Bisnis biasa-biasa aja 2015, bagaimana 2016?

No category

Selamat pagi semuanya, apakabar?  Sudah lumayan lama nih vakum untuk menulis di blog ini. Selain karena kurangnya komitmen untuk menulis (nulis apa adanya) dan kesibukan disisi operasional dan marketing kantor beberapa bulan terakhir.

Sudah tidak lama lagi kita meninggalkan tahun 2015. Hayo, target 2015 bagaimana kabarnya? Sudah berapa persen pencapaiannya?

Menariknya di 2015 adalah tahun konsolidasi. Kondisi perekonomian Indonesia dan beberapa negara asean mengalami masa-masa kegalauan (cie, galau nih ya). Nilai tukar IDR vs USD yang melempem, kondisi sektor tambang (batubara, minyak) dan industri penyokongnya juga bikin ketar-ketir hampir semua sektor lainnya.

Tapi ada beberapa sektor yang malah berbalik arah atau tambah cepat melaju di 2015, seperti Go-Jek, Uber, beberapa industri kreatif dan perkebunan yang berorientasi ekspor dengan harga dalam satuan dolar. Menarik bukan mencermatinya.

Oke, terus bisnis temen-temen bagaimana? Ngerasa sepi? Ngerasa rame? Atau begini-begini aja? Ga maju dan ga mundur (Teteh Syahrini donk 🙂

Solusi kedepan yang bisa dijadikan tips dan trik menghadapi tahun 2016 nih bagi yang tahun 2015 sama aja dengan tahun 2014 rapotnya.

  1. Jangan gunakan strategi yang sama (terutama marketing) untuk tahun 2016 kalau bisnis Anda gitu-gitu aja di tahun 2015.

Kenapa? Karena ga bakal ngefek aka ngaruh. Podo wae wong jowo bilang. So, cari inovasi lain. Cari terobosan yang berbeda. Ingat, same strategy same output (bener ga nih bahasa enggrisnya) .

Pesaing Anda juga akan lakukan evaluasi kinerja 2015. So, mereka juga akan puter otak tuh untuk meningkatkan atau minimal sama dengan 2015. So, banyak-banyak ikutin seminar, baca buku, nonton yutube supaya ilmu nambah. Mosok jadi pendekar silat jurusnya cuma satu aja kayak saint seiya (tinju pegasus bukan ya?) ha3…

2. Efisiensi, Efisiensi dan Efisiensi

Yup, harus! Kita ga tau pastinya outlook 2016. Klo dari analis-analis ekonomi makro bilang sih, bakal belum ada perubahan berarti jika asumsi begini-begini aja. Meskipun pemerintahan Om Jokowi dan Pak JK uda bilang proyek musti start in Jan 2016, tapi apa bisa bawahannya bgitu? Let’s see ya.

Intinya yang bisa kita efisiensikan mending diolah coz itu internal resources. Gampang contohnya, matikan listrik apabila tidak digunakan. Kurangin perjalanan yang ga butuh2 amat, kan ada gojek dan grab yg skrg lagi kasi promo, so use it wisely.

3. Tetap bersyukur! Wajib hukumnya.

Nah, klo ga bersyukur, berarti ga menghargai Pencipta kita lho. So stay bersyukur atas pencapaian di 2015. Nah jangan lupa berdoa untuk 2016 agar bisa lebih baik lagi.

Tetap bahagiakan setiap stakeholders kita asalkan tidak membuat kita rugi ya (emang kita lembaga sosial, namanya juga usaha so musti ada laba donk). Stakeholder kita bisa customer, vendor, karyawan. Keep them happy coz happy people always create happy environment.

Okeh, sekian dulu, mudah-mudahan mencerahkan ya. Apabila mau diskusi lebih lanjut untuk bisnis dan pengembangan bisnis temen-temen, silahkan email atau japri ke email kami.

Regards,

Daru

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − three =