditahun baru 2021 ini.

Ok, tahun 2020 yang sudah kita lalui cukup dan sangat menantang ya teman-teman.

Tidak sedikit jumlah korban karena Covid-19 yang dimulai dari awal tahun 2020. Dan sampai saat ini juga pemerintah sedang berjuang keras untuk melakukan pembatasan dan juga secara pararel mendistribusikan vaksin.

Kita bantu ya semua pihak yang sedang berjuang keras seperti dokter, nakes dan pihak-pihak terdepan dengan tidak kemana-mana dulu ya atau setidaknya membatasi pergerakan kita sendiri dulu ya.

Sepertinya tahun ini kita masih harus bersabar ya. Setuju?

Lanjut Topik Resolusi

Resolusi tahun baru Anda apa nih untuk 2021 ini? Ok semua sudah punya kan tentunya.

Kalau saya, ada beberapa resolusi 2020 yang belum tercapai nih. Tentunya ada yang tercapai juga ya.

Dari sisi bisnis, resolusi 2020 kami cukup dan saya merasa puas atas pencapaian tim. Dimana kami bisa membalik sebuah parameter keuangan yang cukup berpengaruh atas performan YoY kami.

Jadi ditahun 2021 ini bisa membuat kami lebih fokus untuk menjaga momentum bisnis serta mempertahankannya. Dimana-mana mempertahankan dan mengembangkan lebih sulit kan ya?

Tetapi ada juga nih resolusi pribadi di 2020 yang harus dilanjutkan di 2021.

Salah satunya rutin membuat video tutorial dan sharing video untuk blog ini, purwandaru.com serta untuk blog-nya kantor sunartha.co.id

PR menantang ya secara saya tipenya orang yang tidak pedean untuk berbicara didepan kamera.

Tapi dengan dukungan pasangan yang bilang, kapan lagi kamu coba, serta tim tentunya, membuat saya harus segera memberanikan diri nih, eksis didunia video.

Jadi nanti dinantikan ya, video yang kiranya bermanfaat untuk teman-teman semua dimana akan membahas topik-topik pengembangan bisnis, lalu kira-kira tools apa saja yang bisa bantu teman-teman meningkatkan bisnis kedepannya.

Sesuai hobi saya, mencoba dan menerapkan tools bisnis untuk bisnis saya sendiri lalu ditambahkan berbagi ke teman-teman semua yang bisa belajar banyak dari situ juga.

Penutup

Kebetulan dengan rencana bisnis dan pengembangan bisnis baru sunartha kedepan, kita masih butuh nih talenta untuk pengembangan tim kedepan. Link nya bisa gunakan disini: Available position atau bisa lewat indeed juga.

Lalu bagi teman-teman yang punya pengalaman bagi saya untuk ikut menghasilkan konten yang bermanfaat, boleh dong sharing dibawah atau DM saya via Linkedin (tautannya akan saya berikan dibawah ini ya).

Mari kita tetap produktif ditahun baru ini supaya tercapai cita-cita dan resolusi kita ya. Amin.

Jangan lupa mampir diartikel saya lainnya dibawah ini ya. Mampir dan baca-baca sudah senang kok.

Menghitung Skala Bisnis

Parameter Clearing. Fitur Tableau apa nih?

Salam,

Daru

Ps: Dapatkan penawaran menarik untuk pembelian aplikasi di Sunartha dan mintakan kode promo ya untuk store yang akan kami launch dalam waktu dekat ini ke Mba Euis dinomor whatsapp berikut ya: 0815 8690 2500

Menghitung Skala Bisnis

Menghitung Skala Bisnis

Menghitung Skala Bisnis
Pic Credit: Infomakan.com

Libur Telah Tiba

Tidak terasa ya. Desember sudah memasuki tanggal 24. Besok sudah Hari Natal.

Bagi teman-teman yang merayakan hari Natal, saya mengucapkan Selamat Hari Natal dan sekalian Selamat Memasuki Tahun Baru 2021.

Karena hari ini libur dan saya takutnya lupa menulis dihari sabtu ini, ada baiknya menulis dulu kali ini sebelum saya jalan menemani pasangan dengan bisnisnya.

Nanti saya promosikan dibawah ya, bisnis pasangan saya. Ehm.

Ok, topik kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana menghitung skala bisnis.

Nda susah kan topiknya? Kalau sulit, santai aja bacanya, nda usah buru-buru.

Namanya juga tulisan santai dihari libur. Kita buat sederhana saja Bro and Sis.

Menghitung Skala Bisnis

Sebelum memulai bisnis, menurut saya, ada baiknya menentukan skala atau ukuran bisnis yang mau kita mulai.

Setuju kan? Baik, sama ya sampai sini.

Lalu, bagaimana cara menentukannya? Ok ada beberapa pendekatan yang saya tahu.

Kalau kita bisa tentukan siapa target pelanggan kita diawal, ini akan menentukan skala bisnis yang kita bidik.

Contohnya bisnis saya. Sunartha. Mampir ya kalau berkenan. Bisnis yang saya dirikan ditahun 2009 ini merupakan bisnis jasa.

Seperti yang kita tahu, bisnis jasa mempunyai keterbatasan adalah kemampuan melayani pelanggan dalam satu waktu dimana tergantung dari tim yang kita miliki.

Waktu saya mendirikan bisnis ini awal-awal, saya tentukan diawal, siapa sih pelanggan ideal saya. Ok, ketemu, pemilik bisnis maupun organisasi yang sanggup membelanjakan dana mereka untuk membeli atau menyewa sistem untuk membantu bisnis mereka.

Lalu saya bidik lagi, yang tipe apa dan ada berapa mereka? Ketemu ya nilainya, maaf karena saya nda bisa share angka-angka pastinya.

Kemudian, saya masukkan ke excel saya, Ok, dengan jumlah pelanggan yang saya miliki ini dan durasi pekerjaan yang rata-rata 4 bulanan, maka saya cukup punya sekian pelanggan dan sekian omset (sales) dalam setahun.

Nah ketemulah skala bisnis Sunartha pada awal kita berdiri.

Bagaimana dengan bisnis perdagangan?

Pertanyaan bagus, Mas Ndaru, kan contohnya sederhana, perusahaan jasa, lalu kalau bisnis yang trading bagaimana?

Pendekatannya sama kok.

Anda harus bisa menentukan berapa jumlah pelanggan Anda yang bisa dicari informasi atau bisa juga dilakukan survey sederhana. Mereka willing to spend berapa sih untuk barang yang Anda tawarkan.

Misalkan Sepeda Brompton, karena nilai produknya tinggi, maka tentunya market Anda akan terbatas.

Anggap nilai sepeda 50 juta, berarti wealth atau kekayaannya harus berapa. Betul nda?

Tapi kalau produk Anda sekitar 100ribuan, nah, Anda bisa juga tuh cari target pelanggan yang tepat.

Contohnya jualan mie ayam, seperti digambar ya, kalau satu mangkok 25 ribu, berapa yang Anda butuhkan untuk penjualan yang bisa menutup biaya langsung dan biaya tidak langsung Anda.

Btw, karena gambar mie ayam, jadi pengen makan mie ayam nih, dengan mangkok mie jagonya tentunya.

Penutup

Bagaimana, sudah menjelaskan bukan?

Kalau belum, tidak apa-apa tanya dibawah atau kalau ada ide kita buatkan videonya, siapa tahu ada yang tertarik untuk menontonnya.

Terimakasih sudah membaca dan silahkan dibagi kalau menurut Anda menarik ya

Bacaan lain yang Anda bisa simak dibawah ini ya. Monggo mampir.

Serunya Analisa Bisnis

Tableau 2020.3 : Parameter Action Clearing. Apa ini?

Yuk berkenalan di Linkedin,

Daru

Dan bisnis pasangan saya sprei nih. Kalau mau order, silahkan menghubungi ya. Promosi sedikit boleh kan. Cheers.

Serunya Analisa Bisnis

Serunya Analisa Bisnis

Serunya Analisa Bisnis
Pic: Taken from PW

Sabtu Cerah, Olahraga Dulu

Selamat Pagi.

Sabtu cerah nih. Enaknya ya cari keringat dulu bukan?

Selain cari sarapan pagi macam ketupat sayur (rekomendasi enak nih ketupat sayur dekat pegambiran Rawamangun, Jakarta Timur).

Ok-ok kok malah ngomongin sarapan aja. So, kalian sudah olahraga apa hari ini?

Kalau saya sekarang coba komitmen untuk sepedaan statis dan diselingi treadmil.

Mudah-mudahan jadi makin sehat, sama seperti doa saya untuk pembaca yang budiman. Amin.

Serunya Analisa Bisnis

Nah, Mas, apa hubungannya, olahraga dan analisa bisnis.

Sabar ya. Namanya juga prelude atau pembukaan.

Sewaktu saya berolahraga, saya menggunakan alat bantu berupa jam pintar (smartwatch) yang memberi tahu kondisi training saya seperti apa.

Contoh ya: saya bisa tahu detak jantung saat saya berolahraga, detak saat saya beristirahat, berapa kalori yang terbakar dan seterusnya.

Informasi-informasi ini tentunya menarik ditampilkan dalam visualisasi yang menarik.

Sehingga saya sebagai atlit (eh masi jauh ya) akan langsung mengetahui, oh iya saya sudah mencapai progress sekian km dan sekian kalori.

Menarik bukan? Ok, bagaimana kalau kita menggunakan hal yang serupa tapi versi bisnis.

Tambah seru? Tentunya.

Lalu, Mulai dari Mana nih?

Mulainya dari mana?

Ok, kita mulai dari mana ya? Tentunya, mulai dari data yang kita miliki.

Misalkan, bisnis kita itu sudah punya penjualan, tentunya sudah punya dong rekap penjualannya.

Seperti tanggal penjualan, nilai penjualan dan seterusnya.

Biasanya formatnya menggunakan excel kan? Nda apa-apa.

Nah dari situ, kita bisa tuh dimasukkan ke Tableau, tools bisnis intelligent.

Disitu, kita bisa deh bereksperimen membuat visualisasi yang kita mau dan ingini.

Nah, data apalagi berikutnya?

Banyak, bisa kita lakukan analisa dari sisi biaya, dari sisi trend dan seterusnya.

Kayaknya menarik nih kalau saya buat training sederhana melakukan analisa penjualan melalui Tableau.

Apa ada yang tertarik ya?

Kalau iya, coba daftar disini dong:

Daftar Belajar Tableau

Tetapi tentunya kalau mau tanya-tanya dulu juga boleh ditanyakan ke tim saya nih, Mba Euis di 0815 8690 2500. Ok?

Jangan lupa bacaan lain dibawah ini seperti ya. Terimakasih yang sudah mampir dan berikan komentar positifnya.

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Cara Join Data dengan Multi Connection di Tableau

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya


Salam,

Daru

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Checklist Sebelum Membeli Bisnis
Pic Source: gameofbricks.eu

Bisnis dan 2021, Kira-kira Apa Hubungannya?

Selamat Pagi. Apakabar? Sehat selalu kan ya?

Puji Tuhan kalau teman-teman diberikan kesehatan dan kesempatan yang baik diakhir tahun 2020 ini.

Kali ini, sabtu-sabtu pagi ini, sambil rileks dan menikmati langit yang mendung kelabu, bagaimana kalau kita bahas topik diatas.

Yups, kira-kira, bisnis di 2021 itu bakal seperti apa, dan hubungannya apa ya?

Seperti yang kita tahu bersama, 2020 merupakan tahun pembelajaran bagi teman-teman yang punya bisnis.

Banyak yang nda works, tapi ada aja yang jalan juga kok, meskipun tidak sekencang biasanya. True?

Ok, 2021 outlooknya jadi bagaimana nih? Secara vaksin mulai didistribusikan dan ekonomi diprediksi mulai membaik. Nah, daripada menduga-duga, gimana kalau kita bahas bareng saja.

Jangan lupa kopi dan camilannya diseruput dulu ya.

Better Beli atau Buat Baru ya

2021. Bagi kita yang ingin punya bisnis, sebaiknya beli atau buat baru ya.

Naah, diuntungkan nih bagi yang ingin punya bisnis, dan ingin tahu bisnis apa yang teruji melewati masa pandemi Corona.

Kenapa tidak?

Bisnis-bisnis yang survived melewati tahun 2020 dengan selamat adalah bisnis yang teruji, bisa manajemennya yang baik atau bisa juga memang industrinya secara umum baik dan marketnya teruji.

Jadi inget ada berita, salah satu emiten pengelola properti mall yang basisnya Surabaya, ditahun pandemi begini malah beli Mall sekaligus 2 lho, daerah Solo dan Jogja.

Dan pake kas internal pula. Huebat.

Jadi, ada istilah, kalau Anda dan perusahaan Anda jago disatu bidang, dan bisa membuat competitor Anda ingin bergabung dengan Anda, itu nilai plus.

Kenapa tidak, daripada saingan, mending dibeli saja bukan?

Ok, lalu pertanyaannya, apa yang harus disiapkan nih sebelum membeli bisnis. Jangan lupa baca tulisan kami yang lain ya, tentang Apakah Memulai bisnis disaat Covid begini layak dilakukan?

Mampir disini ya.

Checklist Sebelum Membeli Bisnis

Kita bagikan ya daftarnya.

Pastinya Bisnis yang akan Anda beli, Anda tahu cara membuat lebih baik

Iya dong. Masa dibeli saja tapi nda tahu cara benerinnya.

Karena yang kita tahu, membeli sesuatu bisnis yang dijual, pilihannya emang mahal sekali karena bagus atau dijual murah karena yang jual lagi kepepet dan BU.

Pastikan dana pembeliannya tidak merepotkan anda

Nah, ini salah satu yang perlu Anda cek dan re-check lagi.

Jangan sampe, membeli sesuatu bisnis yang Anda malah tekor nombokin terus pengeluaran tiap bulannya.

Seperti beli mobil bekas aja, Anda harus sudah tahu apa yang akan diperbaiki, apalagi mobil antik kan.

Dana Anda pun juga harus siap, syukur-syukur lembaga keuangan bisa membantu.

Due Dilligence secara menyeluruh

Ini yang pasti musti dan kudu harus. Lakukan due dilligence atau asesmen bisnisnya seperti apa.

Kalau ada lembaga independen lebih baik lagi, tentunya ada biaya yang muncul ya. Tapi daripada beli kucing dalam karung?

Nah, bagaimana, cukup menarik bukan bahasan kali ini?

Oiya, ini sengaja disederhanakan ya prosesnya. Tentunya kenyataan ada case-case menarik yang perlu diperjelas dan ditanyakan ke pihak yang lebih kompeten.

Tetapi tentunya, saya dan tim lebih kompeten untuk menjawab, bisnis setelah dibeli dan mau didandani mau diimplementasikan software apa, nah itu bisa ditanyakan ke tim saya nih, Mba Euis di 0815 8690 2500

Jangan lupa bacaan lain dibawah ini seperti ya. Terimakasih yang sudah mampir dan berikan komentar positifnya.

Btw, kalau ada bisnis IT yang mau coba ditawarkan, boleh ya direct message ke Linkedin pribadi saya.

Menghitung Hari 2020

Cara Join Data dengan Single Connection di Tableau

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya


Salam,

Daru

Menghitung Hari 2020

Menghitung Hari 2020

Menghitung Hari 2020
Pic Source: otomotif.tempo.co

Tidak Terasa

Hi, apakabar?

Selamat datang dan terimakasih sudah mampir diblog pribadi saya kali ini. Edisi hari minggu. Saatnya kita beristirahat setelah seminggu kemarin kita masih sibuk dan penuh pikiran.

Tetapi dengan ada hari libur, sabtu dan minggu, semoga pikiran dan pekerjaan yang masih kita kerjakan, jadi cukup terangkat bebannya. Setuju?

Bagaimana dengan tahun 2020 ini teman-teman? Tidak terasa atau sangat terasa?

Tentunya tidak terasa kalau bagi Anda yang tahun ini masih diberikan berkat untuk menjalani aktivitas Anda seperti biasa atau bahkan semakin sibuk ya. Puji Tuhan.

Tapi mungkin akan sangat terasa beratnya kalau aktivitas, usaha atau pekerjaan Anda cukup terdampak sama Covid-19. Tolong bersabar dan tetap menjaga kewarasan dan kesehatan ya, karena mudah-mudahan tahun 2021 dengan adanya vaksin, semua ekonomi kembali normal.

Setuju dong ya?

Flashback dan Evaluasi 2020

Karena hari ini saya cukup bingung mau menulis topik apa, akhirnya saya putuskan untuk menulis tentang evaluasi 2020 dari sisi saya pribadi dan mungkin sedikit sharing tentang bisnis yang saya jalankan.

Nda apa-apa kan ya?

Ya, kita mulai ya.

Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup, eh bukan, sangat menantang menurut saya. Sama halnya dengan para pelaku bisnis diseluruh dunia, tahun ini merupakan tahun ketidakpastian.

Saya pernah mengalami tahun 2008 sebagai tahun ketidakpastian saya yang pertama. Dimana seingat saya saat itu ada kejadian subprime mortgage dimana semua lembaga keuangan, institusi keuangan seperti bank kesulitan likuiditas.

Dan saya bekerja diperusahaan yang cukup terdampak. Intinya, punya usaha atau bekerja diperusahaan yang dana tunainya tidak ada itu bikin tidur nda nyenyak dan apapun makanan tidak enak deh pokoknya.

Lanjut ya.

Menghitung Hari 2020

Lalu ditahun 2020 yang sudah mulai menghitung hari ini, evaluasinya bagaimana?

Kalau saya, tentunya pengalaman dari 2008 dan pengalaman 2020 ini membuat saya yakin dan percaya kalau pertolongan Tuhan itu ada.

Mungkin waktu saya diawal 2020 ingin ekspansi usaha, Tuhan berkehendak lain dengan membawa kondisi ini sehingga kami tidak memutuskan investasi besar-besaran sehingga kami bisa reserved dana cukup untuk melewati masa ini.

Ya, tidak semua perusahaan mempunyai dana untuk bertahan selama masa pandemi.

Lalu diakhir tahun 2020 ini, dimana tinggal 1 bulan buku saja, bulan desember, kami sudah mulai merencanakan tahun 2021 dengan perhitungan yang mustinya lebih cermat lagi.

Asumsi-asumsi perekonomian akan kembali normal atau tidak harus dimasukkan lho. jangan kepedean saja. Saatnya orang-orang dengan background keuangan diberikan kesempatan untuk melakukan forecasting kedepan untuk bisnis Anda.

Ok, cukup panjang nih curhatnya. Jangan lupa ada artikel lain yang menarik untuk dibaca ya

Berani Mengambil Resiko

Belajar Membuat Sankey Diagram di Tableau

Tertarik untuk berdiskusi tentang topik-topik seperti pembahasan cashflow, forecasting dan penerapan sistem untuk bisnis boleh lho ke nomor berikut ya 0815 8690 2500 dengan Mba Euis ya.

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya

Salam,

Daru

Suksesikan Bisnis Anda

Suksesikan Bisnis Anda

Suksesikan Bisnis Anda
Pic Source: dramabeans.com

Bacaan dihari Minggu

Hi, selamat datang lagi diblog purwandaru.com yang rajin berbagi mengenai apa yang ada dipemikiran penulisnya. Biasanya tentang bisnis, teknologi bahkan mimpi dan pengalaman sang pemilik blog.

Tanpa terasa, kita sudah mau menjumpai penghujung tahun 2020 ya. Secara minggu depan adalah minggu terakhir dibulan November dan kita akan menjemput bulan Desember.

Tahun ini penuh dengan tantangan, terutama karena adanya pandemi Covid-19. Semuanya serba tidak menentu dan banyak dari kita yang mengalami turbulensi dengan urusan keuangan serta ekonomi yang banyak membuat tambahan pikirian ya.

Ok, semoga kita semua tetap sehat selalu dan selalu bersemangat menghadapi segala tantangan yang ada ya.

Kali ini, sebelum makan siang, saya mau berbagi mengenai ide dan pemikiran saya tentang suksesi bisnis terutama bisnis keluarga ya.

Topik yang saya lagi pikirkan dan renungkan juga untuk bisnis saya sendiri.

Sudah siap ya. Mari kita mulai.

Bisnis Keluarga Serta Suksesikan Bisnis Anda

Saya lupa datanya, mungkin nanti akan saya update setelah menyelesaikan tulisan ini. Tapi yang saya tahu, di Indonesia cukup banyak perusahaan keluarga yang berhasil meneruskan bisnis mereka kepada generasi penerus.

Iya, Anda tahu kan, banyak cerita dan jokes mengenai, generasi pertama adalah pendiri dan kerja kerja, generasi kedua bisnis keluarga adalah yang membesarkan dan generasi terakhir, generasi ketiga adalah yang foya-foya dan menghancurkan bisnis tersebut.

Apakah betul? Nah, bisa kita bahas bersama nih.

Kalau menurut saya, pribadi, suksesi atau memberikan tugas kepada penerus bisnis itu kuncinya adalah persiapan.

Persiapan yang dimaksud adalah proses ini tidak serta merta dapat dilakukan apabila kandidat yang akan kita berikan wewenang tidak mengetahui apa tugas dan tanggungjawabnya.

Pengalaman saya ketika saya diskusi dengan beberapa pemilik bisnis dimana saat rapat pembahasan sistem ERP untuk organisasi tersebut, terkadang putra atau putri mahkota ikut diajak oleh management seniornya, atau founder.

Kita Lanjutkan ya Bahasannya

Nah, menariknya adalah, dari beberapa meeting yang saya dan tim lakukan, ada yang para suksesor (atau generasi kedua) mengerti dan dapat mengikuti alur kerja dan role dia berada, tetapi ada juga yang tidak.

Tidak dapat mengikut dapat berarti, generasi penerus ini belum cukup matang dan masih butuh banyak belajar dari alur bisnis atau seluk beluk detail dari bisnis orang tuanya.

Itu pengalaman kita ya. Tentunya selama persiapan tersebut, organisasi atau bisnis keluarga ini biasanya juga menerapkan change management dimana dibuatkan struktur dan tahapan-tahapan yang lebih baik lagi sehingga para penerus dapat melanjutkan dengan koridor dan ketentuan yang berlaku.

Sekarang Bicara Tools untuk Prosesnya

ERP (Enterprise Resources Planning) merupakan salah satu tools yang bisa kita gunakan untuk tahapan handover ini. Kenapa?

Dengan punya struktur dan alur yang jelas, para Putra dan Putri Mahkota ini dapat melihat langsung kondisi bisnis mereka kedepannya. Pastinya mereka juga harus tahu dan ikut serta saat proses berlangsung ya, sehingga dapat paham juga saat ada muncul masalah.

Bagaimana, tertarik dengan bahasan kali ini? Tentu dong.

Kalau begitu, ada beberapa artikel lain yang masih baru nih bisa Anda baca juga. Tolong mampir juga ya.

Pilih Uang atau Mentor

Tips Melakukan koneksi Tableau dan SAP Hana

Tertarik untuk berdiskusi tentang topik-topik seperti diatas atau penerapan ERP juga boleh ke nomor berikut ya 0815 8690 2500 dengan Mba Euis ya.

Jangan lupa juga add saya dinetwork Linkedin Anda dengan klik dibawah ini ya

Salam,

Daru

Pilih Uang Atau Mentor

Pilih Uang Atau Mentor

Pilih Uang Atau Mentor
Pic Source: Tribun Jogja

Pertanyaan Dihari Minggu

Selamat hari minggu. Hari yang enak untuk beristirahat, melepas lelah atas pekerjaan atau kesuntukan dihari kerja.

Jangan bekerja atau mikir terus, nanti bisa-bisa stress lho.

Ok, daripada kita diam saja tanpa ada kesibukan, mending kita fokus pada aktivitas yang buat kita semua jadi sedikit lebih bersemangat. Setuju nda?

Setuju dong. Dengan apa? Menjalani hobi kita tentu salah satunya.

Nah, karena saya barusan lihat episode 9 drama serial Start Up di Netflix, sepertinya seru nih bahas mengenai perihal mentor atau dana, mana yang Anda pilih kalau Anda diposisi CEO perusahaan rintisan.

Lanjut ya.

Kalau Anda, Pilih Uang Atau Mentor?

Mari kita berandai-andai. Bayangkan Anda sukses membuka bisnis Anda yang pertama.

Bidangnya bisa apa saja. Bisa teknologi, maupun bisnis konvensional dengan ciri khas gaya Anda lah pokoknya. Dengan senyum bangga, Anda menapaki dunia baru, yaitu entrepreneurship.

Sip, seru kan?

Seiring berjalan waktu, bisnis Anda berkembang. Banyak tantangan disana-sini. Ok, Anda masih tetap bersemangat. Lalu Anda mulai berhenti dan memikirkan sesuatu dipersimpangan keputusan Anda.

Pilih uang atau mentor. Dimana ada yang menawarkan bisa memberikan Anda tambahan modal kerja Anda. Dan disisi lain ada yang menawarkan mentorship bisnis Anda supaya tambah maju pesat kedepan.

Anda terdiam. Mencoba menimbang-nimbang mana ya yang lebih utama.

Mari kita bahas bersama ya. Siapa tahu kepusingan Anda sedikit berkurang dengan membaca blog pribadi saya ini.

Uang atau Tambahan Modal Bisnis

Banyak yang menyediakan hal ini apabila bisnis Anda itu bagus banget secara performa dan keuangan. Ah mosok Mas Ndaru? Yups, betul.

Kalau Anda mempunyai bisnis yang bagus, kendala ini sebetulnya nda perlu Anda pusingkan.

Misalkan ya. Tadi saya bilang, Anda merintis bisnis online shop. Orderan masuk terus dari sisi pembeli. Lalu stok Anda berkurang, dan butuh tambahan dana untuk persediaan Anda.

Jangan takut, coba hubungi supplier Anda. Mungkin dengan penjelasan yang baik dan adanya termin pembayaran, Anda sudah mendapatkan tambahan modal secara tidak langsung, betul tidak?

Kecuali, bisnis Anda yang tipenya butuh investasi besar diawal dan track record Anda kurang meyakinkan untuk para pemberi modal percaya kepada Anda. Lain cerita ya.

Jadi, sebaiknya buktikan dulu kalau Anda dan bisnis Anda “Worthed” aka bernilai. Itu PeEr pemilik usaha ya.

Mentor dong Mas Jawabannya

Kalau saya, mungkin inilah jawabannya.

Dan terus terang saja, sesuai film Start Up, dimana salah seorang role yang berperan sangat besar, selain pemilik bisnis adalah mentor.

Dengan mentor yang tepat, bisnis dan Anda akan naik kelas dengan lebih cepat dibandingkan kalau Anda harus menghabiskan waktu secara coba-coba (trial & error).

Ok, mungkin Anda punya waktu tersebut, tetapi dengan mentor (yang tepat ya) kemungkinan itu akan berkurang sehingga Anda akan fokus hanya pada apa yang ingin Anda buktikan.

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat seseorang yang sudah sibuk dengan pekerjaannya mau jadi mentor Anda? Naah, itu pertanyaannya.

Terus terang, menjadi mentor itu berat, maka dari itu saya sangat apresiasi para mentor diluar sana yang mau membagi waktu berharganya untuk mentee (anak didiknya).

Kesimpulan

Bagi saya, bisnis itu menarik karena dengan hal-hal seperti ini. Banyak variabel yang menentukan kemajuan bisnis kita kedepan.

Hubungan simbiosis mutualisme itu diperlukan. Bahkan game Mobile Legend pun memberikan satu fitur untuk main bersama mentor atau sebagai mentor bagi newbie, bisnispun sama.

So, tetap semangat ya dalam menjalani perjalanan bisnis Anda. Sukses dan Sehat selalu bagi Anda semua.

Tertarik untuk membagikan artikel ini? Silahkan ya. Atau mau berkenalan dengan saya via Linkedin? Tentu bisa, drop direct message kalau Anda mengajukan pertemanan.

Salam,

Daru

Berani Mengambil Resiko

Belajar Membuat Donut Chart di Tableau

Berani Mengambil Resiko

Berani Mengambil Resiko

Berani Mengambil Resiko
Pic Source: https://rhapsodystrategies.com/

Selamat Pagi

Pagi!

Bagaimana hari ini? Semoga Anda semua mempunyai hari yang baik untuk dimulai ya.

Tidak terasa, dari bulan Maret, kita menghadapi pandemi Covid-19. Cukup lama, 7 bulanan yang membuat hari-hari kita berbeda dari sebelum pandemi melanda.

Anda merasakan hal yang sama bukan? Yang tadinya kita bisa bepergian tanpa menggunakan masker, sekarang harus.

Bisa bekerja dikantor bersama teman-teman sekantor, sekarang harus dari rumah.

Bersyukur bagi Anda yang masih bertahan selama ini dengan bisnis, pekerjaan dan kesehatan ya, karena masih banyak teman-teman kita yang secara industri dan pekerjaan cukup terdampak karena pandemi. Semangat!

Berani Mengambil Resiko

Kata-kata yang mudah diucapkan, dituliskan tetapi sulit sekali untuk dilakukan. Setuju nda?

Apalagi kondisi pandemi begini. Resiko sudah seperti teman sehari-hari kita bukan?

Lalu pertanyaannya, Anda berani mengambilnya atau duduk diam termenung seribu bahasa dan tidak berani melangkah?

Kalau saya lihat beberapa teman saya, mereka akhirnya “terpaksa” mengambil resiko itu. Kenapa? Nda ada pemasukan kalau bergantung ke hal yang itu-itu aja Bro dan Sis.

Ya, pada akhirnya, kita semua harus mencoba. Mencoba sesuatu yang baru yang kita belum tahu apakah pilihan kita akan membuahkan hasil atau membuahkan kegagalan.

Sekarang, yang jadi prioritas adalah hasil (baik ataupun buruk) harus dicoba agar kita tahu harus bagaimana menghadapinya, betul?

Kesimpulan

Menurut saya, sekarang adalah saat yang tepat untuk kita melakukan yang namanya “Berani Mengambil Resiko”.

Kenapa? Dulu setiap orang tidak berani karena masih mempunyai pilihan. Pilihan untuk melakukan hal lain yang secara resiko nda akan mempengaruhi kenyamanan hidup mereka.

Tapi sekarang, semua orang (terutama yang kepepet) akan melakukan apapun itu agar bisa selamet dulu. Jadi, kapan Anda beraninya?

Aduh, saya jadi keinget juga nih ada beberapa hal yang saya masih berani untuk mengambil resiko karena zona nyaman yang saya ciptakan sendiri.

Yuk mari kita mengambil resiko dan menjalani hal yang kita ingin lakukan.

Salam.

Daru

Bacaan lain yang Anda bisa nikmati ya sebagai bentuk dukungan tulisan ke saya. Atau kalau ingin berkenalan via Linkedin, bisa klik tautan nama saya diatas.

Bisnis Anda Autopilot

ERP Indonesia