Rumus Scale Up Usaha


Rumus scale up usaha. Saya nyari terus nih, eh ternyata ketemu juga.

Rumus Scale Up Usaha
Pic by Canva

Rumus Scale Up Usaha

Selamat pagi! Bagi yang sudah sering mampir ke blog saya, terimakasih ya. Bagi yang baru pertama kali mampir, welcome.

Topik kali ini menarik, tentunya buat saya.

Kenapa nda? Sudah lebih dari 13 tahun, saya menjalankan bisnis, dan ternyata rumusnya baru kesadaran sekarang.

Waduh telat banget ya? Tidak ada kata terlambat ya, ingat ingat.

So, apa nih rumusnya? Wah sabar ya, jangan nafsu dulu. Kita urai pelan-pelan, mulai dari syarat bisnis atau usaha yang bisa scale itu seperti apa, dan tentunya ada 1 faktor kunci yang perlu dimiliki.

Sudah siap? Yuk mari kita let’s go.

Part 1: Syarat yang harus dimiliki

Pada part one ini, untuk bisa scale, tentunya marketnya ready utk kita scale.

Gimana tuh ceritanya Mas Bro?

Sebagai contoh ya. Bisnis Sunartha, bisnis saya, punya market B2B, artinya saya banyakan jual ke pemilik bisnis atau pelaku bisnis.

Nah dari tipikal customernya, bisnis saya tidak akan menjangkau 270 juta penduduk Indonesia, tetapi kemungkinan besar adalah jumlah bisnis yang ada di Indonesia.

Paham kan jadinya? Jadi kalau teman-teman mau buat bisnis dan mimpinya untuk scale besar-besaran, pertimbangkan market yang Anda layani.

Tentu tidak itu saja, kadang kalau sudah bilang market saya besar, belum tentu mereka mau pake produk atau jasa kita karna banyak hal pertimbangannya.

Contoh demografi dan lokasi.

Misalkan jualan siomay gerobak di Jakarta mau ambil market di Surabaya, ya dipikir2 dulu tuh.

Lanjut Part 2: Syarat berikutnya

Syarat berikutnya adalah kesiapan kita untuk delivery pada saat momentum yang tepat.

Mungkin orang awam nyebutnya hoki.

Pernah nda ngelihat 1 bisnis yang uda lama mulai, tapi ramenya baru2 ini. Yes, momentumnya baru dateng.

Pelajaran di bisnis saya lagi, momentum kerja WFA itu momentum bisnis saya. Naik konsisten tiap tahun.

Bu sayangnya, tim yg bisa deliver tidak siap dengan momentum tersebut, karna apa? Yes, pelatihan tim kita masi terlambat.

Cape juga nih nulis panjang lebar, jangan lupa mampir di artikel lainnya dibawah ini ya.

Belajar apa lagi ya? Bacaan iseng untuk Anda.

Kali ini berbagi tips untuk Bagaimana memantau aktivitas karyawan meskipun WFA.

So, kesimpulannya apa?

Always be prepared and jangan lupa lihat momentum apalagi nih yang bakalan hits ditahun-tahun depan.

Kan emang itu kerjaan pemilik bisnis toh, antisipasi and riding with the wave.

Semoga tulisan saya kali ini mencerahkan, kalau belum, bisa drop kritik dan saran untuk perkembangan blog saya kedepan.

Tertarik untuk tahu lebih lanjut tools apa saja yang dibicarakan diatas, nah bisa kontak Mba – mba cantik (teh euis atau mba puspa) yang always standby di no whatsapp Sunartha: 081586902499

Atau follow Linkedin saya juga boleh.

Daru

Belajar Apalagi Ya

Belajar apalagi ya.

Belajar Apalagi Ya
Pic by Canva

Belajar Apalagi Ya

Hai selamat datang dan selamat membaca bagi teman-teman yang mampir pertama kali pada blog saya.

Jadwal rutin nulis setiap sabtu atau minggu, tergantung dengan niat dan kesungguhan, he3.

Tapi jujur saja, menulis membuat saya untuk berpikir dan mencatat apa yang saya alami dan ingin kerjakan, maklum sudah faktor U, alias umur.

Sambil ditemani lagu Mba Mahalini dengan judul Sisa Rasa, mari kita simak bersama tulisan saya kali ini ya.

Mempelajari hal baru, di awal tahun 2023 ini, apa resolusi teman-teman nih terkait sesuatu hal yang ingin dipelajari, atau diminati?

Bisa belajar untuk bisa buat atau nge-brew kopi sendiri aka jadi barista, mau bisa tambah jago untuk ambil foto pake kamera profesional?

Atau mau belajar bisa masak? Wah apapun itu, kalau menurut saya, as long as kita happy, why not ya. Just Do It.

Bagaimana dengan saya? Yuk saya ceritain.

Part II

Belajar saya mengenai HR dan komunikasi. Yes, susah ya? Wkwkw. Pasti.

Kenapa saya mau belajar kedua hal ini, pastinya saya mau juga sih belajar yang lain, tapi karna topik ini akan meningkatkan performa bisnis, ya kenapa nda toh.

Saya bagi 2 ya. Mulai dari yang pertama.

HR

Topik Human Resources atau Human Capital atau semua hal tentang pengelolaan tentang tim dan people terus terang merupakan hal yang sangat blank.

Kenapa tidak, background pendidikan sangat jauh dari topik ini.

Nah begitu masuk ke jumlah tim di 30 an, hal yang cukup mendesak untuk dipelajari adalah bagaimana departemen HC ini bisa ok banget kedepannya.

Oiya bagi teman-teman yang belum tahu, bisnis saya itu services atau jasa untuk melakukan implementasi ke bisnis yang menggunakan solusi IT yang dibeli.

Jadi yang diurus ya masalah people and tim yang akan deliver solusi ke client.

Perlu adanya evaluasi kinerja secara rutin dan komunikasi terkait pekerjaan, pribadi, kebutuhan temen2 tim juga.

Sedangkan saya tipe orangnya yang introvert yang asik aja sendiri dan dengan notebook.

Semakin kesini semakin tahu kalau mau usaha kita membesar, tim kita harus upgrade bersama kita.

Sebelum masuk ke komunikasi, mampir dulu ya di artikel lainnya dibawah ini. Makasi lho.

Contoh dan template untuk pengelolaan karyawan dengan menggunakan timesheet.


Mengelola bisnis yang lebih efisien

Komunikasi

Kalau bicara people dan tim, pastinya tidak terlepas dari komunikasi.

Pacaran aja tanpa komunikasi, mau gimana kita tahu kalau pacar kita mau makan apa bukan? Jangan jawab terserah ya. Kasian cowonya hehehe.

Banyaknya tim, adanya layer of struktur, membuat komunikasi seringkali bias dan tidak tepat penyampaian maupun goalsnya.

Sering kejadian ditempat saya tuh, kalau ngomong-ngomong aja tanpa dicatat, ujungnya lupa dan kemana-mana hasilnya, nda sesuai.

Sudah rugi waktu ngerjain, customer jadi bete pula. Makanya ditempat kami, yang namanya meeting selalu dibuat catatan maupun rekaman.

Kesimpulan Belajar Apalagi Ya

Masuk ke part kesimpulan ya.

Bagi teman-teman yang fase bisnisnya mau scale, coba deh mulai belajar tentang HR dan komunikasi yang baik.

Pasti impactnya akan berasa ke performa bisnis.

Nda ada salahnya ikut workshop juga kali ya. Btw kalau ada workshop bagus dan mau dibagikan, boleh ya tulis dibawah ini.

Kalau saya dan management team selalu pake Smartsheet (iklan dulu bos) untuk maintain progress dan komunikasi antar tim terkait proyek dan Tableau untuk dashboard yang bling-bling sebagai penyedia informasi sebagai decision making.

Tertarik untuk tahu lebih lanjut, nah bisa kontak Mba – mba cantik (teh euis atau mba puspa) yang always standby di no whatsapp Sunartha: 081586902499

Buat yang mau kenalan sama saya di Linkedin, boleh lah invite ya dan diskusikan mengenai HR juga bole. Thank you.


Daru

Mengelola Bisnis Lebih Efisien

Mengelola Bisnis Lebih Efisien

Mengelola Bisnis Lebih Efisien
Pic by Canva

Mengelola Bisnis Lebih Efisien

Pengalaman Tahun 2022

Selamat pagi dan selamat hari sabtu yang cerah pada hari ini.

Terimakasih yang sudah mampir pada tulisan saya, blog yang merupakan catatan ringan atas pengalaman pribadi yang mungkin menarik untuk teman-teman sekalian baca dan ambil hikmahnya.

Kalau isinya nge-dumel dan kurang jelas, mohon diacuhkan saja, mungkin penulis sedang suntuk-suntuknya untuk berkreasi.

Ok, kenapa topik serius ini saya bawa, mengenai mengelola bisnis lebih efisien, dan dibahas sabtu dan hari libur pula?

Sabar, saya nda mau terkesan menggurui dan ngajak mikir berat dihari libur kalian kok.

Sit back, relax and enjoy the reading, setuju?

Part pembelajaran saya pada tahun 2022, mungkin teman-teman bisa membaca pada tulisan saya sebelumnya dibawah ini ya.

Terimakasih untuk Tahun 2022. Yes, yang linknya disebelah, diklik ya. Thank you.

2022 memberikan satu pembelajaran yang menurut saya cukup mahal dan berharga.

Patut disyukuri kalau rencana kita dan rencana Tuhan kadang kala tidak bisa selalu sama.

Tapi pasti ada pembelajaran yang kita bisa ambil, setelah kita melalui dan cukup terbuka memahami, oh ini toh yang Tuhan mau sampaikan untuk kita.

Pembelajaran Bisnis

Karna saya memiliki dan menjalankan bisnis pada keseharian saya, mungkin topik ini yang paling relate saya ceritakan ke teman-teman.

Bisnis yang saya jalankan pada tahun 2022 bukanlah bisnis yang mempunyai efisiensi yang cukup baik.

Tahu dari mana Mas? Good questions.

Indikatornya, paling mudah adalah (yang saya pakai ya) profitabilitas dari sisi operation versus tahun sebelumnya ternyata menurun. Meskipun secara sales dan pertumbuhan naik.

Nah, sebagai acuan tersebut, kami di manajemen level harus mulai “bekerja” dan beradaptasi terhadap 2023.

Banyak orang bilang 2023 resesi, kondisi ekonomi yang kurang baik dan yang lain, tetapi alangkah lebih baiknya, kita tetap bersiap-siap dan mengajukan pertanyaan ke masing-masing.

“Bisnis yang kita jalankan sudah efisien nda sih?” that’s the question.

Jadi kalau posisi bisnis Anda masih bisnis as usuall, atau gitu-gitu aja, mending coba checkup deh bisnisnya.

Ada yang bisa kita improve nda kedepan or tahun ini deh. By numbers ya tentunya.

Karena kolesterol aja ada acuan angkanya, mosok ngurusin bisnis begitu-begitu aja.

Kalau saya dan management team selalu pake Acumatica (iklan dulu bos) untuk indikator keuangan dan Tableau untuk dashboard yang bling-bling sebagai penyedia informasi sebagai decision making.

Tertarik untuk tahu lebih lanjut, nah bisa kontak Mba – mba cantik (teh euis atau mba puspa) yang always standby di no whatsapp Sunartha: 081586902499

Sukses ditahun 2023 ini ya. Selamat berproses dan menikmati hasilnya.

Buat yang mau kenalan sama saya di Linkedin, boleh lah invite ya, tapi jangan langsung hardsell ok? Thank you.

Daru

Bagaimana sih cara kita menggunakan Project Management tools serta melakukan kolaborasi didalamnya, bisa dibaca disini yuk infonya.

Terimakasih Tahun 2022

Terimakasih Tahun 2022

Terimakasih Tahun 2022
Pic by Canva

Terimakasih Tahun 2022

Selamat pagi, apakabarnya? Saya harap teman-teman semua dalam kondisi yang baik dan sehat ya.

Tidak terasa sudah dipenghujung tahun 2022, tanggal 31 Desember 2022.

Dimana besok sudah 1 Januari 2023.

Dan tentunya saya harus menulis pada momen kali ini, tulisan di akhir tahun 2022, sambil menyambut tahun baru 2023.

Flashback Tahun 2022

Tahun 2022 merupakan tahun yang cukup menantang untuk saya, bisnis dan kehidupan.

Tantangan dan permasalahan datang silih berganti.

Bagaimana dengan Anda semua? Tentunya sama bukan?

Ada cerita bahagia, ada cerita yang membuat sedih dan terkadang hampir putus asa.

Tapi tentunya semua harus dijalani, dihadapi dan keputusan-keputusan itulah yang membuat kita semua bisa bertumbuh dan maju kedepan.

Sambil menulis blog ini dan mendengarkan “Pesan Terakhir” -nya Mba Lyodra, nah saya mau kita semua mempersiapkan diri kita, masing-masing untuk menapaki 2023.

Persiapan Menuju 2023

Nikmati hari ini sebagai hari terakhir kita di tahun 2022, bersama keluarga atau rekan kita.

Sambil mempersiapkan waktu dan diri kita kedepan menyambut 2023 nih.

Persiapan nya apa aja?

Kalau saya nih, saya akan mulai dengan bersyukur.

Bersyukur

Kayaknya, lebih tepatnya bukan kayaknya sih, tapi pastinya, tahun 2022 saya jalani dengan penyertaan Tuhan dan support system saya.

Tuhan bekerja melalui keluarga saya, rekan-rekan di Sunartha (kantor saya), client dan prinsipal, dan melalui banyak orang yang hadir mengisi waktu saya di tahun ini.

Semua harus saya terima dan bersyukur untuk pelajaran berharga ini.

Di tahun 2023 saya harus tetap bersyukur meskipun banyak orang bilang tahun 2023 lebih banyak tantangan lagi.

Adaptasi

Iya, tanpa adaptasi dan keinginan berubah di tahun 2023, sepertinya hasil yang kita harapkan akan seperti itu-itu saja. Anda nda pengen juga kan?

Melakukan perubahan itu sulit. Contohnya komitmen untuk olahraga saya di 2022 sangat-sangat buruk. 2023 saya mau merubah itu.

Juga dengan tujuan bisnis, goals pribadi dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Eksekusi dan Evaluasi

Target, strategi dan apapun itu nda akan terjadi tanpa adanya eksekusi dan evaluasi.

Pelajaran yang tetap relevan tentunya. Melakukan monitoring secara rutin untuk kegiatan dan pencapaian kita.

Yang rugi siapa kalau kita nda bisa? Ya kita sendiri bukan? (sambil nunjuk diri sendiri).

Yuk kita bisa jalani bareng ya.

Tentunya saya promosi artikel-artikel lain yang ditulis oleh saya sendiri dan tim nih. Jangan lupa support ya.

Siapa ideal customermu?

Cara login Tableau melalui License Management Tableau

Sukses untuk kita semua ya di tahun 2023. Enjoy your 2022.

Daru

Siapa Ideal Customermu

Siapa Ideal Customermu

Siapa Ideal Customermu
Pic by Canva

Siapa Ideal Customermu

Pertanyaan yang ketika saya mengikuti sesi incubator Ideacloud.

Hai, salam kenal. Saya Daru, bagi Anda yang baru aja mampir atau yang sudah sering mampir ke tulisan-tulisan saya yang lain.

Seringkali saya berbagi mengenai apa yang ada dipikiran, bisnis, ide-ide maupun tips terkait produk dan layanan yang dimana tempat kerja saya, Sunartha miliki.

Nah, get back to topics.

Siapa sih ideal customer kita? Simple questions, tapi nyari jawabannya harus pake riset dulu nih.

Kenapa tidak? Kalau sampai salah jawab, yang ada bisnis kita nda akan kemana-mana malah stay ditempat.

Siapkan camilan dan segelas kopi sambil kita jalani satu persatu ya bahasannya.

Bisnis dan Customer

Ok, congrats bagi teman-teman yang sudah membuka bisnis baru. Bisnis untuk bisa bertahan dan berkembang, harus punya yang namanya customer.

Setuju dong ya?

Sama nih dengan cari yang namanya pasangan, kita tentunya butuh dan senang kalau dapat pasangan or customer ideal kan.

Tinggi, putih, ganteng/cantik, baik dan seterusnya. Kalau itu pasangan ya.

Nah kalau customer bagaimana?

Pastinya kita harus menentukan dulu dong, layanan dan produk kita itu fokusnya kemana?

Contoh Sunartha ya, kita menentukan kalau bisnis kita itu akan melayani para pemilik bisnis atau management suatu bisnis mempermudah mereka mengelola dan melakukan analisa terhadap data-data yang dimiliki.

Masih luas tuh ternyata. Harus lebih spesifik lagi, misalkan yang diharapkan adalah pemilik bisnis yang merupakan generasi penerus dari bisnis-bisnis orangtuanya.

Dan seterusnya. Kita harus punya sampai dengan profiling mereka.

Misalkan, suka cari info via media apa, hangout-nya dimana, sekolahnya dimana dan seterusnya.

Kok jadi mirip stalking gebetan ya? He3, betul. Bisnispun sama kok.

What’s Next Mas?

Ok, coba sambil kerjakan list diatas, berikutnya kita akan mencari dan mencoba menemukan, kalau ditempat saya, pain point (titik kerumitan dan masalah yang mereka hadapi).

Saya setuju dan senang sekali sama brand “Tolak Angin”. Secara kemarin nginep disalah satu hotel group di Semarang.

Kalau bisa ambil merek “Tolak Miskin” kayaknya laku deh motivator atau bisnis opportunities hehehe.

Balik lagi ya. Tolak angin langsung memberikan solusi atas masuk angin, kembung dan gejala nda enak yang kita rasakan kalau lagi berpergian.

Kita juga harus punya tuh solusi atas permasalahan itu ke ideal customer kita.

Begitu cocok, tinggal bagaimana teman-teman ngemas utk segera closing atau terjadi transaksi.

Dan saya juga baru tahu, tidak semua orang itu client kita atau customer ideal kita.

Kesimpulan – Siapa Ideal Customermu

Betul, tidak semua orang atau semua bisnis itu customer ideal-nya Sunartha.

Makanya kita coba spesifikan pada tiap produk yang kita miliki, coba improve terus persona dan target dari calon ideal customer kita.

Sudah dapat insight toh dari sharing kali ini? Sip, mantab.

Silahkan dipraktekkan ya.

Feel free to reach out saya atau tim saya untuk diskusi mengenai improvement process bisnis ditempat Anda.

Daru

Pesan sponsor dulu:

Bagaimana sih cara kita menggunakan Project Management tools pada perusahaan logistik, bisa dibaca disini yuk infonya.

Bisnis manufaktur atau pabrik dan bagaimana cara masalah dan tipsnya? Simak disini ya.

Kesempatan Belajar di Ideacloud

Kesempatan Belajar di Ideacloud

Kesempatan Belajar di Ideacloud
Pic taken by Panitia Ideacloud

Kesempatan Belajar di Ideacloud

Selamat hari sabtu bagi teman-teman yang membaca blog saya kali ini.

Jadi kesibukan saya, diminggu ini, hari Jumat dan Sabtu saya diisi oleh kegiatan Ideacloud di Surabaya.

Wah, kok mainnya jauh Mas sampe ke Surabaya segala?

Iya, karena saya ikut kegiatan Ideacloud yang dimotori oleh Pak Hermanto Tanoko (owner AMDK brand Cleo dan bisnis lainnya adalah Avian plus semua grup usaha Beliau), Coach Roby dan Coach Denny Santoso.

Oiya tidak lupa Bu Belinda juga ikut hadir πŸ™‚

Ok, so, apa sih Ideacloud ini? Kok ikutan dan bukannya malah jalan-jalan di Surabaya?

Jadi begini ceritanya, karena saya ikut menjadi peserta Ideacloud Conference ditahun ini, saya penasaran mengikuti sesi lanjutannya yaitu Ideacloud Incubator.

Jadi disesi inkubator ini, kita seperti mengikut mini MBA session dengan topik-topik yang relate dengan entrepreneurship dan diberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab dengan para mentor dan coachnya.

Kedua sesi tersebut dibagi dengan hari jumat, kami batch 7 Ideacloud diberikan kesempatan untuk visit 2 factory milik Pak Hermanto, yang pertama adalah pabrik Air Minum Cleo dan yang kedua adalah pabrik Cat Avian.

Lumayan seru sih, secara saya sudah lama nda pergi jalan-jalan seperti study tour sejak jaman sekolah dahulu.

Dan tentunya mengunjungi pabrik tetapi bukan karena pekerjaan ya, soalnya kalau saya ke pabrik tertentu, biasanya kerja karena implementasi sistem atau pitching sistem ke calon client.

Apa yang Didapat?

Sebelum saya beritahu apa aja yang saya dapatkan dari sesi di Surabaya ini, mampir dulu ya di artikel saya seperti berikut ya: Siapa takut jadi salesperson?

Oleh-oleh yang didapat dari sesi bersama selama 2 hari di Surabaya:

Mental

Yes, pelajaran mental yang terutama.

Dari sini saya bisa tahu bahwa bagaimana mental pemilik bisnis yang berorientasi pada result, always improve process dan bagaimana terus mencari opsi-opsi untuk memajukan usaha.

Apalagi yang cerita masuk dalam circle top richest man di Indonesia, jarang-jarang banget kan?

Knowledge

Ya, ilmu yang didapat cukup beragam dari berbagai bidang keilmuan dari masing-masing coach.

Tentunya harus bisa dipraktekin dong ya, kalau nda ya nda ada gunanya untuk bisnis kita.

Rumus growth itu sudah harga mati.

Tapi tiap bisnis dan industri tidaklah sama, bagaimana masing-masing owner bisa improve dan refined strategi sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.

Friends and Relation

Coba bayangkan kalau 1 batch sesi ini dihadiri oleh 70an orang yang most of them adalah pemilik bisnis, pasti seru bukan?

Iya dong, kan jarang-jarang tuh ketemuan sesama pemilik bisnis apalagi dengan latar belakang industri yang berbeda.

Yups, glad ikutan acara ini sih, banyak oleh-oleh yang didapat.

Tetapi harus segera praktek dan jalanin nih, kalau nda ya cuma main-main aja dong ya.

Kalau yang mau berkenalan dengan saya dan mau private discussion saya terkait bisnis proses, implementasi sistem seperti ERP, Project management dan BI Tableau, boleh lho DM ke Linkedin saya ya.

Bicara tentang Smartsheet, coba mampir di artikel ini ya: Smartsheet dan cara mengelola Project IT

Daru

note: kantor saya, Sunartha masi nyari lho tim yang semangat belajar dan semangat mencari uang wkwkw, tertarik join? Gabung disini ya: Career with Sunartha.

Atau bagi Anda yang sedang mau tahu informasi tentang Tableau, bisa lho hubungi Tim saya, Mba Euis disini: Hubungi Kami sekalian tanya, promonya apa nih Mba untuk training akhir tahun? Sip.

Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi
Pic by Canva

Laporan Keuangan Konsolidasi

Pertanyaannya Apakah Laporan Keuangan dan Konsolidasi

Selamat pagi dan selamat datang bagi Anda yang baru saja mampir pada tulisan blog saya kali ini.

Siapa tahu Anda sekalian lagi kebetulan mencari via google search mengenai topik ini.

Silahkan saja dibaca dengan santai, kali ini saya mau sharing mengenai topik yang mungkin bagi para pemilik bisnis seperti saya, butuh tahu lebih lanjut tentang hal ini.

Ok, sedikit perkenalan dahulu, saya Daru, saat ini saya sebagai managing director di Sunartha, kami bergerak dibidang jasa konsultasi dan implementasi sistem perusahaan.

Dimana output yang diharapkan oleh client kami adalah optimalisasi proses bisnis dan tim yang bekerja dengan memanfaatkan data yang mereka miliki.

Salah satu tools yang kami gunakan untuk membantu management terkait pengambilan keputusan adalah Tableau. Pada rilis terbarunya, saya bagikan fitur-fiturnya disini.

Kegunaan

Setelah kita berkenalan, banyak saya temukan pada salah satu pertanyaan calon client kami terkait ERP dan topik ini.

Apakah sistem yang nantinya akan diimplementasikan, kita dapat menghasilkan laporan keuangan yang sudah digabungkan dari beberapa perusahaan yang berbeda.

Tentunya kita harus pahami dahulu ya, kenapa rata-rata manajemen sebuah perusahaan menanyakan ini.

Bahkan saya pun juga begitu. Seperti Sun Artha Group yang mempunyai beberapa perusahaan dengan tujuan dan client yang berbeda.

Pada akhirnya manajemen menghendaki seluruh data keuangan harusnya bisa kita konsolidasikan menjadi satu dan bermanfaat ya.

Proses teknisnya saya tidak akan bahas banyak ya pada tulisan kali ini, kan saya sudah janji pembahasannya santai saja, jadi kalau topik ini menarik untuk Anda, boleh drop comment Anda dan akan saya lanjutkan pada part yang lebih detail.

Tentunya kegunaannya adalah salah satunya dimana manajemen dapat mendapatkan satu pandangan laporan yang terdiri dari beberapa perusahaan yang mereka pimpin dan membandingkan antara performa satu dengan yang lain.

Fitur Cloud ERP Acumatica salah satunya adalah Konsolidasi

Betul, secara manual, Anda tetap akan mendapatkan laporan keuangan ini. Baik dari software accounting yang sudah ada di pasaran atau beberapa vendor ERP.

Tetapi di internal kami, laporan keuangan ini bisa kami dapatkan paling lambat 5 hari kerja dari tanggal tutup transaksi di akhir bulan oleh tim keuangan saya.

Semakin cepat kita bisa mengambil keputusan, tentunya diperlukan pada kondisi ekonomi sekarang ini yang butuh kecepatan dan informasi yang tepat.

Enjoy your holiday with your family and apabila Anda tertarik membahas contoh laporan keuangan konsolidasi lebih detail, hubungi tim saya, Mba Euis dinomor whatsapp di sini! Atau artikel lain mengenai pengelolaan proyek yang Anda dapat simak

Bagaimana Project Management Tools Smartsheet Dapat Membantu Tim Operasional Anda?

Atau bisa berkenalan dengan saya via Linkedin pada tautan dibawah ini.

Daru

note: kantor saya, Sunartha masi nyari lho tim yang semangat belajar dan semangat mencari uang wkwkw, tertarik join? Gabung disini ya: Career with Sunartha.

5 Software Yang Digunakan Tim Proyek

5 Software Yang Digunakan Tim Proyek

Software Yang Digunakan Tim Proyek
Pic by Canva

Software Yang Digunakan Tim Proyek

Kali ini saya mau membahas, kira-kira software apa yang digunakan oleh tim saya, ketika menjalankan proyek ya.

By the way, selamat hari minggu, sudah lama tidak berjumpa kembali.

Bagaimana kabarnya? Sehat dan baik kan semuanya?

Thanks God kalau Anda, keluarga dan rekan Anda baik-baik semuanya.

Kembali lagi, ke sharing saya kali ini, kali ini saya mau berbagi saja.

Siapa tahu Anda akan mendapatkan manfaat dari tulisan saya kali ini.

Kita mulai dari yang pertama ya:

Microsoft Excel

Hayo, siapa yang nda kenal yang namanya Microsoft Excel?

Banyak meme yang ada diluaran sana, belum jago dan bisa dihire kalau nda kenal yang namanya Excel? True?

Nah, seringkali saya temukan dan tentunya dulu saya juga pakai software ini juga untuk mengetahui aktivitas proyek dan task atau tugas-tugas terkait proyek.

Cara penggunaan yang mudah dan tentunya sekarang karna sudah ada office 365 yang bisa cloud, bisa tuh kita share ke teman sekerja kita dalam tim untuk update.

Siapa yang masih pakai Excel? Yuk mention dibawah.

Trello

Siapa yang kenal software as a service ini pas ngurus-ngurus kegiatan kampus? Saya juga.

Eits, sudah tua juga ya klo gitu.

Dengan sistem free-mium, abis free trus disuruh mbayar, nah, Trello cukup powerfull lho.

Gayanya yang kanban style, alias drag and drop dari masing-masing task ke proses berikutnya membuat saya jatuh cinta sama yang namanya Trello.

Tapi apakah cinta berlanjut? Eh, itu topik berikutnya ya.

Cukup lama saya pakai Trello, saat free tentunya, dan satu titik akhirnya saya berpaling ke yang lain.

Kita lanjutkan ya?

Sampai kebanyakan pekerjaan, nah lho, gimana tuh? Mari mampir dong ke tulisan saya yang lain, maklum, iklanin blog sendiri dulu ya. Thank you yang sudah mampir.

Monday.com

Selamat hari senin, yes, itu sapa saya ke tim ketika kita sudah move dari Trello ke Monday.com

Saya suka banget waktu itu dengan tampilan yang catchy, kekinian dan hampir bisa dikerjakan apapun on top of Monday.

Tim juga suka banget, kita waktu itu bahkan sampai seluruh tim ikutan masuk dan collab disana.

Tapi kok ada yang kurang ya? Maklum manusia wkwkw… nda pernah puas.

Kita lanjut ya, jadi udah berapa banyak nih saya dan tim sudah coba?

Smartsheet

Nah, ini pilihan terakhir saya (dan masih pakai sampai sekarang juga).

Tahu nda yang masih kurang dari Monday? UI yang bentuk grid or microsoft Excel style.

Tidak bisa dipungkiri, mindset tim dan rekanan saya itu senengnya yang grid gitu.

Dan, tentunya sudah ada integrasi yang bisa kita gabungkan dengan Acumatica Cloud ERP sebagai backboned accounting and project monitoring kita.

Seru juga kali ya nanti saya bahas tentang project accounting dan integrasi dengan smartsheet. Ada yang minat?

Kalau tandatangan digital, kira-kira minat nda? Baca ini dulu makanya.

Butuh tandantangan digital?

Sip, sharingnya semoga bermanfaat ya.

Oiya, dari kesemuanya, saya pakai yang berbayar ya dan mungkin ada opini pribadi saya didalamnya, jadi ini disclaimer dulu.

Tapi kalau mau bahas, feel free ya.

Selamat beristirahat ya.

Daru

note: kantor saya, Sunartha masi nyari lho tim yang semangat belajar dan semangat mencari uang wkwkw, tertarik join? Gabung disini ya: Career with Sunartha.

Sampai Kebanyakan Pekerjaan

Sampai Kebanyakan Pekerjaan, mosok sih?

Sampai Kebanyakan Pekerjaan

Ah Masa Sampai Kebanyakan Pekerjaan

Salam kenal ya.

Bagi teman-teman yang baru pertama kali mampir ke blog saya, yang seringkali bercerita tentang bisnis, tentang ERP atau hal-hal yang mengundang saya untuk cerita, selamat datang ya.

Bulan-bulan ini, dimana teman-teman konsultan saya masih selow, saya cukup berbahagia dimana leads berdatangan. Thanks God.

Tetapi dilain sisi, setiap ada permintaan datang, kepusingan lain muncul.

Kata teman saya, that’s a nice problems dong bro, yang lain pusing cari kerjaan, lo sudah ada potensial client untuk kerjaan berikutnya.

Jadi, gimana dong?

Ya disyukuri saja. Tetapi, ada yang mau share nih, gimana cara kita untuk mencoba solving agar growth kita bisa tetap tercapai.

Mampir dulu ya di artikel kami yang lain dibawah ini, thank you untuk supportnya.

Punya bisnis F&B? Cocok nih bacaan ERP untuk bisnis F&B.

Penasaran apa itu Acumatica Cloud ERP? Monggo dibaca.

Growth versus Team

Bener banget setiap ada growth yang un-planned atau tidak direncanakan, kita musti rubah dan evaluasi cara kerja kita yang berjalan.

Kalau nda, ya akan tidak punya output yang berbeda.

Nah, hal ini sudah kita alami dan evaluasi selama 1st Half 2022.

Cara yang lama, tidak akan bisa menghasilkan output yang berbeda. Maka dari itu kita akan coba cara yang berbeda untuk paruh 2022.

Caranya apa saja?

Ada beberapa yang coba kita pilih. Baik dari sisi internal kita sendiri, maupun dari sisi eksternal.

Internal dengan coba hiring new team dan optimalisasi metode kerja kita.

Thanks God-nya kita pakai Smartsheet secara internal untuk pekerjaan-pekerjaan yang un-structured bisa dibantu seperti membuat form and tracking new candidates yang masuk.

Bahkan sampai tracking progress project-project yang berjalan dan yang akan masuk.

Kalau nda, wah pusing banget deh pastinya.

Eksternal Strategy

Salah satu kepusingan punya perusahaan yang berbasis project, kita nda bisa selalu menjamin pekerjaan ditahun-tahun berikutnya.

Tetapi yang sudah pasti adalah fixed cost dari expenses yang kita keluarkan.

So, kita harus pintar-pintar mengatur penambahan tim untuk extra jobs yang kita miliki, meskipun secara cost kita harus tetap pantau.

Nah, kita cobain juga nih gandeng beberapa partner yang bisa bantu kita. Baik dari sisi operasional maupun internal process.

Biar apa? Ya ujung2nya biar bottomline aman dan growth tetap terpantau.

Nah karena sudah cerita panjang lebar, mirip captain log Starfleet officer, kita udahan dulu ya. Nanti kita bahas topic lainnya.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk berpartner dengan Sunartha, boleh lho drop interest temen2 di email ask@sunartha.co.id dan mau bantu atau grew bareng kita disisi apa.

Salam,
Daru

Acumatica ERP Software

Acumatica ERP Software, sekilas penjelasan mengenai ERP Software.

Video taken Acumatica

Acumatica ERP Software

Hai salam kenal untuk teman-teman yang sedang mencari tahu mengenai apa sih Acumatica?

Roaming nih, merk kurang terkenal dibandingkan dengan vendor ERP terutama Cloud ERP lain di dunia.

Eits, jangan salah ya, makanya saya buat konten ini, istilahnya, biar berbagi pengalaman dan apa sih sebenarnya Acumatica itu.

Ok, salam kenal bagi yang pertama kali membaca tulisan artikel saya.

Nama saya Daru, saya dan tim saya Sunartha adalah partner dari Acumatica di Indonesia.

Kita sudah lebih dari 12 tahun membantu perusahaan yang menerapkan ERP terutama cloud erp di Indonesia.

Nah, jadi kita intinya ingin berbagi saja, baik pengalaman kami dalam menggunakan (yes, kami menggunakan produk yang kami jual dan ageni ya).

Dan kami tentunya berbagi juga tentang pengalaman dalam meng-implementasikannya.

Riset tentang Acumatica ERP Software

Kenapa brand atau merk Acumatica tidak terlalu dikenal di Indonesia?

Kalau menurut saya, fokus pengembangannya memang di market US, meskipun cikal bakalnya malahan dari Asia lho.

Kok bisa? Ya, nanti saya ceritakan diartikel berikutnya ya.

Lalu, kalau kita bicara tentang produk IT, kita selalu berkaca dari hasil riset dong ya. Salah satunya Nucleus research dibawah ini.

Posisi Acumatica dimana? Tentunya di kuadran Leader ya bersama You Know Who lah ya πŸ™‚

Acumatica ERP Software
Pic by Nucleus Research

Bagaimana Pengalaman kami sebagai Pengguna

Nah, ini yang perlu kami berbagi.

Coba tanyakan deh ke partner-partner lain, apa mereka pakai sendiri sebagai ERP dikantornya? Kalau kami sih pakai.

Pengalaman menggunakannya, tentu saja menyenangkan.

Saya dulu menggunakan Accurate accounting software untuk alasan kemudahan dalam setup dan penggunaan tim Sunartha saat awal-awal berdiri.

Tetapi karena sekarang kondisi membuat kami harus mobile karna Covid, jadi, tim sangat enjoy banget bisa kerja dari mana saja, termasuk rumah mereka WFH.

Kalau mau apply kerja ditempat kami, boleh lho (yah promosi).

Lalu soal implementasinya bagaimana?

Nah, sebelum saya jawab pertanyaan diatas, boleh ya mampir di artikel yang saya dan tim saya buat, berikan komentar kalau Anda merasa ingin dan nimbrung ya.

Gold Partner Acumatica Indonesia

Belajar Hal Baru

Yuk lanjut.

Implementasi Acumatica itu sebenarnya tidak terlalu rumit. Yang rumit itu bisnis proses eksisting customer yang terlanjur sudah jadi.

Pekerjaannya tim functional consultant kita yang akan membuat analisa, mana yang sudah fit dan mana yang masih ada gap didalam proses tersebut.

Rekor tercepat kita implementasi bisa dalam 2 minggu saja dan rekor terlama bisa 1 tahun (tetapi masih kelar kok, tidak sama dengan slogan tetangga yang nda kelar-kelar).

Kuncinya adalah bagaimana kemampuan owner/project leader bisa meyakinkan follow best practise dari alur ERP yang sudah ada.

Sebenarnya masih banyak sih yang saya mau ceritakan, tapi kita buat 2nd part aja ya.

Semoga bermanfaat.

Daru