Hermes Agent vs Claude: Mana yang Lebih Cocok untuk Personal AI Agent?

Bisnis

Latar Belakang

Weekend ini, iseng-iseng scrolling, ketemu satu tools namanya Hermes Agent. Punya Nous Research, open-source, self-hosted, katanya bisa jadi “AI agent yang tinggal di server sendiri, makin lama makin pinter.”

Sebagai orang yang kerjaannya sehari-hari melakukan optimasi (bahasa gaulnya “ngoprek”) di Claude, buat riset strategi Sunartha, drafting proposal, sampai bangun agent buat tim delivery, ya jujur langsung kepancing rasa penasaran.

“Lah, kalau ada yang self-hosted, remember semua project gue, terus bisa gue chat dari Telegram atau WhatsApp langsung… apa masih perlu Claude?”

Daripada cuma jadi bahan mikir doang pas lagi otw meeting, saya coba beneran bedah. Bandingin fitur-fiturnya satu-satu, cek mana yang beneran bisa gantiin cara kerja saya sekarang di mobile, dan mana yang cuma keliatan keren doang.

Nah, hasil bedahnya saya share disini. Siapa tau ada yang lagi mikirin hal yang sama.

Apa itu Hermes Agent

Jadi Hermes ini bukan chatbot biasa. Konsepnya dia di-install di server sendiri (curl install, jalan di Linux/Mac/WSL2), terus dikasih akses ke akun messaging kita, bisa ke Telegram, Discord, Slack, WhatsApp dan dia jadi “personal agent” yang reachable kemana-mana.

Fitur yang bikin menarik:

  • Persistent memory: inget project dan preferensi kita terus, ga perlu re-explain tiap sesi.
  • Auto-create skill: kalau dia berhasil solve masalah susah, dia nulis “skill document” sendiri biar next time ga bikin ulang dari nol.
  • Scheduled automation: cron job bawaan, bisa bikin laporan harian, backup malam, audit mingguan, jalan tanpa disuruh.
  • Sub-agent paralel: bisa spawn beberapa sub-agent buat kerjaan yang jalan bareng-bareng.
  • Full browser control: browsing, klik, isi form, screenshot sendiri.
  • Self-hosted, no telemetry: semua data disimpan lokal di server kita, MIT license, bisa diaudit.

Keren sih emang. Tapi ya, ini artinya kita yang urus servernya sendiri. Bukan produk yang tinggal pake.

Kok Bisa Kepikiran Bandingin ke Claude?

Karena selama ini pola kerja saya udah lumayan bergantung sama Claude buat hal-hal yang sifatnya “reachable dari mana aja”, misal lagi di jalan, tiba-tiba ada ide soal strategi untuk bisnis Sunartha, atau mau nulis di blog ini contohnya , perlu cek draft legal untuk kerjasama bisnis, tinggal buka app di HP, chat dan dapat jawabannya.

Jadi pertanyaannya bukan “Claude vs Hermes siapa lebih pinter” tapi lebih ke, kalau saya mau kerja ala-ala Hermes (reachable, auto-jalan sendiri, inget semua konteks), fitur apa di Claude yang udah bisa mendekati itu?

Ini hasil pemetaannya:

Memory yang inget konteks

Hermes punya persistent memory yang nempel di server sendiri. Claude juga udah punya ini, otomatis inget konteks dari percakapan sebelumnya, dan ada fitur search ke chat lama juga. Jadi soal “nda perlu re-explain tiap kali”, ini udah setara.

Bisa dichat dari mana aja

Nah ini yang agak beda. Hermes bisa nyambung ke Telegram, WhatsApp, Discord sekaligus. Claude officially cuma ada di app mobile-nya sendiri, terus ada Claude Tag (buat di-tag di Slack), sama Dispatch, fitur baru yang bikin HP kita jadi “walkie-talkie” buat ngasih perintah ke Claude yang jalan di desktop/Cowork.

Jadi kalau kerjaan saya emang muter di Slack/desktop, Dispatch itu udah cukup nutup gap-nya. Tapi kalau maunya beneran chat dari WhatsApp pribadi kayak chat sama orang, itu domainnya Hermes, bukan Claude.

Automasi jalan sendiri

Hermes ada cron scheduler bawaan. Claude versi Cowork juga ada Scheduled Tasks, bisa set harian/mingguan/bulanan, tetep jalan asal desktop nyala dan “Keep Awake” di-on-in. Buat kebutuhan kayak laporan pagi otomatis atau monitoring rutin, ini setara fungsinya.

Kerja paralel / sub-agent

Hermes bisa spawn sub-agent buat kerjaan yang jalan bareng. Di Claude, ini fungsinya ada di Cowork (bisa jalanin beberapa task paralel dalam satu thread Dispatch) dan Claude Code (subagent buat workstream kode yang terpisah).

Browser control

Hermes punya browser automation bawaan. Claude punya Claude in Chrome, serunya bisa navigate, klik, extract data, screenshot. Fungsinya kurang lebih sama.

Skill system

Hermes auto-generate skill tiap kali solve masalah baru, dan bisa ambil skill dari komunitas (agentskills.io). Claude juga punya sistem Skills (format SKILL.md) yang dipakai di Claude Code/Cowork, plus kalau organisasi kita punya katalog plugin sendiri.

Yang beneran ga ada di Claude

Satu hal yang jujur ga bisa saya samain: self-hosted. Hermes jalan di server kita sendiri, data full lokal, ga ada telemetry, open source jadi bisa diaudit tiap barisnya. Claude tetap cloud-based, diproses di server Anthropic. Kalau concern utamanya soal data sovereignty atau mau agent yang beneran jalan 24/7 tanpa gantung ke plan berbayar tertentu, ya itu memang jalur yang Hermes ambil dan Claude belum ke situ.

Kesimpulan

Buat saya pribadi, jawabannya bukan pindah total. Kombinasi Dispatch + Scheduled Tasks di Cowork udah cukup dekat buat gantiin pola kerja mobile saya sekarang bisa assign kerjaan dari HP, dieksekusi di desktop, hasilnya nyambung ke tools yang udah saya pakai.

Tapi kalau ada yang concern soal data harus 100% di server sendiri, atau pengen agent yang reachable langsung dari WhatsApp/Telegram pribadi tanpa app tambahan dan itu memang ranahnya Hermes, dan gap itu belum ditutup Claude.

Jadi ya, dua-duanya punya tempatnya masing-masing. Saya sendiri masih pantengin dua-duanya buat liat mana yang lebih align sama arah AI Delivery Transformation yang lagi saya jalanin di Sunartha.

Kalau ada yang lagi eksplorasi hal yang sama, self-hosted agent vs yang cloud-based, boleh banget kita diskusi santai. Let’s connect ke LinkedIn saya.

Daru

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − four =