Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi
Pic by Canva

Laporan Keuangan Konsolidasi

Pertanyaannya Apakah Laporan Keuangan dan Konsolidasi

Selamat pagi dan selamat datang bagi Anda yang baru saja mampir pada tulisan blog saya kali ini.

Siapa tahu Anda sekalian lagi kebetulan mencari via google search mengenai topik ini.

Silahkan saja dibaca dengan santai, kali ini saya mau sharing mengenai topik yang mungkin bagi para pemilik bisnis seperti saya, butuh tahu lebih lanjut tentang hal ini.

Ok, sedikit perkenalan dahulu, saya Daru, saat ini saya sebagai managing director di Sunartha, kami bergerak dibidang jasa konsultasi dan implementasi sistem perusahaan.

Dimana output yang diharapkan oleh client kami adalah optimalisasi proses bisnis dan tim yang bekerja dengan memanfaatkan data yang mereka miliki.

Salah satu tools yang kami gunakan untuk membantu management terkait pengambilan keputusan adalah Tableau. Pada rilis terbarunya, saya bagikan fitur-fiturnya disini.

Kegunaan

Setelah kita berkenalan, banyak saya temukan pada salah satu pertanyaan calon client kami terkait ERP dan topik ini.

Apakah sistem yang nantinya akan diimplementasikan, kita dapat menghasilkan laporan keuangan yang sudah digabungkan dari beberapa perusahaan yang berbeda.

Tentunya kita harus pahami dahulu ya, kenapa rata-rata manajemen sebuah perusahaan menanyakan ini.

Bahkan saya pun juga begitu. Seperti Sun Artha Group yang mempunyai beberapa perusahaan dengan tujuan dan client yang berbeda.

Pada akhirnya manajemen menghendaki seluruh data keuangan harusnya bisa kita konsolidasikan menjadi satu dan bermanfaat ya.

Proses teknisnya saya tidak akan bahas banyak ya pada tulisan kali ini, kan saya sudah janji pembahasannya santai saja, jadi kalau topik ini menarik untuk Anda, boleh drop comment Anda dan akan saya lanjutkan pada part yang lebih detail.

Tentunya kegunaannya adalah salah satunya dimana manajemen dapat mendapatkan satu pandangan laporan yang terdiri dari beberapa perusahaan yang mereka pimpin dan membandingkan antara performa satu dengan yang lain.

Fitur Cloud ERP Acumatica salah satunya adalah Konsolidasi

Betul, secara manual, Anda tetap akan mendapatkan laporan keuangan ini. Baik dari software accounting yang sudah ada di pasaran atau beberapa vendor ERP.

Tetapi di internal kami, laporan keuangan ini bisa kami dapatkan paling lambat 5 hari kerja dari tanggal tutup transaksi di akhir bulan oleh tim keuangan saya.

Semakin cepat kita bisa mengambil keputusan, tentunya diperlukan pada kondisi ekonomi sekarang ini yang butuh kecepatan dan informasi yang tepat.

Enjoy your holiday with your family and apabila Anda tertarik membahas contoh laporan keuangan konsolidasi lebih detail, hubungi tim saya, Mba Euis dinomor whatsapp di sini! Atau artikel lain mengenai pengelolaan proyek yang Anda dapat simak

Bagaimana Project Management Tools Smartsheet Dapat Membantu Tim Operasional Anda?

Atau bisa berkenalan dengan saya via Linkedin pada tautan dibawah ini.

Daru

note: kantor saya, Sunartha masi nyari lho tim yang semangat belajar dan semangat mencari uang wkwkw, tertarik join? Gabung disini ya: Career with Sunartha.

5 Software Yang Digunakan Tim Proyek

5 Software Yang Digunakan Tim Proyek

Software Yang Digunakan Tim Proyek
Pic by Canva

Software Yang Digunakan Tim Proyek

Kali ini saya mau membahas, kira-kira software apa yang digunakan oleh tim saya, ketika menjalankan proyek ya.

By the way, selamat hari minggu, sudah lama tidak berjumpa kembali.

Bagaimana kabarnya? Sehat dan baik kan semuanya?

Thanks God kalau Anda, keluarga dan rekan Anda baik-baik semuanya.

Kembali lagi, ke sharing saya kali ini, kali ini saya mau berbagi saja.

Siapa tahu Anda akan mendapatkan manfaat dari tulisan saya kali ini.

Kita mulai dari yang pertama ya:

Microsoft Excel

Hayo, siapa yang nda kenal yang namanya Microsoft Excel?

Banyak meme yang ada diluaran sana, belum jago dan bisa dihire kalau nda kenal yang namanya Excel? True?

Nah, seringkali saya temukan dan tentunya dulu saya juga pakai software ini juga untuk mengetahui aktivitas proyek dan task atau tugas-tugas terkait proyek.

Cara penggunaan yang mudah dan tentunya sekarang karna sudah ada office 365 yang bisa cloud, bisa tuh kita share ke teman sekerja kita dalam tim untuk update.

Siapa yang masih pakai Excel? Yuk mention dibawah.

Trello

Siapa yang kenal software as a service ini pas ngurus-ngurus kegiatan kampus? Saya juga.

Eits, sudah tua juga ya klo gitu.

Dengan sistem free-mium, abis free trus disuruh mbayar, nah, Trello cukup powerfull lho.

Gayanya yang kanban style, alias drag and drop dari masing-masing task ke proses berikutnya membuat saya jatuh cinta sama yang namanya Trello.

Tapi apakah cinta berlanjut? Eh, itu topik berikutnya ya.

Cukup lama saya pakai Trello, saat free tentunya, dan satu titik akhirnya saya berpaling ke yang lain.

Kita lanjutkan ya?

Sampai kebanyakan pekerjaan, nah lho, gimana tuh? Mari mampir dong ke tulisan saya yang lain, maklum, iklanin blog sendiri dulu ya. Thank you yang sudah mampir.

Monday.com

Selamat hari senin, yes, itu sapa saya ke tim ketika kita sudah move dari Trello ke Monday.com

Saya suka banget waktu itu dengan tampilan yang catchy, kekinian dan hampir bisa dikerjakan apapun on top of Monday.

Tim juga suka banget, kita waktu itu bahkan sampai seluruh tim ikutan masuk dan collab disana.

Tapi kok ada yang kurang ya? Maklum manusia wkwkw… nda pernah puas.

Kita lanjut ya, jadi udah berapa banyak nih saya dan tim sudah coba?

Smartsheet

Nah, ini pilihan terakhir saya (dan masih pakai sampai sekarang juga).

Tahu nda yang masih kurang dari Monday? UI yang bentuk grid or microsoft Excel style.

Tidak bisa dipungkiri, mindset tim dan rekanan saya itu senengnya yang grid gitu.

Dan, tentunya sudah ada integrasi yang bisa kita gabungkan dengan Acumatica Cloud ERP sebagai backboned accounting and project monitoring kita.

Seru juga kali ya nanti saya bahas tentang project accounting dan integrasi dengan smartsheet. Ada yang minat?

Kalau tandatangan digital, kira-kira minat nda? Baca ini dulu makanya.

Butuh tandantangan digital?

Sip, sharingnya semoga bermanfaat ya.

Oiya, dari kesemuanya, saya pakai yang berbayar ya dan mungkin ada opini pribadi saya didalamnya, jadi ini disclaimer dulu.

Tapi kalau mau bahas, feel free ya.

Selamat beristirahat ya.

Daru

note: kantor saya, Sunartha masi nyari lho tim yang semangat belajar dan semangat mencari uang wkwkw, tertarik join? Gabung disini ya: Career with Sunartha.

Sampai Kebanyakan Pekerjaan

Sampai Kebanyakan Pekerjaan, mosok sih?

Sampai Kebanyakan Pekerjaan

Ah Masa Sampai Kebanyakan Pekerjaan

Salam kenal ya.

Bagi teman-teman yang baru pertama kali mampir ke blog saya, yang seringkali bercerita tentang bisnis, tentang ERP atau hal-hal yang mengundang saya untuk cerita, selamat datang ya.

Bulan-bulan ini, dimana teman-teman konsultan saya masih selow, saya cukup berbahagia dimana leads berdatangan. Thanks God.

Tetapi dilain sisi, setiap ada permintaan datang, kepusingan lain muncul.

Kata teman saya, that’s a nice problems dong bro, yang lain pusing cari kerjaan, lo sudah ada potensial client untuk kerjaan berikutnya.

Jadi, gimana dong?

Ya disyukuri saja. Tetapi, ada yang mau share nih, gimana cara kita untuk mencoba solving agar growth kita bisa tetap tercapai.

Mampir dulu ya di artikel kami yang lain dibawah ini, thank you untuk supportnya.

Punya bisnis F&B? Cocok nih bacaan ERP untuk bisnis F&B.

Penasaran apa itu Acumatica Cloud ERP? Monggo dibaca.

Growth versus Team

Bener banget setiap ada growth yang un-planned atau tidak direncanakan, kita musti rubah dan evaluasi cara kerja kita yang berjalan.

Kalau nda, ya akan tidak punya output yang berbeda.

Nah, hal ini sudah kita alami dan evaluasi selama 1st Half 2022.

Cara yang lama, tidak akan bisa menghasilkan output yang berbeda. Maka dari itu kita akan coba cara yang berbeda untuk paruh 2022.

Caranya apa saja?

Ada beberapa yang coba kita pilih. Baik dari sisi internal kita sendiri, maupun dari sisi eksternal.

Internal dengan coba hiring new team dan optimalisasi metode kerja kita.

Thanks God-nya kita pakai Smartsheet secara internal untuk pekerjaan-pekerjaan yang un-structured bisa dibantu seperti membuat form and tracking new candidates yang masuk.

Bahkan sampai tracking progress project-project yang berjalan dan yang akan masuk.

Kalau nda, wah pusing banget deh pastinya.

Eksternal Strategy

Salah satu kepusingan punya perusahaan yang berbasis project, kita nda bisa selalu menjamin pekerjaan ditahun-tahun berikutnya.

Tetapi yang sudah pasti adalah fixed cost dari expenses yang kita keluarkan.

So, kita harus pintar-pintar mengatur penambahan tim untuk extra jobs yang kita miliki, meskipun secara cost kita harus tetap pantau.

Nah, kita cobain juga nih gandeng beberapa partner yang bisa bantu kita. Baik dari sisi operasional maupun internal process.

Biar apa? Ya ujung2nya biar bottomline aman dan growth tetap terpantau.

Nah karena sudah cerita panjang lebar, mirip captain log Starfleet officer, kita udahan dulu ya. Nanti kita bahas topic lainnya.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk berpartner dengan Sunartha, boleh lho drop interest temen2 di email ask@sunartha.co.id dan mau bantu atau grew bareng kita disisi apa.

Salam,
Daru

Belajar Hal Baru

Belajar hal baru, pada saat sibuk-sibuknya pekerjaan, apa bisa?

Belajar Hal Baru
Pic by Canva

Belajar Hal Baru – Sebuah Ide

Selamat hari minggu semuanya.

Yang lagi santai-santai dirumah sambil mengerjakan hobi atau sekadar sambil berolahraga santai, enjoy your time ya.

Kali ini saya mau nulis mengenai topik mengenai belajar hal baru.

Sesuatu yang mungkin menjadi sebuah momok atau hal yang sulit dilakukan, apalagi kita lagi sibuk-sibuknya sama aktivitas pada pekerjaan kita.

Mas Ndaru, kerjaan udah banyak, pulang kerja banyak urusan rumah lah, urusan ini lah, itu lah, aduh, nda kebayang gimana cara kita belajarnya?

Betul, saya juga gitu kok.

Malesnya minta ampun. Ha3, pemalas banget nda sih?

Tapi, good news nya, nda sesulit itu kok ternyata. Ah masak sih? Mari kita simak bareng ya

Mulai dari mana?

Betul, yang harus kita tahu adalah, kita musti mulai dari mana?

Kalau saya nih, hampir yang saya belum tahu itu harus saya pelajari.

Tapi jangan ditiru ya.

Proses belajar saya itu lebih ke trial and error (cocok banget nda sih jadi peneliti atau pengusaha he3).

Tapi pertanyaannya, apakah proses belajar itu efektif? Nah, yang bisa jawab kan teman-teman sendiri ya.

Kalau saya (dan menurut saya) proses belajar ini lebih efektif, meski terkadang butuh waktu yang lebih banyak dari teman-teman lain yang sekali baca dan tahu ya.

Lalu apa tahap berikutnya

Sebelum masuk ke tahap berikutnya, mampir dulu dong ke tulisan yang saya dan tim saya tulis ya. Sekedar untuk meningkatkan traffic nih, he3. Thank you ya.

Skills Untuk Beradaptasi

Aplikasi Project Management, Pentingnya bagi Tim IT yang Kerja Remote

Tahapan berikutnya apa Mas kalau sudah tahu metode belajarnya.

Next stepnya mudah, ambil waktu dimana teman-teman paling nyaman untuk mempelajarinya dan tidak terganggu oleh aktivitas rutin.

Kalau otak lagi stuck dan nda bisa mikir, ya jangan dipaksain.

Tapi kalau sudah agak longgar pikiran sehabis nonton Kdrama, boleh lah mulai 15-30 menit belajar hal yang baru tersebut.

Kenapa harus belajar hal baru sih Mas?

Ini good question banget dah.

Kenapa? Karena ilmu atau kemampuan kita atas penguasaan sesuatu keahlian itu akan obsolete dengan perubahan jaman.

Nda percaya?

Misalkan, kamu jago dalam hal apa ya? Contoh jago desain dengan paint (ih jadul banget) sekarang, semua uda bisa desain bagus dan mudah pakai canva.

Nah lho? Iya, dan itu kejadian kok. So, jangan takut untuk belajar terus ya. Always update, jangan hape mulu yang update OS nya ya.

So, gimana? Sudah semangat untuk belajar? Yuk dilanjut

Bagi teman-teman yang suka belajar hal baru dan mau cobain skills yang baru dalam bidang software engineer, Sunartha lagi buka lowongan nih.

Jangan lupa mampir ya.

Salam sehat dan always learning.

Daru

Skills Untuk Beradaptasi

Skills Untuk Beradaptasi dikondisi apapun dan dimanapun. Setuju nda?

Skills Untuk Beradaptasi
Pic by Canva

Hujan-hujan begini, baiknya bahas topik Skills Untuk Beradaptasi

Hai, selamat hari sabtu yang gloomy.

Kenapa gloomy? Ya karena hari ini hari sabtu dan hujan pula, enaknya ngapain?

Tentunya enaknya ya tetap berada dibalik selimut dan melanjutkan mimpi indah bukan? He3.

Tapi, tentunya bagi temen-temen yang pengen tetap upgrade skills dan ilmu, topik kali ini harus dan wajib banget nih dipelajari.

Saya pun, ketika saya menengok ke pengalaman saya terdahulu, ternyata selama ini, saya selalu mengasah skills ini.

Ok, kita mulai ya topik pembahasannya.

Skills yang penting untuk bertahan dan menjalani hidup

Menurut Anda, kalau saya tanyakan pertanyaan ini, apa jawaban teman-teman semua?

Ada yang bilang soft skills mas, ada yang bilang skills yang menghasilkan banyak uang he3…

Betul, semua jawaban temen-temen betul kok. Intinya harus punya skills dimana kita menjadi pilihan rekan kerja kita, atasan kita maupun komunitas kita.

Dan, topik kali ini, dimana saya mau membahas salah satu skills yang menurut saya, harus bisa dilatih segera (karena menurut saya bisa dilatih lho, bukan bawaan lahir).

Seperti yang kita tahu, teori evolusi kan ya, survival of the fittest, siapa yang mampu beradaptasi, yang kemungkinan besar bertahan hidup.

Coba perhatikan waktu kita baru masuk sekolah dengan teman-teman baru dan lingkungan baru.

Apa yang coba Anda lakukan pertama? Beradaptasi bukan?

Itu dimulai dari hal kecil, yang kita pernah alami.

Nah sekarang, bagaimana dengan hidup, pekerjaan dan bisnis kita sendiri?

Bagian Pembahasan

Tapi sebelum kita lanjut ke bagian pembahasan, mampir dulu ya ditulisan saya dibawah ini, ok? Thank you.

Kesempatan untuk Berpikir Kedepan

Project Management untuk Memperkuat Kolaborasi Team Work

Lanjut ya.

Part pembahasan kali ini, bagaimana kita bisa beradaptasi untuk hidup, pekerjaan maupun bisnis kita? Kita bedah satu-satu dan based on pengalaman pribadi juga.

Adaptasi pada hidup kita

Ok, seperti yang teman-teman tahu, hidup kita adalah kumpulan dari keputusan yang kita ambil.

Terkadang benar, terkadang *(belum tentu) benar. But anyway, semua itu akan memberikan experience kita untuk menghadapi permasalahan yang akan kita hadapi didepan.

Adaptasi pada hidup dengan segala kondisinya, contohnya: kita harus memilih antara menjadi profesional ataupun mempunyai bisnis sendiri.

Atau terkadang bergabung dengan teman-teman yang kita harapkan bisa saling support untuk kedepannya.

Apapun itu, adaptasi yang kita lakukan haruslah perlu dievaluasi dan dilakukan bukan? Tidak hanya diam dan memilih satu pilihan itu aja secara terus menerus, meskipun kita tahu hasilnya akan itu-itu saja.

Adaptasi pada bidang pekerjaan

Bagi teman-teman yang memilih untuk profesional, tentunya sering diharapkan sama kondisi tempat kerja baru, atasan baru bahkan teman-teman kerja baru.

Menurut pengalaman saya, dikantor saya tentunya, tim baru saya yang mampu beradaptasi, merupakan orang-orang yang akan maju kedepannya.

Kenapa tidak? Dengan kemampuan ini, teman-teman kerja lain yang ada, akan cepat merasa nyaman dan segera bisa bekerjasama dengan baik mencapai goals bersama.

Bagaimana dengan teman-teman? Ada tips yang mau dibagikan kalau kerja ditempat kerja baru nda?

Adaptasi pada bisnis baru

Kalau ini agak seru dan panjang tentunya nih pembahasannya.

Kenapa nda? Karena seringkali, zona nyaman menyertai dalam keputusan berpikir kita.

Misalkan, ah saya sudah nyaman jualan produk A dan jasa B, ngapain sih Mas Ndaru cape-cape belajar lagi?

Duit sudah masuk dan ngalir dengan sendirinya? Ngapain repot-repot belajar?

Intinya, apapun itu, apa yang Anda dapatkan sekarang, kesuksesan Anda dan temen-temen sekarang itu belum tentu efektif diskenario atau kondisi berbeda.

Misalkan sekarang ada ancaman resesi, dollar tinggi, bisnis lesu, nah apapun itu, sebagai owner, yang punya insting adaptasi dan menerapkan ke bisnisnya.

Mirip dengan Spider sense nya Spiderman sih.

Kesimpulan: Skills untuk Beradaptasi

Ok, mungkin bacaan kali ini agak berat, tapi menurut saya penting untuk saya bahas nih.

Sekalian pengingat saya juga, bahwa Sunartha, bisnis saya, itu penuh dengan hasil adaptasi dari kondisi sekitar.

Full of trial and error but at the end, kita (saya dan tim) mampu menghadapinya.

Sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses untuk kita semua ya.

Daru

Kesempatan Berpikir Kedepan

Kesempatan berpikir kedepan, iya, jarang sekali kita dapat kesempatan itu bukan?

Kesempatan Berpikir Kedepan
Pic by Canva

Sit Back, Relax and Enjoy Your Reading: Kesempatan Berpikir Kedepan

Apakabar?

Semoga keadaan teman-teman sekalian dalam keadaan sehat, baik dan bahagia, tidak kurang apapun itu. Amin ya.

Ternyata sudah cukup lama saya nda menulis pada blog pribadi saya ini. Tulisan yang seringkali menggambarkan kegundahan hati, cie..

Maklum, sebagai orang introvert, lebih sering saya menuliskan daripada bercerita. Eh, nulis blog tapi klo ada pembaca rutin, jadi ketahuan publik juga ya?

Tentu tidak, kan hanya beberapa topik yang memang saya mau bagikan dan siapa tahu topik tersebut sedang atau pernah Anda alami juga.

Jadi tanpa berusaha untuk menggurui siapapun, ya saya tuliskan saja. Anda dapat mengambil manfaat atau insight dengan pengalaman atau unek-unek yang saya hadapi.

Muncul disaat saya Sakit

Iya, terkadang kalau kita sedang ingin berpikir mengenai masa depan kita, pastilah jarang saat kita sedang sibuk-sibuknya.

Kali ini saya diberikan Tuhan untuk beristirahat sejenak setelah seminggu sebelumnya saya dan keluarga berkunjung ke beberapa kota di Jawa Tengah.

Seminggu jalan dan seminggu kemudian diberikan waktu istirahat Tuhan dalam bentuk sakit.

Dimana semua pekerjaan sedang lagi kecepatan yang tinggi-tingginya.

Wah, Perfecto (meminjam istilah kopi buatan Bang Jody ya).

Dalam hati saya berpikir, “Maksud Tuhan apa nih? Kok saya dan sekeluarga dikasi penyakit yang lagi happening ini, padahal sudah ini, sudah itu, masih saja kena!”

Biasa, mental block manusia yang selalu mengandalkan dirinya sendiri.

Tapi akhirnya saya mendapatkan pencerahan, Tuhan mau saya berpikir lebih jauh sedikit, bukan dari jarak dekat terus.

Ok, pesan sponsor dulu, jangan lupa mampir pada tulisan saya sebelumnya, salah duanya ada dibawah ini ya. Thank you.

Persimpangan Dilema

Aplikasi Project Management: Pengertian dan Manfaatnya

Maksud Tuhan untuk Kesempatan Berpikir Kedepan

Lanjut ya, sambil ditemenin lagu teh Oca (Rossa) via Spotify, mari kita lanjutkan syurhatan kali ini.

Menilik perjalanan saya dalam hidup kebelakang, ternyata hampir 90% hidup saya itu selalu berkutat pada yang namanya bisnis dan bisnis.

Ok, it’s good by the way, but when you’re realized your not young anymore Daru, you have to think about your future, not your business alone.

Itu yang ternyata jadi pikiran saya selama saya sakit.

By the way, sakit saya ini, yang bisa membuat Aplikasi PeduliLindungi teman-teman jadi ada “Dark Theme” nya, adalah varian terbaru (secara anak IT gitu, maunya latest release) yang menyerang kepala dengan tingkat sakit kepala yang luar biasa.

So, be aware ya teman-teman.

Saya lanjutkan ya.

Menjelang umur saya yang akan ganti angka digit dibagian depannya, cita-cita saya adalah saya bisa membangun bisnis yang ready to scale and fly without me on it.

Nice dreams isn’t?

But the problems adalah bisnis saya (atau mostly bisnis lain juga) yang rely on people skills and owner skills tidak akan bisa semudah itu Vincenzo.

Start from 2009, with no plan, no money, no network, everything just based on trial and error.

Dan bisa survive sampai sekarang, akhirnya saya berkaca, not bad lah Ru. Bisa gaji beberapa karyawan, pernah masuk top partner dan contributors untuk SEA and Indonesia region.

And suddenly you’ve got this “Sick” and even you nda bisa tandatangan. Kacau.

Musti puter otak lagi.

Kesimpulan dari Kesempatan Berpikir Kedepan

Bagian part kesimpulannya:

Sebagus apapun bisnis Anda, always prepare good and dependables team on your back

True dan saya bersyukur banget sama Tuhan dan tim saya.

Mereka mau backup saya dengan daily task dan meeting – a lot of meetings yang sometimes kita memang harus, apa ya istilahnya, kasi panggung untuk mereka tampil, jikalau tiba-tiba, you’re not there anymore.

Simplyfied your process and train your team to mastered it

Bisnis saya sulit, rumit dan kompleks. Andaikan saya bisa membuatnya semudah dan sesimpel mungkin, I WILL DO IT RIGHT AWAY.

Konsultan Boss, beda sama mungkin punya pabrik kerupuk? hehehe, we never knows.

Apa maksudnya, It’s okay you want to learn anything in the world and make you satisfied sama dahaga ilmu, but, it’s not the path to be wealthy.

Contohnya saya, you named it, I know a lot about business process for several business, but the question is? Can you monetize that knowledge?

And so do your team, train them with your simple process and make them good at it. Repetitive makes perfect, kata mbah google bilang.

Last but not least, Try to Be the best at you Good at it.

Ini yang saya nda yakin nda pede.

I want to master everything. But not that the point. Terus terang saja, stress saya terus-terusan tinggi dengan adanya deadline and more deadline coming.

Apalagi tim saya, keluarga saya dan yang mungkin ngeliatin muka saya ikutan stress hehehe.

And I want to change it. I want to be the best or perfect that I’m good at it. Sisanya?

Berikan ke orang lain.

I think I’ve talk to much 🙂

Terimakasih untuk waktunya mendengarkan keluh kesah saya.

Karena pada point terakhir, I want to share my dreams and task to bring my business and maybe yours, please DM gw klo bisa bantu dibidang apa dan how we can collaborate.

Setuju?

Salam sehat selalu!

Daru

Persimpangan Dilema

Persimpangan Dilema, ini bukannya judul lagu lawas? Betul, tapi ini yang saya rasakan lho.

Persimpangan Dilema
Pic by Canva

Good Morning and Enjoy Your Weekend

Mas, ngapain pagi2 uda nge-galau aja?

Baru aja mulai menikmati hari libur, weekend. Kok bahasannya melankolis banget sih?

Apa gara-gara dengerin playlist lagu melankolis, jadi nulisnya begini amat?

Eits, santai Mas dan Mba, alasan kita bahas topik ini, adalah..

Saya sedang mengalami suatu persimpangan dilema antara pilihan satu dan pilihan yang lainnya.

Baik, bagi yang belum kenal saya, terimakasih sudah mampir ke blog pribadi saya.

Blog yang masi banyak kekurangannya, tetapi karena ini konsepnya blog pribadi dan (belum) berbayar, kenikmatannya adalah menulis apa saja yang saya pikirkan.

Persimpangan Dilema

Judul kali ini, saya ambil dari sebuah lagu klasik (eh jadul) yang dibawakan oleh penyanyi aslinya, Mba Tere kalau nda salah.

Karena lagi kena sama pemikiran saya, daripada pusing-pusing cari topik, ya nulis aja toh.

Bener nda? Harus benar.

Beberapa hari kebelakang, saya lagi digumulkan sama sebuah permasalahan yang harus saya segera cari solusinya.

Yes, saya dibayar oleh kantor maupun client untuk cari solusi.

Bagi yang tertarik untuk bergabung di tim saya sebagai pemberi solusi, boleh daftar pada tautan dibawah ya. Sip, ngiklan dulu ya.

Lanjut, tapi saya spill tautan artikel lain dibawah ini ya. Monggo mampir.

Komunikasi dan pekerjaan, seperti apa sih korelasinya? Simak ya.

Apa itu fitur Workapps di Smartsheet, yuk pelajari bersama.

Apa sih masalahnya? – Persimpangan Dilema Part 2

Ok, karena posisi saya dikantor adalah salah satu leader, tahu sendiri kan ya posisi yang tingkat stres nya cukup tinggi.

Dan karena saya menentukan masa depan dan pemilihan strategi organisasi kedepan, topik ini yang membuat saya harus mundur sejenak (retreat) dan berpikir secara jernih, “gw mau pilih yang mana ya?”

Tentunya semua pilihan ada konsekwensinya dan output yang berbeda.

Aduh, tambah berat ya topik bahasannya. Sabar-sabar, nanti kalau manage bisnis akan ketemu case yang sama kok.

Apakah casenya boleh saya share disini? Mohon maaf, belum dulu ya wkwkw.

Kesimpulan saat menemukan situasi persimpangan dilema

Eh udah bagian kesimpulan aja.

Disaat kita menemukan kondisi seperti saya begini, ada baiknya nih, saya bagi 3 tips aja ya:

Retreat – mundur sejenak

Yes, mundur dulu bro sis, jangan main hajar aja. Apalagi ini keputusan besar.

Misalkan keputusan bisnis tuh seperti, kita mau scale atau mau optimize yang sudah ada.

Always ask and request other people feedback

Yang kedua, minta masukan dari banyak orang, sehingga cakrawala kita lebih lengkap.

Bisa menimbang dengan lebih cermat, termasuk implikasi dan result yang kadang ditentukan based on asumsi kita sendiri

Bawa dalam doa

Kayaknya yang ketiga ini perlu dan harus malahan. Kadang kita juga nda tahu kan ya keputusan kita benar apa nda.

Tetapi keputusan itu harus diambil.

Nah, gimana? Tambah bingung? Jangan ya.

Makanya daripada bingung-bingung, mending jalan-jalan dulu cari udara segar, baru ambil keputusan.

Salam

Daru

Ini janji saya untuk kasi link lowker di Sunartha ya.

Komunikasi dan Pekerjaan

Komunikasi dan pekerjaan, pentingnya untuk menyampaikan sesuatu secara tepat dan diterima secara utuh juga.

Komunikasi dan Pekerjaan
Pic by Canva

Pentingnya Komunikasi dan Pekerjaan

Selamat pagi, bagaimana pagi Anda?

Cerah dan menyenangkan tentunya ya?

Ok, kenapa saya bawa topik ini dalam tulisan blog saya kali ini. Karena saya benar-benar mengalaminya.

Mari kita mulai ya bahasannya.

Tetapi sebelum kita mulai, tolong mampir juga dibeberapa artikel buatan saya pribadi dan tim saya juga dibawah ya. Thanks yang sudah support saya dengan melakukannya ya.

Finding the right one

Smartsheet: Mudahnya Membuat Action Plan Bisnis

Komunikasi

Mudah untuk kita bicara, ngomong dan menyampaikan apapun yang kita inginkan dan sampaikan ke lawan bicara kita.

Kalau tatap muka. Setuju nda? Tetapi coba bayangkan, posisi dimana komunikasi terjadi tetapi kita tidak melihat reaksi lawan bicara kita, hanya melalui layar saja.

Yes, it will really hard to expect feedback from them, lawan bicara kita.

Sunartha, sampai sekarang masih menerapkan kebijakan bekerja Work From Home.

Yang artinya, seluruh tim, dari semua departemen harus beradaptasi dengan gaya kerja baru ini, yang tentunya adaptasi sudah lebih dari 3 tahun juga bukan?

Dan 1 hal yang kami alami adalah adanya sering terjadi miskomunikasi atas penyampaian tugas atau assignment kepadar rekan kerja kita.

Pekerjaan

Setiap ada kelemahan/kekurangan pastinya ada keunggulan kan?

Ya, bekerja dari rumah sangat lah produktif, menurut saya ya.

Tidak ada waktu untuk commute antara kantor dan rumah, macet, efisiensi dari berbagai sisi seperti pengaturan jadwal meeting dan diskusi, semuanya serba cepat.

Tetapi ya itu, setiap penyampaian informasi harus di check and re-check kembali, agar rekan kerja mendapatkan informasi yang sama, tidak bias dan minim reduksi informasi.

Bagaimana dengan tempat kerja Anda?

Merasakan hal yang sama juga kah? Atau ada ide untuk memperbaiki performa kerja mendekati WFO? Seru juga klo kita bisa diskusi bareng soal ini.

Kesimpulan Topik tentang Komunikasi dan Pekerjaan

Kami menyimpulkan, wah udah sampe kesimpulan aja ya.

Apapun metode atau gaya kerja saat ini, semuanya itu menurut saya tergantung dari bagaimana kita terus menyempurnakan prosesnya.

Anak bisnis proses banget nda sih?

Terkadang cocok untuk WFH atau memang tim kita lebih cocok WFO. Siapa tahu?

Nah, karna Sunartha (tempat saya bekerja) menerapkan WFH, jadi kami akan improve terus prosesnya, sampai dengan mendekati hasil yang optimal.

Coba ceritakan tentang pengalaman kerja temen-temen juga dong?

Atau kalau yang lagi dan tetap tertarik untuk bekerja secara WFH dibidang konsultasi, bisa apply ditempat kami juga ya.

Salam berlibur.

Daru

Finding The Right One

Finding the right one, susah nda? Pertanyaan yang jawabnya musti dipikir dulu.

Finding the right one
Pic credit to Canva

Minggu yang nikmat bahas Finding The Right One

Selamat sore semuanya, gimana hari sabtu – minggu-nya?

Nikmat? Harus dong. Senikmat menyeruput secangkir kopi hitam. Ngebayangin aja udah enak banget.

Ok baiklah, kita bicara topik kali ini.

Tapi gw mau disclaimer dulu ya.

Kita nda bahas tentang jodoh ya, wkwkw

Pembaca kecewa nda ya kira-kira? Jangan kecewa ya, karna ini sama pentingnya kok.

Maksud saya nulis ini adalah, susahnya mendapatkan seseorang yang tepat untuk mengisi posisi yang kita harapkan di organisasi/bisnis.

Siap ya?

Puter lagu dulu sebelum nulis ya.

Is he or she the one?

Nah, itu pertanyaan yang saya selalu tanyakan dalam hati kalau saya setelah interview kerja.

Ok, yang belum kenal saya, saya saat ini didapuk (cie, bahasa sok resmi) menjadi salah satu director ditempat saya bekerja.

Nah, rutinitas ketika tahapan terakhir recruitment, pasti harus interview dengan salah satu perwakilan manajemen dong ya.

Dan salah satu pertanyaan (dalam hati saya) adalah benarkah dia itu orang yang terbaik untuk posisi yang lagi kita buka.

Jadi nda cuma nyari jodoh nih yang kadang kita tanya begitu.

Nyari tim juga sama kok, sama-sama meragu, bimbang, galau dan sebutin apa aja yang kira-kira muncul didalam hati.

Ini salah satu sisi dari interviewer ya, bukan dari orang yang di interview. So, biar netral aja, jangan dipikir yang interview itu cool dan santai2 aja, kita juga ada beban Mas dan Mba.

Whats next after “Finding The Right One”

Dan ternyata, kesimpulan yang kita dapatkan setelah melakukan interview ratusan pencari kerja, kesimpulannya adalah:

Tidak ada yang namanya The Right One

Yes, it’s true. Tidak ada yang namanya the right one.

Yang ada adalah kita harus mempercayakan posisi tersebut kepada yang bersangkutan berdasarkan proses yang kita lewati (kadang cepet, kadang lama juga).

Ganti Finding The Right One jadi Make Him/Her Be The One

Aduh Mas, ngomongin apa sih, Inggris atau Indonesia, campur-campur kayak anak Jaksel aja?

Iya, sorry-sorry. Intine, jadikan orang yang kita rekrut itu, gimana caranya jadi orang yang ideal untuk menempati posisi tersebut.

Rumus kita-kita di Sunartha (tempat saya kerja) nda ada namanya orang yang masuk langsung fit in ke pekerjaan, ada aja proses belajarnya. So, ajarin. Setuju?

Kesimpulan

Sebelum masuk ke kesimpulan, monggo mampir dulu ke artikel-artikel berbobot dibawah ini, sekalian dukung saya lah ya. Makasi

Kekayaan yang menguap, ngantuk kali sampe nguap segala ya?

Tanda tangan digital yang masi copy paste hasil scan? Coba baca dulu yang ini, tanda tangan digital mitos dan faktanya.

Nah, baru masuk ke kesimpulan.

Intinya, baik cari jodoh dan cari tim kerja, jadi curcol nih.

Kita itu musti bisa yang namanya adaptasi. Semua itu harus beradaptasi, ya kita, ya tim baru kita.

Karena klo saklek plek plek nda ada tuh bakalan yang cocok.

Betul nda? Nah, gimana, lagi cari kerja? Mau coba bergabung dengan Sunartha? Ayuk lah apply ditempat kita, lagi cari nih btw posisi2 yang bisa ningkatin skills kedepannya.

Salam nyantai, enjoy your finest hour, bsok uda kerja lagi.

Daru

Kekayaan yang Menguap

Kekayaan yang menguap, istilah yang sedang diperbincangkan di dunia pada minggu-minggu ini.

Kekayaan Yang Menguap
Pic by Canva and Google Stock Ticker

Menulis tentang Kekayaan yang Menguap

Selamat pagi dan selamat datang (dan selamat datang kembali) bagi teman-teman semua.

Salam kenal bagi yang belum kenal.

Saya Daru, penulis blog yang sok-sok-an rajin. Menceritakan apapun yang ada di kepala saya setiap hari liburan (sabtu or minggu, tergantung mood).

Nah kali ini, saya mau membahas topik yang cukup kekinian.

Bukan soal gossip atau berita selebritis ya tentunya, tapi tentang berita bisnis yang menjadi headline dimana-mana.

Yes, about penguapan. Bukan istilah teman saya ya, gw mah cuma uap siomay aja Dar, begitu dibuka tutup pancinya, langsung hilang ditelan udara, he3.

Btw, thank you bro uda diskusi panjang x lebar x tinggi selama menempuh kemacetan kemarin, sorry nda bisa ketemuan as promised before.

Liburan telah tiba eh usai, saatnya kerja kembali. Nah ini penting, saatnya bekerja lagi, menulis lagi and start chasing (again) our dreams.

Semua Orang Kaya Mengalaminya

Ok, sebelum ngomongin tentang sub title diatas, saya mau disclaimer dulu ya.

Semua yang saya tulis ini totally dari pandangan pribadi saya.

Bisa benar, bisa salah, bisa sesat, tergantung kondisi lagi nulis juga.

Jadi jangan dijadikan acuan untuk kegiatan investasi teman-teman based on my writings ya.

Intinya mah, risiko ditanggung penumpang or masing-masing.

Konsep Wealth atau Kekayaan

Seperti yang kita tahu bersama, konsep kekayaan dihitung dari jumlah atau sum amount of money that a person miliki.

Cara ngitungnya temen-temen bisa googling sendiri ya.

Either pakai saham, pakai net worth value or apapun itu selalu dasarnya adalah sisi keuangan.

Nah, konsep ini, tentunya spesifik kita bicara tentang saham, contoh Elon Musk, kekayaannya dihitung dari nilai saham yang dimiliki pada perusahaan publik atau perusahaan private yang dia miliki.

Misalkan Elon Musk itu pemegang saham di Tesla (sesuai gambar ya).

Sama dengan Jeff Bezos dengan Amazon, atau kalau di Indonesia ya Duo Pak Hartono bersaudara dengan saham di BBCA-nya.

Yang Artinya apa Mas? Dengan Kekayaan yang Menguap

That’s the point.

Ternyata, kekayaan seseorang itu bukan ditentukan saja dengan nilai uang yang beliau miliki diperiode tertentu.

Misalkan eh si A kaya lho, punya uang 1 milyar vs si B yang cuma punya uang 2 ribuan, abis bagi-bagi TeHaEr. Sedih.

Karena sum of money hanya berlaku pada level tertentu, bukan valuasi kekayaannya.

Kira-kira paham nda ya?

Jadi sebagian besar kekayaann orang-orang yang saya sebutkan diatas itu mostly dari nilai saham bukan dari jumlah uang cash yang mereka pegang.

Gitu lho Mas and Mbak yu.

So, kalau menguap, itu karena apa?

Yes, kebayang kan? Menguap karena nilai saham mereka turun or jeblok dari nilai sebelumnya orang-orang melakukan valuasi.

Tapi kasi break gw dulu ya, baca artikel dibawah dong, tentang tandatangan digital yang sudah ditulis cape-cape sama tim saya. Sip, thank you.

Hari begini enaknya tandatangan digital, yuk coba baca disini artikelnya.

Kesimpulan

I loved kesimpulan. Pasti semua tulisan saya ada kesimpulannya.

Intinya, teman-teman, harus membuka pikiran tentang kekayaan.

Saya pun terbelalak dalam beberapa bulan ini membahas mengenai skema IPO dan lain-lain.

Oh gitu ya ternyata, sambil manggut2.

Kadang kekayaan itu bisa datang tiba-tiba (karena saham naik) ataupun bisa juga pergi sebentar dengan tiba-tiba (karena saham turun).

Berlaku sama dengan para trader saham ya. Bedanya mereka ini the real owner of the company.

Jadi, karena gw sudah cape nulis, break dulu ya. Kalau ada ide lagi, saya tulis lagi part II tentang, bagaimana cara mau IPO, sepertinya seru juga.

Thanks for reading.

Enjoy your holiday and Sehat Selalu

Daru

ps: jangan lupa yang lagi cari kerjaan, bisa mampir di lowker Sunartha, tempat penulis bekerja dan lead excellent people to achieved our dreams together. Gw tunggu lho lamarannya.