Persimpangan Dilema

Persimpangan Dilema, ini bukannya judul lagu lawas? Betul, tapi ini yang saya rasakan lho.

Persimpangan Dilema
Pic by Canva

Good Morning and Enjoy Your Weekend

Mas, ngapain pagi2 uda nge-galau aja?

Baru aja mulai menikmati hari libur, weekend. Kok bahasannya melankolis banget sih?

Apa gara-gara dengerin playlist lagu melankolis, jadi nulisnya begini amat?

Eits, santai Mas dan Mba, alasan kita bahas topik ini, adalah..

Saya sedang mengalami suatu persimpangan dilema antara pilihan satu dan pilihan yang lainnya.

Baik, bagi yang belum kenal saya, terimakasih sudah mampir ke blog pribadi saya.

Blog yang masi banyak kekurangannya, tetapi karena ini konsepnya blog pribadi dan (belum) berbayar, kenikmatannya adalah menulis apa saja yang saya pikirkan.

Persimpangan Dilema

Judul kali ini, saya ambil dari sebuah lagu klasik (eh jadul) yang dibawakan oleh penyanyi aslinya, Mba Tere kalau nda salah.

Karena lagi kena sama pemikiran saya, daripada pusing-pusing cari topik, ya nulis aja toh.

Bener nda? Harus benar.

Beberapa hari kebelakang, saya lagi digumulkan sama sebuah permasalahan yang harus saya segera cari solusinya.

Yes, saya dibayar oleh kantor maupun client untuk cari solusi.

Bagi yang tertarik untuk bergabung di tim saya sebagai pemberi solusi, boleh daftar pada tautan dibawah ya. Sip, ngiklan dulu ya.

Lanjut, tapi saya spill tautan artikel lain dibawah ini ya. Monggo mampir.

Komunikasi dan pekerjaan, seperti apa sih korelasinya? Simak ya.

Apa itu fitur Workapps di Smartsheet, yuk pelajari bersama.

Apa sih masalahnya? – Persimpangan Dilema Part 2

Ok, karena posisi saya dikantor adalah salah satu leader, tahu sendiri kan ya posisi yang tingkat stres nya cukup tinggi.

Dan karena saya menentukan masa depan dan pemilihan strategi organisasi kedepan, topik ini yang membuat saya harus mundur sejenak (retreat) dan berpikir secara jernih, “gw mau pilih yang mana ya?”

Tentunya semua pilihan ada konsekwensinya dan output yang berbeda.

Aduh, tambah berat ya topik bahasannya. Sabar-sabar, nanti kalau manage bisnis akan ketemu case yang sama kok.

Apakah casenya boleh saya share disini? Mohon maaf, belum dulu ya wkwkw.

Kesimpulan saat menemukan situasi persimpangan dilema

Eh udah bagian kesimpulan aja.

Disaat kita menemukan kondisi seperti saya begini, ada baiknya nih, saya bagi 3 tips aja ya:

Retreat – mundur sejenak

Yes, mundur dulu bro sis, jangan main hajar aja. Apalagi ini keputusan besar.

Misalkan keputusan bisnis tuh seperti, kita mau scale atau mau optimize yang sudah ada.

Always ask and request other people feedback

Yang kedua, minta masukan dari banyak orang, sehingga cakrawala kita lebih lengkap.

Bisa menimbang dengan lebih cermat, termasuk implikasi dan result yang kadang ditentukan based on asumsi kita sendiri

Bawa dalam doa

Kayaknya yang ketiga ini perlu dan harus malahan. Kadang kita juga nda tahu kan ya keputusan kita benar apa nda.

Tetapi keputusan itu harus diambil.

Nah, gimana? Tambah bingung? Jangan ya.

Makanya daripada bingung-bingung, mending jalan-jalan dulu cari udara segar, baru ambil keputusan.

Salam

Daru

Ini janji saya untuk kasi link lowker di Sunartha ya.

Komunikasi dan Pekerjaan

Komunikasi dan pekerjaan, pentingnya untuk menyampaikan sesuatu secara tepat dan diterima secara utuh juga.

Komunikasi dan Pekerjaan
Pic by Canva

Pentingnya Komunikasi dan Pekerjaan

Selamat pagi, bagaimana pagi Anda?

Cerah dan menyenangkan tentunya ya?

Ok, kenapa saya bawa topik ini dalam tulisan blog saya kali ini. Karena saya benar-benar mengalaminya.

Mari kita mulai ya bahasannya.

Tetapi sebelum kita mulai, tolong mampir juga dibeberapa artikel buatan saya pribadi dan tim saya juga dibawah ya. Thanks yang sudah support saya dengan melakukannya ya.

Finding the right one

Smartsheet: Mudahnya Membuat Action Plan Bisnis

Komunikasi

Mudah untuk kita bicara, ngomong dan menyampaikan apapun yang kita inginkan dan sampaikan ke lawan bicara kita.

Kalau tatap muka. Setuju nda? Tetapi coba bayangkan, posisi dimana komunikasi terjadi tetapi kita tidak melihat reaksi lawan bicara kita, hanya melalui layar saja.

Yes, it will really hard to expect feedback from them, lawan bicara kita.

Sunartha, sampai sekarang masih menerapkan kebijakan bekerja Work From Home.

Yang artinya, seluruh tim, dari semua departemen harus beradaptasi dengan gaya kerja baru ini, yang tentunya adaptasi sudah lebih dari 3 tahun juga bukan?

Dan 1 hal yang kami alami adalah adanya sering terjadi miskomunikasi atas penyampaian tugas atau assignment kepadar rekan kerja kita.

Pekerjaan

Setiap ada kelemahan/kekurangan pastinya ada keunggulan kan?

Ya, bekerja dari rumah sangat lah produktif, menurut saya ya.

Tidak ada waktu untuk commute antara kantor dan rumah, macet, efisiensi dari berbagai sisi seperti pengaturan jadwal meeting dan diskusi, semuanya serba cepat.

Tetapi ya itu, setiap penyampaian informasi harus di check and re-check kembali, agar rekan kerja mendapatkan informasi yang sama, tidak bias dan minim reduksi informasi.

Bagaimana dengan tempat kerja Anda?

Merasakan hal yang sama juga kah? Atau ada ide untuk memperbaiki performa kerja mendekati WFO? Seru juga klo kita bisa diskusi bareng soal ini.

Kesimpulan Topik tentang Komunikasi dan Pekerjaan

Kami menyimpulkan, wah udah sampe kesimpulan aja ya.

Apapun metode atau gaya kerja saat ini, semuanya itu menurut saya tergantung dari bagaimana kita terus menyempurnakan prosesnya.

Anak bisnis proses banget nda sih?

Terkadang cocok untuk WFH atau memang tim kita lebih cocok WFO. Siapa tahu?

Nah, karna Sunartha (tempat saya bekerja) menerapkan WFH, jadi kami akan improve terus prosesnya, sampai dengan mendekati hasil yang optimal.

Coba ceritakan tentang pengalaman kerja temen-temen juga dong?

Atau kalau yang lagi dan tetap tertarik untuk bekerja secara WFH dibidang konsultasi, bisa apply ditempat kami juga ya.

Salam berlibur.

Daru

Finding The Right One

Finding the right one, susah nda? Pertanyaan yang jawabnya musti dipikir dulu.

Finding the right one
Pic credit to Canva

Minggu yang nikmat bahas Finding The Right One

Selamat sore semuanya, gimana hari sabtu – minggu-nya?

Nikmat? Harus dong. Senikmat menyeruput secangkir kopi hitam. Ngebayangin aja udah enak banget.

Ok baiklah, kita bicara topik kali ini.

Tapi gw mau disclaimer dulu ya.

Kita nda bahas tentang jodoh ya, wkwkw

Pembaca kecewa nda ya kira-kira? Jangan kecewa ya, karna ini sama pentingnya kok.

Maksud saya nulis ini adalah, susahnya mendapatkan seseorang yang tepat untuk mengisi posisi yang kita harapkan di organisasi/bisnis.

Siap ya?

Puter lagu dulu sebelum nulis ya.

Is he or she the one?

Nah, itu pertanyaan yang saya selalu tanyakan dalam hati kalau saya setelah interview kerja.

Ok, yang belum kenal saya, saya saat ini didapuk (cie, bahasa sok resmi) menjadi salah satu director ditempat saya bekerja.

Nah, rutinitas ketika tahapan terakhir recruitment, pasti harus interview dengan salah satu perwakilan manajemen dong ya.

Dan salah satu pertanyaan (dalam hati saya) adalah benarkah dia itu orang yang terbaik untuk posisi yang lagi kita buka.

Jadi nda cuma nyari jodoh nih yang kadang kita tanya begitu.

Nyari tim juga sama kok, sama-sama meragu, bimbang, galau dan sebutin apa aja yang kira-kira muncul didalam hati.

Ini salah satu sisi dari interviewer ya, bukan dari orang yang di interview. So, biar netral aja, jangan dipikir yang interview itu cool dan santai2 aja, kita juga ada beban Mas dan Mba.

Whats next after “Finding The Right One”

Dan ternyata, kesimpulan yang kita dapatkan setelah melakukan interview ratusan pencari kerja, kesimpulannya adalah:

Tidak ada yang namanya The Right One

Yes, it’s true. Tidak ada yang namanya the right one.

Yang ada adalah kita harus mempercayakan posisi tersebut kepada yang bersangkutan berdasarkan proses yang kita lewati (kadang cepet, kadang lama juga).

Ganti Finding The Right One jadi Make Him/Her Be The One

Aduh Mas, ngomongin apa sih, Inggris atau Indonesia, campur-campur kayak anak Jaksel aja?

Iya, sorry-sorry. Intine, jadikan orang yang kita rekrut itu, gimana caranya jadi orang yang ideal untuk menempati posisi tersebut.

Rumus kita-kita di Sunartha (tempat saya kerja) nda ada namanya orang yang masuk langsung fit in ke pekerjaan, ada aja proses belajarnya. So, ajarin. Setuju?

Kesimpulan

Sebelum masuk ke kesimpulan, monggo mampir dulu ke artikel-artikel berbobot dibawah ini, sekalian dukung saya lah ya. Makasi

Kekayaan yang menguap, ngantuk kali sampe nguap segala ya?

Tanda tangan digital yang masi copy paste hasil scan? Coba baca dulu yang ini, tanda tangan digital mitos dan faktanya.

Nah, baru masuk ke kesimpulan.

Intinya, baik cari jodoh dan cari tim kerja, jadi curcol nih.

Kita itu musti bisa yang namanya adaptasi. Semua itu harus beradaptasi, ya kita, ya tim baru kita.

Karena klo saklek plek plek nda ada tuh bakalan yang cocok.

Betul nda? Nah, gimana, lagi cari kerja? Mau coba bergabung dengan Sunartha? Ayuk lah apply ditempat kita, lagi cari nih btw posisi2 yang bisa ningkatin skills kedepannya.

Salam nyantai, enjoy your finest hour, bsok uda kerja lagi.

Daru

Kekayaan yang Menguap

Kekayaan yang menguap, istilah yang sedang diperbincangkan di dunia pada minggu-minggu ini.

Kekayaan Yang Menguap
Pic by Canva and Google Stock Ticker

Menulis tentang Kekayaan yang Menguap

Selamat pagi dan selamat datang (dan selamat datang kembali) bagi teman-teman semua.

Salam kenal bagi yang belum kenal.

Saya Daru, penulis blog yang sok-sok-an rajin. Menceritakan apapun yang ada di kepala saya setiap hari liburan (sabtu or minggu, tergantung mood).

Nah kali ini, saya mau membahas topik yang cukup kekinian.

Bukan soal gossip atau berita selebritis ya tentunya, tapi tentang berita bisnis yang menjadi headline dimana-mana.

Yes, about penguapan. Bukan istilah teman saya ya, gw mah cuma uap siomay aja Dar, begitu dibuka tutup pancinya, langsung hilang ditelan udara, he3.

Btw, thank you bro uda diskusi panjang x lebar x tinggi selama menempuh kemacetan kemarin, sorry nda bisa ketemuan as promised before.

Liburan telah tiba eh usai, saatnya kerja kembali. Nah ini penting, saatnya bekerja lagi, menulis lagi and start chasing (again) our dreams.

Semua Orang Kaya Mengalaminya

Ok, sebelum ngomongin tentang sub title diatas, saya mau disclaimer dulu ya.

Semua yang saya tulis ini totally dari pandangan pribadi saya.

Bisa benar, bisa salah, bisa sesat, tergantung kondisi lagi nulis juga.

Jadi jangan dijadikan acuan untuk kegiatan investasi teman-teman based on my writings ya.

Intinya mah, risiko ditanggung penumpang or masing-masing.

Konsep Wealth atau Kekayaan

Seperti yang kita tahu bersama, konsep kekayaan dihitung dari jumlah atau sum amount of money that a person miliki.

Cara ngitungnya temen-temen bisa googling sendiri ya.

Either pakai saham, pakai net worth value or apapun itu selalu dasarnya adalah sisi keuangan.

Nah, konsep ini, tentunya spesifik kita bicara tentang saham, contoh Elon Musk, kekayaannya dihitung dari nilai saham yang dimiliki pada perusahaan publik atau perusahaan private yang dia miliki.

Misalkan Elon Musk itu pemegang saham di Tesla (sesuai gambar ya).

Sama dengan Jeff Bezos dengan Amazon, atau kalau di Indonesia ya Duo Pak Hartono bersaudara dengan saham di BBCA-nya.

Yang Artinya apa Mas? Dengan Kekayaan yang Menguap

That’s the point.

Ternyata, kekayaan seseorang itu bukan ditentukan saja dengan nilai uang yang beliau miliki diperiode tertentu.

Misalkan eh si A kaya lho, punya uang 1 milyar vs si B yang cuma punya uang 2 ribuan, abis bagi-bagi TeHaEr. Sedih.

Karena sum of money hanya berlaku pada level tertentu, bukan valuasi kekayaannya.

Kira-kira paham nda ya?

Jadi sebagian besar kekayaann orang-orang yang saya sebutkan diatas itu mostly dari nilai saham bukan dari jumlah uang cash yang mereka pegang.

Gitu lho Mas and Mbak yu.

So, kalau menguap, itu karena apa?

Yes, kebayang kan? Menguap karena nilai saham mereka turun or jeblok dari nilai sebelumnya orang-orang melakukan valuasi.

Tapi kasi break gw dulu ya, baca artikel dibawah dong, tentang tandatangan digital yang sudah ditulis cape-cape sama tim saya. Sip, thank you.

Hari begini enaknya tandatangan digital, yuk coba baca disini artikelnya.

Kesimpulan

I loved kesimpulan. Pasti semua tulisan saya ada kesimpulannya.

Intinya, teman-teman, harus membuka pikiran tentang kekayaan.

Saya pun terbelalak dalam beberapa bulan ini membahas mengenai skema IPO dan lain-lain.

Oh gitu ya ternyata, sambil manggut2.

Kadang kekayaan itu bisa datang tiba-tiba (karena saham naik) ataupun bisa juga pergi sebentar dengan tiba-tiba (karena saham turun).

Berlaku sama dengan para trader saham ya. Bedanya mereka ini the real owner of the company.

Jadi, karena gw sudah cape nulis, break dulu ya. Kalau ada ide lagi, saya tulis lagi part II tentang, bagaimana cara mau IPO, sepertinya seru juga.

Thanks for reading.

Enjoy your holiday and Sehat Selalu

Daru

ps: jangan lupa yang lagi cari kerjaan, bisa mampir di lowker Sunartha, tempat penulis bekerja dan lead excellent people to achieved our dreams together. Gw tunggu lho lamarannya.

Liburan Telah Tiba

Liburan telah tiba. Yuk kita simak bersama apa aja nih acaranya.

Liburan Telah Tiba
Pic by Canva

Selamat Pagi

Akhirnya, menikmati liburan cukup panjang pada tahun 2022 ini.

Eh, bener kan ya? Kali ini kita memasuki libur Lebaran mulai dari 29 April sampai dengan 8 Mei 2022.

Cukup panjang bukan? Tentunya. Nah, memasuki masa liburan seperti ini, apa nih kira-kira yang teman-teman ingin lakukan yang biasanya nda kesampaian?

Mari kita list satu-satu, bagaimana? Seru bukan?

List Kegiatan Saat Liburan Telah Tiba

Bagi yang sukanya rebahan, atau kamu pejuang pagi hari sudah bangun dan berangkat kerja, kayaknya list nomor satu pada banyak yang suka nih.

Nomor 1. Bangun Siang

Naah, ini nih kegiatan yang paling disukai kaum rebahan.

Bisa bangun siangan dikit dibandingkan dengan kalau waktu kerja, eh tapi kalau yang lagi puasa, tetap harus bangun sesuai waktu sahur lho ya.

Part 2. Melakukan Hobi

Siapa yang suka melakukan hobi disaat liburan?

Harus banget dong klo bisa melakukan hobi disaat liburan, seperti ngerakit Gunpla atau baca buku yang kepending nda sempet terbaca.

Ketiga, Mudik disaat Liburan Telah Tiba

Kalau yang ini so pasti harus dilakukan ya, apalagi saat liburan lebaran seperti ini.

Jadi inget bermacet-macet ria, karena dulu juga ngunjungin Mbah yang ada dikampung halaman dan ketemuan sama saudara-saudara.

Namun karena saat ini dikampung halaman sudah tidak ada mbah, palingan ya berkunjung ke tempat saudara-saudara sambil jalan-jalan, seru kali ya.

Keempat, Apa lagi dong list kegiatanmu saat Liburan?

Kalau teman-teman sekalian apa lagi nih kegiatannya?

Ada yang pergi keluar negeri dan travelling? atau ada yang keliling tempat wisata didalam kota Jakarta aja mumpung jalanan lagi sepi-sepinya.

Apapun itu, enjoy waktu teman-teman semua ya.

Badan sehat dan pikiran bisa direset lagi agar siap menghadapi waktu liburan telah usai.

Jangan lupa mampir dong ditulisan saya kali ini dibawah dan tim saya juga. Ok?

Waktu untuk merenung.

Bisnis Lebih Efisien dengan Project Management Tool.

Thank you

Salam dan selamat berlibur

Daru

Waktu Untuk Merenung

Waktu untuk merenung, kira-kira kapan ya?

Waktu Untuk Merenung
Pic by Canva

Bertanya Ke Diri Sendiri

Selamat hari sabtu. Ketemu lagi dengan saya atau bagi Anda yang baru kenal, salam kenal ya.

Ternyata membuat konsisten menulis itu tidak mudah.

Contohnya mencari ide untuk menulis kali ini saja, saya sampai menghabiskan waktu mungkin sekitar 2 jam baru nemu, oke lah, kita nulis tentang ini saja.

Kenapa lama? Karena saya nda ingin punya topik menulis yang itu-itu aja.

Coba bayangkan kalau jadi artis atau yutuber, pasti tim kreatifnya banyak banget yang mikirin ide konten untuk kedepan, susah juga ya ternyata jadi KOL.

Malah jadi curcol.

Topik kali ini, waktu untuk merenung, pertanyaannya, kapan terakhir kali teman-teman merenung atau berdiskusi dengan diri sendiri?

Wah, pertanyaan yang berat ditengah liburan 3 hari dari hari jumat kemarin bukan?

Tapi kita bahas tipis-tipis saja. Ok?

Kapan Terakhir kali kita Punya Waktu Untuk Merenung

Itu pertanyaan pertama ya.

Kalau saya, waktu merenung atau berpikir secara dalam itu pada pagi hari.

Dimana masih belum banyak jadwal yang padatnya minta ampun kalau sudah sama tim.

Nah, waktu itulah membuat saya berpikir lebih dalam untuk semuanya.

Ok, singkat cerita, profesi saya adalah seorang leader di organisasi yang saya pimpin.

Pertanyaan dan renungan yang saya sering pikirkan adalah apakah keputusan yang saya lakukan itu sudah tepat, baik atau bagaimana.

Iya, dulu saya mengerjakan semuanya serba sendiri. Sekarang sekitar 30 plus orang yang menggantungkan harapan dan masa depannya ke tempat saya bekerja.

Tentunya pekerjaan yang tidak mudah (nda ada kerjaan yang mudah ternyata, apalagi jadi leader/manager atau direktur pun).

Sebelum melanjutkan bacaan kali ini, boleh dong mampir ke artikel yang saya dan tim saya sudah buat.

Bermanfaat bagi teman-teman yang mau meningkatkan ilmu manajemen proyek. Sok atuh diklik pada tautan dibawah ini.

Mengelola Proyek Konstruksi

Smartsheet dan 6 Fiturnya yang Memudahkan Management Project

Waktu untuk Merenung dan Manfaat untuk Kita

Sebenernya, kegiatan merenung itu ada manfaatnya nda sih Mas?

Ok, kita bahas satu-satu kali ya. Ini versi saya ya.

Melatih daya pikir

Banyak tulisan, artikel maupun bacaan yang saya baca mengenai daya pikir.

Seringkali atau banyak kali orang sekarang tidak bisa berpikir secara sistematis dan runut, apalagi berpikir dalam durasi yang cukup lama.

Merenung itu melatih daya pikir kita untuk melakukan aktivitas problem solving, baik untuk strategi hidup kita kedepan atau pekerjaan.

Semakin banyak latihan tentunya semakin baik hasilnya bukan?

Mencari Berbagai Opsi untuk Pengembangan diri Kedepan

Tentunya merenung dan punya waktu pribadi untuk diri sendiri, membuat kita mempunyai opsi untuk pengembangan diri kedepan.

Saya contohnya, dari sekian banyak hal yang ingin saya pelajari untuk diri sendiri dan masa depan saya.

Apalagi pengembangan diri itu kewajiban untuk masing-masing dari kita kan. Organisasi atau kantor tempat kita bekerja itu salah satu media nya saja. Tapi, kita harus menentukan sendiri dulu.

Kesimpulan

Setelah membaca tulisan kali ini, menurut Anda bagaimana?

Siap untuk meluangkan waktu untuk merenung dan dapatkan manfaatnya? Yuks.

Enjoy your holiday with Family and stay safe.

Regards,

Daru

Mengelola Proyek Konstruksi

Mengelola Proyek Konstruksi

Mengelola Proyek Konstruksi
Pic by Canva

Selamat Datang dan Selamat Membaca

Pagi.

Kali ini kita membahas sesuatu yang agak berat ya.

Berat topiknya tidak menjadikan beratnya hidup kita ya. Apa sih? Ok, lanjut dulu ya.

Semoga para pembaca yang baru tahu tentang blog saya, bisa mendapatkan manfaat dari sharing saya kali ini. Tetapi jangan lupa mampir ke artikel pada blog saya yang lain seperti dibawah ini.

Seri belajar mengenai implementasi ERP: Konsep Fit and Gap Analysis. Ini bacaan wajib kalau ingin tahu tentang topik ERP.

Lalu yang kedua adalah seri pengambilan keputusan bisnis yang tentunya menarik disimak pada artikel dibawah ini.

Pengambilan keputusan bisnis dari data, apa itu? Jangan lupa mampir dan bagikan kalau topik tersebut menurut Anda bermanfaat bagi teman-teman Anda ya.

Mengelola Proyek Konstruksi

Kontraktor. Ya, bagaimana kesan dan respon pertama Anda mendengar kata-kata tentang kontraktor?

Tentunya banyak duit ya, he3… Kenapa tidak? Setiap pekerjaan konstruksi melibatkan 2 komponen penting.

Pertama. Proyek konstruksi selalu melibatkan yang namanya material bahan-bahan untuk mengerjakan proyek itu dan tentunya membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit untuk melakukan pekerjaannya.

Tetapi tahukah Anda selain itu, proyek konstruksi selalu berkejaran dengan yang namanya jadwal. Yes, jadwal yang padat dan kemungkinan besar mundur.

Bicara mengenai jadwal proyek, saya sering menemukan client kami yang kesulitan dalam mengelola, bagaimana ya cara yang terbaik untuk memonitor pekerjaan dilapangan.

Kalau mengandalkan excel saja, kayaknya bisa sih, tapi pusingnya kebangetan. Setuju.

Apalagi ketambahan mencatatkan biaya-biaya terkait proyek itu sendiri. Masa sih nda ada jalan keluarnya? Sabar, kita masuk sesi pembahasannya.

Smartsheet, Solusi Mengelola Proyek Konstruksi

Mudah-mudahan nda dikira tukang sales obat ya. He3…

Saya merasakan banget yang namanya mengelola proyek apapun itu, baik konstruksi, IT, atau proyek apapun, jadwal menjadi kunci dari semua perencanaan dan eksekusi.

Stick with schedule akan membuat kita mengurangi risiko kegagalan proyek itu sendiri.

Smartsheet dengan segala kelebihannya, bisa baca lebih lengkapnya disini, tentunya bisa membantu para pelaku bisnis kontraktor.

Saya spill sedikit ya:

Fitur Gantt Chart

Siapa yang tidak suka chart apalagi Gantt Chart. Buat gantt chart diexcel gimana? Susah bukan? Dengan smartsheet kita bisa membuat chart tersebut dengan 1 klik saja.

Tentunya dengan tanggal start dan end date dong yang terisi. Dan voila, langsung jadi. Anda sebagai controller project bisa melihat dimana saja dan kapan saja. Yes, Smartsheet sudah ada pada mobile version jg.

Upload Dokumen, Foto, dan Kolaborasi Features

Mau attach ke excel? Haduh, nda mungkin mas. Tapi pakai GSheet bisa kok. Yes, bisa kan? Tapi apakah Anda bisa melakukan notifikasi ke mandor atau team leader Anda dilapangan yang nda pernah buka laptop?

Smartsheet kasi solusinya, fitur tersebut sudah ada dan bahkan ada reminder dan notifikasi otomatis apabila ada yang perlu dimonitor secara langsung.

Cukup banyak fiturnya, Mahal nda?

Straight to the point ya Mas dan Mba Boss? Harga itu relatif, coba bayangkan kalau Anda mengelola proyek yang besar dan alat bantu bernama Smartsheet ini bisa membantu Anda mengurangi kemungkinan kena pinalti dan kurangnya koordinasi, kenapa tidak toh?

Gimana kalau Anda tertarik, mau coba dulu diskusi dengan kami dan coba trialnya dulu saja. Tertarik coba trialnya? Saya berikan link nya dibawah ya.

Coba Gratis Smartsheet

Atau hubungi ke whatsapp tim saya, sudah kenal Sunartha kan? Harus dulu dong mampir ke website kami untuk informasi lebih lengkapnya.

Ok, selesai sudah topik kali ini. Kira-kira topik lain kali bahas apa ya?

Tulis dikomentar ya.

Salam,

Daru

Konsep Fit and Gap Analysis

Sharing Dulu: Konsep Fit and Gap Analysis

Konsep Fit and Gap Analysis, sebuah bacaan bagi teman-teman yang tertarik dengan profesi konsultan Cloud ERP.

Konsep Fit and Gap Analysis
picture by Canva

Selamat Pagi

Apakabar?

Sudah lama ya ternyata saya tidak menulis pada blog pribadi saya ini. Maafkan karena beberapa kesibukan yang saya harus lalui, ternyata untuk menulis pun, harus tertunda.

Tetapi, namanya juga hobi, tetap harus dilakukan bukan?

Ya dong. Terkadang kita butuh pelepasan, melakukan hal-hal yang kita suka.

Contohnya menulis.

Nah, karena saya bingung mau menulis apa, riset kecil-kecilan, akhirnya saya coba menulis mengenai satu topik yang tentunya harus diketahui oleh teman-teman yang tertarik untuk menjadi konsultan ERP jaman now.

Topik kali ini mengenai Fit and Gap Analysis ya.

Bagi teman-teman yang bingung mengenai profesi yang saya ceritakan kali ini, jangan khawatir, mungkin pada kesempatan berikutnya, saya coba tulis dan tambahkan link pada tulisan kali ini.

Konsep Fit and Gap Analysis

Kenapa saya sampaikan konsep?

Karena topik ini cukup kompleks ya menurut saya.

Menurut pengalaman saya menemani client (perusahaan) yang melakukan kegiatan project implementasi ERP, salah satu kegiatan yang penting dan krusial untuk dijalani adalah part ini.

Dan kalau saya bisa bilang, apabila pemahaman konsultan terhadap proses bisnis clientnya kurang baik, akan membuat proses implementasi berjalan kurang baik kedepannya.

Istilah kata, harus banget kita tahu 2 hal sebagai berikut:

Bagian 1. Pemahaman Alur Sistem ERP

Sebagai konsultan ERP yang baik (ahli kalau bisa dibilang) salah satu kemampuan yang dimiliki adalah mengerti dan paham bagaimana cara sistem ERP yang akan diimplementasikan berjalan secara default (standard).

Tentunya pemahaman dan jam terbang ikut andil dalam proses ini ya.

Coba bayangkan teman-teman yang baru lulus kuliah atau Fresh Grads (FG) kan tidak punya pemahaman bisnis seperti para pekerja yang misalkan sudah 5 – 10 tahun bekerja.

Nah, bagaimana cara belajarnya?

Tentunya harus banyak-banyak belajar, riset dan eksplorasi dari artikel, university yang mungkin diprovide oleh ERP yang teman-teman akan kuasai.

Bagian 2. Pemahaman Alur Bisnis Client

Kalau mengenai pemahaman alur bisnis client yang akan diimplementasikan. ini juga cukup menantang.

Apabila sudah ada senior yang sudah melakukan implementasi sejenis sebelumnya, tentunya kita bisa langsung dapat insight darinya.

Tetapi kalau belum, sama dengan bagian 1, kita harus belajar dan riset serta melakukan testing internal ya. Agar apa?

Agar ketika kita bicara dengan client, pemahaman dan istilah-istilah yang digunakan kita jadi familiar.

Masuk ke pesan sponsor dibawah dulu ya.

Project management tools terbaik, versi saya.

Meningkatkan produktivitas Anda dengan tools manajement project. Yuk mampir.

Fit And Gap Analysis

Konsep pada Fit and Gap Analysis adalah kita ingin membandingkan antara proses pada sistem ERP yang kita implementasikan dengan proses bisnis/data pada eksisting client.

Fit artinya bisa menggunakan alur standard yang ada.

Kebanyakan vendor ERP yang ada, mempunyai alur best practise atau alur umum yang disepakati oleh banyak perusahaan diberbagai negara.

Jadi kalau misalkan alur pembelian atau procurement Fit, berarti bisa langsung kita gunakan sistem ERP tersebut, paling konfigurasi satu dua hal saja.

Namun, apabila ada Gap, kita musti bagaimana?

Gap artinya kita tidak bisa menggunakan alur standar yang ada pada sistem dan harus kita lakukan modifikasi (atau custom) sehingga bisa terakomodir.

Oiya, tidak selamanya client minta custom juga lho kalau ada Gap ini. Bisa jadi mereka cukup merubah bisnis proses tersebut dan mengikuti apa yang sudah disediakan oleh sistem.

Kesimpulan: Fit and Gap Analysis

So, bagaimana penjelasan mengenai fit and gap analysis nya?

Sudah terbayangkah?

Kalau belum juga, boleh ditanyakan, pada bagian mana yang teman-teman butuhkan penjelasan lebih lanjut ya pada kolom commentar.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi teman-teman yang menjalaninya ya.

Salam,

Daru

Project Management Tools Terbaik

Project management tools terbaik versi saya, tested.

Sharing Project Management Tools Terbaik

Siapa yang keseharian dalam pekerjaannya adalah mengelola proyek?

By the way, proyek yang saya maksudkan disini bukan proyek konstruksi atau proyek yang seperti itu ya.

Bisa juga proyek acara kegiatan, atau launching produk dan jasa baru. Bisa jadi proyek Pernikahan he3.

Apapun itu, kesemuanya punya kerumitannya masing-masing. Setuju banget kan?

Kalau waktu kuliah, seksi yang khusus riweuh dan pusing handling kegiatan ini adalah seksi acara.

Mulai dari mengurusi yang kecil sampai besar, semuanya harus terkoordinasi dengan baik.

Mari kita ngopi dulu sebelum melanjutkan bahasan kali ini.

Sambil nyeruput kopi, ada baiknya mampir juga ke artikel saya dibawah ini ya. Thank you yang sudah mampir dan memberikan feedback ya.

Mencari Partner Bisnis

5 Pekerjaan yang Bisa Anda Lakukan dengan Smartsheet!

Lanjut.

Ternyata Sekarang ada Solusinya

Betul, sekarang mengelola proyek sudah ada tools nya lho. Ah masak? Kan kita-kita tahunya pakai excel Mas?

Sabar, yes dan correct, banyakan orang (bahkan didunia profesional pun) seringkali excel atau spreadsheet dijadikan andalan untuk mengelola proyek.

Nda salah sih tapi mari kita bahas satu per satu ya.

Microsoft Excel aka Spreadsheet

Tools pertama ini yakin banget saya, semuanya pernah pakai. Bahkan ada yang bilang julukan Dewa dan Dewi excel.

Julukan yang disematkan bagi orang yang kemampuan excelnya diatas rata-rata.

Dari buat gantt chart, sampai bikin rumus ini itu, wah, keren deh pokoknya.

Saya pun diawal-awal mendirikan Sunartha (bagi yang penasaran sama Sunartha bisa mampir ya) pakai juga.

Helpful, bisa diutak-atik secara instan dan keluar hasilnya secara cepat.

Kekurangannya pada saat mengelola proyek, kalau menurut saya, terkadang saya nda bisa restrict siapa yang harus ganti dan bisa ganti, itupun kalau bangun gantt chart takes more time.

Namanya juga bukan aplikasi yang diperuntukkan untuk kelola proyek kan ya.

Trello

Banyak nih yang pakai tentunya. Saya juga (wah, tukang nyobain atau tester software kah Mas?)

Look and feel yang oke banget bagi para pengguna awal proyek management. Istilah kerennya kanban style.

Buat kita-kita, enak banget, cuma geser kekanan atau kekiri dengan status atau progress tiap aktivitas.

Dulu saya pakai untuk monitoring campaign marketing dan digital marketing kita. Ada versi gratisannya pula.

Kekurangannya: kadang kangen sama gaya entry versi Excel (spreadsheet). Ini mah gagal move on nda sih?

Project Management Tools Terbaik – Berikutnya

Ok sabar, masih ada lagi nih. Masi sabar menunggu kan?

Next kita akan bahas yang namanya Monday.com

Monday.com

Setiap hari selalu menjadi hari senin. Opo seh? He3, becanda ya.

Saya terus terang pakai ini lebih dari 2 tahunan untuk di Sunartha.

UI/UX ciamik pool, colorful, mirip-mirip sama trello tapi lebih keren aja.

Setiap bagian happy untuk update disini karena ya itu, simple.

Lalu muncul satu hal yang butuh saya lakukan, melakukan analisa lebih lanjut dari data-data di monday dan saya harus extract ke excel. Cukup PR juga saat mau buat gantt chart.

Tapi, saya cari lagi dong, makanya ketemu yang saat ini terakhir kita pakai.

Smartsheet – Project Management Tools Terbaik

Selama mencari tools-tools diluar sana (versi berbayar ya).

Akhirnya saya menentukan pilihan ke Smartsheet. Kenapa tidak? Setelah bolak balik pakai kanban style dan gantt chart, akhirnya saya menemukan yang cukup user friendly ala enterprise level.

Bahkan prinsipal saya pun pakai, Tableau.

Temen-temen yang pakai project management tools pasti senang dengan look and feel dengan spreadsheet or google sheet deh.

Dengan kemampuan notifikasi dan automation yang komplit, meringankan hidup banget deh.

Banyak fitur API yang saya dan tim masih oprek juga. Overall kalau yang berbayar Must Try deh yang namanya Smartsheet ini.

Kesimpulan Project Management Tools Terbaik

Bicara kesimpulan, kita tahu ya, tools itu kan gunanya bantu kita untuk lebih produktif.

Sometimes, kita harus spend more untuk fitur and benefit agar apa? ya produktif.

Tetapi kalau untuk yang free bisa juga dong, ya bisa, asalkan kebutuhan kita tercukupi.

Nah, itu sharing saya ya, setelah mencoba sekian produk, terakhir jatuh ke Smartsheet deh.

Penasaran mau coba? Boleh. Sebentar saya share link nya disini ya: Coba Gratis

Sekian dahulu ya, enjoy your holiday and stay healthy ya.

Regards,

Daru

Mencari Partner Bisnis

Mencari partner bisnis untuk saya.

Mencari Partner Bisnis
Picture by Canva

Latar Belakang Mencari Partner Bisnis

Selamat hari libur bagi Anda sekalian. Terimakasih sudah mampir pada blog pribadi saya.

Tulisan kali ini lebih ke curcol (curhat colongan) ya.

Kenapa? Ya karena saya termasuk envy (atau ngiri) pada yang namanya perusahaan-perusahaan yang baru aja mendaftarkan diri menjadi anggota bursa saham IDX.

Loh, kok ngiri Mas?

Ok sabar ya, nanti akan kesana kok ceritanya. Monggo disiapkan dulu camilan, teh atau kopi item yang baru diseduh, sepertinya enak sambil baca “curcol” saya kali ini.

Siap? Mari kita mulai.

Perusahaan yang mau IPO di Indonesia, teman-teman sekalian bisa lihat dokumen yang namanya prospektus usaha.

Nah, biasanya diprospektus tersebut kita bisa melihat banyak informasi terkait perusahaan itu lho.

Mulai dari rencana penggunaan dana, siapa pemiliknya, rencana bisnis kedepan sampai laporan keuangan mereka dong.

Ok, itu awam or biasa aja.

Tetapi yang terkadang saya nda habis pikir adalah ternyata nda semua yang IPO itu yang jumbo aka perusahaan besar dengan size dan revenue setahun ratusan miliar Rupiah.

Kok bisa? Ya bisa. Ternyata sekarang kita tahu pada bursa IDX ada namanya papan pengembangan.

Istilahnya liga tuh, ada liga premier ada liga dibawahnya premier tersebut.

Part Two: Masih Mencari Partner Bisnis

Sebelum lanjut, bantu mampir ke artikel saya yang lain dan tim saya yang buat dong. Terimakasih yang sudah mampir ya.

Manfaat Menggunakan Cloud ERP Indonesia

Tugas dan tanggungjawab manajemen bisnis

Mari kita lanjutkan.

Pada papan pengembangan, tidak mensyaratkan kinerja keuangan yang berbasis laba. Yes, nda harus laba bisa masuk jadi anggota bursa.

Lalu apa yang bikin envy? Ternyata begitu saya telusuri, nda semua perusahaan tersebut mempunyai kinerja yang lebih baik dari bisnis saya.

Penasaran bisnis saya apa? Coba teman-teman googling Sunartha ya. Atau saya berikan tautannya agar bisa langsung klik aja.

Kinerja apa yang saya bisa bilang lebih baik? Yang saya bisa bilang lebih baik adalah diperforma keuangan secara laba ruginya.

Ok, lalu apa hubungannya dengan cari partner bisnis Mas? Mungkin sambil ngemil dan lanjut nge-teh?

Part III : Rencana Saya

Ok, apa rencana saya kedepan. Kemarin terus terang tertarik dengan ide dari youtube Dr Indrawan Nugroho (aseli kontennya berbobot semua, sok yang mau mampir).

Jadi intinya seperti gambar dibawah ini ya:

S Curve of Business Growth
Pic by Rocketsource.co

Dan akhirnya saya tersadar, I have to find someone or another people that can support me achieved Sunartha growth kedepannya.

Sudah ada kepikiran beberapa opsi plan kedepannya dan salah satunya adalah I will actively looking for partners yang punya visi yang sama.

Sebagian besar decision saat ini memang ada di saya dan tim yang saya trust, tetapi kedepannya akan lebih optimal untuk mengejar growth dengan bringing some people with great passion and talent to exceed my expectation.

Goalnya apa? Tentunya mau IPO dong dan pursued our goals to be number 1 in consulting for medium sized business.

Nah, apakah ada diantara pembaca saya yang tertarik dan punya kapabilitas untuk bergabung dengan saya dan tim existing saya?

Drop me direct message or private message via Linkedin, I will get back to have a call with you.

Ditunggu ya.

Daru