Ekspektasi

Ekspektasi

Ekspektasi

Pic Source: demilked.com

Harapan

Kata yang menurut saya paling “berbahaya”. Kenapa begitu? Karena harapan kita jarang bisa mengukurnya. Harapan harus diperjelas sebelum kenyataan terjadi. Penasaran?

Bayangkan apabila Anda menawarkan sesuatu produk kepada calon pembeli. Anda memberikan informasi sejelas mungkin kepada sang calon pembeli. Informasi yang Anda berikan, yang menurut Anda sudah jelas, mungkin belum tentu jelas ditangkap oleh calon pembeli Anda.

Tidak percaya?

Informasi yang sama, apabila disertai oleh harapan yang timbul oleh calon pembeli Anda, mungkin sudah jadi beda. Contoh sederhananya :

Pernah Anda ingin sekali mencoba suatu tempat makan baru, dimana tempat makan tersebut sangat direkomendasikan oleh teman-teman Anda. Tempat tersebut penuh dengan tamu. Dan harapan Anda akan tempat makan tersebut sangatlah tinggi bukan?

Begitu sampai ditempat makan tersebut, tiba-tiba menu yang Anda inginkan habis. Bagaimana dengan harapan Anda? Pupus. Ya, itu kata yang tepat untuk menggambarkannya. Apakah salah penjualnya? Mungkin juga. Apakah salah Anda? Bisa jadi juga.

Harapan dan Ekspektasi

Harapan seringkali membuat kita berharap akan sesuatu yang sangatlah tinggi sehingga kenyataannya muncul, sirna akan harapan dan menghasilkan kekecewaan.

Maka dari itu, banyak motivator dan konsultan bisnis selalu bilang, selalu berikan janji yang sudah pasti Anda bisa berikan, bahkan Anda sebenarnya memberikan lebih dari itu, sehingga pembeli Anda akan sangat puas akan hasil kerja Anda.

Ditempat kerja juga seperti itu. Selalu berikan janji yang pasti Anda bisa berikan, dan lebihkan hasilnya sehingga mitra kerja Anda atau bahkan pimpinan Anda merasa sangat puas dengan Anda.

Kami (saya dan tim) selalu berusaha untuk menurunkan harapan dari calon pembeli kami. Kenapa malah menurunkan? Iya, kami sangat tidak tertarik untuk memberikan janji-janji surga (seperti pilkada saja) yang kemungkinan pada akhirnya, sangatlah sulit untuk diberikan.

Kami tahu bahwa bisnis kami sangatlah tergantung kepada kerjasama antara pihak kami selaku implementator sistem dengan tim internal suatu perusahaan. Dimana mungkin ditim internal tersebut terdiri dari beberapa level jabatan dan bagian yang mungkin satu sama lain sejak dahulu tidak akur.

Jadi bukan hanya dari sisi kami saja selaku pelaksana pekerjaan, melainkan dari keseluruhan stakeholder. Bahkan mungkin juga dari sisi manajemen yang memberikan kami pekerjaan tersebut.

Kesimpulan Tulisan Ekspektasi Kali Ini

Lalu, apa caranya? Mudah. Berikan janji yang Anda pasti bisa berikan dengan kondisi normal. Lalu berikan lebih dari janji Anda tersebut kepada pembeli Anda. Semua orang suka dengan pemberian yang lebih dari penjual. Gratis ini, gratis itu, padahal Anda sudah tahu bahwa hal tersebut Anda bisa berikan.

Semoga tips kali ini memberikan pencerahan ke kita semua.

Salam,

Daru

Jangan lupa mampir ke bacaan saya yang lain ya seperti:

Suksesikan bisnis Anda

Koneksikan Tableau dengan SAP Hana. Teknis nih. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =