The New Normal

The New Normal

The New Normal
Source: Forbes

Kondisi Saat Ini

Selamat Pagi. Sabtu ini saya akhirnya menuliskan kembali pikiran saya dalam blog pribadi, yang cukup lama terbengkalai. Maklum, karna WFH kali ini, kerjaan kok perasaan tambah banyak ya daripada disaat sebelum WFH.

Sambil melihat hujan rintik-rintik pagi ini, saya mulai menuliskan, apa yang menurut saya nanti akan muncul setelah Covid-19 dapat diatasi.

Menurut saya dan bacaan-bacaan yang saya lihat dari para pengamat akan ada kondisi dimana terjadi The New Normal.

Apa itu? Yuk simak bareng-bareng. Karena sedang puasa, nda perlu ada iklan nge-teh dan ngopi dulu ya 🙂

Artikel pada blog saya lainnya bisa Anda baca disini ya:

Belajar Bisnis dari Film Itaewon Class

The New Normal

Kondisi normal, bagi sebagian dari kita adalah disaat kita dapat beraktivitas sebelum kejadian Covit melanda. Betul kan?

Seperti setiap sabtu minggu jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Atau kita bisa berangkat kerja untuk ngantor. Atau juga ketemuan dengan mitra bisnis dan customer secara tatap muka.

Tetapi itu normal yang dulu. Sekarang ada normal yang baru. Saya share ya, kenapa gitu?

Saya dan tim saya, saat ini sudah menjalankan aktivitas pekerjaan dari rumah kami masing-masing. Dulu, kami sama seperti Anda kok, bekerja seperti biasa, jalan dan travelling seperti biasa. Tapi sekarang berbeda.

Shock? Pastinya. Yang saya ingat cuma 1 tim saya yang terbiasa bekerja dari rumah. Itupun dia join dengan tim kami karena sudah bosan dan ingin bekerja seperti orang pada umumnya.

Tetapi karena covid ini, kita semua akhirnya merasakan dan menjalankan apa yang diminta oleh pemerintah daerah masing-masing. Work from home. Menjadi the new normal kami sehari-hari.

Sulit? Pada awalnya iya. Karena menurut penelitian, kondisi normal atau sudah menjadi kebiasaan itu sulit untuk berubah.

Contohnya saya sendiri, untuk memulai berolahraga, itu sulit sekali. Saya lebih senang untuk bangun pagi, mandi dan langsung didepan notebook. Padahal kalau sudah terbiasa untuk 30 menit berolahraga selama 1 bulan terus menerus, pasti tubuh kita sudah menjadi normal dengan kondisi baru bukan?

Lalu, kira-kira berikutnya bagaimana ya?

Itu yang saya lagi cari tahu dan sambil menerka-nerka kedepannya. Barusan saya baca beberapa bisnis ritel seperti KFC, Ramayana dan perusahaan startup unicorn pun, Traveloka sedang berpikir (saya yakin manajemennya berpikir keras) bagaimana beradaptasi kedepannya.

Itu mereka ya, yang gede-gede. Gimana kita para pengusaha yang secara ukuran mungkin masih lebih kecil dibandingkan mereka.

Kita harus juga berpikir untuk beradaptasi kedepan. Mungkin saya bisa bagikan beberapa tipsnya:

Melakukan koordinasi pekerjaan yang sesuai dengan kondisi the new normal.

Contohnya kami, setiap pagi dan sore kita rutin mengadakan meeting-meeting singkat untuk membahas apa yang bisa saling bantu satu sama lain. Dulu kami harus keruang rapat secara fisik, sekarang cukup buka sesi teams maupun google meet dan instan join semua. Sama toh?

Belajar untuk menerima The New Normal

Ya. Kami berusaha untuk belajar untuk menerima the new normal. Baik dari sisi aktivitas bisnis kami, dengan customer kami, dengan mitra-mitra prinsipal kami. Karena apapun itu, kondisi ini akan menjadi kondisi kami kedepannya. Sambil berdoa dan berharap kondisi kedepan akan lebih baik.

Evaluasi Kondisi dan Strategi Kedepan

Setiap ada kondisi baru, kita harus beradaptasi. Menurut bapak evolusi, yang bertahan adalah yang bisa beradaptasi.

Mungkin bisnis kami dulu sangat terbiasa dan ahli dalam implementasi sistem secara tatap muka. Tetapi the new normal membuat kami harus beradaptasi dengan metode kerja full online. Sulit? Pasti!

Tetapi masih mungkin dilakukan. Karena seluruh bisnis saat ini berusaha juga untuk bertahan dan mempersiapkan diri untuk kedepannya. Teorinya, setiap yang bisa bertahan disaat kondisi berubah, pasti akan mempunyai keunggulan tersendiri. Seperti kekebalan kali ya.

Bahkan kelakar teman saya, disaat kondisi gini, akan ada orang-orang kaya baru yang bisa membaca peluang disaat kesempitan melanda. Jadi, Anda tipe yang mana? Terus mencari peluang atau tetap merenungi nasib? Saya sih pilih nomor 1 ya.

Kesimpulan – The New Normal

Sambil mendengarkan spotify lagu-lagu korea, saya akhirnya mempunyai kesimpulan. Kondisi apapun, kita sebagai manusia dan pengusaha ya, harus selalu siap dan menjalankan ilmu dasar kita, survival.

Yes, bertahan dahulu sambil mencari peluang dimanapun kita temui. Toh akhirnya yang bisa kita lakukan adalah mencoba strategi-strategi baru sekalian bertahan dulu bukan? Klise sih, cuma ini yang saya dapat simpulkan sementara.

Tulis komentar ya, kalau Anda ingin berdiskusi lebih lanjut.

Tulisan dari rekan saya, Pak Airlangga: Kerjanya di Ponsel, Temannya Ice Cream juga merupakan salah satu bentuk kreativitas disaat WFH. Mampir ya.

Yang ingin berkenalan di Linkedin juga boleh. Add saya ya.

Daru

Artikel baru lainnya terkait mengelola keuangan disaat pandemic Covid-19:

Mengelola Cashflow Bisnis

10 Tahun kedepan setelah Covid kira-kira gimana ya?

2 Replies to “The New Normal”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 8 =